Connect with us

HEADLINE

10 ASN Pemko Banjarmasin Positif Covid-19, Wali Kota Tak Mau Disebut Klaster Perkantoran

Diterbitkan

pada

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kasus Covid-19 yang merebak di perkantoran rupanya tak hanya dialami di Pemko Banjarbaru dan Pemkab Banjar saja. Belakangan diketahui, beberapa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Banjarmasin juga terpapar Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, ada 10 ASN Pemko Banjarmasin yang positif terpapar Covid-19, berasal dari beberapa SKPD. Seperti dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan salah satu bagian di Setdako Banjarmasin.

Sayangnya, Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina belum mau membeberkan kondisi terbaru 10 orang ASN tersebut. Apakah sudah dinyatakan sembuh ataupun masih menjalani perawatan dalam karantina mandiri.

“Ada 10 orang ASN. (kondisi) yang terakhir belum disampaikan,” kata Ibnu di Balaikota Banjarmasin, Selasa (4/8/2020) sore.



Dia malah menyebut, kondisi 10 ASN yang salah satunya merupakan pejabat eselon III itu, terakhir kali disampaikan kepadanya sekitar dua hari lalu.

“(Terakhir) dua hari yang lalu. (Tetapi) tadi pagi masih menyampaikan via WA. Tapi saya tidak menanyakan detail kondisi mereka, apakah sudah sembuh atau masih dalam karantina,” bebernya.

Ia menyebutkan, pejabat eselon III yang berkantor di Balai Kota Banjarmasin ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Namun, saat menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

“Kemudian saat di-swab hasilnya positif Covid-19. Yang bersangkutan langsung isolasi. Sedangkan dua orang di Bakeuda sudah 2 bulan lalu. Bukan kontak di kantor, tidak ada riwayat perjalanan ke luar,” imbuhnya.

Sehingga Ibnu menggarisbawahi, dengan hanya ada 10 orang ASN Pemko Banjarmasin yang terpapar Covid-19, belum dikatakan sebagai klaster perkantoran di Pemko Banjarmasin. Bahkan, Pemko sendiri tidak ada rencana melakukan penutupan kantor seperti yang dilakukan oleh Pemko Banjarbaru.

“Karena yang positif di sini hanya satu orang. Sementara yang dua lainnya itu kantornya terpisah dari Balai Kota. Seperti Bakeuda di Jalan Pramuka,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghoib Borneo Ungkap Sosok Misteri di Salah Satu Kantor Pemkab Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi tim Ghoib Borneo melakukan komunikasi dengan makhluk astral di salah satu kantor pemerintah di Pemkab Banjar. Foto: Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kabar adanya sosok mahkluk astral di salah satu perkantoran Pemkab Banjar, menarik minat para tim Pemburu Ghoib Borneo untuk mengungkap lebih lanjut. Beredar cerita, bahwa di lokasi tersebut banyak makhluk ghaib.

Tim Pemburu Ghoib Borneo pun ingin menguak misteri yang ada di salah satu kantor pemerintah yang berada di sebuah desa, Selasa (29/9/2020) pukul 23:00 Wita.

Kanalkalimantan.com, diajak untuk menyaksikan bagaimana ritual untuk mengungkap sosok astral tersebut.

Sebelum memulai kegiatan, para Tim Pemburu Ghoib Borneo terlebih dahulu melakukan doa bersama agar kegiatan ini berjalan dengan lancar.



Riza, selaku Ketua Tim Pemburu Ghoib Borneo mengatakan, persiapan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Maka pada waktu yang ditentukan, tim Pemburu Ghoib Borneo mendatangi lokasi kantor tersebut. Dari pintu gerbang, tim harus berjalan kaki sekitar 200 meter lebih menuju titik yang dirasa energi mistis yang kuat.

Sesampainya di titik lokasi suasananya begitu mencekam ditambah tempat yang gelap dan banyak semak-semak belukar.

Setelah mencapai di lokasi, para mediator bersiap untuk dimasuki mahkluk astral ke dalam tubuhnya. Sebelumnya sempat beredar cerita, di lokasi tersebut ada salah satu warga yang memetik tanaman janar, setelah warga tersebut memetik tanaman janar, selang seminggu kemudian meninggal dunia.

Menurit penuturan Agus (bukan nama sebenarnya, red) selaku pejaga malam di kantor itu, dulunnya sekitar 8 tahun yang lalu, kantor tersebut adalah sebuah hutan. ” Ya, namanya dulu hutan, pasti banyak mahkluk halusnya,” ucapnya.

 

Tidak hanya malam hari, pada saat siang hari pun para karyawan di kantor tersebut sering diganggu sama makhluk tak kasat kata.

“Siang hari bolong pun makhluk tersebut sering menampakan diri, tidak cuman satu orang karyawan kantor saja yang sering diganggu, hampir semua karyawan diganggu dan dibercadaain, menandakan kalau mereka (makhluk tak kasat mata) ada berada di tempat itu,” ungkapnya.

Tidak cuma satu bangunan kantor saja yang ada makhluk halusnya, hampir setiap bangunan kantor ada makhluk astral yang menunggui. “Hampir semua bangunan kantor di sini ada penunggunya, kalau saya selama 7 tahun kerja jaga malam di sini, baru satu kali diganggu sama makhluk halus. Setelah magrib dengan cuaca hujan gerimis, ada yang manggil saya “woy” suara tersebut terdengar sangat jelas di samping telinga,” kisahnya.

Terkait misteri yang beredar, ada warga mencabut tanaman janar yang diduga punya makhluk halus itu. Namun janar tersebut setelah dicabut bersih tidak ada bekas tanah sama sekali, padahal tanaman tersebut ditanam di atas tanah.

Maka dari itu Tim Ghoib Borneo ingin memecahkan misteri tersebut, dengan cara memasukan makhluk halus tersebut di badan mediator kemudian ditanyai.

Namun dari pantauan Kanalkalimantan.com di lokasi, Tim Ghoib Borneo mengalami kesulitan dikarenakan makhluk astral yang memasuki tubuh sang mediator tidak mau bercerita. Mereka pun tidak mau pergi meninggalkan kawasan tersebut.

Sementara itu, Riza, Ketua Tim Ghoib Borneo mengatakan, tidak ada belajar khusus mengenai ilmu komunikasi dengan makluk astral.

“Tujuan membentuk tim ini biar memberika ruang yang positif kepada yang lain. Dari pada keluyuran tidak karuan lebih baik belajar seperti ini agar bisa bermanfaat nantinya bagi orang lain,” papar Riza

Selain memberikan ruang yang positif tambah Riza, mereka juga ada tempat berkumpul di salah satu majelis pengajian di Banjarbaru.

“Di situ kita bisa dapat pengetahuan juga, menambah keimanan, biar kenal sama Allah SWT dan Rasullullah SAW,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

APK ‘Tak Resmi’ Paslon Pilkada Masih Marak, KPU Banjarbaru Ancam Lakukan Pencopotan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sejumlah APK tak resmi milik paslon di Pilkada Banjarbaru masih banyak ditemukan di beberapa lokasi Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masa kampanye ketiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru pada ajang Pilkada 2020, masih meninggalkan jejak-jejak ilegal di udara.

Dari pantauan Kanalkalimantan, Rabu (30/9/2020) sore, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) tidak resmi masih terpampang jelas di wajah Kota Banjarbaru. Baik berupa banner, spanduk, dan baliho di beberapa ruas jalan.

APK tidak resmi tersebut telah lama terpasang, sebelum tiga pasangan kandidat yakni duet Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah, duet Aditya Mufti Ariffin – Wartono, dan Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, ditetapkan sebagai paslon di Pilkada Banjarbaru.

Kendati demikian, berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, media promosi tersebut seharusnya sudah dilepas tepat saat dimulainya masa kampanye pada 26 September lalu. Lalu, diganti dengan APK baru yang dicetak secara langsung oleh pihak KPU Banjarbaru.



Atas kondisi ini, Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar, turut angka bicara. Ia mengakui bahwa jika saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi dan mendata APK yang disinyalir tidak resmi tersebut.

“Saat ini kita identifikasi apakah APK itu resmi atau tidak. Kita juga akan lakukan validasi ke KPU Banjarbaru. Apabila APK tersebut memang dinyatakan tidak resmi, maka kita rekomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh KPU,” ujarnya.

Adapun setelah menerima rekomendasi dari Bawaslu nantinya, KPU Banjarbaru akan meminta Tim Penertiban APK yang dibentuk oleh Kesbangpol Kota Banjarbaru untuk melakukan penindakan di lapangan.

Diakui Dahtiar bahwa dalam persoalan ini Bawaslu Banjarbaru hanya berwenang dalam memberikan rekomendasi saja. Sedangkan, untuk keputusan melakukan tindakan penertiban di lapangan nantinya merupakan wewenang KPU Banjarbaru.

“Kalau di Pilpres dan Pileg Tahun 2019 lalu, memang Bawaslu Banjarbaru yang melakukan penindakan. Tapi untuk Pilkada tahun ini menjadi wewenangnya KPU Banjarbaru,” akunya.

Di sisi lain, Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat menjelaska bahwa memang ada parameter yang membedakan APK yang resmi dan tidak.

Hal itu bisa dilihat dengan tercantumnya nomor urut di spanduk, baliho, atau banner para paslon Pilkada Banjarbaru.

“Kalau di spanduk atau baliho paslon tidak ada nomor urutnya, berarti itu bukan APK resmi yang seperti kita tetapkan. Itu harus segera diturunkan,” tuturnya.

Hegar mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Sembari itu, ia juga meminta ke tiga paslon secara inisatif sendiri untuk menurunkan media promosinnya masing-masing. “Kita meminta kepada paslon agar diturunkan. Kalau tidak, maka kita bisa memerintahkan tim penertiban untuk menurunkan paksa,” tegasnya.

Lantas, bagaimana dengan APK resmi para paslon yang seharusnya dicetak oleh KPU Banjarbaru? Untuk hal ini, Hegar menyatakan bahwa APK resmi tersebut belum bisa dicetak, lantaran para paslon belum menyetor desain APK masing-masing.

“Kita masih menunggu desain APK dan BK (Bahan Kampanye) dari tiap-tiap paslon. Seharusnya tanggal 29 sudah disetor. Tapi sekarang belum ada,” ucapnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->