Connect with us

Kalimantan Selatan

119 Kasus Baru Didominasi dari Tala, Covid-19 Kalsel Capai 6.357 Kasus

Diterbitkan

pada

Perkembangan kasus baru covid-19 di kalsel Foto : ilustrasi yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren temuan kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus terjadi. Setelah sempat mencatat hanya puluhan kasus baru yang ditemukan, data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Selasa (4/8/2020) mencatat, ada penambahan sebanyak 119 kasus baru positif Covid-19.

Sehingga, saat ini total ada 6.357 kasus positif Covid-19 di Kalsel. Di mana dari jumlah tersebut, sebanyak 2.375 kasus atau 37,36 persen masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun pusat karantina.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini didominasi dari Kabupaten Tanah Laut 80 orang. Disusul dari Kota Banjarmasin 23 orang, Kabupaten Barito Kuala 8 orang dan Kabupaten Tanah Bumbu 4 orang,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel M. Muslim di Banjarbaru, Selasa (4/8/2020) sore.

Selain itu, tren kasus positif Covid-19 yang sembuh juga bertambah sebanyak 103 orang. Sehingga, angka kesembuhan melonjak mencapai 3.684 kasus atau 57,95 persen.



“Pasien Covid-19 yang sembuh didominasi dari karantina di Kota Banjarmasin 62 orang dan karantina di Kabupaten Tanah Laut 15 orang. Disusul 10 orang dari karantina di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, karantina di Kabupaten Barito Kuala 7 orang. Serta masing-masing 3 orang dari karantina di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tabalong,” papar Muslim yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia kembali bertambah, setelah dua hari sebelumnya tidak ada penambahan kasus meninggal dunia. Sehingga totalnya mencapai 298 kasus atau 4,69 persen.

“Yang dilaporkan meninggal dunia hari ini ada dua orang. Yaitu masing-masing satu orang dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarmasin,” pungkas Muslim.

Sementara itu, hingga kini tercatat ada 1.121 orang yang merupakan suspek atau diduga Covid-19 yang ada di Kalsel. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Hari Ini Tambah 52 Kasus Positif, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kalsel Tembus 8.781 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasus Covid-19 di Kalsel saat ini mencapai 10.289 kasus Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalsel bertambah, kendati tak begitu signifikan. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Selasa (29/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel secara kumulatif telah mencapai 10.289 kasus.

Hingga kini, tercatat ada 1.088 kasus atau 10,6 persen kasus positif Covid-19 di Kalsel yang masih menjalani perawatan. Baik di rumah sakit, maupun di pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 52 orang. Berasal dari Kotabaru 24 orang, Banjar 10 orang, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah masing-masing 1 orang, Tanah Bumbu 7 orang, Kota Banjarmasin 2 orang dan Kota Banjarbaru 7 orang” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, M. Muslim.

Ditambahkannya, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga dilaporkan bertambah. Saat ini sudah ada 8.781 kasus atau 85,3 persen kasus positif Covid-19 yang sembuh.



“Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 56 orang. Yang berasal dari KarantinaKotabaru 1 orang, Karantina Banjar 8 orang, Karantina Hulu Sungai Selatan 2 orang, Karantna Hulu Sungai Tengah 17 orang, Karantina Hulu Sungai Utara 5 orang, Karantina Tabalong 11 orang dan Karantina Kota Banjarbaru 12 orang,” beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga kembali bertambah. Total saat ini ada 420 kasus yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,08 persen.

“Pasien Covid-19 dilaporkan meninggal 2 orang, masing-masing 1 orang berasal dari Kotabaru dan Tapin,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Sektor Perikanan Sempat Terpuruk, DKP Kalsel Kembangan Budidaya Ikan Air Payau

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

DKP akan mengembangkan budidaya ikan air payau menyikapi lesunya sektor perikanan Foto: DKP
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Budidaya perikanan jenis ikan di air payau, seperti bawal bintang, kerapu bebek, kerapu macan dan kakap, kini begitu dilirik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, M Fadhli, Selasa (29/9/2020).

Langkah tersebut menurut dia, juga sekaligus bagian strategi pemulihan ekonomi khususnya di kalangan masyarakat yang bergerak di bidang perikanan. “Ini juga menjadi arahan Gubenur Kalsel dan juga menjadi strategi pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Guna menyiapkan hal tersebut, pihaknya terlebih dulu akan membuat demplot -suatu metode penyuluhan- budidaya ikan air payau di tambak. Sebab, selama ini budidaya ikan air payau seperti halnya bawal bintang, hanya dilakukan melalui jaring apung yang dilaksanakan oleh DKP melalui UPTD Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut yang berada di Teluk Tamiyang Kotabaru.



“Rencana kita adalah mengembangkan budidaya ikan jenis air payau melalui tambak milik masyarakat. Nanti kita akan sediakan benih ikan air payau untuk masyarakat agar dibudidayakan di tambak mereka. Penyediaan benih dilakukan di daerah pesisir seperti Tala, Tanah Bumbu, Kotabaru hingga Batola,” tambahnya.

Memang diakui Fadhli bahwa budidaya ikan melalui pengelolaan UPTD telah sukses memanen 1 ton lebih ikan bawal bintang. Kendati demikian, pemasarannya ikan tersebut mengalami kendala pasca merebaknya pandemi Covid-19.

“Dan sesuai arahan pimpinan, hasil panen bawal bintang itu dibagikan secara gratis untuk meningkatkan imun tubuh selama pandemi,” akunya.

Sepinya pemasaran ikan ini juga turut menjadi sorotan DKP Provinsi Kalsel. Tak adanya pembeli lokal di masa pandemi, sempat mengakibatkan hasil panen ikan mengalami penumpukan.

Berdasarkan data, saat awal terjadinya pandemi Covid-19 di Kalsel antara Maret – Juni, terjadi penumpukan ikan hasil tangkapan sebanyak 300 ton yang tersebar di pelabuhan perikanan Batulicin, Kotabaru dan Banjaraya Banjarmasin.

“Tapi kita liat saat ini kondisi perdagangan perikanan di Kalsel mulai lancar. Untungnya ada pembeli luar daerah yang mau membeli setelah itu dan pihak Dinas juga membuat surat agar distribusi perikanan tak terhambat selama masa PSBB,“ terangnya.

Di sisi lain, Fadhli juga mengimbau kepada masyarakat yang bergerak di bidang perikanan baik penangkap, budidaya maupun pengolahan agar tetap semangat bekerja dalam meningkatkan produksi. “Saat pandemi seperti sekarang, Masyarakat justru sangat membutuhkan protein hewani dari ikan untuk menjaga imun tubuhnya,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->