Connect with us

Kalimantan Selatan

136 Orang Dinyatakan Sembuh, Covid-19 di Kalsel Capai 6.617 Kasus

Diterbitkan

pada

Perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kalsel Foto : ilustrasi yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan trennya semakin meningkat. Data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Kamis (8/8/2020) sore mencatat, total ada 6.617 kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat.

Saat ini, ada 2.290 kasus positif Covid-19 atau sebesar 34,61 persen yang masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 85 orang. Didominasi Kabupaten Hulu Sungai Tengah 36 orang, Kabupaten Tanah Laut 22 orang dan Kabupaten Tanah Bumbu 10 orang” beber Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel M. Muslim di Banjabaru, Sabtu (8/8/2020) sore.

Penambahan sendiri juga disumbang dari Kabupaten Tapin dan Kota Banjarmasin masing-masing 6 orang. Serta masing-masing 1 orang dari Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.



Kasus sembuh dari Covid-19 juga dilaporkan bertambah sebanyak 136 orang. Saat ini, ada 4.021 kasus atau 60,77 persen kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

“Pasien Covid-19 sembuh sebanyak 87 orang. Yaitu berasal dari karantina di Bapelkes Kalsel di Banjarbaru 3 orang dan karantina di Gedung Diklat Ambulung Banjarbaru 4 orang. Disusul dari karantina di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tapin masing-masing 2 orang, karantina Kabupaten Banjar 3 orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Kasus sembuh juga disumbang dari karantina di Kabupaten Barito Kuala 21 orang, karantina di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7 orang, karantina di Kabupaten Hulu Sungai Tengah 2 orang dan karantina di Kabupaten Hulu Sungai Utara 14 orang. Disusul dari karantina di Kabupaten Tanah Bumbu 18 orang, karantina di Kota Banjarmasin 48 orang dan karantina di Kota Banjarbaru 13 orang.

Terakhir, kasus positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia telah menembus angka 306 kasus atau 4,62 persen. Kasus kematian akibat Covid-19 ini disumbang tiga orang, masing-masing satu orang dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Tanah Bumbu. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Hari Ini Tambah 52 Kasus Positif, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kalsel Tembus 8.781 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasus Covid-19 di Kalsel saat ini mencapai 10.289 kasus Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalsel bertambah, kendati tak begitu signifikan. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Selasa (29/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel secara kumulatif telah mencapai 10.289 kasus.

Hingga kini, tercatat ada 1.088 kasus atau 10,6 persen kasus positif Covid-19 di Kalsel yang masih menjalani perawatan. Baik di rumah sakit, maupun di pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 52 orang. Berasal dari Kotabaru 24 orang, Banjar 10 orang, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah masing-masing 1 orang, Tanah Bumbu 7 orang, Kota Banjarmasin 2 orang dan Kota Banjarbaru 7 orang” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, M. Muslim.

Ditambahkannya, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga dilaporkan bertambah. Saat ini sudah ada 8.781 kasus atau 85,3 persen kasus positif Covid-19 yang sembuh.



“Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 56 orang. Yang berasal dari KarantinaKotabaru 1 orang, Karantina Banjar 8 orang, Karantina Hulu Sungai Selatan 2 orang, Karantna Hulu Sungai Tengah 17 orang, Karantina Hulu Sungai Utara 5 orang, Karantina Tabalong 11 orang dan Karantina Kota Banjarbaru 12 orang,” beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga kembali bertambah. Total saat ini ada 420 kasus yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,08 persen.

“Pasien Covid-19 dilaporkan meninggal 2 orang, masing-masing 1 orang berasal dari Kotabaru dan Tapin,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Sektor Perikanan Sempat Terpuruk, DKP Kalsel Kembangan Budidaya Ikan Air Payau

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

DKP akan mengembangkan budidaya ikan air payau menyikapi lesunya sektor perikanan Foto: DKP
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Budidaya perikanan jenis ikan di air payau, seperti bawal bintang, kerapu bebek, kerapu macan dan kakap, kini begitu dilirik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, M Fadhli, Selasa (29/9/2020).

Langkah tersebut menurut dia, juga sekaligus bagian strategi pemulihan ekonomi khususnya di kalangan masyarakat yang bergerak di bidang perikanan. “Ini juga menjadi arahan Gubenur Kalsel dan juga menjadi strategi pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Guna menyiapkan hal tersebut, pihaknya terlebih dulu akan membuat demplot -suatu metode penyuluhan- budidaya ikan air payau di tambak. Sebab, selama ini budidaya ikan air payau seperti halnya bawal bintang, hanya dilakukan melalui jaring apung yang dilaksanakan oleh DKP melalui UPTD Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut yang berada di Teluk Tamiyang Kotabaru.



“Rencana kita adalah mengembangkan budidaya ikan jenis air payau melalui tambak milik masyarakat. Nanti kita akan sediakan benih ikan air payau untuk masyarakat agar dibudidayakan di tambak mereka. Penyediaan benih dilakukan di daerah pesisir seperti Tala, Tanah Bumbu, Kotabaru hingga Batola,” tambahnya.

Memang diakui Fadhli bahwa budidaya ikan melalui pengelolaan UPTD telah sukses memanen 1 ton lebih ikan bawal bintang. Kendati demikian, pemasarannya ikan tersebut mengalami kendala pasca merebaknya pandemi Covid-19.

“Dan sesuai arahan pimpinan, hasil panen bawal bintang itu dibagikan secara gratis untuk meningkatkan imun tubuh selama pandemi,” akunya.

Sepinya pemasaran ikan ini juga turut menjadi sorotan DKP Provinsi Kalsel. Tak adanya pembeli lokal di masa pandemi, sempat mengakibatkan hasil panen ikan mengalami penumpukan.

Berdasarkan data, saat awal terjadinya pandemi Covid-19 di Kalsel antara Maret – Juni, terjadi penumpukan ikan hasil tangkapan sebanyak 300 ton yang tersebar di pelabuhan perikanan Batulicin, Kotabaru dan Banjaraya Banjarmasin.

“Tapi kita liat saat ini kondisi perdagangan perikanan di Kalsel mulai lancar. Untungnya ada pembeli luar daerah yang mau membeli setelah itu dan pihak Dinas juga membuat surat agar distribusi perikanan tak terhambat selama masa PSBB,“ terangnya.

Di sisi lain, Fadhli juga mengimbau kepada masyarakat yang bergerak di bidang perikanan baik penangkap, budidaya maupun pengolahan agar tetap semangat bekerja dalam meningkatkan produksi. “Saat pandemi seperti sekarang, Masyarakat justru sangat membutuhkan protein hewani dari ikan untuk menjaga imun tubuhnya,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->