Connect with us

HEADLINE

18 Ribu e-KTP ‘Menginap’ di Disdukcapil Banjar Ditarget Didistribusi Sebelum Pilkada

Diterbitkan

pada

belasan ribu e-KTP saat ini masih belum di bagikan Disdukcapil kabupaten Banjar Foto: rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Sebanyak 18 ribu e-KTP yang disimpan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banjar, sejak Pemilu 17 April lalu hingga kini masih belum dibagikan ke pemiliknya. Saat ini ribuan KTP itu hanya disimpan di ruangan kantor kepala Dinas Disdukcapil Banjar.

Lantaran tak kunjung dibagi, hal ini menjadi tanda tanya besar. Untuk apa KTP itu disimpan, terlebih pada tahun 2020 nanti Banjar kembali menggelar proses Pilkada. Ada kekhawatiran ibuan KTP itu bisa saja dipergunakan untuk keperluan tidak sebagaimana semestinya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, e-KTP yang dicetak secara massal itu belum diterima oleh Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk. Kondisi tersebut disampaikan Kabid Pedaftaran Pelayanan Penduduk Disdukcapil Kabupaten Banjar, Yusi Ansyari Nihe.

“Sebenarnya perlu diketahui, mengenai e-KTP sebanyak 18 ribu itu adalah program cetak tuntas dalam rangka menghadapi Pemilu lalu. Jadi untuk saat ini kita masih belum ada terima perintah dari Pak Kadis, mengenai pendistribusian ke masyarakat. Dan e-KTP-nya pun saat ini masih ada sama Pak Kadis, belum ada diserahkan ke kita juga tidak tahu kenapa,” ujarnya.

Sekadar diketahui adapun ribuan e-KTP tersebut merupakan hasil percetakan yang telah dilakukan oleh pusat dan status data Print Ready Record (PRR). “Kita juga kurang tahu mengapa pendistribusian itu masih belum dilakukan kepada yang pemilik KTP bersangkutan, saya tidak berani berkomentar banyak,” akunya.

Ditambahkan Yosi, idealnya e-KTP yang sudah dicetak harus segera didistribusikan tanpa harus menunggu lama. Mengenai mekanisme pendistribusian ini hingga dekarang masih belum ada perintah dari pimpinan.

Menanggapi hal tersebut Kepala Disdukcapil Banjar Azwar membenarkan 18 ribu e-KTP itu masih di simpan di Kantor Disdukcapil Banjar dan masih belum semua tuntas di bagikan. Namun dirinya menepis apabila dianggap menahan dan mempergunakan e-KTP tersebut untuk suatu hal yang dapat merugikan orang banyak.

“Jadi e-KTP itu ada kita simpan di kantor, statusnya PRR, hanya saja sebagian masih belum di bagikan kepada masyarakat Kabupaten Banjar. Hanya satu Kecamatan yang sudah kita bagikan yaitu Kecamatan Sungai Pinang, kalau ada pemiliknya yang datang meminta itu ya kita kasihkan,” dalihnya Kamis (7/4).

Lebih jauh Azwar mengatakan percetakan ribuan e-KTP itu memang sudah dilakukan oleh pusat sebelum april yang lalu tepatnya 16 April 2019. Namun karena beberapa pertimbangan dirinya tidak membagikan KTP itu mengingat mendekati dengan hari pencoblosan.

“Kartu ini sudah ada dikita sehari sebelum pencoblosan,  namun kita tidak mungkin membagikan pada saat pencoblosan itu, lambat di bagikan karena ada pemilahan untuk dibagikan 290 masing-masing desa yang ada di Kabupaten Banjar, ” Ujarnya.

Azwar menjelaskan, normalnya apabila e-KTP ini selesainya dibuat di Disdukcapil Banjar sehari,  pemilik sudah dapat membawa pulang KTPnya. Namun karena prosesnya dilakukan oleh pusat maka proses itu agak lambat dilaksanakan terlebih percetakan dalam jumlah yang sangat banyak yaitu sekitar 18.200 lembar e-KTP.

“Normalnya itu kalau rekam di sini,  bawa pagi siang yang sudah jadi, buat apa kita menahan e-KTP ini,  intinya ribuan KTP ini ada dan disimpan di sini insyaallah aman,” Pungkasnya sembari memperlihatkan bukti KTP kepada sejumlah wartawan.

Azwar menargetkan pendistribusian ribuan e-KTP ini akan selesai dibagikan sebelum proses Pilkada dilaksanakan.  (Rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Hujan Kembali Bikin Jalan Sekumpul Tergenang, Drainase Banyak Tertutup Bangunan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jalan Sekumpul, Sungai Kacang, terendam air setiap hujan deras, seperti pada Rabu (15/7/2020) siang. foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Hujan deras yang mengguyur kawasan Martapura pada Rabu (15/7/2020) siang, selain merendam kawasan Guntung Alaban, juga ‘menenggelamkan’ sebagian jalan Sekumpul, Sungai Kacang, Kecamatan Martapura.

Dua kawasan di kota Martapura tersebut memang kerap kali menjadi langganan banjir setelah hujan.

Imam (26), warga Sekumpul kepada Kanalkalimantan.com, kalau di sepanjang jalan Sekumpul Sungai Kacang setiap hujan deras, apalagi intensitas hujan sampai satu jam, pasti sudah merendam badan jalan.

“Yang jelas sering lah, kalau hujan tidak henti-henti dan deras, sampai satu jam lebih, kadang rumah yang berada di pinggir jalan itu terendam air dan itu sudah sering terjadi,” ujar Imam.

 

“Biarpun cuma lewat banjirnya, tapi kada nyaman aja, kawasan Sekumpul seakan tidak luput dari genangan banjir tahunan,” ujar Imam.

Gusti Marhusin, Lurah Sekumpul kepada Kanalkalimantan.com via WhatsApp mengakui, memang kawasan jalan Sekumpul terutama di Sungai Kacang banyak saluran drainase yang sudah tertutup bangunan. Kondisi itu tentu saja membuat air yang akan masuk ke saluran drainase tidak lancar, sehingga meluber ke badan jalan. Kondisi drainase dengan debit air yang datang saat hujan tidak imbang.

Jalan Sekumpul, Sungai Kacang, terendam air setiap hujan deras, seperti pada Rabu (15/7/2020) siang. foto: wahyu

“Ya kalau kondisi eksisting seperti hari ini ya, paling babarasih got (drainase), itupun banyak dibantu tim drainase PU, kondisi got jalan sekumpul itu banyak ditutupi bangunan, antara debit air dengan kondisi got kada imbang, banyak yang pampan (tertutup),  kami dari kelurahan sudah minta juga peran warga untuk sementara ini, biasanya dari kawan-kawan BPK  ikut turun tangan juga. Tapi itu hanya penanganan sementara saja sifatnya, tidak maksimal,” ujar Gusti Marhusin.

Memang diakuinya, pada tahun 2019 lalu sebenarnya Pemkab Banjar sudah melakukan kajian DED (Detail Engeneering Design) penataan drainase kawasan Sekumpul.

“Ini oleh Kemen PU kajian itu mau diperluas menjadi penataan kawasan religi Sekumpul,” kata Gusti Marhusin.

“Alhamdulillah sudah direspon oleh Pemkab, Pemprov dan juga pemerintah pusat, termasuk para wakil rakyat dapil Kalsel yang sangat mendukung rencana itu,” pungkas Gusti Marhusin. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Tim Mobile Legends AB Esport Wakil Kalsel di IES Indonesia Championship

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Divisi Mobile Legends AB Esport sudah cukup kesohor. Tak hanya di Kalimantan Selatan tetapi juga di area pulau Kalimantan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mampu meraih banyak gelar juara dalam berbagai turnamen esport, diantaranya juara di turnamen Gamefest ML Season 1 Online Tour, Esport Kalimantan Championship Tour Online, dan Tour Dunia Games Regional Kalimantan 2018.

Berkat sederet prestasinya itu, tak heran jika tim esport bagian dari LAzone Banjarmasin ini disebut sebagai salah satu tim terbaik olahraga elektronik untuk kategori mobile legends di Pulau Borneo.

Baca juga: Jambret HP di Box Motor, MS Malah Ditumbangkan Korban yang Seorang Wanita

Bukti kualitas Tim Divisi Mobile Legends AB Esport yang layak diakui adalah mereka akan mewakili Kalimantan Selatan di turnamen esport antar provinsi bertajuk Indonesia Esports Series (IES) Indonesia Championship. Turnamen ini akan diikuti 21 provinsi se-Indonesia.

 

“Kami akan menjadi wakil Kalimantan Selatan di ajang IES Indonesia Championship. Kami terpilih karena dalam kualifikasi online se-Kalimantan Selatan bulan lalu, kami berhasil menjadi juara. Di IES Indonesia Championship nanti, tim ini akan diberi nama Tim Mobile Legends Kalsel Rivers,” ujar Budiana Ansar, Manajer Tim Divisi Mobile Legends AB Esport.

Tim Mobile Legends Kalsel Rivers. foto: istimewa

Tim Mobile Legends Kalsel Rivers akan mengawali langkahnya di IES Indonesia Championship pada 18 Juli mendatang. Pada tanggal tersebut, mereka akan memainkan dua pertandingan yakni melawan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menghadapi turnamen ini, Tim Mobile Legends Kalsel Rivers akan diperkuat 6 gamers andalan AB Esport. Mereka adalah Dody Al Fayyatdh, Raz Fawwaz Al Hafizh, Ahmad Nur Wahid, Taufik Mulyana Said, Bagus Made Saputra, dan Alfiyan Noor.

Baca juga: 5 Foto Seksi Hana Hanifah Dipenuhi Komentar Nyinyir Netizen

“Kami tentu akan berusaha semaksimal mungkin. Target kami adalah bisa membanggakan nama Kalimantan Selatan. Semoga kami mampu memberikan hasil terbaik,” tutur Budi.

Sementara itu, Leader Tim Divisi Mobile Legends AB Esport yang merupakan bagian dari LAzone Banjarmasin, Dody Al Fayyatdh mengaku siap tempur. Ia dan rekan-rekannya akan berusaha keras untuk memberikan hasil terbaik bagi Kalimantan Selatan.

Baca juga: Perwali Banjarbaru tentang Protokol Kesehatan Masih Tuai Kontra

“Keinginan kami sih pengen menjadi juara satu. Tetapi kami juga menyadari lawan-lawan nanti cukup berat. Yang pasti kami akan berusaha semaksimal mungkin demi mengharumkan Kalimantan Selatan,” tandasnya.

IES Indonesia Championship akan berlangsung hingga Oktober 2020 dengan memperebutkan total hadiah Rp 500 juta. Selain Mobile Legends, game-game lain yang akan dipertandingkan di ajang ini adalah PUBG Mobile, Dota 2, dan Auto Chess. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Banjir Bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 10 Tewas, 46 Hilang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Seorang warga berjalan di antara batang-batang kayu yang terbawa air sungai yang meluap akibat banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, POSO – Hingga Selasa sore, 14 Juli 2020, tim penyelamat masih berupaya mencari korban banjir bandang yang menerjang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin malam (13/7).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari, mengatakan kepada VOA, pada hari itu tim penyelamat telah mengevakuasi 10 jenazah, sedangkan 10 korban lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Masamba.

“Hari kedua, data sementara yang kami peroleh itu, yang meninggal 10 orang yang selamat atau luka-luka itu 10 orang,” jelas Mustari.

Petugas SAR dari Basarnas Makassar bersama personil TNI, mengevakuasi 2 jenazah korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Basarnas Makassar)

Tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas Makassar, BPBD Luwu Utara bersama TNI POLRI dan para relawan juga melakukan pencarian terhadap 46 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang tersebut. Peristiwa yang dilaporkan ke Basarnas Makassar pada Senin malam (13/7) pukul 23.23 WITA itu, terjadi secara tiba-tiba saat warga umumnya sedang beristirahat di rumah.

 

Banjir bandang yang bersumber dari luapan sungai itu, menyebabkan bangunan rumah dan perkantoran serta jalan raya tertimbun lumpur. Di sejumlah tempat, ketebalan lumpur mencapai satu hingga dua meter.

Baca Juga: Diskotik Tak Boleh Buka Pub dan Karaoke Yes, Ini Penjelasan Kadisbudpar Banjarmasin

“Informasi terakhir yang kami dapat juga dari dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Luwu Utara, mudah-mudahan valid juga datanya, sekitar 200 orang KK (kepala keluarga) yang sudah mengungsi di tempat pengungsian yang ditangani oleh BPBD setempat,” jelas Mustari.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kepada wartawan di Luwu Utara menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan lokasi pengungsian warga untuk kebutuhan penyaluran bantuan. Pihaknya juga berharap agar jaringan listrik dan telekomunikasi dapat segera dipulihkan untuk memudahkan koordinasi penanggulangan dampak bencana banjir bandang itu.

Material lumpur bercampur batang-batang kayu, terbawa banjir bandang yang menerpa pemukiman masyarakat di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)

“Yang jelas teman-teman PLN kan sudah bergerak, kita lihat sendiri tadi, tapi tentu saja butuh kehati-hatian, kalau Telkom kita berharap pemerintah untuk dapat segera, karena terus terang kita mau komunikasi juga kan susah sekali,” jelas Indah Putri.

Mismayal Khaerat dari Tim SAR Universitas Hasanuddin Makassar mengatakan kebutuhan mendesak bagi korban banjir bandang adalah terpal, alas tempat tidur, bahan makanan dan pakaian.

Baca juga: Pub Disulap Diskotik? Pengelola Ngaku Mainkan Musik Progresif

“Yang ada di daerah Rada itu karena dia berada di atas gunung dan kondisinya sangat dingin jadi butuh selimut, butuh jaket untuk anak-anak yang pasti mereka itu mengungsi tidak membawa pakaian ganti, jadi mungkin sekarang ada yang kedinginan, pakaian basah dari kemarin, yang terpenting lagi popok untuk anak-anak kecil, susu dan kebutuhan air bersih. Kebutuhan perempuan pasti pembalut dan kebutuhan pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan,” jelas Maya.

Pendistribusian bantuan ke Masamba sendiri saat ini masih terkendala oleh putusnya jalan lintas trans Sulawesi yang tertimbun lumpur, sehingga alternatif yang memungkinkan untuk penyaluran bantuan adalah dari arah Poso, Sulawesi Tengah.

Sebuah alat berat digunakan untuk mengeruk material lumpur yang menutupi badan jalan akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)

Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers 14 Juli 2020 menjelaskan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak.

Baca juga: Pendaftar PPDB Online Meningkat, SMK PGRI 1 Martapura Tambah Kelas Baru

PLN melakukan perbaikan jaringan listrik sejak pagi tadi (14/7). BPBD setempat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan. Pusdalops BNPB mendapatkan informasi terkait kendala yang dihadapi pasca banjir.

Jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus menempuh jalan memutar sejauh 10 kilometer untuk bisa mengakses lokasi terdampak. Saat ini hanya provider XL yang dapat digunakan masyarakat setempat untuk berkomunikasi. (yl/ab)

 

Reporter : Yoanes
Editor : VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->