Connect with us

Politik

GARBI Kalsel Mantab Dukung Capres Prabowo-Sandi

Diterbitkan

pada

Garbi Kalsel menyatakan dukungan kepada Capres 02 Prabowo-Sandi Foto: dok
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) sebagai organisasi besutan dua tokoh PKS, Anis Matta dan Fahri Hamzah, menyatakan dukungan kepada Capres 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Sikap sama pun dilakukan oleh GARBI Kalsel yang berkomitmen mendukung Capres Prabowo karena komitmen untuk memperjuangan kelestarian pegunungan Meratus.

Ketua GARBI Kalsel Wahyudi mengatakan, alasan mendukung pasangan Prabowo-Sandi karena capres yang didukung Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat dan Partai Berkarya tersebut memiliki persamaan visi dan misi dengan organisasinya.

“Gagasan besar yang diusung Prabowo-Sandi adalah menjadikan Indonesia sebagai negara berpengaruh dan kekuatan lima terbesar di dunia. Dan ini sesuai dengan semangat kami di GARBI,: ungkapnya, Minggu (7/4).

Sebelumnya, Fahri selaku penggagas saat hadir di Banjarmasin, Minggu (27/1) silam mengatakan, organisasi ini adalah gerakan yang diinisiasi oleh anak-anak muda yang muncul dan lahir ketika negara sedang dalam keadaan krisis dan penuh persoalan.



“Kita membaca cukup luas transisi sekarang ini, kita memang menghadapi krisis ketidakpercayaan diri, krisis ketiadaan narasi, dan bahkan adalah krisis kepemimpinan. Bahwa di antara itu tidak ada rasa saling percaya karena tidak punya reputasi dan kredibilitas untuk memimpin bangsa,” jelas Fahri Hamzah.

Fahri mengatakan, sejak setahun lalu melakukan dialog ke daerah-derah menghasilkan pesan tentang Indonesia bisa lebih baik dari kondisi sekarang. “Seharusnya di kepala anak bangsa kita itu ada mimpi bahwa suatu hari Indonesia ini bisa menjadi negara yang kuat, paling tidak ranking 5 dunia,” jelasnya.

[tps_footer][/tps_footer

GARBI sendiri mempunyai kepentingan jangka pendek untuk memastikan transisi berjalan secara baik aman dan damai. Sedangkan, GARBI dalam jangka panjang memastikan bahwa Indonesia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk menjadi negara maju.

Pesimisme kepemimpinan dari tingkat paling atas yang akhirnya menular ke bawah yang menurutnya perlu diperbaiki di masa yang akan mendatang. “GARBI lahir sebagai jalan dari kegelisahan generasi ini untuk menjawab krisis,” tambahnya.

Perbaikan narasi, percaya diri, serta kejujuran meninjau kapasitas negara dan kepemimpinan. Tiga hal tersebut yang ditekankan oleh Wakil Ketua DPRD RI ini yang merupakan faktor kunci untuk perbaikan negara ke depan.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Politik

Ini Janji Wakil Rakyat Kalsel Terkait Penolakan UU Ciptaker

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.OM, BANJARMASIN – Wakil rakyat di DPRD Provinsi Kalsel berjanji penolakan Undang-Undang Cipta Kerja tuntutan pendemo mahasiswa gabungan akan disampaikan ke Jakarta.

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, setelah bertemu dengan para pengunjuk rasa di depan gedung DPRD mengaku akan bertolak segera ke Jakarta menyampaikan langsung aspirasi para pengunjuk rasa kepada Sekretariat Kepresidenan. DPRD Kalsel sangat mendukung aspirasi yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa.

“Bulan Januari kemarin sudah kami sampaikan. Fungsi kami kan terbatas, ini kan ranahnya DPR RI dan Presiden. Tapi karena kami adalah wakil rakyat Kalimantan Selatan, maka kami menjembatani. Sudah 6 kali pertemuan bersama BEM kami laksanakan membahas penolakan ini,” kata kader Partai Golkar ini kepada awak media, Kamis (8/10/2020) siang.

Supian HK menambahkan, DPRD Kalsel telah menyerahkan nota penolakan kepada Fraksi PKS yang juga menolak pengesahan UU Cipta Kerja ini.  Ditambahkannya, hari ini sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalsel akan ke Jakarta untuk kembali menyampaikan nota penolakan UU Omnibus Law tersebut.



Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Lutfi Saifuddin. Foto: fikri

“Hari ini juga perwakilan kami akan berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan nota penolakan ini kepada Sekretariat Presiden. Karena ini ranahnya bukan lagi DPR RI, tapi sudah ke ranah Presiden,” tambah Supian.

Masih menurut pria asli Danau Panggang, Hulu Sungai Utara ini, pihaknya akan memfasilitasi 3 orang perwakilan mahasiswa untuk ikut berangkat ke Jakarta. “Jadi nanti disampaikan saja item-item mana yang dianggap merugikan para pekerja, dibawa saja nanti ke judicial review di Mahkamah Konstitusi,” lugas Supian

Senada dengan Supian HK, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel H Lutfi Saifuddin juga mengatakan, pihaknya akan bertolak langsung ke Jakarta untuk menyampaikan nota penolakan UU Cipta Kerja ini kepada Sekretariat Kepresidenan.

Pada intinya, pihaknya menegaskan bahwa kami di DPRD Provinsi Kalsel, menolak dengan tegas Omnibus Law karena dinilai merugikan masyarakat khususnya kaum pekerja.  “Dan kami siap memfasilitasi tuntutan dari adik-adik mahasiswa,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Senada dengan Supian HK, Lutfi juga menambahkan, pihaknya akan berangkat ke Jakarta sekitar jam 15.00 Wita dan akan meminta pemerintah pusat untuk mengeluarkan Perppu untuk membatalkan UU Omnibus Law.

“Sore ini jam 15:00 Wita rencananya kami akan berangkat ke Jakarta, sesuai dengan tuntutan mereka kan hari ini. Tadi kami menawarkan agar perwakilan mahasiswa sebanyak 3 orang untuk ikut kami, tapi terserah mereka saja mau ikut atau tidak. Yang jelas nanti kami akan sampaikan bukti-bukti bahwa kami telah memenuhi tuntutan mereka,” pungkas Lutfi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Politik

Partai Dukung Ciptaker Bisa Ditinggalkan Pemilih di Pilkada!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

penolakan tas UU Cipta Kerja terus bergaung di tanah air Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Gejolak buruh, mahasiswa, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, menurut analis politik dari lembaga Political Public Policy Studies Jerry Massie akibat UU Cipta Kerja yang dikebut di tengah pandemi Covid-19.
“Ada hukum akibat yakni berbuat sesuatu ada efek dan akibatnya,” kata alumnus American Global University kepada Suara.com, Rabu (7/10/2020).
Jerry menyoroti kejanggalan dalam insiden mikrofon dimatikan ketika anggota Fraksi Demokrat Irfwan Fecho interupsi sebelum pengesahan UU Cipta Kerja, kemudian aksi debat yang membuat anggota Fraksi Demokrat Benny K. Harman akan diusir dari ruang sidang. “Ini sungguh memalukan,” kata Jerry.
Tetapi Jerry dukung langkah anggota Fraksi Demokrat yang menolak UU Cipta Kerja dan walk out dalam sidang pengesahan UU Cipta Kerja.
Sebanyak 18 anggota dewan dan 40 tenaga ahli DPR terpapar Covid-19 juga menjadi sorotan Jerry. Menurut prediksi Jerry, demonstrasi menentang UU Cipta Kerja akan terus berlanjut. “Mulai dari serikat guru menolak lantaran bagi mereka UU ini bertentangan dengan UUD 45 terkait pendidikan dijadikan komoditas perdagangan,” kata dia.
Jerry mempertanyakan siapa sesungguhnya pengusung UU Cipta Kerja. UU Cipta Kerja didukung oleh tujuh fraksi. Hanya Demokrat dan PKS yang menolak. “Saya lihat ini berdampak di Pilkada partai pengusung UU ini akan ditinggalkan pemilih, terutama Golkar,” kata dia.
“Bayangkan STM pun ikut melawan, bukan hanya mahasiswa. Saya nilai pemimpin kita bukan menyembuhkan penyakit, malahan menambah penyakit,” Jerry menambahkan.
Dalam kondisi bangsa diterjang pandemi corona, muncul demonstrasi dimana-mana. Jerry memprediksi akan berdampak pada munculnya klaster-klaster baru Covid-19: klaster omnibus law. “Kasihan juga paling relawan Covid-19 dan gugus tugas yang bekerja keras lagi,” kata dia.(Kanalkalimantan.com/suara)
Reporter : Suara
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->