Connect with us

HEADLINE

242 Jurnalis dan Pekerja Media Positif Virus Corona

Diterbitkan

pada

Sejumlah jurnalis terlihat mengabaikan protokol Covid-19 di tengah merebaknya virus corona saat mewawancarai tokoh buruh di Gedung DPR, Jakarta, 16 Juli 2020. (Foto: VOA/Sasmito Madrim)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Jurnalis Radio Suara Surabaya, Abdi (bukan nama sebenarnya), tidak menyangka bisa terjangkit virus corona. Ia mengetahui informasi ini setelah melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) dan tes usap pada awal September. Tes ini dilakukan lantaran terdapat belasan orang di kantor yang memiliki gejala yang sama, yakni demam dan batuk selama enam hari. Hasilnya menunjukkan 18 orang media Suara Surabaya dinyatakan positif terjangkit virus corona, 12 di antaranya berasal dari divisi yang sama dengan Abdi bekerja.

“Tes swab pada waktu itu, akhirnya tanggal 2 September keluar hasilnya dan ternyata yang positif ada 12 orang di divisi saya,” jelas Abdi saat dihubungi VOA, Sabtu (26/9).

Abdi menjelaskan perusahaan media Suara Surabaya telah memiliki dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan virus corona. Protokol tersebut di antaranya menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan bekerja dari rumah bagi sebagian pekerja.

Kantor Radio Suara Surabaya. (Foto: Courtesy)

Abdi menegaskan memang sebagian besar pekerja bekerja dari kantor selama pandemi virus corona. Namun, menurutnya ia hanya turun ke lapangan jika ada liputan yang penting atau tidak bisa dilakukan dengan daring.



“Kita sudah buat protokolnya sedemikian rupa, wajib pakai hand sanitizer, masker, jaga jarak sudah ada, tapi tetap saja kebobolan,” tambah Abdi.

Redaksi Radio Suara Surabaya merupakan satu di antara perusahaan media yang terbuka pada publik terkait status pekerjanya yang positif Covid-19. Melalui berita di suarasurabaya.net berjudul “Akhirnya Benteng Pertahanan Kami Jebol Juga…” pada 7 September 2020, tim redaksi menyampaikan 18 pekerja mereka positif Covid-19.

Sejumlah jurnalis mengenakan masker di lingkungan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, meski dipastikan tidak ada kasus virus corona. (Foto:VOA/ Nurhadi)

Pekerja yang terpapar sebagian besar berasal dari Divisi New Media, yang menangani www.suarasurabaya.net dan sosial media. Sedangkan divisi on airnewsroom, reporter, dan departemen non-produksi, dinyatakan negatif dari uji usap gelombang dua, tiga, dan empat. Redaksi kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan memindahkan 18 pekerja mereka ke Hotel Asrama Haji Surabaya untuk mendapatkan perawatan.

“SDM adalah aset perusahaan yang tidak bisa dinilai atau digantikan dengan apapun. Mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik, bahkan sampai ke keluarganya kami data,” jelas CEO Suara Surabaya Media Errol Jonathans melalui keterangan tertulis (7/9/2020).

Pemerintah Abai Terhadap Keselamatan Jurnalis dari Covid-19

Pengurus Bidang Advokasi AJI, Musdalifah Fachri, menyoroti sikap abai pemerintah terhadap protokol kesehatan dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan jurnalis. AJI mencatat setidaknya ada tujuh kegiatan konferensi pers secara langsung, yang tidak menaati protokol kesehatan pada Juli-Agustus 2020.

Beberapa kegiatan tersebut antara lain konferensi pers Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo pada Juli 2020 dan Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan yang mengundang wartawan untuk mengumumkan dirinya positif virus corona. Di samping itu, sejumlah kementerian dan lembaga juga menggelar konferensi pers tatap muka yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Kami merekomendasikan pejabat pemerintah dan lembaga negara harus menggelar konferensi pers secara online dan mengirimkan data atau informasi melalui email atau aplikasi online,” jelas Musdalifah Fachri kepada VOA, Kamis (24/9).

Para wartawan mengenakan baju pelindung saat kunjungan media ke Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi, Kementerian Kesehatan, setelah merebaknya wabah virus corona, Jakarta, 11 Februari 2020. (Foto: Reuters)

Musdalifah juga mendorong perusahaan media untuk memperhatikan keselamatan jurnalis dan pekerja media mereka. Salah satunya dengan tidak mengirim jurnalis ke konferensi pers tatap muka dan memberikan alat pelindung diri bagi jurnalis yang meliput ke wilayah yang berpotensi tertular virus corona.

AJI mencatat setidaknya ada 242 jurnalis dan pekerja media yang dinyatakan positif virus corona sejak 30 Maret hingga 18 September 2020. Namun, tidak banyak perusahaan media yang mempublikasikan diri seperti halnya Radio Suara Surabaya terkait status positif virus corona pekerja mereka.

Satgas Penanganan Covid: Perkantoran Jadi Klaster Baru

Pada kesempatan lain, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta perusahaan-perusahaan swasta melindungi pekerja mereka agar tidak terpapar Covid-19. Hal ini disampaikan Wiku mengacu kepada klaster baru di perkantoran DKI Jakarta.

Data 12 September menunjukkan ada klaster perkantoran sebanyak 3.194 karyawan. Sedangkan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Jakarta, ada 88 pegawai kantor MNC Group yang positif terjangkit virus corona.

“Banyaknya ditemukan klaster perkantoran ini serta pabrik, serta beberapa pejabat negara yang menjadi positif Covid-19, menjadi bukti bahwa penerapan protokol kesehatan masih lengah. Sudah seharusnya kita melakukan evaluasi di semua tempat agar hal ini tidak terjadi,” jelas Wiku saat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Selasa (22/9).

Sekelompok wartawan di Posko Liputan Covid-19 Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah, 29 Maret 2020. (Foto: Courtesy/Sugi Efendy)

Sedangkan untuk aktivitas perkantoran pemerintah, Wiku mengklaim sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Misalnya, dengan menghentikan aktivitas sementara di beberapa kantor kementerian dan pemerintah provinsi setelah ditemukan kasus positif.

“Jangan merasa malu apabila ada (karyawan) yang positif karena orang-orang tersebut perlu dilindungi, dirawat agar sembuh dan sehat kembali,” tambahnya.

Ia mengingatkan biaya perawatan dan pengobatan pekerja swasta yang positif Covid-19 akan ditanggung pemerintah. [sm/em/ah]

Reporter: Sasmito
Editor: Eva/VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Dua Kecamatan Banjir, 958 Rumah Terendam di Kabupaten Balangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

BPBD Balangan turun lapangan di lokasi banjir. Foto : BPBD Balangan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Hujan deras yang mengguyur di daerah pegunungan dalam beberapa hari terakhir, membuat Sungai Pitap di Kabupaten Balangan, meluap.

Akibatnya 622 rumah di tujuh desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan 336 rumah di empat desa di Kecamatan Awayan terendam air setinggi satu meter, Sabtu (31/10/2020).

Selain merendam rumah warga, luapan air sungai itu juga menyebabkan jalan, bangunan permukiman, dan tempat ibadah ikut terendam.

Aktifitas warga pun menjadi lumpuh. Warga desa di dua kecamatan itu pun mengalami kerugian karena tak dapat beraktifitas.



Kasi Kedaruratan BPBD Balangan, Syuhada menerangkan, setelah hujan deras selama beberapa hari sungai pun meluap. Selanjutnya, sekitar pukul 06.45 Wita, rumah warga, sawah, jalan, dan tempat ibadah yang berada di pinggiran sungai secara perlahan mulai terendam.

Adapun tujuh desa yang terdampak banjir di Kecamatan Tebing Tinggi, kata Syuhada, adalah Desa Mayanau dengan 125 rumah, Gunung Batu 75 rumah, Sungsum 105 rumah, Ju’uh 50 rumah, Simpang Bumbuan 35 rumah, Simpang Nadung 50 rumah, dan Desa Tebing Tinggi merendam 182 rumah warga.

“Untuk ketinggian air sebenarnya bervariasi, dari 50 Cm hingga 1 meter. Namun, banjir tidak menelan korban jiwa karena sebelumnya warga sudah diberikam peringatan terkait adanya banjir karena hujan yang cukup lebat,” ujar Syuhada.

Untuk Kecamatan Awayan, sebut Syuhada, desa yang terdampak adalah Desa Putat Basiun. Di desa itu, 27 buah rumah yang berada di RT 02, 15 rumah dengan 15 KK atau 50 jiwa, di RT 03, 12 rumah dengan 12 KK atau 40 jiwa terendam air.

Di Desa Pasar Awayan 23 rumah, yaitu di RT 01 dengan 15 rumah, 15 KK dengan 55 jiwa, di RT 03, 8 rumah, 8 KK dengan 30 jiwa. Untuk Desa Badalungga 138 rumah, 146 KK dengan 660 jiwa, dan Desa Badalungga Hilir sebanyak 148 buah rumah, 163 KK dengan 639 jiwa.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love menambahkan, setelah merendam rumah, sawah, jalan, dan tempat ibadah dalam beberapa jam, debit air sudah mengalami penurunan. Namun, ia tetap berharap tidak ada lagi hujan susulan, sehingga banjir cepat berlalu dari Kabupaten Balangan.

Diimbau Alive, sapaan Alive Yoesfah Love, walau hujan mereda dan debit air telah menurun, warga tetap diminta harus waspada. Kewaspadaan dilakukan demi mengurangi dampak kerugian akibat banjir.

Tim BPBD Balangan pun sudah melakukan persiapan dan antisipasi apabila terjadi banjir susulan dengan menurunkan personel dan peralatan. BPBD Balangan dan tim relawan juga siap turun tangan untuk membantu warga yang terdampak akibat banjir.(kanalkalimantan.com/pr)

Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Libur Panjang, Bandara Syamsudin Noor Layani 17.714 Penumpang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

lonjakan penumpang terjadi di Bandara Syamsudin Noor selama libur panjang Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Trafik jumlah penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami kenaikan selama masa libur panjang Maulid Nabi.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Aditya Putra, mengungkapkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang itu mulai terlihat sejak 27 Oktober 2020.

“Kalau dibandingkan dengan hari biasa, ada terjadi kenaikan trafik jumlah penumpang selama libur panjang sekitar 10 persen sampai 15 persen,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Adapun selama masa libur panjang dari 27 – 30 Oktober, bandara berjuluk Jewel Of Borneo tersebut telah melayani sebanyak 17.174 penumpang. Jika dikalkulasikan dalam rata-rata satu harinya, maka setidaknya ada 4.000 – 5.000 penumpang yang dilayani di Bandara Syamsudin Noor perhari.



 

Jumlah tersebut tentu meningkat, yang mana pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, normalnya Bandara Syamsudin Noor hanya melayani sekitar 2.000 – 3.000 penumpang saja.

Adit -akrab disapa, menerangkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada 28 Oktober. Hal itu juga bersamaan dengan meningkatnya pergerakan pesawat yang mendarat dan lepas landas dari bandara.

“Trafik tertinggi terjadi pada tanggal 28 Oktober. Kami mencatat jumlahnya saat itu mencapai 5.364 penumpang. Sementara, untuk pergerakan pesawat ada sebanyak 85 pesawat,” paparnya.

Berdasar data trafik tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa meskipun dalam situasi pandemi Covid-19, tak menyurutkan masyarakat memanfaatkan waktu libur panjang untuk berlibur ke luar daerah.

Hal itu turut dibenarkan Adit yang menyebutkan bahwa penerbangan yang terbanyak dari Bandara Syamsudin Noor ialah menuju Ibukota dan daerah-daerah di pulau Jawa.

“Rute yang paling banyak diterbangi Jakarta dan Surabaya,” lugasnya.

Sepanjang Oktober 2020, Bandara Internasion Syamsudin Noor hanya beroperasional dari pukul 07.30-18.00 Wita. Hal itu sebagai upaya dalam menyingkapi situasi pandemi. Kendati demikian, untuk layanan pemeriksaan berkas, check in, dan lain sebagainya sudah bisa sejak pukul 06.00 Wita. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->