Connect with us

Ragam

25 Peserta Meriahkan Pawai Takbiran PHBI Barsel, Juara Pertama Bonus Sapi Kurban

Diterbitkan

pada

Pemkab Barsel menyerahkan piala bergilir kepada PHBI Barsel untuk diperebutkan oleh peserta lomba takbiran Idul Adha 1440 H. Foto : digdo
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Lomba pawai takbir Hari Raya Idul Adha 1440 H berlangsung meriah gelaran Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Sabtu (10/8) malam.

Sebanyak 25 peserta dengan berhiaskan tema suasana semarak kegiatan haji, terlihat padat meramaikan arakan malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Acara pelepasan pawai takbir dilakukan Asisten I Setda Barsel Jumadi, ditandai dengan pengibaran bendera sekaligus melepas arakan pawai takbir hari raya haji.

Jumadi mengatakan, melalui pawai takbiran ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan media bertoleransi. “Yang mana merupakan implementasi dari ajaran Islam yang Rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Ia juga berpesan kepada peserta pawai takbiran, untuk senantiasa menjaga keselamatan selama dalam perjalanan, mengikuti pawai dengan tertib sampai kembali ke tempat pelepasan.

“Patuhi aturam sehingga pawai takbir ini dapat berlangsung dengan aman, lancar dan sukses sebagaimana kita harapkan bersama,” pintanya.

Ditempat yang sama Ketua PHBI Barsel, Drs Zainal Abidin Awang MM mengakui, kegiatan lomba pawai takbir menyambut hari raya sebagai impelementasi program kerja PHBI dalam melaksanakan syiar Islam pada hari besar keagamaan.

“Saya harapkan semua arakan pawai takbir keliling untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban supaya selesai dengan aman dan lancar,” kata Awang.

Ia mengatakan, untuk lomba kali ini hampir sama seperti tahun tadi dengan hadiah juara I,II dan III selain uang pembinaan juga mendapatkan hadiah tambahan berupa hewan kurban.

Lebih lanjut olehnya yang agak berbeda pada tahun ini peserta yang mengikuti semakin bertambah dari tahun sebelumnya dan juga semakin semarak dan banyak arakan pawai yang ditampilkan oleh peserta.

“Untuk tahun ini peserta bertambah dari tahun sebelumnya dan arakan yang ditampilkan semakin banyak dan semarak dari tahun sebelumnya,” ungkap Awang.

Ditambahkan olehnya pihak PHBI Barsel berusaha semakin baik dari tahun ini untuk para peserta yang mengikuti. Paling tidak dari segi bonus hadiah yang didapat peserta tahun depan akan lebih besar lagi dari tahun ini.

“Untuk tahun ini juara pertama selain uang pembinaan mendapatkan bonus sapi kurban, sedangkan juara kedua dan ketiga mendapatkan kambing, kita berusaha untuk tahun depan juara pertama, kedua dan ketiga akan mendapatkan sapi semua sebagai bonus hadiah,” pungkas Awang. (digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Ragam

Khalifa Conversation Diskusi Virtual Muslim Peduli Lingkungan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sakinah dan Omari bersama anak-anak mereka. Footo: courtesy via VOA
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, WASHINGTON DC – Kori Majeed biasanya lebih aktif ke masjid selama Ramadan. Ia bahkan mengajak keluarganya berbuka puasa di masjid dan baru pulang setelah tarawih bersama.

Pandemi virus corona mengubah cara warga Muslim menjalankan puasa Ramadan di Amerika Serikat tahun ini, termasuk Majeed. Karena masjid-masjid ditutup, ia lebih banyak berada di rumah.

Walaupun begitu, pendiri Green Ramadan yang tinggal di Maryland, itu aktif secara online. Bekerjasama dengan Green Muslim di Virginia, ia meluncurkan Khalifa Conversation, bincang-bincang di media sosial dengan sesama Muslim pegiat lingkungan.

Dalam pertemuan virtual itu, Majeed dan Muslim lainnya berbagi ide tentang hal-hal yang dilakukan secara lokal. Selepas berbincang dan saling berbagi pengalaman dalam Khalifa Conversation, semua yang terlibat menjadi termotivasi untuk lebih banyak berbuat bagi lingkungan, sesuai ajaran Islam.

Khalifa Conversation secara online merupakan salah satu cara bagi saya menjangkau sekaligus menghubungkan mereka yang tertarik untuk memberi dampak yang lebih positif pada lingkungan berdasarkan ajaran Islam,” tukas Kori Majeed.

Walaupun bentuknya adalah bincang-bincang, bukan berarti dalam kegiatannya setiap minggu, orang-orang yang hadir dalam Khalifa Conversation hanya berbicara panjang-lebar tanpa makna. Dalam setiap pertemuan, ditetapkan materi dan dihadirkan seseorang yang lebih berpengalaman dalam materi pembahasan untuk berbagi ilmu.

Misalnya, ahli berkebun permakultur yang dalam bincang-bincang itu berbagi pengalamannya berkebun. Ia juga memberi sejumlah tips berkebun di tempat terbatas dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas. Ia bahkan memotivasi peserta bincang-bincang untuk berkebun secara kecil-kecilan di pekarangan sendiri.

Dalam kesempatan lain, kolaborasi dua perempuan dari Green Muslim dan Green Ramadan itu membahas cara hidup praktis secara Islam dengan semangat peduli lingkungan. Yang berbagi pengalaman adalah pasangan suami istri yang memutuskan keluar dari ingar-bingar kehidupan kota Washington, DC untuk hidup sebagai peternak dan petani organik di Virginia, dan mendirikan Fitrah Farm.

“Kami juga mendatangkan tamu pembicara dengan keluarga beranggotakan 11 orang. Rumah tinggal mereka awalnya tidak menetap, di dalam rumah mobil, lalu membeli lahan di pinggiran Virginia untuk pertanian organik dan menyediakan daging halal bagi masyarakat,” tambah Kori.

Kepada VOA, Sakina dari Fitrah Farm mengemukakan upayanya menyediakan daging dan sayuran organik, dan menjelaskan pentingnya mengonsumsi daging halal dan baik bagi Muslim sesuai ajaran Islam.

“Cara kita memelihara ternak sedemikian rupa menjadi sangat penting sebagai wujud menjalankan kaidah mengonsumsi daging yang halal,” ujar Sakinah.

Sakinah McDowell and Omari Grey pemilik “Fitrah Farm”. Foto: courtesy via VOA

Selain mengutamakan tanaman organik, Fitrah Farm, kata Sakina, memandang penting perlakuan terhadap hewan ternak. Dan di peternakannya, ia menambahkan, ia senantiasa memperhatikan pakan ternak-ternaknya.

Sakina menyayangkan warga Amerika dihadapkan pada pilihan untuk mengonsumsi daging tanpa mengetahui darimana daging itu berasal dan bagaimana hewan itu disembelih, misalnya daging ayam, yang menjadi kesukaan banyak warga dari berbagai kelompok masyarakat di Amerika Serikat.

“Cara hewan itu dipelihara … banyak mengatakan hewan peliharaan itu hidup di kandang ayam besar yang, Anda tahu, ratusan ribu ekor ayam itu tidak pernah keluar, mendapatkan udara segar bahkan sinar matahari,” imbuh Sakina.

Khalifa Conversation berawal dari Kori Majeed dan Sevim Kalyoncu saling bertukar pesan singkat secara spontan dua minggu sebelum Ramadan 2020 di tengah pandemi COVID-19. Perempuan sekaligus ibu dari seorang anak berusia 6 tahun itu agak kecewa karena anak-anak, dan kaum muda Green Muslim khususnya, tahun ini tidak dapat menjalankan Ramadan dengan belajar di alam bebas. Namun, perempuan asal Alabama itu merasa bangga dengan bincang-bincang virtual tersebut.

Sevim Kalyoncu menjelaskan, “Karena melibatkan dua organisasi, maka kami melanjutkan pertemuan bulanan setelah Ramadan. Rencananya tetap mengundang orang untuk menyajikan program atau bisnis mereka, juga pengetahuan tentang lingkungan, dan bisa langsung dikaitkan dengan Islam dan lingkungan hidup.”

Kini, semakin banyak Muslim hadir dalam bincang-bincang itu dan mereka tersebar di kawasan Metropolitan Washington, mencakup Maryland, Washington DC dan Virginia. Baik Kori maupun Sevim sepakat, melanjutkan Khalifa Conversations sekali sebulan.(mg/ka-VOA)

Reporter : Metrini
Editor : VOA

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Ragam

Cara Memandikan dan Mengafani Jenazah Positif Corona dari MUI

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Komisi fatwa MUI Indonesia Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh ketika membuka FGD di Kantor MUI, Selasa (16/3/2020). Foto: Suara.com/Muhaimin A Untung
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat tetap berhati-hati saat memandikan jenazah yang terpapar virus corona Covid-19.

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF menyampaikan, proses memandikan dan mengafani jenazah pasien virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, namun tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Hal itu disampaikan Hasanuddin terkait fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.  Fatwa tersebut diteken oleh Hasanuddin pada Senin (16/3/2020) hari ini.

“Sedangkan untuk menyalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19,” kata Hasunuddin.

Dalam fatwanya, MUI mengharamkan upaya menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker sehingga bisa menimbulkan kepanikan yang tak berarti.

“Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram,” kata Hasanuddin.

Ketimbang melakukan hal tersebut, Hasanuddin justru mengajak seluruh warga muslim di Indonesia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak cara yang bisa dilakukan warga muslim seperti memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah di setiap shalat fardhu, memperbanyak salawat, memperbanyak sedekah, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (doa daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19.

Kemudian terkait pengurusan jenazah yang terpapar Covid-19, MUI menuturkan ketika memandikan dan mengafani maka harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang namun tetap memperhatikan ketentuan syariat

MUI juga memberikan rekomendasi yakni umat Islam wajib mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah yang melakukan isolasi dan pengobatan terhadap orang yang terpapar Covid-19, supaya penyebaran virus tersebut dapat dicegah.

Kemudian MUI meminta masyarakat hendaknya proporsional dalam menyikapi penyebaran Covid-19 dan orang yang terpapar Covid-19 sesuai kaidah kesehatan.

“Oleh karena itu masyarakat diharapkan menerima kembali orang yang dinyatakan negatif dan atau dinyatakan sembuh,” katanya.

Fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut mulai berlaku sejak ditetapkan. Dengan catatan bisa diperbaiki dan disempurnakan apabila memang ada ketentuan tambahan dikemudian hari. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Ragam

PCNU Kabupaten HSU 2020-2025 Dilantik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PCNU Kabupaten HSU resmi dilantik, Rabu (19/2/2020), di aula Dr KH Idham Chalid kota Amuntai. Foto : dew
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Setelah Konferensi Cabang ke-11 Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada 25 Desember 2019, akhirnya PCNU Kabupaten HSU resmi dilantik, Rabu (19/2/2020), di aula Dr KH Idham Chalid kota Amuntai.

Pelantikan PCNU Kabupaten HSU Masa Khidmat 2020-2025 memposisikan H Muhammad Taufik sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten HSU dan Wakil Ketua H Humaidi Lc, Kifli Buqran, Abdul Muthalif, Ahmadar Rifa’i, dan nama lainnya dalam kepengurusan. Begitupula untuk posisi Sekretaris diisis Soleh Maulana serta sejumlah aktivis NU muda di Kabupaten HSU.

Pelantikan tersebut dipimpin Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel H Abdul Haris Makkie.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel H Haris Makkie mengharapkan kepengurusan yang baru dilantik ini agar dapat merebut kembali kejayaan NU seperti masa lalu.

“NU betul-betul di kelola tetap mempertahankan tradisi-tradisi NU yang sudah ada dan mengembangkannya dengan tekhnologi secara modern agar dapat mempermudah kita untuk melakukan koordinasi,” ujar Haris Makkie.

Sementara itu, Ketua Tanfiziyah PCNU HSU H Muhammad Taufik mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh keluarga besar NU atas kepercayaan yang telah diberikan untuk melanjutkan kepengurusan dengan mengemban amanah sebagai Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten HSU masa khidmat 2020-2025.

 

“Kami berserta seluruh pengurus cabang tidak akan mennyia-nyiakan amanah dan kepercayaan yang diberikan, kami juga akan bertekad dan berkomitmen akan menjadikan kepengurusan NU masa khidmat 2020-2025 ini menjadi lebih,” ungkap Taufik.

Selain itu, dirinya juga mengaku akan berusaha maksimal untuk menggerakkan organisasi NU untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat, berperan dalam menjaga stabilitas kehidupan di masyarakat berbangsa dan beragama.

Seiring dengan itu, Bupati HSU H Abdul wahid HK sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Kerja PCNU HSU mengatakan, PCNU HSU harus mampu mengemban amanah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

“Menjalin kebersamaan dan kerjasama pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas dan pembinaan kepada masyarakat demi terwujudnya kemajuan daerah,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter : Dew
Editor : Bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->