Connect with us

Teknologi

3 Cara Cegah Peretasan WhatsApp

Diterbitkan

pada

Ilustrasi WhatsApp. Foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – WhatsApp memberikan tiga tips atau kiat untuk mengamankan akun pengguna dengan lebih baik, dan mencegah orang lain menggunakan nomor telepon pengguna di masa mendatang.

Jika pelaku kejahatan berhasil meretas akun WhatsApp pengguna, hal itu sangat berbahaya karena mengandung banyak data. Akun WhatsApp pengguna pun dapat disalahgunakan untuk mengambil keuntungan.

Dilansir dari laman resmi WhatsApp, Senin (12/10/2020), ikuti tiga tips keamanan WhatsApp ini untuk mencegah peretasan:

1. Aktifkan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan akun
Verifikasi dua langkah adalah fitur opsional yang menambahkan lebih banyak lapisan keamanan ke akun WhatsApp.



Jika mengaktifkan verifikasi dua langkah, setiap upaya untuk memverifikasi nomor telepon pengguna di WhatsApp, harus disertai dengan PIN enam digit yang dibuat menggunakan fitur ini.

2. Jangan bagikan kode verifikasi
Jangan pernah sekalipun membagikan enam digit kode verifikasi SMS WhatsApp dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah seseorang yang sangat dikenal atau organisasi yang sangat dipercaya. WhatsApp tidak meminta pengguna untuk membagikan kode verifikasi.

3. Setel kunci PIN untuk lebih mengamankan akun
PIN akan dibuat ketika pengguna mengaktifkan verifikasi dua langkah.
Untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah, buka WhatsApp > Settings > Account > Two-step verification > Enable.
Saat mengaktifkan fitur ini, pengguna juga dapat memasukkan alamat email. Alamat email ini akan memungkinkan WhatsApp mengirimi tautan melalui email, untuk menonaktifkan verifikasi dua langkah jika pengguna lupa PIN enam digit dan juga untuk membantu melindungi akun.

WhatsApp tidak memverifikasi alamat email ini untuk mengonfirmasi keakuratannya, sehingga sangat disarankan untuk memberikan alamat email yang akurat agar pengguna tidak terkunci dari akun sendiri jika lupa PIN.

Jika pengguna menerima email untuk menonaktifkan verifikasi dua langkah padahal tidak memintanya, jangan klik tautan yang dikirimkan. Orang lain mungkin mencoba memverifikasi nomor telepon Anda di WhatsApp. (suara.com)

Reporter : Suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Gadget

Ramah di Kantong, Ini Spesifikasi Realme C17  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Realme C17. foto: Realme
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Realme memperkenalkan smartphone kelas menengah terbarunya dari seri C, Realme C17.

Gawai ini memiliki layar LCD 6,5 inci dengan resolusi HD+ dengan rasio screen-to-body yang cukup mengesankan untuk ponsel kelas menengah dan dilengkapi dengan kamera selfie dalam punch hole.

Hadir dengan chipset Snapdragon 460 11nm dengan CPU octa-core 1,8GHz dan dibekali RAM sebesar 6GB serta penyimpanan 128GB. Fitur utama Realme C17 adalah refresh rate 90Hz dan pengaturan quad camera.

Realme tampaknya melanjutkan kampanye untuk mempopulerkan refresh rate tinggi dengan menawarkan panel sederhana dengan resolusi HD tetapi frekuensi yang lancar. Detail menarik lainnya adalah panel ini menghadirkan bezel yang tipis.



Realme C17 dilengkapi empat kamera di belakang yang membentuk formasi L. Ini terdiri dari kamera utama 13 MP dengan bukaan f/1.8, lensa ultra-wide 8 MP, sensor 2 MP untuk pemotretan makro, dan monochrome shooter 2 MP. Sedangkan kamera selfienya sebesar 8 MP.

Dilansir dari Gizchina, Selasa (22/9/2020), Realme C17 memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 18W. Ponsel ini juga menjalankan Realme UI 1.0 berbasis Android 10.

Mengutip dari GSM Arena, Realme C17 akan tersedia dalam varian warna Lake Green dan Navy Blue dengan harga sekitar 190 dolar AS atau sekitar Rp 2,7 juta.

Perusahaan akan menjalankan flash sale pertama pada 22 September di Daraz dan penjualan secara nasional dijadwalkan pada 24 September. Untuk ketersediaan secara internasional, Realme akan mengungkapkan rinciannya segera. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Gadget

Ponsel Anda Legal atau Ilegal? Begini Cara Cek IMEI

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi kode IMEI sebuah ponsel. Foto: Shutterstock
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Aturan pemblokiran ponsel ilegal berbasis IMEI atau International Mobile Equipment Identity, akhirnya mulai diterapkan pemerintah pada Selasa malam (15/9/2020). Pemberlakuan ini akan menyebabkan ponsel dengan kode IMEI yang tidak terdaftar di Indonesia akan diblokir oleh operator seluler.

Untuk mengetahui apakah ponsel Anda legal atau tidak, dapat mengecek nomor IMEI melalui beberapa langkah mudah:

  1. Cara cek IMEI  lewat *#06#

Pengguna ponsel dapat mengecek IMEI dengan mengetik *#06# pada tombol keyboad ponsel seperti saat ingin menelepon.

Secara otomatis, informasi mengenai nomor IMEI ponsel pengguna akan muncul di layar dan menampilkan nomor IMEI sebanyak 15 digit di atas barcode dan SN (Serial Number).



  1. Cara cek IMEI lewat menu Pengaturan ponsel

Sebagian besar smartphone saat ini telah mencantumkan nomor IMEI di dalam pengaturannya.

Untuk mengeceknya, buka Pengaturan > lalu pilih menu Tentang Ponsel. Pada beberapa merek ponsel lain, pengguna harus mengakses ke menu Sistem > Tentang Ponsel.

Setelahnya pilih opsi Status untuk melihat Status Kartu SIM, Informasi IMEI, Alamat IP, hingga Nomor Serial ponsel.

  1. Cara cek IMEI di situs web Kemenperin

Setelah Anda mendapatkan 15 digit nomor IMEI, pengguna dapat mengakses situs web Kemenperin dengan alamat https://imei.kemenperin.go.id/ kemudian masukkan 15 digit nomor IMEI yang telah didapat ke dalam kotak yang telah tersedia.

Jika smartphone legal, maka akan muncul keterangan “IMEI terdaftar di database Kemenperin”. Sebaliknya, jika smartphone ilegal maka keterangan yang muncul akan berbunyi, “IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin.”

Sebelumnya, aturan ini sempat tertunda beberapa kali sejak 18 April lalu. Aturan IMEI itu sendiri disahkan oleh Kominfo, Kemenperin, dan Kemendag pada Oktober 2019.

Tadinya aturan ini akan diterapkan pada 18 April 2020, tetapi karena kendala teknis digeser ke Agustus 2020. Sayang hingga Agustus berakhir, aturan itu belum juga diterapkan karena kendala teknis yang sama. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->