Connect with us

HEADLINE

3 Napi Lapas Teluk Dalam Lakukan Penipuan dan Pemerasan Lewat HP di Tahanan

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Korban Dirayu Transfer Uang dan Unggah Foto Telanjang


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Tiga napi Lapas Teluk Dalam yang masih melakukan kejahatan penipuan menggunakan HP Foto : rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Satuan Reserse Polres Banjarbaru berhasil menguak kasus penipuan dan pemerasan yang terjadi pada Juli lalu, Sabtu (5/5) malam di Jalan Panglima Batur Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru. Dipimpin Ipda M.Alhamidie, giat unit Buser Polres Banjarbaru diback up anggota buser Polsek Banjarbaru Timur dan Buser Polres Hulu sungai Selatan di Lapas kelas llA Teluk Dalam Banjarmasin berhasil mengamankan 3 pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penipuan.

Ketiga pelaku adalah M Rafi’i (32) dan Faisal Ramadhan yang beralamat di Kota Banjarmasin, dan seorang lagi yaitu Arifudin Firdaus (40) warga Jalan Guntung Loa Kecamatan Banjarbaru Selatan,  Banjarbaru.

Kronologi bermula saat korban wanita berinisial MU (19) berkenalan via facebook dengan pelaku Faisal Ramadhan yang mengaku-ngaku sebagai oknum TNI berdinas di Batalyon 623 pada awal Mei lalu, tepatnya Sabtu (5/5). Setelah berkenalan, pelaku meminjam uang kepada korban dan diminta untuk mentransfer ke rekening pelaku.

Selanjutnya oleh pelaku Faisal dikenalkan lagi dengan pelaku lainya yaitu M Rafi’i yang saat itu mengaku bernama Afi Bara. Seiring berjalannya waktu, MU sering dihubungi lewat video call dan via Whatsapp yang mana korban sering dirayu untuk mengirim foto-foto telanjang.

Ditambah lagi Faisal dengan berbagai macam rayuan sering meminta dikirim uang dan korban selalu mengirim uang tersebut lewat rekening milik pelaku Arifudin Firdaus. Namun saat akan ditagih oleh korban, pelaku selalu berkelit karena masih kerja di luar kota. Serta mengancam akan menyebarkan foto-foto telanjang korban kalau tidak mau kirim uang lagi.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp 8.300.000 dan  melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalu Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Sudarno menjelasan pada Senin (1/10) sekitar pukul 14.00 Wita, Unit Buser Polres Banjarbaru melakukan penyelidikan sesuai info dan akun yg ada di facebook pelaku yg diberikan oleh korban. Alhasil, diketahui bahwa ke 3 pelaku merupakan napi di Lapas Kelas IIA Teluk Dalam.

“Dari hasil penyelidikan mengarah ke identitas para pelaku sebagai narapidana yang menjalani hukuman di Lapas Kelas  llA Teluk Dalam. Untuk pelaku Rafi’i merupakan narapidana kasus sajam, sedangkan 2 lainnya yaitu Faisal dan Arifudin adalah narapidana kasus narkotika,” ungkapnya

Tim juga melakukan penyelidikan alur transfer dari korban ke Arifudin Firdaus yang selalu diserahkan kepada tersangka Rafi’i dan Faisal. Penyelidikan jadi diperkuat oleh keterangan orang tua Arifudin di Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan bahwa membenarkan rekening yang digunakan pelaku adalah rekening milik orang tuanya.

Selanjutnya pada hari Selasa (2/10) sekitar 12.00 Wita tim Buser Polres Banjarbaru berangkat dan kordinasi dengan pihak Lapas Kelas llA untuk memohon bantuan bon napi sesuai data pelaku.

Meski awal mulanya para pelaku menyangkal introgasi tersebut karena alasan bahwa napi tidak boleh pegang HP di dalam Lapas, berkat kordinasi yang baik dengan pihak Lapas akhirnya didapatkan barang bukti 2 buah HP milik Arifudin dan Rafi’i di dalam kamar sel tahanan.

“Dengan barang bukti yang masih menyimpan data chat dan foto-foto telanjang korban tersebut, akhirnya para pelaku tidak bisa mengelak dan mengakui semua perbuatan penipuan tersebut,” lanjut AKP Sudarno.

Semua barang bukti saat ini dibawa ke Polres Banjarbaru dan terhadap para pelaku sementara masih di  Lapas Kelas llA Teluk Dalam  Banjarmasin untuk ditindak lanjuti peroses hukumnyaolek penyidik. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

HEADLINE

Kilas Balik Penanganan Covid-19 di Indonesia: Pemerintah Serba Terlambat dan Arogan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasien PDP dimakamkan dengan prokol Covid-19 di Banjarbaru, beberapa waktu lalu Foto : rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Sebaran covid-19 di Indonesia belum menunjukkan gejala menurun. Hingga Sabtu (30/5/2020), data Gugus Tugas Nasional Covid-19 mencatat angka pasien positif Covid-19 mencapai 25.773 kasus.

Sebelumnya, sebagai negara kepulauan pemerintah berharap laju perkembangan pandemi Covid-19 di tanah air tak selaju saat ini. Banyaknya kepulauan dan jumlah populasi anak muda yang mendominasi, diharapkan mampu memperlambat penyebaran virus.

“Tetapi dengan peningkatan beban kasus yang tajam di daerah-daerah yang jauh seperti Maluku dan wabah besar di pulau-pulau yang lebih padat seperti Jawa, keberuntungan Indonesia mungkin hampir habis,” tulis Hannah Beech dan Muktita Suhartono pada New York Times dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Kedua penulis tersebut adalah jurnalis New York Times yang khusus melaporkan kasus-kasus di Asia Tenggara. Ya, Per Jumat (29/5/2020), kasus di Indonesia telah mencapai 25.773 dengan 7.015 orang sembuh dan 1.573 kasus meninggal.

“Infeksi masif telah terjadi,” kata Dono Widiatmoko, dosen senior di bidang kesehatan dan perawatan sosial di Universitas Derby dan anggota Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia seperti yang dikutip dari New York Times. “Ini berarti sudah terlambat,” katanya saat menanggapi tes acak yang dilakukan di berbagai daerah.

Namun, bahkan ketika beban kasus meningkat pemerintah mengatakan bahwa pembatasan nasional akan segera dilonggarkan untuk menyelamatkan ekonomi.

Padahal ada kekhawatiran yang meluas di antara para pakar kesehatan masyarakat, bahwa sistem perawatan kesehatan Indonesia akan rusak jika virus corona menyebar sama kuatnya seperti di Amerika Serikat atau Eropa.

Dilansir dari New York Times, lebih dari setengah kematian Covid-19 di Indonesia adalah dari orang-orang di bawah usia 60 tahun. Di Amerika, sebagian besar kematian terjadi di kalangan orang tua.

Sementara itu, para ahli epidemiologi khawatir akan terjadi peningkatan kasus yang lebih besar bulan depan (Juni). Pemodelan oleh ahli epidemiologi di Universitas Indonesia memperkirakan bahwa hingga 200.000 orang Indonesia mungkin memerlukan rawat inap akibat virus corona karena aktivitas lebaran.

Sayangnya, tingkat pengujian Indonesia adalah yang terburuk di antara 40 negara yang paling terpengaruh oleh virus. Perbandingan tes adalah 967 banding 1 juta orang. “Bencana masih akan datang,” kata Dr. Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi yang memimpin upaya pemodelan Universitas Indonesia.

“Bahkan setelah berbulan-bulan, kita masih memiliki pemimpin yang percaya pada keajaiban daripada sains. Kami masih memiliki kebijakan yang mengerikan,” tambahnya.

Pada awal wabah, bahkan ketika negara-negara terdekat mencatat peningkatan infeksi lokal, para pemimpin Indonesia bertindak seolah-olah kebal terhadap virus corona. “Mereka menyangkal,” kata Dr. Erlina Burhan, seorang ahli paru-paru senior di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta.

Indonesia baru mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di awal Maret. Sementara, negara tetangga Malaysia dan Singapura mencatat kasus pertama mereka pada akhir Januari. Padahal beberapa rumah sakit, terutama di Jawa yang padat mencatatkan kasus pneumonia dengan gejala yang mirip dengan Covid-19. Tetapi mayat dikuburkan sebelum tes virus corona diberikan.

Penyangkalan berlanjut di antara para pejabat pusat. Bahkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyarankan doa sebagai penangkal virus.

Presiden Jokowi akhirnya mengakui bahwa situasi sebenarnya tidak dibagikan kepada publik untuk menghindari kepanikan yang menyebar di seluruh negeri. Tetapi pembatasan nasional tidak diberlakukan selama berminggu-minggu, sehingga beberapa pejabat provinsi melakukan larangan perjalanan secara mandiri.

(lebih…)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

KABAR BAIK. 15 Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Sembuh, Tak Ada Temuan Kasus Baru

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Data Covid-19 di Kalsel per Sabtu 30 Mei 2020. foto: gugus tugas covid-19 kalsel
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar gembira datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan. Data terbaru yang dirilis pada Sabtu (30/5/2020) sore, menunjukkan peningkatan kasus sembuh dari Covid-19, sementara itu tidak ada temuan kasus baru positif Covid-19.

“Penambahan pasien positif Covid-19 yang sembuh pada hari ini sebanyak 15 pasien,” tutur Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim, Sabtu (30/5/2020) sore.

Sebanyak 15 pasien yang dinyatakan sembuh didominasi dari Kabupaten Tanahlaut. Dimana, pasien yang sembuh di Bumi Tuntung Pandang tercatat ada 8 pasien.

Disusul Kabupaten Tapin dan Tanah Bumbu yang masing-masing sebanyak 3 pasien, dan Kabupaten Barito Kuala sebanyak satu pasien. Sehingga kini, jumlah kasus yang dinyatakan sembuh naik signifikan menjadi 97 kasus.

Namun demikian, Muslim mengakui ada tiga kasus positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 di Kalsel menjadi 77 kasus.

“Tiga pasien positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia pada hari ini berasal dari kota Banjarmasin,” ungkap Muslim.

Kendati begitu, hingga Sabtu (30/5/2020) jumlah kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat masih berada di angka 893 kasus. Dari jumlah itu, 719 kasus diantaranya menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Disusul jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 834 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 185 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Mundur, PSBB di Kabupaten Kapuas Dimulai 4 Hingga 19 Juni

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas mengumumkan secara resmi jadwal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi, PSBB di Kabupaten Kapuas akan dimulai pada tanggal 4  Juni hingga 19 Juni 2020.

Sebelumnya PSBB di Kabupaten Kapuas akan dimulai pada 1-15 Juni 2020, tetapi mundur menjadi 4-19 Juni 2020.  Disebabkan penerapan PSBB harus melewati tahap-tahap pertimbangan dari beberapa instansi terkait, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Penundaan ini sesuai arahan Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat, karena melihat kondisi di lapangan terutama kesiapan mental masyarakat Kabupaten Kapuas dalam mendukung pelaksanaan PSBB ini, ditambah lagi produk hukum yang menaungi PSBB ini juga harus dirampungkan, serta kesiapan petugas dalam menjalankan PSBB di Kabupaten Kapuas,” jelas juru bicara.

Sebelum pemberlakukan PSBB, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai panduan atau aturan selama PSBB berlangsung. Termasuk proses penyusunan Perbup dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Disperindagkop, dan TNI/Polri.

“Diperlukan pula uji coba pemberlakuannya, agar penerapannya bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Dr H Junaidi.

“Kita tentunya harus mempersiapkan tolak ukur untuk monitoring dan evaluasi secara berkala serta memberi ruang kepada instansi terkait, termasuk TNI/Polri dalam penyusunan program kerja terkait dengan PSBB ini,” sambung Kadis Kominfo Kapuas ini.

Pemkab Kapuas dan TNI/POLRI berharap kepada semua lapisan masyarakat membantu pemerintah dalam pelaksanaan PSBB.  “Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor berharap masyarakat mendukung pelaksanaan PSBB,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->