Connect with us

Kanal

350 Rumah Tak Layak Huni di HSS Terima Bedah Rumah Program BSPS

Diterbitkan

pada

Salah satu rumah penerima manfaat milik Asiah yang akan direnovasi lewat program bedah rumah Kementerian PUPR. Foto : setiawan adi saputra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Sebanyak 350 rumah di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatyan bakal mendapat program bedah rumah. Rumah warga yang bakal diperbaiki itu tersebar di 8 desa, yaitu desa Batang Kulur Kiri, desa Tamiyang, desa Baru, Desa Sungai Raya Selatan, desa Paring Agung, desa Sarang Halang, desa Tanah Bangkang, dan desa Telaga Bidadari.

Hal tersebut terungkap saat sosialiasi program bantuan stimulan perumahan swadaya Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal  Penyediaan Perumahan didampingi perwakilan Bank Mandiri yang dipercaya sebagai penyalur bantuan, Rabu (31/7).

Sekadar diketahui saja, penyediaan perumahan Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN).

PPK Rumah Swadaya Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Kalsel, Yusuf Muskiono mengatakan, program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) ini untuk mengurangi tingkat rumah tidak layak huni (RTLH) agar angka masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan rumah tidak layak huni di Kalsel berkurang secara signifikan menjadi rumah layak huni .



“Penerima bantuan mendapatkan Rp 17.500.000, terbagi atas Rp 15.000.000 untuk bahan bangunan, dan Rp 2.500.000 untuk upah,” sebutnya.

Pada acara tersebut Sekda HSS, Muhammad Noor menyaksikan penandatanganan dan penyerahan buku tabungan secara simbolis kepada penerima manfaat.

Sekda HSS meyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Kalsel yang telah berkomitmen membantu untuk mengurangi  jumlah rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni di Kabupaten HSS.

“Mewakili masyarakat dan Bupati Hulu Sungai Selatan, kami sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah ini mewujudkan rumah yang nyaman, aman dan layak huni,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalsel, Iskandar Ismail mengharapkan bantuan stimulan perumahan swadaya ini sudah tepat peruntukannya kepada penerima manfaat yaitu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Bantuan stimulan perumahan swadaya ini saya harapkan sudah tepat sasaran, tepat mutu dan tepat guna,” ujarnya.

Ditambahkannya mengacu pada Peraturan Menteri  Nomor No.07/PRT/M/2018 tentang  BSPS, agar terwujud rumah layak huni pada Pasal 21 sampai 23 bahwa pencairan BSPS bentuk uang dilakukan melalui bank/pos penyalur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Penyaluran BSPS bentuk uang dilakukan oleh bank/pos penyalur ke rekening penerima BSPS dalam satu tahap,” sebutnya.

Sedangkan di pasal 23 dijelaskan lebih rinci tentang penggunaan uang  tersebut di Pasal 23

pemanfaatan BSPS dalam bentuk uang dilakukan oleh penerima BSPS dengan cara transfer uang dari rekening penerima BSPS ke rekening toko/penyedia bahan bangunan untuk pembelian bahan bangunan. Sementara penarikan tunai untuk pembayaran upah kerja.

transfer uang dilakukan setelah bahan bangunan dikirim oleh toko/penyedia bahan bangunan dan diterima penerima BSPS.

“Pembayaran ke penyedia bahan bangunan melalui transfer atau pemindahan bukuan dari penerima manfaat ke rekening toko bangunan,” jelasnya.

Asiah (69), satu di antara penerima manfaat  warga desa Batang Kulur Kiri pun bersyukur telah mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk merenovasi rumahnya.

“Alhamdulillah, terimakasih sudah membantu saya untuk bisa memperbaiki rumah, saya mau ganti lantai yang sudah lapuk, atap bocor, dan dinding berlubang,” ungkapnya. (setiawan adi saputra)

Reporter:Setiawan Adi
Editor:Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kanal

Polisi Kirim Sampel Kebakaran Plaza Beringin Buntok ke Puslabfor

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Puing kebakaran 24 kios yang terbakar di Plaza Beringin Buntok pada Minggu (12/7/2020) dini hari. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Pasca kebakaran yang menghanguskan 24 kios di Plaza Beringin Buntok pada Minggu (12/7/2020) dini hari, Polsek Dusun Sulatan (Dusel) mengirim sampel dugaan asal titik api ke Puslabfor Polri di Jakarta.

Kapolres AKBP Devy Firmansyah SIK melalui Kapolsek Dusel Iptu Suranto mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung menghubungi SOPD terkait dalam hal ini Damkar Barsel sehingga bisa segera memadamkan api.

“Sekitar pukul 03:15 api sudah besar dan pada pukul 04:00 WIB api sudah berhasil dipadamkan oleh Damkar Barsel dibantu Damkar Plaza dan warga setempat,” kata Suranto kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (12/7/2020).

Lebih lanjut olehnya usai api berhasil dipadamkan pihaknya langsung mengamankan TKP dengan memberi police line di area TKP, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



 

Kapolsek Dusel Iptu Suranto (kanan). foto: digdo

“Kita sudah berikan police line mengamankan TKP untuk bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kebakaran,” jelas Suranto.

Ia mengungkapkan terkait penyebab kebakaran pihaknya juga telah mengambil sampel yang diduga asal titik pusat api, sampel ini langsung dikirim ke Puslabfor Polri.

Baca juga: Lelap Dini Hari Warga Buyar, Api Lumat 24 Kios di Plaza Beringin Buntok

“Jadi terkait penyebab kebakaran sementara masih dilakukan penyelidikan sambil menunggu hasil kiriman sampel ke Jakarta, mudah-mudahan secepatnya kita mendapatkan hasilnya,” beber Suranto.

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan untuk 24 pemilik kios yang menjalani pemeriksaan, sekaligus pendataan apa saja kerugian mereka akibat kebakaran ini.

“Terkait kerugian kita masih melakukan pendataan, namun untuk sementara pasca kebakaran ini untuk korban jiwa tidak ada hanya kerugian materi saja,” pungkas Suranto. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Pendidikan di Tengah Pandemi, Disdik HSU Siapkan Metode Guru Kunjungi Murid

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sekretaris Disdik HSU: Metode Daring Banyak Kelemahan, Contoh Jaringan Internet di Kota dan Desa Berbeda

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Metode tatap muka di kelas tidak akan dipergunakan dalam pembelajaran pada tahun ajaran baru di Kabupaten HSU
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memastikan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2020-2021 menggunakan metode pengajaran guru mendatangi siswa, dimulai dilaksanakan pada Senin 13 Juli 2020 besok.

Hal tersebut dikemukakan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani saat mengisi dialog interaktif secara live streaming melalui televisi lokal KominfoTV, Sabtu (11/7/2020) malam

Amberani menuturkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, kesehatan dan keselamatan bagi anak merupakan hal utama dengan tidak mengenyampingkan hak anak untuk memperoleh pengajaran. Karenanya Disdik HSU berupaya mencari solusi yang tepat untuk proses belajar mengajar dimasa Pandemi.

Salah satunya dengan menggunakan mitode daring atau guru yang mengunjungi murid (siswa) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.



 

“Keadaan (proses belajar mengajar) kita balik, yang mana dulunya anak (siswa) datang ke sekolah, sekarang guru yang akan ke rumah  yang akan membagikan buku-buku paket selama semester pendidikan ditempuh,” jelas Amberani

Menurut Amberani, kebijakan ini diambil setelah sebelumnya mengambil berbagai pertimbangan yang ada, sesuai dengan kondisi yang sedang dialami daerah sekarang ini.

“Proses belajar mengajar akan dilakukan dengan metode seorang guru akan mengunjungi peserta didiknya (Siswa) dirumah sekaligus guru memberikan penjelasan tentang pola pelajaran di semester ini,” sambung Amberani.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani. foto: dew

Amberani menuturkan, meski sistem pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 sepertinya menjadi prioritas yang tepat, namun ia berpendapat sistem pembelajaran daring tersebut banyak memiliki kelemahan. Diantaranya kesiapan sarana prasarana yang sepenuhnya tidak semua peserta didik bisa memenuhinya, ditambah lagi persoalan lain seperti pengadaan kuota internet, jaringan internet yang tidak merata di kota dan desa.

“Karena pendidikan itu harus merata, baik orang yang berpunya maupun orang yang tidak berpunya, orang kaya atau miskin, di kota maupun di desa harus sama mendapatkan layanan, karenanya semester yang akan datang kita traspormasikan antara sistem pengajaran daring dan luring,” bebernya

Meski kedepan berencana memadukan antara mitode pengajaran daring dan luring, namun Amberani menekankan metode pengajaran luring tidak serta merta tatap muka saja. “Akan tetapi para guru diharapkan lebih menitikberatkan pada membangunkan karakter dan skill anak di masa Covid-19, sehingga ada kedekatan emosional antara guru dan murid,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->