Connect with us

Peristiwa

4 Rumah di Kuin Utara Ludes, di Mataraman 1 Rumah Plus 1 Angkot Terbakar

Diterbitkan

pada

Ilustrasi kebakaran. Foto : net
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Kebakaran terjadi di Jalan Kuin Utara, tepatnya Gang Al Mizan RT 02/01, Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Selasa (5/2). Kobaran api membakar sedikitnya enam buah rumah, terdampak kebakaran sedikitnya 22 jiwa. Dari 6 buah, cuma 4 rumah yang habis total, 2 lainnya hanya sebagian.

“Kita masih menghitung total kerugian berapa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin Muhammad Hilmi.

Hujan yang mengguyur sejak siang sedikit banyak membantu upaya petugas pemadam kebakaran.

Pembasahan api yang diduga berasal dari korsleting listrik berjalan di bawah guyuran hujan.

Kurang dari 45 menit api muncul atau sekira pukul 15.50 Wita. BPK dibantu warga setempat gotong royong berhasil memadamkan api.

Sementara, keenam pemilik rumah itu yakni M Kadarul Yakin, 1 Kepala Keluarga dengan 4 jiwa, kemudian Acil Emes 1 KK dengan 3 jiwa, Hidayat 1 KK dengan 4 jiwa, Muhammad/Baiti 1 KK dengan 4 jiwa, Bahtiar 1 KK dengan 2 jiwa, dan keenam Imar 1 kk dengan 5 jiwa.

Di Mataraman Api Bakar Rumah dan Mobil Angkutan

Sementara itu, si jago merah juga terjadi di Kabupaten Banjar. Satu rumah milik Abdul Suni (50) warga Desa Desa Loktamu RT 01, Kecamatan Mataraman KM 66 hangus pada Senin (4/2) sekitar pukul 20.30 Wita.

Selain menghanguskan satu buah rumah, angkutan umum Colt L300 yang parkir di samping rumah tersebut juga ikut terbakar.

Rumah yang dihuni oleh 1 kk dengan 3 jiwa itu diduga terbakar akibat korsleting listrik, beruntung dalam musibah kebarakan itu tidak ada korban jiwa.

“Rumah dihuni tiga orang, semua berhasil menyelamatkan diri,” ujar Camat Mataraman Rubaini.

Api yang melahap dengan cepat itu berhasil dikuasai oleh Damkar yang sigap mendatangi lokasi kebakaran.

Sementrara itu, Kepala Badan Penanggulangan Benacana Daerah Kabupaten Banjar Irwan Kumar mengtakan, pihaknya menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran pada Selasa (5/2) siang. “Bantuan yang kita serahkan berupa selimut, sarung, mie intans, pokoknya kebutuhan tanggap darurat lah,” ujarnya. (bie)

Reporter: Bie
Editor: KK

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Peristiwa

Bermain Meriam Bambu, Bocah 6 Tahun Mengalami Luka Bakar di Wajah dan Perut

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi bermain meriam bambu. foto: okezone
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Seorang bocah TK berinisial HA (6) mengalami luka bakar serius saat bermain meriam bambu. Akibatnya, bocah yang berasal dari Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten ini harus dilarikan ke rumah sakit.

Diberitakan Solopos — jaringan Suara.com, Kamis (7/5/2020), peristiwa bermula saat HA meminta kakeknya membuatkan long bumbung.

“Peristiwanya itu saat sore menjelang waktu berbuka. Namanya sayang sama cucu akhirnya dibuatkan. Sebagai hiburan untuk si anak yang menjalankan puasa agar [sejenak] melupakan rasa laparnya,” kata sang paman, Wagiyono.

Setelah meriam bambu jadi, sang kakek berniat mencoba membunyikan di kebun tak jauh dari rumah. Namun, meriam tak berbunyi. Saat berniat memasukkan minyak ke bambu, api justru menyembur dan menyambar spirtus.

“Apinya itu menyemprot dan mengenai si anak. Kemudian mengalami luka bakar,” jelas Wagiyono.

 HA mengalami luka bakar 20 persen

Baju HA terbakar api hingga mengenai kulitnya. Bagian tubuh HA yang terluka dari perut hingga wajah. HA lantas dilarikan ke RSU Islam Cawas dan kemudian dirujuk ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Di rumah sakit, H ditemani oleh ibunya.

Terkait pengobatan, Wagiyono belum mengetahui secara persis berapa banyak biaya yang ditanggung. Wagiyono membenarkan keponakannya tersebut belum tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN). “Kami mohon doanya saja biar segera sembuh,” ungkap dia.

Kepala Instalasi Promosi dan Humas RSST, Sri Wardani, membenarkan anak berinisial HA asal Desa Pogung, Kecamatan Cawas tersebut dirawat di RSST. “Betul, anak itu dirawat di salah satu ruang rawat inap RSST. Kondisi anak stabil,” kata Dani saat dihubungi, Kamis.

Dani mengatakan bocah asal Cawas Klaten itu mengalami luka bakar tingkat dua luas permukaan luka bakar 20 persen. Dani memastikan H terus dalam pengawasan petugas kesehatan RSST. “Untuk penanganan medis luka yang dialami anak itu dilakukan tindakan debridement,” kata Dani memungkasi. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Peristiwa

Tubrukan Kapal di Perairan Muara Banjar, 1 ABK Hilang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KMN Chandra Mina Aditya 02.
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kecelakaan di perairan terjadi melibatkan LCT Negara Mentaya yang menumbruk KMN Chandra Mina Aditya 02 saat sedang berlayar dari Matasiri tujuan PPI Banjarraya, Banjarmasin.

Kejadian terjadi Kamis (30/4/2020) sekitar 04.00 Wita di perairan Muara Banjar titik koordinat 3°31’938″ S  – 114°29’776″ E.

Saksi Sunardi (50), KMN Chandra Mina Aditya 02 saat itu sedang berlayar dari Matasiri tujuan Pelabuhan Ikan Banjarraya, Banjarmasin, sementara LCT Negara Mentaya B dengan tujuan Taboneo. Lalu terjadi tubrukan karena LCT Negara Mentaya B yang mengambil alur kanan mengarah ke alur kiri. Pada saat itu KMN Chandra Mina Aditya 02 yang berada di alur kiri mengarah ke alur kanan, sehingga haluan LCT Negara Mentaya B menubruk lambung sebelah kiri Kmn  Chandra Mina Aditya 02.

Kecelakaan di perairan terjadi melibatkan LCT Negara Mentaya yang menumbruk KMN Chandra Mina Aditya 02.

Akibat tubrukan pada saat kejadian itu 1 orang ABK KMN Chandra Mina Aditya 02 An. Wahono Sukoco yang berada di atap sebelah kiri kapal tercebur dan sampai saat ini belum ditemukan. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Peristiwa

Ketarik Kabel Sutet, Bocah 8 Tahun Selamat Setelah Ditangkap Tukang Kopi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Seorang anak bergelantungan di kabel listrik. Foto. Bantennews.
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Seorang bocah bernama Nadin (8) nyawanya masih tertolong setelah lompat dari ketinggian. Nadin melompat dari kabel proyek sutet setinggi 15 meter. Kejadian tersebut terjadi di Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tengerang pada Kamis (16/4/2020) sore.

Seperti diberitakan Bantennews.co.id – jaringan Suara.com, dalam video amatir yang beredar terdengar suara teriakan minta tolong.

“Tolong, aku udah enggak kuat pegangan. Mau turun,” teriak Nadin yang terus bergelantung sekuat tenaga dengan kedua tangannya.

Warga yang melihat kemudian berusaha menolong bocah tersebut. Diantaranya mencari alas untuk bocah tersebut jika loncat.

“Jangan loncat! Jangan dilepas ya! Ayo kasur mana kasur, tangkep” teriak beberapa warga yang terus mengikuti kemana Nadin bergelantung.

Saat dikonifrmasi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin membenarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskan Kosrudin, awalnya bocah bernama Nadin ini tengah bermain di area proyek pemasangan kabel SUTET yang tak jauh dari rumahnya.

“Dia enggak tahu kalau kabel itu mau ditarik, anaknya gelantungan pada saat kabel masih rendah, tapi lama kelamaan ketarik sampai tinggi, dia enggak berani lepas,” kata Kosrudin melalui pesan singkatnya, Jum’at (17/4/2020).

Kemudian sejumlah warga sudah siaga di bawah lengkap dengan matras menyuruh Nadin untuk melepaskan genggamannya. Beruntung salah seorang penjual kopi, berhasil menangkapnya.

“Terjun bebas, ditangkap warga. Tapi anaknya masih sadar, mungkin ada cidera ringan. Makanya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dicek semuanya,” ujar Kosrudin.

Selain memang kesalahan ada pada orangtua yang tidak mengawasi anaknya, Kosrudin pun mengaku kecewa dengan petugas PLN yang tidak menempatkan personel setiap beberapa meter untuk mengawasi pengerjaan pemasangan kabel tersebut.

“Petugas yang narik itu kan dari jarak jauh, beberapa kilometer dari titik awal. Dikiranya cuma kebun atau lahan kosong, yang ternyata ada rumah penduduk, seharusnya ada pengawasan setiap beberapa meter agar tidak ada warga yang mendekat,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->