Connect with us

RELIGI

50 Ribu Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Habib Umar di Palangkaraya

Diterbitkan

pada

Ribuah jammah menghadiri tabligh akbar Habib Umar di Palangkaraya. Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PALANGKARAYA, Puluhan ribu jamaah dari Kalimantan hadir di Lapangan Senaman Mantikai, Palangkaraya, Sabtu (28/9) sore hingga malam. Kedatangan mereka tak lain untuk mengikuti tabligh akbar, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, asal Yaman.

Acara tersebut sekaligus diikuti pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk pagelaran Rebana terbanyak. Sebelumnya juga, digelar serangkaian acara pertemuan (multaqo) ulama se-Kalimantan yang secara khusus dihadiri oleh tamu kehormatan ulama Turki dan disambung kemudian dialog lintas agama bersama para pemimpin lintas agama.

Habib Umar bin Hafidz adalah pendiri pesantren Darul Musthofa, Tarim, Handramaut Yaman yang memiliki kegiatan rutin melakukan safari dakwah. Ulama kharismatik tersebut, selama ini, berdakwah keliling Indonesia dan belahan negara lain di seluruh dunia seperti Syiria, Lebanon, Jordania, Irak, Mesir, Pakistan, India, Malaysia, Singapura, Australia dan Eropa, sehingga banyak memiliki jemaah di Indonesia.



Pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1994 sebagai utusan Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah dengan misi mengingatkan dan menggugah semangat dan rasa kepedulian para Alawiyyin Indonesia yang mulai lupa akan ajaran nilai-nilai leluhur tersebut.

Kedatangan Habib Umar bin Hafidz ke Palangkaraya, juga memenuhi undangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama dan demi untuk memenuhi keinginan warga Kalteng mendengarkan nasehat dakwah sang Habib.

Melalui kerjasama dengan SEAM Group dan Yayasan Muwasholah maka keinginan pemimpin masyarakat Kalteng yang paling dihormati ini disampaikan oleh CEO SEAM Group langsung ke kediaman Habib Umar bin Hafidz di Tarim Yaman pada bulan Juli lalu dan lantas disetujui sebagai rangkaian dari Safari Dakwah di Indonesia untuk tahun 2019.

Sementara Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul RK Siregaryang langsung turun mengendalikan pengamanan mengatakan, salut kepada jamaah yang hadir di tabligh akbar ini. “Masyarakat dan jamaah sangat tertib dan khusu’ mengikuti seluruh rangkaian tabligh akbar. Meski jamaah yang hadir cukup banyak namun semua berjalan dengan tertib, lancar dan aman,” katanya.

“Saya atas nama Polres Palangkaraya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya yang sangat membantu jalannya acara. Ucapan terimakasih juga kita sampaikan kepada masyarakat dari luar daerah yang sangat tertib dan tetap menjaga Kamtibmas selama mengikuti kegiatan. Tetap jaga keselamatan saat kembali ke daerah masing-masing, istirahat bila merasa lelah saat berkendara. Kita doakan semoga seluruh jamaah kembali ke daerah masing-masing dengan selamat,” tambah AKBP Timbul RK Siregar.

Menurut perkiraan jumlah jamaah yang hadir di tabligh akbar sekitar 50 ribu jamaah lebih dan tabligh akbar berakhir sekitar pukul 00.15 WIB.(ngd/dew)

Reporter : Ngd/dew
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RELIGI

Menag Akan Terapkan Sertifikasi Dai dalam Waktu Dekat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan program dai/penceramah bersertifikat segera digulirkan dalam waktu dekat. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan bahwa program dai/penceramah bersertifikat segera digulirkan dalam waktu dekat. Ia menegaskan program tersebut sudah dibahas oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kemenag pada tri wulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat. Ini sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres,” kata Fachrul dalam keterangannya dikutip dalam situs Kemenag, Kamis (13/8).

Lebih lanjut, Fachrul dilansir CNNIndonesia.com menegaskan, program tersebut bertujuan untuk mencetak dai yang berdakwah di tengah masyarakat tentang Islam rahmatan lil alamin. Ia pun berharap ke depannya masjid-masjid bisa diisi oleh para dai-dai bersertifikasi.

Fachrul berharap, masjid nantinya tidak hanya sekadar menjadi sarana sebarkan iman dan takwa. Lebih dari itu, masjid bisa dijadikan sarana menguatkan kerukunan bangsa. “Masjid bisa diisi para dai itu untuk mendakwahkan Islam yang damai dan penuh toleran,” kata dia.



Meski demikian, Fachrul menegaskan program dai bersertifikat ini sengaja tidak digelar secara mengikat. Program ini, kata dia, bisa diikuti bagi penceramah yang berkenan mengikutinya.

“Untuk dai yang tidak ingin ikut, juga tidak ada paksaan,” kata Fachrul.

Program sertifikasi dai atau penceramah sempat dilontarkan oleh Fachrul pada akhir 2019 lalu. Program itu dibentuk guna menangkal gerakan radikalisme lewat mimbar masjid. Dia sempat bercerita saat ini banyak penceramah yang membodohi umat lewat ceramah.

Fachrul berkata sertifikasi penceramah akan diterapkan mulai 2020. Program ini akan melibatkan ormas Islam yang ada di Indonesia. MUI sendiri sudah lebih dulu memulai program tersebut pada November 2019 lalu.

Wacana ini pun menimbulkan kontroversi di publik. Salah satunya datang dari PA 212 yang menuding ada agenda terselubung yang direncanakan MUI dan Kemenag dalam sertifikasi pendakwah. (rzr/cnnindonesia)

 

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Ragam

Kali Pertama, Polwan Arab Saudi Ikut Amankan Ibadah Haji Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka'bah. Foto: Saudi Ministry of Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Polisi wanita (Polwan) Arab Saudi untuk pertama kalinya bertugas mengamankan ibadah haji tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19. Menyusul kebijakan Arab Saudi yang memperbolehkan wanita bergabung dengan dinas militer dan kepolisian.

“Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal.” ujar Afnan Abu Hussein, seorang anggota polwan kepada Al-Ekbriya TV .

Haji dimulai pada hari Rabu (29/7) ketika para jemaah memulai perjalanan mereka dari Masjidil Haram di Mekah di tengah aturan keamanan yang ketat.

“Setiap kelompok jemaah memiliki pemimpin untuk memfasilitasi dan mengendalikan gerakan mereka untuk memastikan jaga jarak sosial,” kata Sari Asiri, direktur jenderal urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan disadur dari Arab News.



 

“Selain itu, setiap kelompok juga didampingi oleh seorang profesional kesehatan untuk memantau status kesehatan dan membantu mereka ketika dibutuhkan,” tambahnya.

Pejabat kementerian melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesejahteraan jemaah sebelum kedatangan mereka di Mekah.

“Kami mengunjungi setiap jemaah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatannya, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel,” kata Asiri.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19, dan rumah sakit dan pusat kesehatan Mekah sudah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.

Hari Tarwiyah (mengambil air), pada hari Rabu, adalah hari pertama ritual haji. Jemaah menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Saee antara bukit Safa dan Marwah.

Ratusan jemaah yang datang ke Masjidil Haram tahun ini berjalan dalam kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalur khusus mengikuti pemandu mereka.

Protokol kesehatan selama haji dirancang dan diimplementasikan oleh Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas keamanan.

Kepresidenan juga membuat pintu masuk dan keluar khusus untuk setiap kelompok jemaah haji untuk mencegah keramaian dan menginhadari antrean.

Pasukan Pertahanan Sipil meningkatkan kesiapan mereka di Mina untuk menerima para jemaah di mana mereka akan menghabiskan malam sebelum pindah ke gunung Arafat.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Sementara itu, Keamanan Publik Saudi mengumumkan bahwa mereka menangkap 244 pelanggar pedoman haji yang berusaha memasuki wilayah haji tanpa izin.

Seorang juru bicara Keamanan Publik Saudi meminta warga dan ekspatriat untuk mematuhi hukum dan instruksi haji, juga menekankan bahwa pasukan keamanan memberlakukan penjagaan ketat di sekitar Mekah dan tempat-tempat suci lainnya.

Mereka yang ditangkap di tempat-tempat suci tanpa izin berisiko terkena denda hingga 10.000 riyal (sekitar Rp 39 juta), denda dapat meningkat juga mereka mengulang kesalahan yang sama.

Setiap tahun, sekitar 2,5 juta jemaah haji datang ke Mekah, namun karena pandemi Covid-19 hanya sekitar 1.000 yang akan dapat melaksanakannya tahun ini. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->