Connect with us

Kalimantan Selatan

70 Ekor Hewan Kurban Dibagikan Kapolda Kalsel

Diterbitkan

pada

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta serahkan hewan kurban, Jumat (31/7/2020). Foto: humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Personel Polda Kalsel melaksanakan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H / 2020 M.

Sebelum dilakukan proses penyembelihan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH menyerahkan hewan kurban kepada Panitia Kurban Idul Adha 1441 Hijriyah di Aspol Direktorat Samapta Polda Kalsel, Jumat (31/7/2020).

Sebanyak 70 ekor hewan kurban terdiri dari 40 ekor sapi dan 30 kambing diserahkan secara simbolis oleh Kapolda, Wakapolda, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Kalsel ke panitia kurban Polda Kalsel tahun 2020.

Dari 70 hewan yang disembelih, 50 (30 Sapi dan 20 Kambing) didistribusikan Polda Kalsel ke masjid-masjid dan warga kurang mampu yang terdampak oandemi Covid-19.



Setelah penyerahan hewan kurban, Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena masih diberikan kesehatan sehingga bisa ikut berkurban.

Kapolda Kalsel berharap, daging hewan kurban yang telah disembelih dapat disalurkan kepada warga yang berhak dengan tetap berpedoman protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan cara door to door mendatangi langsung warga ke rumahnya. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : Rls
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kalimantan Selatan

Kurva Kasus Covid-19 di Kalsel Belum Melandai, Hari Ini Catat Total 6.411 Kasus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasus Covid-19 di Kalsel hari ini mencapai 6.411 kasus Foto : grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan belum menunjukkan adanya pelandaian. Data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Rabu (5/8/2020) mencatat, total kasus positif Covid-19 mencapai 6.411 kasus.

“Data kasus Covid-19 hari ini menunjukkan terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 54 kasus yang berasal dari 6 kabupaten dan kota. Sehingga jumlah total kasus terkonfirmasi positif yang dirawat pada hari ini sebesar 2.381 kasus,” beber Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel M. Muslim di Banjarbaru.

Kasus baru positif Covid-19 yang mana 88 persen merupakan hasil tracing kontak, didominasi dari Kota Banjarbaru sebanyak 35 orang. Disusul masing-masing 7 orang dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan, masing-masing 2 orang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu, serta satu orang dari Kabupaten Kotabaru.

“Kurva kasus Covid-19 di Kalsel memang masih belum terindikasi melandai, nilai R0 yang masih di atas satu mengindikasikan potensi penularan masih tinggi. Kabupaten dan kota dengan laju insidensi tinggi diantaranya adalah Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Balangan, sedangkan Kabupaten Kotabaru yang paling rendah,” aku Muslim yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.



Ditambahkan Muslim, dengan masih tingginya kasus Covid-19 ini, masyarakat diimbau agar terus menerapkan protokol kesehatan. Disamping itu, pemerintah akan melakukan swab masif terutama pada kontak-kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi positif sebanyak 10.000 orang.

“Kepatuhan terhadap protokol kesehatan itu sangat penting dalam upaya menekan laju insiden yang masih sangat tinggi terutama di wilayah-wilayah perkotaan di Kalsel,” imbuhnya.

Sedangkan untuk kasus sembuh dari Covid-19, GTPP Covid-19 Kalsel mencatat ada kenaikan sebanyak 47 orang. Sehingga total kasus sembuh dari Covid-19 mencapai 3.731 persen atau 58,20 persen.

“Kasus sembuh didominasi dari karantina di Kabupaten Hulu Sungai Tengah 21 orang, karantina di Kabupaten Tanah Laut 10 orang dan karantina Kota Banjarbaru 9 orang. Disusul 5 orang dari karantina di Kabupaten Tabalong dan 2 orang dari karantina di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” kata Muslim.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 bertambah satu orang dari Kota Banjarbaru. Sehingga totalnya mencapai 299 kasus atau 4,66 persen. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Titik Api Terpantau, Polda Kalsel Gelar Simulasi Penanganan Karhutla

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polda Kalsel gelar simulasi penanganan Karhutla Foto: Polda Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Api dengan cepat membakar lahan di kawasan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun kobaran api tidak sampai menghanguskan seluruh kawasan lahan berkat kesigapan dari sejumlah personil Polri, TNI, BPBD, dan Tim Damkar melakukan pemadaman api.

Aksi pemadaman kobaran api di lahan ini merupakan bagian dari bentuk simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar oleh Polda Kalsel.

Simulasi penanganan Karhutla ini dipimpin langsung Kapolda Irjen Nico Afinta, didampingi Wakapolda Kalsel Brigjen Mohamad Agung Budijono, Irwasda Kombes Djoko Poerbohadijojo, dan para Pejabat Utama Polda Kalsel, Rabu (5/8/2020) pukul 11.00 Wita.

Sebelum melaksanakan simulasi, Irjen Nico memberikan arahan kepada Tim Gabungan Penanggulangan Karhutla. Dalam arahannya, ia memaparkan petunjuk teknis tentang penanggulangan kebakaran lahan, juga mengimbau menggunakan Aplikasi Pencegahan Karhutla Berbasis IT milik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel yang diberi nama Aplikasi ‘Bekantan.’



Irjen Nico mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas dalam rangka penanggulangan Karhutla secara proporsional dan profesional. Semua jenis bencana dapat dikatakan penyebabnya adalah ulah manusia, seperti kerusakan lingkungan dan kebakaran yang telah mengancam di tengah kehidupan masyarakat.

“Diperlukan upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan sehingga harus dilakukan upaya-upaya sedini mungkin baik pada waktu sebelum, saat kejadian dan setelah kejadian,” katanya.

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara terkoordinasi dan kerjasama terpadu yang tidak hanya melibatkan Polri, TNI dan Pemerintah saja bahkan seluruh lapisan masyarakat, swasta dan relawan.

“Semua instansi terkait, relawan dan masyarakat mempunyai peran penting dalam penanggulangan Karhutla di Bumi Lambung Mangkurat sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” tegasnya.

Ia menerangkan, kehadiran semua pihak di lapangan perlu didukung dengan kemampuan dan keterampilan serta sarana dan prasarana yang memadai sehingga dapat bertindak secara proporsional dan profesional. Kemampuan dan keterampilan tidak akan datang begitu saja tanpa adanya pelatihan, sehingga harus dilaksanakan simulasi penanganan Karhutla.

“Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh personil Polri dari tingkat Polda, Polres dan Polsek jajaran untuk sering melakukan patroli antisipasi Karhutla. Kami juga mengimbau untuk melakukan patroli hutan dan lahan agar kebakaran tidak terjadi di wilayah hukum Polda Kalsel,” pungkas Kapolda Kalsel.

Walaupun saat ini musim kemarau belum memasuki puncaknya, namun titik api atau hotspot nyatanya mulai bermunculan di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Hal itu sebagaimana yang terpantau Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, ihwalnya ada tiga titik api, dua di antaranya berada di Kecamatan Juai, Balangan dan satu di Tapin Selatan, Tapin.

Mulai bermunculnya titik api sudah diantisipasi Pemprov Kalsel dengan mendatangkan sejumlah heli water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana pada BPBD Kalsel, Sahruddin menyampaikan, saat ini sudah ada tiga heli yang tiba di Banua. Rencananya, ada tambahan lagi dalam waktu dekat. “Sekarang heli masih standby, karena belum ada titik api yang harus dipadamkan,” ucapnya.

Dia menuturkan, pihaknya telah mengonfirmasi ke BPBD kabupaten/kota. Serta instansi terkait, seperti TNI/Polri, para relawan agar dapat memberikan titik koordinat pengambilan air yang aman untuk pemadaman titik api dengan heli water bombing.

“Titik air yang aman harus jauh dari pemukiman penduduk dan tidak ada tambak ikan, serta tidak merugikan bagi orang lain,” tuturnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->