Connect with us

Kalimantan Selatan

8.538 Kasus Covid-19 di Kalsel Telah Sembuh, 1.130 Kasus Masih Dirawat

Diterbitkan

pada

Kondisi terbaru Covid-19 di Kalsel kini mencapai 10.080 kasus Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalsel kembali bertambah, kendati tidak begitu signifikan. Catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Jumat (25/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel telah mencapai 10.080 kasus.

Hingga kini, tercatat ada 1.130 kasus atau 11,21 persen kasus positif Covid-19 di Kalsel yang masih menjalani perawatan. Baik di rumah sakit, maupun di pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 33 orang. Berasal dari Tanah Laut 2 orang, Kotabaru 15 orang, Banjar 3 orang, Tapin 4 orang, Hulu Sungai Selatan 2 orang, Hulu Sungai Tengah Tengah 1 orang, Tanah Bumbu 1 orang dan Kota Banjarbaru 5 orang,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, M. Muslim.

Ditambahkannya, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga dilaporkan bertambah. Saat ini sudah ada 8.538 kasus atau 84,70 persen kasus positif Covid-19 yang sembuh.



Infografis: Kanalkalimantan/Yuda

“Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 33 orang. Yang berasal dari Karantina Tanah Laut 6 orang, Karantina Kotabaru 1 orang, Karantina Barito Kuala 6 orang, Karantina Hulu Sungai Selatan 1 orang, Karantina Hulu Sungai Utara 3 orang, Karantina Tabalong 4 orang, Karantina Tanah Bumbu 1 orang, Karantina Kota Banjarmasin 8 orang dan Karantina Kola Banjarbaru 3 orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga kembali bertambah. Total saat ini ada 412 kasus yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,09 persen.

“Pasien Covid-19 dilaporkan meninggal 2 orang, masing-masing 1 orang yang berasal dari Hulu Sungai Tengah dan Tanah Bumbu,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter: Fikri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Sejahterakan Pekebun Karet, Disbunnak Kalsel Terget Bentuk 650 UPPB dalam 5 Tahun

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan adalah memaksimalkan peran dan fungsi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Foto:Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Salah satu program prioritas Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan adalah memaksimalkan peran dan fungsi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

Unit tersebut merupakan sarana bagi para petani karet untuk meningkatkan mutu karet serta meningkatkan kesejahteraan para petani melalui jaminan harga jual bahan olah karet (bokar) yang tinggi di pabrikan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan Suparmi, mengatakan saat ini pihaknya tengah gencar memberikan imbauan kepada dinas terkait di seluruh kabupaten/kota untuk merangkul para petani karet yang belum tergabung dalam UPPB.

“Dengan bergabungnya para petani ke UPPB ini, kita harapkan dapat menyejahterakan. Kita menyadari bahwa peran perkebunan karet luar biasa bagi perekonomian di banua maupun nasional,” katanya.



 

Dipaparkan Suparmi bahwa hingga saat ini jumlah pekebun yang telah membentuk UPPB mencapai 151 UPPB. Dirinya sendiri optimisi jika jumlah itu UPPB di Kalsel itu akan terus bertambah dengan target sebanyak 650 UPPB dalam waktu lima tahun ke depan.

“Khusus di 2020 ini sudah ada 31 UPPB baru yang telah terbentuk dan terintegrasi. Kita memiliki target dalam 5 tahun ke depan jumlah UPPB di Kalsel mencapai 650 UPPB. Sebagai upaya merealisasikan target itu, kita meningkatkan pembinaan, bimtek dan sosialisasi serta menghimbau Kabupaten/Kota untuk mengajak para petani karet bergabung atau membentuk UPPB,” paparnya.

Tak hanya itu, Suparmi juga menjelaskan, untuk syarat dalam permohonan pembentukan UPPB terdiri dari data UPPB seperti nama UPPB, alamat, bagan struktur organisasi, daftar nama, alamat, anggota UPPB, serta AD dan ART UPPB.

Sedangkan syarat teknis pembentukan UPPB, yaitu memiliki luas kebun minimal 100ha/produksi lateks minimal 800 kg per 3 hari selanjutnya memiliki dan menerapkan dokumen sistem mutu dari penyadapan, pengolahan dan penyimpanan sampai dengan pemasaran bokar.

Hingga saat ini, sebanyak 151 UPPB di Kalsel telah bermitra dengan perusahaan/pabrik crumb rubber dengan harga karet (minggu ke empat bulan Oktober) sebesar Rp 11,8 ribu – Rp 12,5 ribu dengan kondisi Kadar Karet Kering (K3) 62% – 65%. Untuk harga karet ditentukan sesuai dengan harga jalan pabrikan dengan K3 100 persen pada saat penjualan. Saat ini harga jalan pabrikan berkisar Rp 19 ribu – Rp 19,5 ribu.

“Apabila harga karet naik maka kesejahteraan petani akan meningkat. Untuk itu, pengembangan UPPB harus terus digenjot dan merawat UPPB yang sudah ada,” lugas Suparmi. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Pengunjung Terus Turun, Eksistensi Museum Lambung Mangkurat Harus Diinformasikan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dialog bersama wartawan pengelola Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Selasa (27/10/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Memperingati Hari Museum Indonesia ke-5 yang jatuh pada 12 Oktober 2020, Museum Lambung Mangkurat mengadakan berbagai rangkaian kegiatan bertajuk Gerakan Cinta Museum (GCM) 2020.

Di antara acara yang diselenggarkan museum yang berlokasi di kota Banjarbaru itu melaksanakan kegiatan orientasi permuseuman dengan merangkul awak jurnalis di Kalimantan Selatan, Selasa (27/10/2020) siang.

Menurut Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Abdul Rahim melalui Pamong Budaya, Zailani, media adalah satu di antara banyak cara yang bisa meningkatkan kunjungan ke museum yakni melalui publikasi positif dan menarik.

“Ini juga merupakan salah satu upaya kita membantu pemerintah memasyarakatkan museum sekaligus media informasi,” ujarnya. Bagi Zailani, publikasi yang dilakukan para jurnalis melalui karya tulisnya di dalam isi berita ataupun artikel, mampu memajukan museum di Kalsel. Dirinya memberikan isitilah bahwa media adalah corong informasi kepada masyarakat.



“Di zaman yang serba canggih saat ini, kita akui bahwa pengunjung di museum menurun. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya, agar bisa menarik perhatian masyarakat. Salah satunya dengan peliputan dan penerbitan berita tentang Museum Lambung Mangkurat kami harap semakin menambah eksistensinya di kalangan masyarakat,” tambahnya.

Orientasi permuseuman dibalut dengan diskusi antara pihak museum dan puluhan jurnalis yang turut serta mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu jurnalis yakni Irwansyah, Ketua Presroom Kalsel, menuturkan bahwa wartawan turut bertanggung jawab ikut mengekspose terkait budaya yang ada di Kalsel.

“Musem adalah tempat dimana kita bisa melihat kebudayaan dan kesenian di Kalsel sejak jaman dahulu. Di era yang serba canggih, perlu adanya dorongan dari teman-teman wartawan untuk menginformasikan apa saja yang menjadi daya tarik di musem. Ini menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Selain acara yang melibatkan para jurnalis, Museum Lambung Mangkurat juga mengadakan serangkaian acara Gerakan Cinta Museum (GCM). Antara lain, seminar sasirangan dan dialog kebudayaan seputar perawatan benda pusaka bersama komunitas wasi pusaka banua.

Dalam perjalanannya, Museum Lambung Mangkurat terus berupaya membangun jejaring dengan berbagai komunitas dan kalangan, sejalan dengan fungsi museum sebagai ruang publik. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->