Connect with us

Kota Banjarmasin

80 Ton Ikan Bawal Mati, Kualitas Air di Sungai Martapura Buruk!

Diterbitkan

pada

Ikan bawal keramba apung di Banua Anyar mati karena kualitas air sungai Martapura tercemar. Foto : Mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Sedikitnya 80 ton ikan bawal budidaya karamba apung milik Banua Anyar mati mendadak, ratusan juta modal pembudidaya ikan menguap akibat gagal panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Banjarmasin, Laohem Mahfuzi mengatakan, ada dua faktor penyebab matinya ribuan ekor ikan bawal keramba apung di Sungai Martapura itu, pertama karena buruknya kualitas air akibat kemarau panjang. Kedua dipicu cara pemilik tambak yang tidak melakukan pola pemeliharaan yang sesuai dengan pembudidayaan ikan.

Perlu diingat bahwa hanya ikan bawal yang mati. Hal ini diakibatkan ikan bawal memerlukan kadar oksigen 4 miligram per liter. Sedangkan ketika diukur, DO (Dissolve Oxygen) atau oksigen yang terlarut di keramba apung hanya mencapai angka dua bahkan bisa turun menjadi satu pada malam hari.

Laohem mengatakan, pihaknya sangat tidak merekomendasikan budidaya ikan bawal keramba apung di sungai. Beda hal dengan ikan yang lebih cocok hidup di kawasan air payau, seperti ikan patin dan ikan lele.

Pemicu matiannya ribuan ikan bawal di keramba apung juga karena kelebihan kapasitas tampung. Dalam satu keramba apung diisi 500 ekor ikan bawal.

“Padahal idealnya adalah 200 hingga 300 ekor ikan saja. Selain itu, pemberian pakan ikan yang berlebihan juga menjadi penyumbang pencemaran kualitas air di sekitaran keramba,” jelasnya.

“Kami menyarankan ke depan sesuai aturan, jangan sampai menebar terlalu padat, pemberian pakan juga ada ketentuannya. Kalau ditebar semuanya, terendam menjadi racun, lalu upwelling,” bebernya.

Bambang Setiyo S, Pengendali Hama Penyakit Ikan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Kementerian Kelautan dan Perikanan menambahkan memang ikan bawal sangatlah tidak cocok jika dibudidayakan di keramba apung suangi.

“Secara instruksi, tapi belum ada peraturan tertulis, ikan bawal dilarang (dikembangbiakkan), jika masuk perairan umum akan mengganggu ekosistem, khususnya ekosistem perikanan lokal kota,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, pihaknya akan berusaha mencari solusi lain untuk memindahkan keramba-keramba ini ke darat, karena ribuan ikan yang mati dan pakan akan menjadi faktor pencemaran air di sungai Martapura.

“Kita sama-sama sudah lihat ke lokasi dan melihat keramba masing-masing. Ini jelas menjadi pencemaran bagi sungai kita,” ujarnya.

Ia berharap peristiwa yang selalu berulang setiap tahun ini bisa menjadi pembelajaran bagi para pembudidaya ikan keramba apung di tepian sungai Martapura.

“Ini menjadi pembelajaran untuk mereka, akan sia-sia sekali, sudah menambak seperti ini, bertambah-bertambah lagi, akhirnya rugi, kasihan mereka,” ujarnya. (mario)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarmasin

BREAKING NEWS, Covid-19 di Kalsel Tembus 1.033 Kasus, Berikut Data Lengkapnya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tabel update Covid-19 di Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar mengejutkan datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan.

Berdasar data terbaru yang dirilis pada Rabu (3/6/2020) sore menunjukkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di banua mencapai 1.033 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 64 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Rabu (3/6/2020) sore.

Dari 64 kasus baru positif Covid-19, didominasi dari Kota Banjarmasin sebanyak 33 kasus. Disusul dari Kabupaten Tanahlaut sebanyak 18 kasus, Kabupaten Baritokuala sebanyak delapan kasus, masing-masing dua kasus dari Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarbaru, serta satu kasus dari Kabupaten Tapin.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus kematian akibat Covid-19 juga mengalami penambahan.

Penderita yang meninggal tercatat sudah ada 90 orang. Yaitu dua orang PDP (pasien dalam pengawasan) yang meninggal dunia masing-masing pada 30 Mei 2020 dan pada 2 Juni 2020, terkonfirmasi positif Covid-19 masing-masing pada Selasa (2/6/2020) dan Rabu (3/6/2020)

Meski demikian, jumlah kasus sembuh dari Covid-19 juga bertambah. Sehingga ada 101 kasus positif Covid-19 yang dilaporkan sembuh.

“Dua kasus positif Covid-19 yang sembuh berasal dari Kabupaten Tanahlaut dan Kota Banjarmasin,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 777 orang. Sedangkan PDP tercatat sebanyak 207 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Ini Kata Ibnu Sina Tentang Penerapan New Normal di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

kegiatan Satpol PP Banjarmasin saat PSBB di Kota Banjarmasin. Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Berakhirnya masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh Kota Banjarmasin pada 31 Mei 2020, tidak menjadi jaminan bahwa kota seribu sungai ini langsung menerapkan new normal atau kenormalan baru.

Ini karena salah satu indikator pelaksanaan kenormalan baru adalah kondisi kurva dari kasus terkonfirmasi positif minimal harus dalam keadaan landai. Namun hal itu belum terlihat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan itu.

“Masih ada ancaman peningkatan grafik kasus positif Covid-19, belum ada indikasi melandai. Jadi Banjarmasin belum memenuhi syarat dari Pemerintah Pusat dalam menerapkan kenormalan baru” ucap Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, Minggu (31/5/2020) sore.

Meski demikian, dia menyebut jika kondisi tanggap darurat pencegahan Covid-19 akan tetap diberlakukan setelah PSBB tahap III itu berakhir dengan tetap mewajibkan penerapan protokol kesehatan di aktivitas keseharian warga yang tinggal di Banjarmasin.

Aktivitas di salah satu pasar saat PSBB di Kota Banjarmasin. Foto: Fikri

Guna mendisiplinkan warga dalam menjalankan protokol tersebut, ia mengaku, dalam waktu dekat akan membuat Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang ditujukan kepada Dandim 1007 Banjarmasin dan Kapolresta Banjarmasin sebagai koordinator dalam menjalankan tugas pendisiplinan warga.

“Sesuai arahan Presiden RI, dalam masa ini TNI-Polri akan bertindak sebagai garda terdepan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19,” ujar Ibnu.

Selain itu, ia menerangkan pihaknya akan mengikuti pedoman pelaksanaan aktivitas masyarakat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 328. Sehingga, pemberlakuan jam malam dan pos jaga di perbatasan kota akan ditiadakan.

Namun kebijakan Perwali Nomor 37 tahun 2020 itu akan dialihkan ke dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di tingkat kelurahan, kampung maupun komplek perumahan.

“Walaupun itu tidak ada di dalam Undang Undang RI, tapi bisa mengamankan lingkungan tempat tinggal warga, sehingga tetap mempersempit ruang penularan,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Dhani

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Tergerus Air Pasang dan Lapuk, Pohon Kasturi Tumbang Timpa Rumah di Alalak Selatan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon tumbang mengenai rumah warga, Tim BPBD Kota Banjarmasin tengah membersihkan pohon yang tumbang. foto: BPBD Kota Banjarmasin for kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah di Jalan Alalak Selatan Gg Keluarga Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) sore pukul 15:30 Wita.

Pohon jenis kasturi ini menimpa rumah milik Arafik, warga Jalan Alalak Selatan Gg. Keluarga RT.15 RW.02, Kelurahan Alalak Selatan. Akibatnya, sebagian rumah dengan konstruksi kayu ini mengalami kerusakan.

“Pohon yang tumbang sendiri menimpa bagian kamar rumah warga dan mengalami rusak ringan 30 persen,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi, Jumat (29/5/2020) petang.

Diduga air yang tengah pasang dan kondisi pohon yang sudah lapuk menjadi penyebab tumbang. Namun kejadian ini tak menyebabkan penghuni rumah terluka karena tak ada satupun orang yang berada di dalam kamar.

“Kami langsung melakukan pemotongan dan pembersihan pohon dari rumah,” pungkas Hilmi.

Sementara itu, staf pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Hanafi menambahkan, butuh waktu cukup lama untuk membersihkan pohon yang tersisa, kendati telah mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Apalagi, diameter pohon cukup besar.

“Sampai selesai waktu sholat Maghrib baru selesai dibersihkan,” tukas Hanafi. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->