Kabupaten Banjar
Gara-gara Virus PMK, Penjual Sapi Kurban di Banjar Sulit Dapat Pasokan dan Sepi Pembeli

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Jelang hari raya Idul Adha pasokan beberapa jenis sapi terhambat dikarenakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Akibat kelangkaan tersebut membuat beberapa penjual mengeluhkan stok yang kurang dan sepi pembali.
Hijriyah, salah satu penjual sapi asal Kabupaten Banjar, mengeluhkan hal tersebut. Katanya, ada pelanggan yang takut membeli sapi kurban kepadanya karena takut akan virus PMK.
“Sebagian orang takut berkurban, rumah sakit Ratu Zalecha biasa tiap tahun beli di tempat saya, tapi tahun ini belum ada,” katanya saat ditemui Kanalkalimantan.com, Rabu (15/6/2022).
Selain membuat orang enggan berkurban, virus PMK ini membuat beberapa pasokan untuk pelanggannya tidak maksimal dan harga sapi lokal menjadi naik.
Baca juga: Sempat Tertunda, CJH Kloter 3 Akhirnya Diterbangkan Pagi Hari
“Sapi kampung aja tidak bisa menyediakan daging untuk pelanggan yang mau 50 kilo, hanya mampu beri 30 kilo aja,” jelasnya.
Wanita yang sudah menjalani pekerjaan menjual sapi selama belasan tahun ini juga mengaku, 10 ekor sapi pesanannya yang berasal dari Pulau Jawa masih belum bisa masuk Kalimantan Selatan.

Penjual sapi kurban di Kabupaten Banar mengaku susah dapat pasokan sapi untuk Idul Adha. Foto: yogi
Hal senada juga disampaikan olah Muhammad Rifkon, peternak sapi asal Sungai Paring. Ia mengatakan sapi lokal yang biasa dijual Rp 14 juta naik mencapai Rp 17 juta.
“Mencari sapinya susah, harganya jadinya jauh naik,” ujarnya.
Rifkon mengakui omzetnya turun karena pasokan sapi tahun ini kurang dari pada tahun-tahun sebelumnya mempengaruhi penjualan, akibat dari itu ia tidak dapat mencukupi keperluan pembeli.
Pria yang memulai peternakan sejak 2010 dan memiliki 6 sapi saat ini, menerangkan bahwa sapi-sapinya sudah terbebas dari PMK, serta dari Dinas Peternakan sudah sempat memberikan penyuluhan dan pencegahan PMK.
Baca juga: Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor, DPPKB HSU Penuhi Target 1.747 Akseptor
“Ada penyuluhan, waktu baru awal-awal penyakit kemarin,” ujarnya.
Tak lupa, ia berharap keadaan kembali normal serta sapi yang dari luar daerah dapat masuk kembali.
“Kalau sapinya sakit lebih baik sapi itu saja yang ditahan,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/yogi)
Reporter: yogi
Editor: cell

-
NASIONAL3 hari yang lalu
Lima Pesawat Lion Air Siap Angkut Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin dan Padang
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu
Khadijah dari Desa Tapus Dalam Raih “Kartini Banua Inspiratif 2025”
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang lalu
Bupati HSU Kunjungi Desa Terdampak Banjir di Kecamatan Haur Gading
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu
Polda Kalsel Bangun Titik Pertama Dapur MBG di Banjarbaru
-
HEADLINE3 hari yang lalu
Lisa – Wartono Raih 15.816 Suara di Landasan Ulin, Partisipasi Hanya 52 Persen dari DPT 56.565 Orang
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang lalu
Hari Bumi 2025 “Energi Kita, Planet Kita”