Kalimantan Tengah
Diduga Cekcok, Suami Habisi Istri Sendiri di Sukamara
KANALKALIMANTAN.COM, SUKAMARA – Diduga cekcok perkara rumah tangga, seorang suami habisi nyawa istri sendiri.
Adalah MN diduga melakukan pembunuhan terhadap SA, di sebuah rumah Jalan Iskandar, Kelurahan Padang, Kabupaten Sukamara, Senin (27/2/2023) siang .
Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Sukamara AKBP Dewa Made Palguna SH SIK MH.
“Baru saya mendapatkan informasi dari Kapolsek, telah terjadi penganiayaan. Saat ini korban berada di RSUD Sukamara. Persiapan ke rumah duka,” ucap Kapolres.
Baca juga: Banjir Meluas, Bupati Banjar Naikkan Status Siaga Menjadi Darurat Banjir
Disampaikan Kapolres Sukamara, pelaku merupakan suaminya sendiri. Usai melakukan penikaman kepada istrinya yang bersangkutan minum racun.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini pelaku sedang di rawat di rumah sakit. Informasi selanjutnya menunggu informasi dari rumah sakit,” bebernya.
Motif sementara, SA yakni korban menggugat cerai pelaku. Namun, pihak kepolisian mengaku masih mendalami. “Apakah ada motif lain,” tandasnya.
Baca juga: BBPOM Banjarmasin Inginkan Jajanan Anak Sekolah di Banjarbaru Aman
Sementara itu, salah seorang warga Hamsani, mengaku kaget dari kejauhan dirinya melihat ada perkelahian. “Setelah saya lihat, telah terjadi penikaman telah ditusuk,” ceritanya.
Berdasarkan informasi cekcok terjadi, setelah hari ini kedua belah pihak usai melaksanakan sidang terakhir perceraian dengan agenda putusan. (Kanalkalimantan.com/habibullah)
Reporter: habibullah
Editor: kk
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu
DPRD Kalsel Usulkan Pengangkatan Muhidin Jadi Gubernur
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu
Pjs Wali Kota Banjarbaru Serahkan SK Kenaikan Pangkat PNS
-
HEADLINE2 hari yang lalu
KPK Gali Keterangan Empat Saksi Terkait Aliran Uang ke Sahbirin Noor
-
Hukum2 hari yang lalu
KPK Panggil Sahbirin Noor Sebagai Saksi Hari Ini
-
Kota Banjarmasin3 hari yang lalu
Belasan Kios Pasar A Yani Pengambangan Terbakar
-
Kota Banjarbaru18 jam yang lalu
Pemegang Kursi DPRD Banjarbaru Terima Bantuan Keuangan Parpol, Satu Suara Dihargai Rp14 Ribu