Connect with us

HEADLINE

Absen di Pendaftaran Pilkada, Ini Video Pernyataan Aditya terkait Kondisinya yang Terpapar Covid-19

Diterbitkan

pada

Video pernyataan Aditya soal dirinya terpapar Covid-19 Foto: ist/tim pemenangan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah kejutan mewarnai jalannya babak awal menuju panggung Pilkada Banjarbaru, yang berlangsung selama 3 hari terakhir, Jumat (4/9/2020) hingga Minggu (6/9/2020) malam.

Duet Aditya Mufti Ariffin-Wartono menjadi kandidat terakhir yang mendaftar sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, sekaligus juga menutup tahapan pendaftaran di KPU Banjarbaru tak tampil lengkap.

Sebagai pasangan terakhir yang mendaftar, duet Aditya-Wartono justru membuat publik Banjarbaru tercengang. Dimana sang Bakal Calon Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Arrifin, justru tidak menghadiri proses pendaftaran tersebut.

Fakta mengejutkan terkuak, yang mana pihak KPU Banjarbaru mengumumkan bahwa Aditya telah terpapar Covid-19 dan tidak memungkinkan hadir untuk mengikuti proses pendaftaran. Kendati demikian, pihak KPU tetap menyatakan bahwa dokumen syarat pencalonan Aditya-Wartono telah lengkap.



Baru-baru ini, Kanalkalimantan.com menerima video pernyataan Aditya Mufti Ariffin yang telah direkam sejak Jumat kemarin. Ia menceritakan bahwa dirinya memang telah terpapar Covid-19. Hal itu menyusul keluarnya hasil tes swab yang ia jalani, beberapa hari sebelum waktu pendaftaran.

“Beberapa waktu lalu saya menjalani tes swab dan dinyatakan terpapar Covid-19. Saya sekarang menjalani isolasi mandiri di rumah dan Alhamdulillah, keadaan semakin baik,” katanya

Aditya juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar dirinya secepatnya pulih dan bisa beraktivitas kembali. Ia juga tak lupa mengingatkan kepada masyarakat, akan pentingnya menerapkan prokol kesehatan Covid-19.

“Tetap mengunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak diantara kita semua,” ucapnya.

Kabarnya, video berdurasi 1 menit itu rupanya telah beredar di kalangan intenal Tim Kemenangan Aditya-Wartono. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghaib Borneo Ungkap Misteri Desa Alam Roh, Ternyata Ada Sosok Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Tim Singkikih melakukan penelusuran di Desa Pakualam atau dikenal Desa Alam Roh Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Tim Singkikih melakukan penelusuran di Desa Pakualam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (26/11/2020) malam. Tidak terlihat ada lampu penerang jalan satu juga di tempat ini, benar-benar beresiko bila kesini pada malam hari.

Sejak dahulu, wilayah ini dilingkupi beberapa hal mistis. Tempat sejumlah pembunuhan beberapa antek Belanda oleh beberapa pejuang kemerdekaan. Maka kawasan ini juga dikenal dengan sebutan Alam Roh.
Namanya terdengar mistis serta menyeramkan. Walaupun demikian, tempat ini ialah tempat pejuang kemerdekaan rakyat Kalimantan Selatan. Tempatnya memang terpencil, benar-benar jauh dari keramaian kota. Persisnya berada di Desa Pakualam RT 2, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Masuk desa ini, terlihat penduduknya cuma sedikit, tempat Alam Roh terdapat seputar beberapa ratus meter di luar perkampungan masyarakat. Di sana, ada Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Selatan, satu rumah tradisi Banjar Bubungan Tinggi yang digunakan jadi pos penjaga serta museum mini mengenai riwayat perjuangan beberapa pahlawan itu.

Arealnya kecil, juga dengan monumennya. Di bagian tengah, ada prasasti kecil yang di atasnya ditancapi bendera Merah Putih yang warnanya sudah memudar. Prasasti itu menjelaskan mengenai peresmian tempat ini oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 16 Mei 1983. Di bagian kirinya, ada monumen itu yang menjelaskan pengakuan masyarakat Kalimantan Selatan untuk masuk dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Mei 1949.



Kisahnya, supaya aman dari Belanda, tempat ini dikasih jampi-jampi. Mereka minta jampi-jampi itu pada beberapa ulama di Kota Martapura. Konon, di empat pojok tempat ini ditanami empat jimat yang berperan menipu mata beberapa penjajah serta pribumi pengkhianat yang berpihak Belanda supaya mereka tidak dapat lihat kehadiran beberapa pejuang rakyat itu.

Jadi, saat Belanda atau beberapa mata-matanya dari golongan pribumi ke tempat ini, mereka tidak akan lihat kehadiran beberapa pejuang itu. Mereka akan menduga dalam tempat ini tidak ada seorang juga pejuang terkecuali beberapa masyarakat desa itu yang tentunya tidak mereka tangkap. Walau sebenarnya, sebenarnya di seputar mereka beberapa pejuang itu bersebaran.

Ajaibnya , beberapa penjajah serta mata-mata mereka yang masuk Alam Roh, tidak hanya tidak dapat lihat kehadiran beberapa pejuang itu, mereka keluar dari tempat ini dalam kondisi meninggal.
Dipercaya, tewasnya mereka sebab terserang jampi-jampi empat jimat sakti itu. Mayat mereka lalu dibuang demikian saja oleh masyarakat ke sungai, tanpa ada penghormatan apa saja. Intinya, jika mereka berani masuk ke Alam Roh, keluar dalam kondisi meninggal.

Tempat ini konon seringkali dipakai syuting acara uji nyali satu program TV. Walaupun tempat ini berkesan mistis serta tidak aman buat pelancong, kenyataannya banyak saja wisatawan yang bertandang ke sini setiap bulannya.

Maka dengan itu para Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Singkikih Team, melakukan penelusuran dan ingin mengugkap hal hal mistis yang berada di lokasi itu. Dari keterangan masyrakat yang berada disekitar lokasi, sering adanya sesosk mahluk astral yang sering menampakan diri. Maka dari itu para tim ingin mengungkap, apa motivasi mereka sehingga sering menampakan diri.

Tidak tanggung tanggung, tim langsung menyipakam dua mediator sekaligus, yang bersedia tubuh nya akan dimasukan oleh mahkluk astral.
Setelah mahkluk astral tersebut masuk kedalam tubuh mediator, mediator mulai bereaksi, ternyata sosok mahkluk astral tersebut yang masuk kedalam tubuh mediator adalah sesosok Kuntilakan yang sering menampak diri disekitar lokasi.

Sosok Kuntilanak tersebut, tertawa sembari mengelus rambut panjang nya. Pada saat ditanya para tim, Kuntilakan tersebut hanya tertawa dan menangia dengan suaranya tang lirih. Yang bikin bulu kuduk merinding
Tim langsung menetralisir Kuntilakan tersebut yang berada ditubuh mediator, karena ketika ditanya tidak ada jawaban. Tim melanjutkan memasukan mahluk astral ke tubuh mediator berikutnya. Ketika sesosk jin tersebut masuk ke dalam tubuh mediator selang beberapa detik, seorang meditor tiba tiba dimasuki sesosok jin, dan berkata,” Mau apa kalian datang kesini,” ucapnya.

Mediator mengamuk ingin dan menantang para tim untuk berkelahi, tim langsung meladani tawar jin tersebut. Maka terjadilah pertarungan antara tim dan mediator.
Selang beberama menit, jin tersebut kalah namun tetap bungkam berbicara. Hal buruk pun terjadi, salah satu mediator tiba tiba kesurupan dan langsung memanjat pohon kelapa. Tim langsung bergegas menghalau mediator tersebut.(Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Muncul Klaster Baru?, 23 Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Terinfeksi Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas garda terdepan di BBTKLPP Banjarbaru tumbang kena Covid-19. Foto : tangkapan layar google maps
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru semakin masif. Terbaru, puluhan pegawai Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru ikut tumbang akibat gelombang penyebaran virus.

Mirisnya, mengingat para pegawai BBTKLPP Banjarbaru sendiri merupakan garda terdepan dalam upaya mendeteksi masyarakat yang diduga terkonfimasi Covid-19. Ya, para petugas di BBTKLPP Banjarbaru adalah tempat pemeriksaan spesimen swab pcr melalui uji laboratorium dari seluruh Kalsel, bahkan dari beberapa daerah di Kalteng yang sampelnya dikirim.

Kabar terpaparnya puluhan pegawai BBTKLPP Banjarbaru ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza, saat dihubungi Kamis (3/12/2020) siang. Ia menerangkan bahwa kabar ini sendiri mulai diketahui pada pekan kemarin.



“Sebagian besar dari para pegawai diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 pada minggu lalu. Untuk total seluruhnya ada 23 pegawai BBTKLPP Banjarbaru yang terpapar,” katanya.

Dinkes Banjarbaru sendiri belum dapat memastikan apa penyebab hingga puluhan pegawai BBTKLPP Banjarbaru itu terpapar virus corona. Namun yang pasti, Rizana menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan tracking dan tracing terhadap orang-orang pernah berkontak erat dengan para pegawai yang telah terpapar.

“Masih kita lakukan upaya tracking dan tracing. Perkembangannya nanti diinformasikan. Untuk penyebab penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan BBTKLPP Banjarbaru ini belum dapat dipastikan,” tegasnya.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Rabu (2/12/2020) kemarin, sudah ada 1.355 kasus terkofirmasi Covid-19 di Kota Banjarbaru. Meningkatnya angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di kota berjuluk Idaman, tergolong cukup tinggi. Rabu kemarin saja tercatat ada 9 kasus baru yang ditemukan. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->