Connect with us

ACT KALSEL

ACT Kalsel Pasok 6.260 Masker Gratis untuk 4 Rumah Sakit di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan membagikan 6.260 masker untuk 4 rumah sakit yang ada di Kalsel. foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan membagikan 6.260 masker untuk 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kalsel. Yakni RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD dr HM Ansari Saleh Banjarmasin, RSUD H Boejasin Pelaihari dan Rumah Sakit Islam Banjarmasin, Senin (23/3/2020).

Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengatakan, ribuan masker tersebut dibagikan dan diprioritaskan untuk tenaga medis di rumah sakit dalam pencegahan penularan virus corona.

“ACT akan terus aktif membantu pencegahan virus corona Covid-19 dengan memberikan bantuan masker. Hingga saat ini, masker merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh banyak rumah sakit,” ujarnya.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Hj Suciati MKes mengucapkan, terima kasih banyak kepada ACT karena menurutnya suplai dari pabrik pembuatan masker sangat terbatas saat ini, dan memang stok kurang karena banyaknya aktivitas pelayanan di RS.



“Semoga ini barokah dan berguna untuk membantu pelayanan masyarakat khususnya di Banjarmasin,” ujarnya.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan membagikan 6.260 masker untuk 4 rumah sakit yang ada di Kalsel.

Hal senada juga disampaikan Direktur RSI Banjarmasin Hj Eva Ariyani, dirinya mengatakan masker ini sangat dibutuhkan untuk tenaga medis, karena stok masker mengalami kekosongan walaupun sudah mencari kemana-mana.

“Terima kasih kepada ACT. Bantuan seperti inilah yang sangat kami harapkan di tengah musibah virus corona ini,” tuturnya.

Eva menghimbau masyarakat tetap berjaga-jaga dan berhati-hati saat melakukan kontak dengan orang-orang yang ternyata terjangkit Covid-19.

“Semoga kita semua terhindar dari musibah ini,” tutupnya.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan membagikan 6.260 masker untuk 4 rumah sakit yang ada di Kalsel. foto: act

Tak jauh berbeda, Direktur RSUD dr HM Ansari Saleh Banjarmasin, dr Izaak Zoelkarnain Akbar menyampaikan terimah kasih kerena hari ini sudah membagikan masker gratis, tentunya ini sangat berarti untuk tenaga medis yang bertugas setiap hari.

“Ini akan bermamfaat dan semua tenaga medis kita berkerja sebaik mungkin untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat dan marilah sama sama jangan keluar rumah kecuali sangat penting, untuk itu ayo, bersama lawan corona,” ujarnya. (kanalkalimantan.com/act)

Reporter : act
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ACT KALSEL

ACT Luncurkan Gerakan “Bangkit Bangsaku”

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Program Bangkit Bangsaku yang diinisiasi ACT diperkenalkan Kantor ACT Kalsel pada Jumat (9/10/2020). Foto: act Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Kementerian Keuangan RI memproyeksikan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2020 sebesar minus 1,7 hingga minus 0,6 persen, yang kemungkinan terjadi pada kuartal ketiga tahun 2020. Tentunya, berimbas pada 15 juta pekerja yang mengalami PHK.

Berangkat dari keprihatinan itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi gerakan nasional bertajuk “Bangkit Bangsaku: Habis Gelap Bangkitkan Terang”. Tujuannya, ACT mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis dan bersikap positif dalam menatap masa depan.

Gerakan ini sendiri, secara nasional telah diluncurkan dua pekan lalu. Sedangkan di Kalimantan Selatan, gerakan ini diluncurkan oleh ACT Cabang Kalimantan Selatan pada Jumat (9/10/2020) sore, dalam sebuah diskusi publik “Bangkit Bangsaku: Habis Gelap Bangkitkan Terang” di Kantor Cabang ACT Kalimantan Selatan.

“Ini adalah program gerakan secara nasional dan sudah launching di pusat pada dua pekan lalu. Jadi kantor cabang ACT memiliki kewajiban menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya,” kata Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan, Zainal Arifin.



Ditambahkan Zainal, gerakan ini menjadi semangat baru dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Gerakan “Bangkit Bangsaku” sendiri menjadi mesin bersama dalam menghadapi situasi saat ini yang masih tak menentu.

“Kami tidak ingin (gerakan) ini hanya menjadi sebuah tanggung jawab kami sebagai lembaga kemanusiaan. Tetapi harapan kami menjadi sebuah tanggung jawab kita bersama, bagaimana caranya kita membantu sesama, sekecil apapun yang bisa kita bisa bantu ketika mereka menghadapi kondisi pandemi Covid-19 ini,” terang Zainal.

Gerakan “Bangkit Bangsaku” ini sendiri, Zainal berharap, merupakan sebuah kekuatan baru dari ACT. Diharapkan, program ini dapat berlanjut dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Indonesia maupun di dunia.

Gerakan “Bangkit Bangsaku” sendiri, akan fokus pada penyelamatan tiga sektor vital yang terdampak pandemi Covid-19. Yaitu sektor sosial, ekonomi dan kesehatan.

Di sektor sosial, ACT meneruskan program pangan diantaranya Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Sedekah Pangan, Humanity Care line dan lainnya. Di sektor ekonomi, ACT meneruskan program yaitu membantu pelaku usaha mikor dan ultra mikro untuk tetap bertahan dan bangkit di tengah ancaman resesi ekonomi, dengan mendorong perekonomian bangsa yang banyak disokong oleh sektor UMKM.

Terakhir, di sektor kesehatan, ACT terus berikhtiar melakukan langkah preventif terhadap penyebaran Covid-19. Seperti aksi disinfeksi, penyediaan APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis, hingga dukungan pangan dan multivitamin bagi tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien Covid-19. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

ACT KALSEL

Amanah Borneo Park Bersama Global Wakaf ACT Beli 10 Ton Gabah dari Petani

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Amanah Borneo Park bersama Global Wakaf ACT Kalsel membeli sebanyak 10 ton gabah dari petani padi di Desa Binderang, Kecamatan Lok Paikat, Kabupaten Tapin. Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Melalui program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI), Amanah Borneo Park Bersama Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan membeli sebanyak 10 ton gabah dari petani padi di Desa Binderang, Kecamatan Lok Paikat, Kabupaten Tapin, Rabu (16/9/2020).

Asmuri (47), salah satu petani yang menjadi penerima manfaat mengaku senang dengan program dari GW ACT Kalsel tersebut.

“Saya terbantu sekali dalam hal pemasaran hasil panen Saya, Alhamdulillah dari hasil panen Saya bisa beli bahan bangunan untuk rumah.

Selain itu Saya juga menjamin lahan baru sebanyak 16 borong selama 2 tahun,” ungkap Asmuri.



Dengan bertambahnya lahan, lanjut Asmuri, kami akan bisa bercocok tanam lebih banyak sehingga hasil pertaniannya pun semakin banyak juga nantinya. “Semoga ini semua semakin memudahkan kami para petani,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ramli Ketau Gapoktan Sewarga, ia menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin. Adanya pembelian beras dari GW ACT, menurutnya membantu menjaga produktifitas kelompoknya.

Gapoktan Sewarga termasuk memiliki fasilitas lengkap untuk mengolah hasil panen. Mulai dari tempat pengeringan berbasis teknologi, penggilingan, penyimpanan hingga pengemasan.

“Semua tersedia. Namun, selama ini kami masih kekurangan dalam hal pemasaran, sehingga tidak setiap saat gapoktan berproduksi,” tutur Ramli.

Kepala cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengatakan, program MPPI merupakan ikhtiar dari ACT Kalsel bersama Amanah Borneo Park untuk menyiapkan sektor pangan agar tetap produktif dan berkembang tanpa hambatan. Terutama di masa pandemi Covid-19 yang meyebabkan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi yang semakin pincang. Program MPPI juga bertujuan untuk meredam dampak kemiskinan.

“Semua elemen masyarakat harus bisa berkontribusi. Tujuannya agar peran sosial juga bisa menyeluruh untuk menyentuh masyarakat yang membutuhkan. GW ACT Kalsel bersama Amanah Borneo Park dalam menyikapi ini berupaya untuk menghadirkan program MPPI, solusi untuk perkuat sektor pangan dan sebagai dukungan kepada petani agar tetap meningkatkan hasil produktivitas pertanian,” Ujar Zainal

Menurut Zainal, dengan 10 ton gabah ini GW ACT Kalsel memiliki stok beras sebanyak 6 ton. Pengadaan beras ini tentu menjadi bentuk lembaga dalam menjaga ketahanan pangan untuk masyarakat di Kalsel. “Semoga semakin banyak pihak yang terlibat dalam program ini kedepannya,” harap Zainal. (Kanalkalimantan.com/act)

Reporter : Act
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->