Connect with us

HEADLINE

Ada 17 Pebalap Dunia Berkompetisi di Uncle Hard Enduro 2019

Diterbitkan

pada

Wade Young asal Afrika Selatan yang bakal menjajal Uncle Hard Enduro 2019 di Kiram Park, 22-23-24 November. foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Uncle Hard Enduro 2019 bakal menjadi ajang hard enduro race kali pertama di Indonesia dengan skala internasional. Ajang balap ketahanan ini akan menghadirkan belasan pebalap dari berbagai belahan dunia.

Ketua Pelaksana Uncle Hard Enduro 2019 Waluyo mengatakan, sampai dengan saat ini, sudah ada 11 negara (lihat daftar) yang konfirmasi akan hadir dengan pebalap terbaiknya.

Ia memastikan sudah ada 17 nama pebalap internasional yang masuk registrasi, berasal dari 11 negara ikut ambil bagian dalam kompetisi balap ketahanan offroad roda dua ini.

Diantaranya, sebut dedengkot Gerombolan Tril Banjarbaru ini, Graham Jarvis asal Inggris dengan tunggangan Husqvarna, Wade Young (Afrika Selatan-Sherco), Scott Russel (Australia-Sherco), Marek Pryde (Australia-Husqvarna), Troy Della Franca (Australia-Husqvarna), Tim Coleman (Australia-Beta), Sonny Goggia (Italia-Beta), Jozsa Norbert Levente (Rumania-Husqvarna), Rienk Tuinstra (Belanda-KTM), Trystan Hart (Kanada-KTM), Dieter Rudolf (Austria-KTM), Kevin Gallas (Jerman-Husqvarna), Doug Gibb (Australia-KTM), Joe Allen (Australia-Husqvarna), Jamie Dunne (Selandia Baru-Husqvarna), Damon Starkey (Australia-Husqvarna) dan Mohamed Saleh Abdi (Iran-Husqvarna).



Graham Jarvis, GBR.

“Pebalap-pebalap internasional (17 nama) ini merupakan yang terbaik di negaranya. Masing-masing merupakan juara nasional, bahkan ada yang juara dunia seperti Graham Jarvis, Wade Young,” ujar Waluyo, di Kiram Park, Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (17/11/2019).

Baca: Kiram Park Siap Sajikan Suguhan Hard Enduro Kelas Dunia

Ada tiga kelas yang dilombakan, antara lain South Borneo International, Kiram Knight (khusus pebalap nasional di bawah 40 tahun), dan Kiram Warrior (khusus pebalap nasional di atas 40 tahun).

Sedangkan para pebalap internasional di atas, akan bertanding di kelas South Borneo International. Waluyo mengatakan, kelas tersebut tidak tertutup hanya untuk para pebalap asing saja. “Para pebalap nasional juga boleh masuk di kelas tersebut. Mungkin dari segi kemampuan pebalap kita belum bisa menyamai, tapi dari segi ketahanan terhadap cuaca panas dan juga keberuntungan, belum tentu pebalap internasional yang akan menang,” kata Waluyo.

“Jadi untuk kelas South Borneo International yang sudah masuk registrasi sementara sudah ada 22 pebalap, 17 pebalap dari mancanegara, 5 dari Indonesia,” kata Waluyo.

Adapun lima pebalap Indonesia yang ikut dalam kelas South Borneo International diantaranya Reza Ahmad (Gerombolan Tril/IKM) dengan tunggangan Husqvarna, Muhammad Ridho (Gerombolan Tril-Husqvarna), M Afri Syaputra (TBT-TSB/Kawasaki), Gilang Arya Pranatha (Than 88 Batulicin-Husqvarna), dan Ahmad Ramdani (BRM-Husqvarna).

Mereka semua akan mengikuti Prologue di hari pertama dengan menempuh trek sejauh 1,5 km sebanyak lima lap. Untuk hari kedua, akan digelar Uncle Signature Race dengan trek sejauh 15 Km. Lalu, untuk Uncle Hard Enduro, akan menggunakan trek sejauh 35 km yang kurang lebih akan memakan waktu hingga 4 jam. (bie)

Reporter : bie
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Ada Paslon ‘Nyuri’ Sosialisasi di Spanduk dan Baliho, Bawaslu Minta Segera Dilepas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dua pasangan calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada Kalsel. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Temuan spanduk maupun baliho pasangan calon (paslon) kontestan Pilkada Kalsel menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel.

Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Kalsel, Nur Kholis Majid mengatakan, spanduk maupun baliho hal tersebut bukan termasuk dalam kategori alat peraga kampanye (APK) yang dimaksud dalam Peraturan KPU.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tindakan konkrit bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel menginventarisir alat sosialisasi paslon tersebut.

“Nanti kita koordinasikan dengan KPU untuk menghitung seluruh alat sosialisasi paslon itu,” kata Majid, Senin (28/9/2020) siang.



Ia menegaskan bahwa keberadaan alat sosialisasi paslon itu seharusnya sudah tidak boleh ada lagi. Hal ini dikarenakan, saat ini sudah memasuki tahapan kampanye.

“Ini sudah masuk rezim kampanye, jadi alat sosialisasi paslon harus dibersihkan,” tambah Majid.

Salah satu spanduk calon kepala daerah yang disebut Bawaslu Kalsel bukan alat peraga kampanye (APK) yang harus diturunkan segera. foto: fikri

Mantan Komisioner KPU Provinsi Kalsel ini menjelaskan, pihaknya akan merekomendasikan KPU Provinsi yang akan ditindaklanjuti dengan mengintruksikan hal tersebut kepada masing-masing tim pemenangan paslon.

Selain itu, Bawaslu juga sudah membuat surat himbauan kepada masing-masing pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota terkait keberadaan alat sosialisasi paslon maupun spanduk atau atau baliho yang masih menampilkan calon petahana.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menurunkan atau membersihkan atribut tersebut. Seharusnya tim maupun pemerintah daerah bisa memperhatikan tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan oleh KPU,” jelasnya.

Ia menekankan, atribut yang boleh beredar adalah APK yang dikeluarkan resmi oleh KPU dan APK milik paslon sebanyak 200% dari jumlah yang sudah ditentukan KPU Provinsi Kalsel.

“Jika masih melanggar maka terpaksa akan dikenakan sanksi administratif tentang mekanisme pemasangan alat peraga kampanye,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Kampanye Paslon Gencar Via Medsos, Bawaslu Kalsel Belum Punya Rincian Aturan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota Bawaslu Kalsel Nur Kholis Majid. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Masa kampanye Pilkada di Kalsel sudah berjalan, selama 71 hari sejak Sabtu (26/9/2020) kemarin. Salah satu cara yang digunakan oleh pasangan calon (paslon) baik di Pilgub Kalsel maupun Pilbup dan Pilwali adalah kampanye melalui media sosial (medsos).

Lantas, bagaimana mekanisme pengawasan kampanye melalui medsos?

Ditemui pada Senin (28/9/2020) siang, Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Kalsel Nur Kholis Majid mengatakan, jika ingin berkampanye di medsos, maka harus mendaftarkan akun dan jadwal kampanye kepada KPU Provinsi Kalsel. Sehingga, memudahkan Bawaslu Provinsi Kalsel melakukan pengawasan kampanye melalui media sosial.

“Kita akan lakukan kajian lebih mendalam bagaimana proses itu sendiri. Karena memang dari Peraturan Bawaslu sendiri terhadap kampanye di medsos belum dirincikan. Sehingga, langkah strategisnya yaitu melakukan pemetaan terlebih dahulu apabila ini terjadi (pelanggaran kampanye di medsos),” kata Majid, Senin (28/9/2020).



Jika akun yang digunakan untuk kampanye di medsos terdaftar dan bersifat publik (tidak dalam keadaan privat), maka Bawaslu akan mudah masuk untuk melakukan tracking. Ini berbeda jika akun yang digunakan adalah akun pribadi, maka Bawaslu akan mengkaji apakah termasuk unsur pelanggaran atau tidak. Jika memang didapati ada dugaan pelanggaran kampanye di medsos.

“Jika konten kampanye mengandung unsur yang melanggar seperti merendahkan calon (kepala daerah) yang lain, akan kita telaah,” imbuhnya.

Diakuinya, untuk menghimpun bukti dugaan pelanggaran kampanye di medsos, akan lebih mudah jika ada tangkapan layar (screenshot) namun berbentuk video dengan menggunakan screen recorder.

Namun, akan menjadi tantangan jika akun pribadi di media sosial merupakan akun yang dikelola pribadi, seperti aparatur sipil negara (ASN). “Harus ada proses screening,” singkatnya.

Medsos sendiri, secara praktis akan digunakan oleh paslon sebagai sarana untuk berkampanye dengan efektif. “Kalau medsos Instagram lebih mudah, karena kita bisa lakukan tracking. Jika terbuka untuk umum,” tandas Majid. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->