Connect with us

Kabupaten Banjar

Ada 48 Kasus Kekerasan terhadap Anak Terjadi di Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi di Banjar Foto: rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Angka kekerasan terhadap anak tahun 2019 di Kabupaten Banjar masih mewarnai hari anak nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu. Sejak 2018 hingga Agustus 2019 saja, sudah ada 48 kasus kekerasan yang di laporkan ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar.

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Banjar Sri Hartati , adapun faktor angka kekerasan terhadap anak ini terjadi karena pengaruh dampak negatif kemajuan tekhnologi yang tidak terkontrol, Gadget contohnya dapat memicu hasrat anak untuk mencoba hal yang baru.

“Hingga 2019 ini sudah ada 48 kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Banjar, kasus ini banyak terjadi diwilayah perkitaan di mana tingkat penggunaan HP cukup tinggi,” jelasnya.

Ditambahkannya, pertemanan di media sosial dan sifat dari anak yang masih labil tersebut dapat mempengaruhi anak sehingga dengan mudah dibujuk rayu oleh pelaku kekerasan seksual.  “Jika dipresentasikan kasus kekerasan ini 73 persennya terjadi terhadap anak, 42 persen anak perempuan dan 31 persennya terjadi terhadap anak perempuan,” akunya.



Menurut dia, kekerasan terhadap anak adalah segala tindakan baik yang disengaja maupun tidak disengaja yang dapat merusak anak . Baik berupa serangan fisik, mental sosial, ekonomi maupun seksual yang melanggar hak asasi manusia, bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat.

“Menurut Undang-undang Perlindungan anak No 23 Tahun 2002, kekerasan terhadap anak dalam arti kekerasan dan penelantaran anak adalah semua bentuk perlakuan menyakitkan secara fisik maupun emosional, penyalahgunaan seksual, penelantaran, eksploitasi komersial atau eksploitasi lain yang mengakibatkan cidera atau kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup anak, tumbuh kembang anak, atau martabat anak-anak atau kekuasaan,” jelasnya.

Sri memang tidak menapikan bahwa telah terjadi peningkatan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Banjar khususnya dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan sebanyak 100%.

“Angka laporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak cenderung meningkat setiap tahun di Kabupaten Banjar. Meski begitu, hal tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk positif dari kesadaran masyarakat terhadap kekerasan perempuan dan anak di masyarakat,sudah ada kesadaran terhadap masyarakat untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib atau pihak terkait juga semakin baik,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya juga sudah mempunyai lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, (P2TP2A) yang merupakan sebuah lembaga pemerintah berbasis masyarakat yang bersentuhan langsung dengan perempuan korban kekerasan, yang memiliki kewajiban moral untuk turut serta memerangi dan menanggulangi faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Guru Khalil Doakan Almarhum Nadjmi Adhani

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wakil Walikota Darmawan Jaya bersama almarhum Nadjmi Foto: humas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA  – Kepergian Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menghadap sang Khalik juga membawa duka mendalam bagi Bupati Banjar H Khalilurrahman.

Sebagai pemimpin daerah tetangga Kota Banjarbaru, hubungan antara Bupati Banjar dan Wali Kota Nadjmi sangat erat.  Banyak kegiatan pembangunan yang dilakukan bersama kedua daerah yang dulunya satu tersebut.

Di mata Guru Khalil, sapaan akrab Bupati H Khalilurrahman, almarhum Nadjmi Adhani adalah seorang yang baik, sangat santun dan sangat menghormati siapapun terlebih kepada beliau. “Kita sangat kehilangan seorang sahabat, yang sangat baik,” ujarnya Senin (10/9/2020).

Namun lanjut bupati yang juga seorang ulama ini, Allah SWT lebih sayang kepada almarhum Nadji Adhani. “Kita mesti ikhlas, dan mari sama-sama kita doakan agar almarhum Nadjmi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin,” doa beliau.



Almarhum Nadjmi Adhani sempat menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin, setelah mengalami sesak napas beberapa hari sebelumnya.

Pada Minggu (9/9/2020) sore hari, kondisi Nadjmi sempat kritis dikarenakan kadar oksigen yang rendah hingga membuat keluhan dada sakit hingga tembus belakang dada.

Penanganan pun dilakukan dengan cara operasi untuk mengeluarkan cairan pada kulit (intubasi) hingga harus dipasangkan ventilator atau alat bantu pernafasan. Wali Kota dinyatakan meninggal pada Senin (10/8/2020) dini hari tadi tepatnya pukul 02.30 Wita di RSUD Ulin Banjarmasin.(Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Desa Tungkaran Kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Desa Tungkaran kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh, Rabu (5/8/2020). foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Relawan Covid-19 Desa Tungkaran kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Pembakal Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura Kota, Rabu (5/8/2020).

Tim Penilai Kampung Tangguh Banua ini dipimpin Kombes Pontjo Sudyatmoko yang juga sebagai Tim Audit Itwasda Polda Kalsel.

Desa Tungkaran sendiri menjadi juara kedua Kampung Tangguh Banua tingkat Kabupaten Banjar, dan telah menerapkan standar protokol kesehatan Covid -19. Desa Tungkaran juga menerapkan sistem keamanan ketat bagi pengunjung dari desa lain yang memasuki wilayah desa, dimana langkah ini diambil sebagai bentuk pengamanan awal mendeteksi penyebaran Covid-19.

Ketua Tim Penilai Kampung Tangguh Banua Kombes Pontjo Sudyatmoko berharap Desa Tungkaran dapat mewakili Kabupaten Banjar dalam lomba Kampung Tangguh Nasional.



“Ada dua desa di Kabupaten Banjar yang mewakili ke tingkat Provinsi Kalsel, yakni Desa Tungkaran Kecamatan Martapura dan Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan, tujuan kedatangan tim sendiri untuk memastikan kesiapan dan menilai dari kampung tangguh, dan membantu memutus mata rantai penyebaran Covid -19,” tambah Tjahyo.

Desa Tungkaran kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh, Rabu (5/8/2020). foto: wahyu

Tim penilai Kampung Tangguh Banua tingkat provinsi terdiri atas tim dari Polda Kalsel, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, dan Dinas Kominfo Kalsel.

Yang dinilai dalam Kampung Tangguh kali ini adalah dari sektor ketahanan pangan, ketahanan sosial budaya, ketahanan ekonomi, ketahanan keamanan dan ketahanan bidang informasi. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: wahyu
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->