Connect with us

ACT KALSEL

Aksi Pemulihan Dampak Asap ACT Disambut Bahagia Warga Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Tim ACT-MRI Kalsel menyapa warga sekolah di SD - SMP Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru untuk memberikan sosialisasi cuci hidung. Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Respon terhadap dampak asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih terus dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan. Kota Banjarbaru yang terdampak paling parah menjadi wilayah sasaran program. Berdasarkan data Dinkes Kota Banjarbaru, gangguan pernafasan atau ISPA di Banjarbaru mencapai 14.179 kasus hingga Agustus yang lalu.

Selasa (8/10), tim ACT-MRI Kalsel menyapa warga sekolah di SD – SMP Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru untuk memberikan sosialisasi cuci hidung. Koordinator Program ACT Kalsel M Budi Rahman Wahid menerangkan bahwa kegiatan cuci hidung tersebut untuk mengurangi resiko dampak ISPA.

“Dengan mencuci hidung diharapkan bisa membersihkan, menyegarkan dan mencegah terjadinya infeksi saluran pernafasan akibat asap yang dihirup selama beberapa bulan terakhir,” ucapnya.
Aksi cuci hidung rupanya menjadi sesuatu yang baru bagi warga sekolah SD – SMP Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru.

Awalnya, mereka menganggap bahwa hal tersebut menyakitkan. Akan tetapi setelah mendapatkan penjelasan dan praktek oleh relawan MRI-ACT Kalsel, mereka menjadi tidak sabar untuk mencobanya. Bahkan ada yang ingin terus-menerus mencuci hidungnya. “Dingin, seger, ini pertama kalinya ikut cuci hidung,” ujar Balqis (12) siswi kelas 7 SMP Plus Citra Madinatul Ilmi. Para siswa tampak berebut untuk merasakan cuci hidung.



Arif Baitika Rahman (29) selaku Kepala Sekolah Citra Madinatul Ilmi mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliau sangat menantikan kunjungan ACT, karena tidak pernah ada pembelajaran mengenai cuci hidung sebelumnya. “Ini sangat bermanfaat karena sebagian dari kami tempat tinggalnya di Banjarbaru yang terkena kabut asap paling parah,” papar Arif. Sebanyak 589 siswa dan guru menjadi penerima manfaat program kali ini.

Selain cuci hidung gratis, ada juga pembagian masker dan susu gratis. “Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana karena dukungan dari Alifindo Mitra Bersama dan Frisian Flag Indonesia. Kami berterima kasih kepada para dermawan dan semoga membawa kebermanfaatan bagi semua pihak,” ungkap M Budi Rahman Wahid.

Sebelumnya, Senin (30/9) ACT Kalsel juga menyambangi SMP Negeri 15 Banjarbaru dengan aksi serupa. SMPN 15 Banjarbaru yang berlokasi di Jalan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin merupakan sekolah yang paling sering terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan. Bahkan pernah terjadi kebakaran lahan hanya berjarak sekitar 3 meter dari ruang kelas yang berada di bagian belakang sekolah. Para siswa seringkali mengeluhkan kabut asap yang terjadi karena sangat menganggu aktivitas kegiatan belajar mereka di sekolah.

“Terkadang kalau asapnya sangat tebal hingga jarak pandang cuma sekitar 3 sampai 10 meter, sekolah langsung kami liburkan atau pulang lebih cepat,” tutur Faizah SPd selaku Kepala Sekolah SMPN 15 Banjarbaru.

“Saya sangat senang dengan adanya program seperti ini dari ACT. Karena kami sudah sering mengalami kabut asap dan baru kali ini mendapatkan perhatian yang begitu luar biasa. Kami mengharapkan program ini dapat berjalan setiap tahun,” imbuhnya.(retno/act)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

ACT KALSEL

Amanah Borneo Park Bersama Global Wakaf ACT Beli 10 Ton Gabah dari Petani

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Amanah Borneo Park bersama Global Wakaf ACT Kalsel membeli sebanyak 10 ton gabah dari petani padi di Desa Binderang, Kecamatan Lok Paikat, Kabupaten Tapin. Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Melalui program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI), Amanah Borneo Park Bersama Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan membeli sebanyak 10 ton gabah dari petani padi di Desa Binderang, Kecamatan Lok Paikat, Kabupaten Tapin, Rabu (16/9/2020).

Asmuri (47), salah satu petani yang menjadi penerima manfaat mengaku senang dengan program dari GW ACT Kalsel tersebut.

“Saya terbantu sekali dalam hal pemasaran hasil panen Saya, Alhamdulillah dari hasil panen Saya bisa beli bahan bangunan untuk rumah.

Selain itu Saya juga menjamin lahan baru sebanyak 16 borong selama 2 tahun,” ungkap Asmuri.



Dengan bertambahnya lahan, lanjut Asmuri, kami akan bisa bercocok tanam lebih banyak sehingga hasil pertaniannya pun semakin banyak juga nantinya. “Semoga ini semua semakin memudahkan kami para petani,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ramli Ketau Gapoktan Sewarga, ia menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin. Adanya pembelian beras dari GW ACT, menurutnya membantu menjaga produktifitas kelompoknya.

Gapoktan Sewarga termasuk memiliki fasilitas lengkap untuk mengolah hasil panen. Mulai dari tempat pengeringan berbasis teknologi, penggilingan, penyimpanan hingga pengemasan.

“Semua tersedia. Namun, selama ini kami masih kekurangan dalam hal pemasaran, sehingga tidak setiap saat gapoktan berproduksi,” tutur Ramli.

Kepala cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengatakan, program MPPI merupakan ikhtiar dari ACT Kalsel bersama Amanah Borneo Park untuk menyiapkan sektor pangan agar tetap produktif dan berkembang tanpa hambatan. Terutama di masa pandemi Covid-19 yang meyebabkan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi yang semakin pincang. Program MPPI juga bertujuan untuk meredam dampak kemiskinan.

“Semua elemen masyarakat harus bisa berkontribusi. Tujuannya agar peran sosial juga bisa menyeluruh untuk menyentuh masyarakat yang membutuhkan. GW ACT Kalsel bersama Amanah Borneo Park dalam menyikapi ini berupaya untuk menghadirkan program MPPI, solusi untuk perkuat sektor pangan dan sebagai dukungan kepada petani agar tetap meningkatkan hasil produktivitas pertanian,” Ujar Zainal

Menurut Zainal, dengan 10 ton gabah ini GW ACT Kalsel memiliki stok beras sebanyak 6 ton. Pengadaan beras ini tentu menjadi bentuk lembaga dalam menjaga ketahanan pangan untuk masyarakat di Kalsel. “Semoga semakin banyak pihak yang terlibat dalam program ini kedepannya,” harap Zainal. (Kanalkalimantan.com/act)

Reporter : Act
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

ACT KALSEL

Terima Modal Usaha dari Global Wakaf, Susyanti: Bantuan ini Pasti dari Allah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Susyanti, program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf (GW)-ACT. foto: act kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Susyanti, perempuan 43 tahun itu tak muluk-muluk dalam bermimpi. “Saya ingin lebih baik dalam beribadah,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ibu dari tiga anak itu terharu dengan adanya program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf (GW)-Aksi Cepat Tanggap (ACT). Baginya, modal tersebut adalah jalan pertolongan dari Allah atas kesulitan yang Ia alami saat ini.

Berjualan sembako yang dilakono sudah 22 tahun dipilih Susyanti dengan modal awal hanya Rp 200 ribu. Bersama almarhum suami pertama, ia berhasil mengembangkan usaha hingga bisa berjualan skala partai. Namun, sejak sang suami meninggal pelanggan jadi semakin sedikit. Ditambah kebutuhan sekolah anak-anaknya yang makin besar, membuat Susyanti terpaksa berhutang di bank. “Untuk modal dan kebutuhan anak-anak sekolah,” tuturnya.

Mimpinya untuk menyekolahkan anak-anaknya ke pondok pesantren menjadi motivasinya dalam bekerja. Kini Ia juga kembali memiliki suami, Idris (38 thn) yang sehari-hari berjualan mie ayam keliling. Anak keduanya pun sedang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Banjarbaru. Sedangkan anak pertama masih harus menyelesaikan kuliah tingkat akhir di Politeknik Banjarmasin.



Saat pandemi Covid-19 melanda enam bulan yang lalu, warung Susyanti sepi pembeli. Modal usaha terpakai untuk kebutuhan konsumsi. Akhirnya ia memutuskan untuk memindah tempat jualannya. Ia menyewa sebuah rumah di dalam Gang Hidayah yang pada akhirnya membuatnya kembali memperpanjang pinjaman di bank.

Susyanti, program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf (GW)-ACT. foto: act kalsel

Susyanti merasa usahanya mulai limbung. Modal banyak terpakai untuk makan. Meski demikian, Ia tak gentar untuk berbagi. Sejak tiga bulan yang lalu, Ia rutin berbagi nasi bungkus gratis setiap hari Jumat. “Saya punya sakit maag yang mengharuskan minum obat rutin, karena keuangan susah begini, Saya ikhtiarkan dengan bersedekah Saja. Alhamdulillah maag nya udah jarang kambuh,” senyumnya sumringah.

Hadirnya Wakaf Modal Usaha Mikro, bagi Susyanti adalah pertolongan dari Allah. “Pas banget kondisi sedang oleng begini, bingung gimana menjalankan usaha di tengah pandemi. Alhamdulillah ada wakaf,” pungkasnya.

Dengan WMUM tersebut Susyanti bisa menambah dagangannya. Terima kasih dermawan atas amanah wakaf yang dititipkan ke Global Wakaf-ACT. Harapan untuk hidup yang lebih baik telah tumbuh di Kota Banjarmasin. (actkalsel/kanalkalimantan.com)

Reporter : actkalsel
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->