Connect with us

RELIGI

Allah Tak Sungkan Menyebut Nyamuk dalam Al Qur’an

Diterbitkan

pada

Penampakan kaki nyamuk saat diperbesar 800 kali lewat mikroskop elektron. (Gambar: © Steve Gschmeissner/RPS)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di antara ayat Al Qur’an yang menunjukkan keagungan Allah adalah ayat tentang nyamuk.

إِنَّ الله لاَ يَسْتَحْى أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا

“Sesungguhnya Allah tak tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu,” (QS Al-Baqarah [2]: 26).  

Di sana disebutkan, Allah tak segan menjadikan nyamuk sebagai contoh dan perumpamaan. Mengapa Allah mencontohkan nyamuk? Ada apa dengan makhluk kecil tersebut? Apa istimewanya?



Sebagai seorang mukmin, tentu kita tidak boleh melewatkan ayat yang satu ini. Simak, perhatikan, lalu petik pelajaran, agar menambah keimanan. Sebab, pasti ada hikmah mendalam di dalamnya yang sangat layak ditelaah. Jangan seperti orang kufur yang menganggap perumpamaan itu sia-sia belaka. Bahkan dibilang menyesatkan. Naudzubillah. Mari simak kembali lanjutan ayat di atas!

فَأَمَّا الذين آمَنُواْ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الحق مِن رَّبِّهِمْ وَأَمَّا الذين كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ الله بهاذا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيراً وَيَهْدِي بِهِ كَثِيراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الفاسقين

“Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” (QS Al-Baqarah [2]: 26).  

Kembali kepada soal nyamuk. Jika ia hinggap di tangan kita, pasti kita ingin membunuhnya. Dan tak merasa apa-apa. Bahkan, dianggap tak terjadi apa-apa, saking hinanya nyamuk di hadapan kita. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Andai di sisi Allah, dunia ini seberat satu sayap nyamuk saja, niscaya Dia tidak akan memberikannya kepada orang kafir walau seteguk air pun.” Ini artinya, dunia tak ada nilai apa-apa walau hanya dibandingkan dengan satu sayap nyamuk.

Pantas Allah contohkan nyamuk. Ternyata di kepalanya, jika dilihat dengan alat pembesar, ada seratus mata. Seratus mata tersebut berbentuk sarang lebah. Kemudian di mulutnya terdapat 48 gigi. Di dadanya ada tiga jantung, yakni: jantung utama, dua jantung untuk setiap sayap. Setiap jantung memiliki dua telinga, dua perut, dan dua katup.

Selain itu, nyamuk juga memiliki organ yang tak dimiliki satu pesawat modern pun. Itulah alat radar atau sensor penangkap panas. Ini artinya, nyamuk tidak melihat sesuatu dari bentuk dan warnanya, melainkan dari panasnya. Sehingga, walau berada di sebuah kamar yang gelap, ia bisa mengetahui orang yang sedang tidur. Sebab, panasnya orang yang tidur melebihi panasnya peralatan kamar. Dengan kata lain, sensor penerima panas ini sangat bagus dan sensitif.

Nyamuk juga memiliki alat pemeriksa darah. Darah apa yang cocok dengannya? Misalnya dalam semalam ada dua anak yang tidur dalam ranjang. Ternyata, pagi harinya, kening anak yang satu penuh dengan sengatan nyamuk, sedangkan yang satu tidak. Lebih uniknya lagi, nyamuk memiliki alat bius. Jika tidak membius kulit bekas sengatannya, pasti ia sudah dibunuh. Setelah pengaruh biusnya hilang, orang yang disengat baru merasakan gatal. Sayangnya, si nyamuk sudah pergi. Kemudian, nyamuk juga memiliki alat penghancur darah yang dihisapnya dari manusia, sehingga darah tersebut mudah mengalir melalui pipa belalainya yang kecil.

Selain itu, di belalai nyamuk terdapat enam pisau. Empat pisau dipergunakan untuk melukai kulit orang yang disengat dengan bentuk luka segi empat. Tentunya, bagian yang dilukai harus sampai pada katung darah. Sementara pisau yang kelima dan keenam bertemu membentuk pembuluh guna menghisap darah. Pada saat yang sama, kedua belah sayapnya bergetar, sampai getarannya berdenging.

Di samping itu, kaki nyamuk juga mampu mengeluarkan beberapa kuku pengait jika ingin hinggap di permukaan yang kasar, dan mengeluarkan beberapa kuku penahan jika ingin hinggap di permukaan yang licin.

Para ulama menyebutkan, ayat di atas sekaligus bantahan terhadap orang-orang kafir yang mengatakan, “Allah terlalu agung untuk membicarakan seekor lalat, laba-laba, dan hewan-hewan kecil lainnya.” Andai apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kalamullah yang di dalamnya tidak disebutkan hewan-hewan kecil, maka Allah menjawab dengan ayat tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyebutan nyamuk atau hewan yang lebih kecil sebagai perumpamaan mengandung kebenaran, penjelasan, dan bantahan terhadap kebatilan.

Di saat yang sama, nyamuk tidak bisa dipandang lebih kecil dari paus biru yang bebannya mencapat 150 ton, di mana anak yang disusuinya saja membutuhkan makanan sampai 300 kilo. Kemudian, untuk tiga kali menetek, air susu yang dibutuhkannya mencapai satu ton. Sementara paus dewasa jika ingin makan makanan yang bisa mengisi perutnya membutuhkan 4 ton ikan lain. Itu pun belum kenyang. Akan tetapi, penciptaan nyamuk tidak lebih kecil dari penciptaan paus. Dalilnya adalah ayat Al-Qur’an, “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (QS Al-Mulk [67]:3). (Lihat: Muhammad Ratib, Mausu ‘ah al-I’jaz al-‘Ilmi fil-Quran was-Sunnah, [Damaskus: Darul Maktabi], 2005, jilid 2, hal. 227).  

Sungguh penciptaan yang sempurna! Mulai dari penciptaan virus, bakteri, atom, partikel, yang tak terlihat kecuali dengan alat pembesar, hingga penciptaan makhluk super besar lainnya. Di balik semuanya terdapat kebesaran Allah, Rabbul ‘Alamin. Semuanya tertata dan tersistem dengan rapi. Maha kuasa dan maha ahli Allah dalam setiap ciptaan-Nya. Nyamuk yang dipandang kecil saja sebegitu hebat. Apalagi makhluk yang sangat besar. Yang lebih hebat lagi adalah Dzat yang menciptakannya! Dia Maha hebat! Wallahu a’lam.  (m tatam/nuonline)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RELIGI

Trio Qoriah HSU Golongan Anak Terbaik 1 MTQ Suara Emas IV 2020  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juara terbaik 1 lomba tilawah golongan anak atas nama Zaskia Nafiza, Rabiatul Asphia, dan Nisa Nor'Aini. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – MTQ Suara Emas ke-IV tahun 2020 di Kabupaten Balangan baru saja berakhir, kafilah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berbangga atas hasil yang diraih oleh trio Qoriah dengan meraih juara terbaik 1.

Pada MTQ Suara Emas ke-IV yang diselenggarakan Ikatan persaudaraan Qari-Qariah Hafiz-Hafizah (Ipqah) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kabupaten Balangan, 11-13 September 2020.

Trio Qori’ah Kabupaten HSU yang berhasil meraih juara terbaik 1, lomba tilawah golongan anak atas nama Zaskia Nafiza, Rabiatul Asphia, dan Nisa Nor’Aini.

“Alhamdulillah, hati siapa yang tidak terenyuh mendengar lantunan kalam Ilahi semerdu ini,” ujar Hj Anisah Rasyidah Wahid saat mendampingi penampilan mereka.



Ketua TP PKK HSU mengaku bersyukur mendapatkan kabar tersebut sembari mengucapkan kekagumannya mendengar lantunan ayat-ayat Al Qur’an yang dibawakan trio qoriah HSU itu.

Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Wahid (tengah) bersama qoriah HSU. foto: dew

Sementara itu, Ustazd Abdul Majid, guru pendamping kafilah mengatakan, pengumuman hasil MTQ tersebut sudah dilaksakan 13 September 2020 kemarin. Sebelum penutupan yang dihadiri secara virtual oleh peserta, jajaran pemerintah dan Ipqah Kabupaten HSU.

“Dari trio qoriah tersebut, salah satunya merupakan siswi kita, yaitu Rabiatul Asphia yang duduk di kelas 4B. Wa Barakallah, selamat kepada ananda atas prestasinya,” ujar Abdul Majid kepada Kanalkalimantan.com, Senin (14/9/2020).

Salah satu guru di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ihsanul Ihsanul Amal Amuntai ini menambahkan, terkait persiapan yang dilakukan pihaknya yaitu melakukan koordinasi antara sekolah dengan Ipqah Kabupaten HSU.

“Dengan melakukan pembinaan secara khusus atau melakukan Training Center (TC) terhadap peserta MTQ yang dilakukan Ipqah Kabupaten HSU,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya ajang MTQ ini dapat meningkatkan prestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional, serta bisa membumikan Al Qur’an lebih luas. “Agar kita semua dapat lebih cinta dengan Al Qur’an dan mengamalkannya,” harapnya.

Selama mengikuti lomba MTQ secara virtual, kafilah Kabupaten HSU berjumlah 20 orang yang difasilitasi langsung Pemkab HSU melalui Media Center Diskominfo HSU

Pada MTQ itu dilombakan beberapa kategori, diantaranya golongan tilawah anak-anak trio putra-putri, kemudian golongan remaja trio putra-putri, dan golongan dewasa trio, serta ada yang berpasangan untuk sari tilawah terjemah Al Qur’an putra-putri. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

RELIGI

Dua Bulan di Ponpes Tahfizh RMA, Dina Sudah Hapal 1 Juz

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Santriwati Ponpes Tahfiz RMA yang sudah hapal 1 juz. Foto : Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIAMANTAN.COM, BANJARBARU – Pesantren Tahfidz Raudhotul Muta’allimin Annahdiyah (RMA) Banjarbaru, jalan Guntung Manggis RT 18 RW 03 Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, memiliki 50 santri belajar menghapal Al Qur’an.

Salah satunya, Ahmad Rafii (16), dari Banjarmasin, lulusan Pondok Pesantren Darussalam di Kalimantan Timur selama kurang lebih tiga tahun, kemudian melajuntkan ke Pesantren Raudhotul Muta’allimin Annadiyah (RMA). Dirinya ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara bisa menghapal Al Qur’an.

“Saya ingin membahagiankan kedua orangtua saya, dengan bisa mengapal Al Qur’an,” ungkapnya.



Dengan dibangunnya asrama buat para santri, dirinya merasa sangat senang dan tambah semangat lagi buat belajar.

“Sangat senang, bisa bikin semangat lagi kalau akan dibangun asrama dan sekolah,” paparnya.

Selama belajar di Pesantren RMA Rafii tinggal di rumah saudra yang tidak jauh dari tempat belajar.

“Tinggal di rumah saudara saya, dekat saja sama pesantren,” ucapnya.

Nur Dina Hanifah (11) warga Danau Seran, kalau setiap pagi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, kelas 6, kalau siang sampai sore hari dirinya belajar di Pesantren RMA sudah 2 bulan. Kini dirinya ingin mengasah kemampuan menghapal Al Qur’an 30 juz. Dan sekarang sudah bisa menghapal 1 juz Al Qur’an.

“Ingin tambah pintar dan bisa menghapal 30 juz Al-qur’an, saat ini baru 1 juz yang sudah hapal,” ungkapnya.

“Sangat senang kalau ada fasilitas baru seperti asrama dan ruang sekolah,” pungkasnya.

Donasi untuk pengembangan dan pembangunan lokal kelas santri Rekening Bank Kalsel Syariah nomor rekening 904.0311.01150.8 an. Pantia Pembebasan Lahan dan Pembangunan RMA. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->