Connect with us

HEADLINE

Alsintan Hibah Terparkir “Nganggur”, Dinas TPH Banjar: Terpakai Saat Diperlukan

Diterbitkan

pada

Alsintan hibah dari Kementan RI yang diparkir di Dinas TPH Banjar. Foto : rendy
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Sejumlah alat produksi pertanian (Alsintan) seperti pompa air, traktor new holland dan Coret At-500 yang merupakan mesin penanam benih jagung dan kedelai di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar seakan dibiarkan terbengkalai, mangkrak menjadi ‘besi tua’.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, M Fachry mengatakan, alat-alat produksi pertanian tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat, yaitu Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

“Iya kondisinya memang seperti itu, kalau tidak ada kebutuhan ya kita simpan saja, kita tidak meminta alat itu, namun hanya stock saja dari pusat,” katanya.

Kabupaten Banjar mendapat bantuan karena kementerian melihat potensi di pertanian di wilayah Kabupaten Banjar yang sangat luas dan menjadi sentral tanaman pangan di Kalsel sebagai lumbung pangan. Terlebih dengan tipologi lahan di Kabupaten Banjar ada lahan kering, lahan sawah dan aneka macam tadah hujan.

Dia menjelaskan, alat tersebut wajib beroperasional dan ada standar minimal pemakaian. Jika sudah selesai dan sudah di luar musim, maka tentu akan dikembalikan ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, selanjutnya kembali melakukan pengecekan, dan perawatan alat mesin pertanian tersebut.

“Seperti alat berat eksavator, sudah digunakan dalam kegiatan optimalisasi lahan dan rawa, kemudian ada program selamatkan rawa selamatkan petani (Serasi), maka pemerintah pusat mengalokasikan bantuan untuk kelompok tani dengan meminjamkan alat mesin pertanian,” katanya, Rabu (12/6).


Lebih jauh Fachry mengatakan Alsintan yang semuanya berasal dari  hibah Kementan RI tersebut sebelumnya dipinjamkan kepada kelompok tani. Kelompok tani bebas saja meminjam alat selama beberapa bulan, tergantung kebutuhan. Jumlah alat yang dipinjam pun menyesuaikan tingkat kebutuhan, bisa dua unit atau tiga unit.

“Tidak menganggur, begitu selesai pakai maka ditarik kembali. Mengingat harga sparepart-nya yang mahal maka saat dipinjamkan menjadi tanggungjawab pemakai, serta menghindari penyalahgunaan penggunaannya, sehingga diparkirlah di halaman kantor kami, karena juga ada penjaga malamnya,” jelasnya.

Ditanya Alsintan yang nampak rusak dan tidak terawat dirinya mengakui perawatan yang dilakukan oleh petani memang kurang baik, namun hal itu diakuinya menjadi lumrah sesuia dengan kondisi perekonomiam petani di Kabupaten Banjar saat ini.

“Begitulah kondisinya namun selalu kita ingatkan pada meraka,  kalau rusak ya tanggungjawab mereka sebenarnya untuk memperbaiki itu,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Kilas Balik Penanganan Covid-19 di Indonesia: Pemerintah Serba Terlambat dan Arogan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasien PDP dimakamkan dengan prokol Covid-19 di Banjarbaru, beberapa waktu lalu Foto : rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Sebaran covid-19 di Indonesia belum menunjukkan gejala menurun. Hingga Sabtu (30/5/2020), data Gugus Tugas Nasional Covid-19 mencatat angka pasien positif Covid-19 mencapai 25.773 kasus.

Sebelumnya, sebagai negara kepulauan pemerintah berharap laju perkembangan pandemi Covid-19 di tanah air tak selaju saat ini. Banyaknya kepulauan dan jumlah populasi anak muda yang mendominasi, diharapkan mampu memperlambat penyebaran virus.

“Tetapi dengan peningkatan beban kasus yang tajam di daerah-daerah yang jauh seperti Maluku dan wabah besar di pulau-pulau yang lebih padat seperti Jawa, keberuntungan Indonesia mungkin hampir habis,” tulis Hannah Beech dan Muktita Suhartono pada New York Times dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Kedua penulis tersebut adalah jurnalis New York Times yang khusus melaporkan kasus-kasus di Asia Tenggara. Ya, Per Jumat (29/5/2020), kasus di Indonesia telah mencapai 25.773 dengan 7.015 orang sembuh dan 1.573 kasus meninggal.

“Infeksi masif telah terjadi,” kata Dono Widiatmoko, dosen senior di bidang kesehatan dan perawatan sosial di Universitas Derby dan anggota Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia seperti yang dikutip dari New York Times. “Ini berarti sudah terlambat,” katanya saat menanggapi tes acak yang dilakukan di berbagai daerah.

Namun, bahkan ketika beban kasus meningkat pemerintah mengatakan bahwa pembatasan nasional akan segera dilonggarkan untuk menyelamatkan ekonomi.

Padahal ada kekhawatiran yang meluas di antara para pakar kesehatan masyarakat, bahwa sistem perawatan kesehatan Indonesia akan rusak jika virus corona menyebar sama kuatnya seperti di Amerika Serikat atau Eropa.

Dilansir dari New York Times, lebih dari setengah kematian Covid-19 di Indonesia adalah dari orang-orang di bawah usia 60 tahun. Di Amerika, sebagian besar kematian terjadi di kalangan orang tua.

Sementara itu, para ahli epidemiologi khawatir akan terjadi peningkatan kasus yang lebih besar bulan depan (Juni). Pemodelan oleh ahli epidemiologi di Universitas Indonesia memperkirakan bahwa hingga 200.000 orang Indonesia mungkin memerlukan rawat inap akibat virus corona karena aktivitas lebaran.

Sayangnya, tingkat pengujian Indonesia adalah yang terburuk di antara 40 negara yang paling terpengaruh oleh virus. Perbandingan tes adalah 967 banding 1 juta orang. “Bencana masih akan datang,” kata Dr. Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi yang memimpin upaya pemodelan Universitas Indonesia.

“Bahkan setelah berbulan-bulan, kita masih memiliki pemimpin yang percaya pada keajaiban daripada sains. Kami masih memiliki kebijakan yang mengerikan,” tambahnya.

Pada awal wabah, bahkan ketika negara-negara terdekat mencatat peningkatan infeksi lokal, para pemimpin Indonesia bertindak seolah-olah kebal terhadap virus corona. “Mereka menyangkal,” kata Dr. Erlina Burhan, seorang ahli paru-paru senior di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta.

Indonesia baru mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di awal Maret. Sementara, negara tetangga Malaysia dan Singapura mencatat kasus pertama mereka pada akhir Januari. Padahal beberapa rumah sakit, terutama di Jawa yang padat mencatatkan kasus pneumonia dengan gejala yang mirip dengan Covid-19. Tetapi mayat dikuburkan sebelum tes virus corona diberikan.

Penyangkalan berlanjut di antara para pejabat pusat. Bahkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyarankan doa sebagai penangkal virus.

Presiden Jokowi akhirnya mengakui bahwa situasi sebenarnya tidak dibagikan kepada publik untuk menghindari kepanikan yang menyebar di seluruh negeri. Tetapi pembatasan nasional tidak diberlakukan selama berminggu-minggu, sehingga beberapa pejabat provinsi melakukan larangan perjalanan secara mandiri.

(lebih…)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

KABAR BAIK. 15 Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Sembuh, Tak Ada Temuan Kasus Baru

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Data Covid-19 di Kalsel per Sabtu 30 Mei 2020. foto: gugus tugas covid-19 kalsel
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar gembira datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan. Data terbaru yang dirilis pada Sabtu (30/5/2020) sore, menunjukkan peningkatan kasus sembuh dari Covid-19, sementara itu tidak ada temuan kasus baru positif Covid-19.

“Penambahan pasien positif Covid-19 yang sembuh pada hari ini sebanyak 15 pasien,” tutur Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim, Sabtu (30/5/2020) sore.

Sebanyak 15 pasien yang dinyatakan sembuh didominasi dari Kabupaten Tanahlaut. Dimana, pasien yang sembuh di Bumi Tuntung Pandang tercatat ada 8 pasien.

Disusul Kabupaten Tapin dan Tanah Bumbu yang masing-masing sebanyak 3 pasien, dan Kabupaten Barito Kuala sebanyak satu pasien. Sehingga kini, jumlah kasus yang dinyatakan sembuh naik signifikan menjadi 97 kasus.

Namun demikian, Muslim mengakui ada tiga kasus positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 di Kalsel menjadi 77 kasus.

“Tiga pasien positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia pada hari ini berasal dari kota Banjarmasin,” ungkap Muslim.

Kendati begitu, hingga Sabtu (30/5/2020) jumlah kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat masih berada di angka 893 kasus. Dari jumlah itu, 719 kasus diantaranya menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Disusul jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 834 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 185 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Mundur, PSBB di Kabupaten Kapuas Dimulai 4 Hingga 19 Juni

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas mengumumkan secara resmi jadwal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Dr H Junaidi, PSBB di Kabupaten Kapuas akan dimulai pada tanggal 4  Juni hingga 19 Juni 2020.

Sebelumnya PSBB di Kabupaten Kapuas akan dimulai pada 1-15 Juni 2020, tetapi mundur menjadi 4-19 Juni 2020.  Disebabkan penerapan PSBB harus melewati tahap-tahap pertimbangan dari beberapa instansi terkait, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Penundaan ini sesuai arahan Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat, karena melihat kondisi di lapangan terutama kesiapan mental masyarakat Kabupaten Kapuas dalam mendukung pelaksanaan PSBB ini, ditambah lagi produk hukum yang menaungi PSBB ini juga harus dirampungkan, serta kesiapan petugas dalam menjalankan PSBB di Kabupaten Kapuas,” jelas juru bicara.

Sebelum pemberlakukan PSBB, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai panduan atau aturan selama PSBB berlangsung. Termasuk proses penyusunan Perbup dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Disperindagkop, dan TNI/Polri.

“Diperlukan pula uji coba pemberlakuannya, agar penerapannya bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Dr H Junaidi.

“Kita tentunya harus mempersiapkan tolak ukur untuk monitoring dan evaluasi secara berkala serta memberi ruang kepada instansi terkait, termasuk TNI/Polri dalam penyusunan program kerja terkait dengan PSBB ini,” sambung Kadis Kominfo Kapuas ini.

Pemkab Kapuas dan TNI/POLRI berharap kepada semua lapisan masyarakat membantu pemerintah dalam pelaksanaan PSBB.  “Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor berharap masyarakat mendukung pelaksanaan PSBB,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->