Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

Amankan Kawasan Tahura, Petugas Kehutanan Tahura Patroli Hingga Malam

Diterbitkan

pada

Petugas melakukan patroli keamanan Tahura Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Giat Patroli Pengamanan pada Obyek Wisata Tahura Sultan Adam terus dilakukan, termasuk di Minggu (14/7) dini hari. Giat ini dilakukan dari Dinas Kehutanan untuk menciptakan kenyamanan pengunjung di Tahura Sultan Adam guna memberikan rasa nyaman keamanan.

Dinas Kehutanan melakukan giat pengamanan di seluruh lokasi Obyek Wisata Tahura Sultan Adam setiap malam. Penjagaan dilakukan di tempat retribusi tiket, plaza, tengger, refiter dan Benteng Belanda.

Pada malam kemarin (12/7) pengunjung pada malam kemarin hanya berkisar sekitar 30 orang yang melakukan kunjungan dimalam hari. Kondisipun sangat aman hingga pengunjung merasa nyaman.

Pada malam Sabtu (13/07/19) tepatnya pada malam minggu pengunjung sangat ramai ± 200 orang yang melakukan kegiatan camping pada Obyek Wisata Tahura Sultan Adam.



Para pengunjung sangat senang dan merasa aman dan nyaman dengan diakannya patroli penjagaan ini. Memang malam seperti ini yang sangat ditunggu oleh para wisatawan untuk melakukan camping bersama para teman, maupun kerabatnya.

Kepala Tahura Sultan Adam, Rahmad menjelaskan saat pihaknya rutin menggelar patroli termasuk ketika malam di areal Tahura. “Ini tidak lain tujuannya untuk memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi pengujung lokasi wisata. Termasuk yang lagi kemah,” kata dia.(dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DISHUT PROV KALSEL

KPH Tabalong Serahkan Satwa Dilindungi Jenis Kukang ke BKSDA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPH Tabalong menyerahkan kukang ke BKSDA Banjarbaru Foto : antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Tim Perlindungan Hutan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong menyerahkan salah satu jenis primata dilindungi jenis Kukang (nycticebus menagensis) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru untuk direhabilitasi.

Satwa langka ini diperoleh dari warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak dan secara sukarela diserahkan ke KPH setempat. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA dan satwa ini akan direhabilitasi serta dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan Zainal Abidin di Tanjung, Sabtu (14/3/2020).

Karena semua jenis Kukang telah terancam kepunahan ungkap Zainal satwa berpenampilan lucu ini dilindungi oleh hukum Indonesia sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

Sebagai informasi dari delapan spesies Kukang yang masih ada, enam diantaranya dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.(antara)



Reporter : Antara
Editor : Antara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Dishut Targetkan Ribuan Hektare Perhutanan Sosial Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Mereka menghelat sosialisasi perhutanan sosial untuk kelompok tani pelaksana kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kerjasama dengan IPPKH pada pemeliharaan tahun kedua.

“Target luasan perhutanan sosial di KPH Hulu Sungai untuk tahun 2020 ini sebesar 1300 hektare dan terbagi dalam dua RPH,” ucap Kinta membuka pertemuan terbatas tersebut.

Kinta menambahkan saat ini program RHL BPDAS APBN 2019 di KPH Hulu Sungai tercatat seluas 2075 hektare. Sementara  luasan program Rehabdas IPPKH PT. AGM tahap pemeliharaan tahun kedua seluas 190 hektar, serta PT. KPP yang sudah melewati tahap pemeliharaan seluas 86 hektare.

“Dari total luasan program RHL BPDAS HL dan Rehabdas sudah melebihi target. Tinggal para penyuluh turun ke lapangan dan memfasilitasi usulan perhutanan sosial. Kita bantu petani memiliki akses kelola lahan garapannya,” ujar Kinta.



Ia berpesan agar terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di tiap kabupaten masing – masing. Termasuk Bumdes dan pihak desa untuk operasionalisasi perhutanan sosial.

Sejalan dengan Kinta, Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi mengatakan penyuluh sekarang harus lebih gesit karena penyuluh benar – benar diperlukan di garis depan. “Ini menjadi angin segar bagi para kelompok yang mengajukan perhutanan sosial. Maret ini kemungkinan besar terbit lagi SK perhutanan sosial yang baru,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->