Connect with us

Kesehatan

Anak Down Syndrome Mereka Bisa Dengan Caranya Sendiri

Diterbitkan

pada

Foto istimewa

BANJARBARU, Seluruh dunia akan memperingati Hari Down Syndrome Dunia tiap tanggal 21 Maret atau yang bisa disebut dengan World Down Syndrome Day (WDSD). Hari Down Sindrom Sedunia adalah hari kepedulian global yang diperingati setiap tahun pada tanggal 21 Maret berdasarkan Keputusan Majelis umum PBB A / RES / 66/149. Melalui resolusi ini PBB mengajak semua negara anggota, organisasi PBB terkait dan organisasi internasional lainnya, serta masyarakat sipil, termasuk organisasi non-pemerintah dan sektor swasta, untuk memperingati Hari Down Sindrom Sedunia (World Down Syndrome Day) dengan cara yang tepat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap down sindrom.

Mungkin banyak yang bertanya mengapa diperingati pada hari tersebut. Jawabannya adalah karena hari ke-21 dari bulan ketiga di pilih untuk menandakan keunikan melipatgandakan (trisomi) dari kromosom 21 yang menyebabkan down syndrome.

Banyak orang yang memiliki sebuah pemikiran bahwa anak yang memiliki down sindrom disebabkan oleh faktor ketuunan, padahal down sindrom adalah pengaturan kromosom alami yang selalu menjadi bagian dari kondisi manusia yang bersifat unversal dengan arti ada di semua wilayah di seluruh dunia, ras, jenis kelamin, atau garis sosial ekonomi. Down sindrom mempengaruhi 1 dari 800 kelahiran hidup, meski pun bervariasi di seluruh dunia. Down sindrom biasanya menyebabkan efek variable pada gaya belajar, karakteristik fisik atau kesehatan berbagai derajat kecatatan/disabilitas intelektual dan fisik dan masalah medias yang terkait.

Di kota Banjarbaru sendiri memiliki cara memperingati hari down sindrom yang akan di lakasanakan pada Minggu (8/4)  di lapangan Murjani pukul 06.00 pada kegiatan Car Free Day dengan bertajuk tema “Berbagi Kasih Dengan Anak Down Syndrome” melalui persatuan orang tua Anak Down Sindrom Kalimantan Selatan Hebat (ADS Kalsel Hebat) akan mengadakan kegiatan sosialisasi, untuk sedikit memberikan informasi kepada masyarakat yang hadir tentang apa dan bagaimana down sindrom.

“Ini sebagai wujud kami mengupayakan agara anak down sindrom dapat lebih diterima, dimengerti, dicintai dan didukung untuk menjadi peribadi mandiri, berprestasi yang Berke-Tuhan-an” ujar Ketua ADS Kalsel Hebat Bayu Sigit Adhi.

Kegiatan jalan sehat bersama 15 anak down syndrome mengelilingi lapangan Murjani dengan memberikan bunga kepada pengunjung car free day sebagai simbol anak-anak tersebut adalah makhluk istimewa yang di ciptakan tuhan pantas untuk di terima, dimengerti,dicintai daan di dukung serta pembagian pamflet kepada pengunjung serupa tapi tak sama.

Seolah kembar tapi tidak, begitulah anak-anak yang mengalami kelainan genetik sebagaimana down syndrome. Wajah mereka seolah mirip tapi terlahir dari orang tua yang berbeda, mereka juga biasa mendapatkan julukan “wajah seribu” hal ini di dasari kemiripan mereka yang seperti anak kembar. Selain itu ciri khas yang sering mereka tampakan adalah mereka lincah bermain dan tertawa riang di setiap kesempatan. (devi)

Reporter : Devi
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->