Connect with us

PILKADA BANJARMASIN

AnandaMu Beberkan Program Turunan Gendong Ulun, Cek Manfaatnya Untuk UMKM!

Diterbitkan

pada

program ananda-mushaffa menjadi idola masyarakat saat debat calon wali kota banjarmasin Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, BANJARMASIN – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda dan ustadz H Mushaffa Zakir Lc mengikuti kegiatan debat publik yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin, Jumat (30/10/2020) lalu di Stasiun TVRI Kalsel.

Dalam debat tersebut pasangan yang mewakili kaum ibu dan millenial ini membeberkan sejumlah turunan program dari Gerakan Dorong Usaha Lokal Untuk Naik Kelas atau Gendong Ulun.

“Di program Gendong Ulun ada banyak program turunan yang akan kita laksanakan untuk pengembangan UMKM jika terpilih kelak. Hal ini bertujuan agar pengembangan UMKM kita bisa manuntung tidak hanya asal mencetak UMKM saja,” tegas Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin ustadz H Mushaffa Zakir Lc.

Ada pun turunan program Gendong Ulun yang akan dilaksanakan diantaranya bedah warung, pelatihan manajemen usaha hingga keterampilan bagi UMKM, bantuan promosi produk dan jasa, pendampingan UMKM, mempermudah perizinan usaha hingga bantuan permodalan dengan menggandeng perbankan dan BUMD serta BUMN.



“Selain itu kita juga akan dorong agar UMKM bisa memanfaatkan metode pembayaran non tunai. Hal ini penting ditengah majunya era digitalisasi sekarang,” jelas mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Banjarmasin tiga periode itu.

Sementara itu, Calon Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda menambahkan, jika dirinya bersama ustadz H Mushaffa Zakir Lc memimpin Kota Banjarmasin, maka pihaknya juga akan fokus mendorong peningkatan kualitas produk dan jasa UMKM agar dapat semakin diterima oleh pasar.

“Kalau produk dan jasa UMKM punya kualitas saya meyakini mereka tidak perlu lagi harus mengejar pasar nasional dan internasional. Pasar lokal saja cukup untuk menyerap produk mereka,” kata runner up 1 Puteri Indonesia Tahun 2006 itu.

Untuk bisa mendorong peningkatan kualitas produk dan jasa UMKM inilah nantinya akan dibuat sebuah wadah pembinaan khusus yaitu Rumah Perezekian. Disini nantinya UMKM akan dibina mulai dari hulu dan hilir sampai bisa membuat produk atau jasa yang layak diterima oleh pasar.

“Rumah Perezekian tidak hanya untuk UMKM yang sudah ada saja, masyarakat yang ingin berwirausaha pun juga bisa memanfaatkan Rumah Perezekian untuk dibantu mengkonsep usaha dan produknya sampai nanti benar-benar siap dilaunching dipasaran,” imbuhnya.

Sekedar diketahui dalam kegiatan debat publik pertama tersebut, Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda dan ustadz H Mushaffa Zakir Lc nomor urut 4 dengan tagline berbenah bersama ini menyampaikan visinya adalah Kayuh Baimbai Manuju Banjarmasin Bauntung Batuah. Ada pun misinya yaitu berbenah dibidang kesehatan, berbenah dibidang keagamaan dan pendidikan, berbenah bidang kesejahteraan dan berbenah bidang keamanan sosial dan infrastruktur.

Lalu ada 4 program unggulan AnandaMu yang akan diusung jika terpilih memimpin Kota Banjarmasin selama 3,5 tahun mendatang, yaitu pertama Gerakan Dorong Usaha Lokal Untuk Naik Kelas (Gendong Ulun), kedua Bertahan Pulih Bangkit Hingga Covid 19 Selesai (Batapih Bahalai), ketiga Emak Berdaya Tangguh Pandai dan Berpenghasilan (Ember Tapasan) dan keempat Bantuan Pendidikan Selama Pandemi (Bapespa).(kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PILKADA BANJARMASIN

Ibnu Sina Beri Klarifikasi ke Bawaslu terkait Laporan AnandaMU

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhani menyampaikan telah meminta klarifikasi dari Ibnu Sina. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Laporan tim hukum AnandaMu ke Bawaslu Kalsel terkait adanya dugaan pelanggaran serius paslon incumbent Ibnu Sina di Pikada Banjarmasin 2020 lalu, memasuki babak baru.

Usai memastikan syarat formil dan materil atas laporan terpenuhi, Bawaslu Kalsel dan Banjarmasin memanggil Ibnu Sina untuk dimintai klarifikasi, Minggu (17/1/2020). ” Hari ini klarifikasi beliau (Ibnu Sina). Ada beberapa saksi yang juga dimintai klarifikasi,” ujar Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhani.

Azhar Ridhani menambahkan, setelah melakukan panggilan, Bawaslu kota selanjutnya akan melakukan kajian dengan menghimpun fakta, keterangan, dan dokumen lainnya untuk disesuaikan dengan pasal yang disangkakan.

“Outputnya, berdasarkan hasil kajian apakah terpenuhi unsur-unsur sebagaimana pasal yang disangkakan, melalui mekanisme pleno komisioner Bawaslu,” tambah pria yang akrab disapa Aldo tersebut.



Di sisi lain, Bawaslu Banjarmasin sendiri harus menyimpulkan laporan dari pihak pelapor. Yakni pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin nomor urut 4, Ananda-Mushaffa Zakir paling lambat Senin (18/1/2021) mendatang.

Menurut Koordinator Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani, pihaknya memanggil sembilan saksi dimintai keterangan secara bergantian. Lima orang dari saksi pelapor, serta empat orang dari pihak terkait.

“Kami belum bisa memutuskan laporan dugaan kecurangan ini. Masih ada pihak lain yang belum kami klarifikasi,” ujar Subhan.
Pekan lalu, Tim hukum AnandaMu membawa 56 alat bukti ke Bawaslu Kota Banjarmasin terkait dengan dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ibnu-Arifin di Pilkada Banjarmasin. Selasa (12/1/2020) sore.

Menurut tim hukum AnandaMu, pelanggaran tersebut dilakukan pada dua tahap yang sangat krusial, dan dianggap memberikan dampak signifikan pada Pilkada Kota Banjarmasin tahun 2020 lalu.

Salah satu tim hukum Ananda-Mushaffa, Sulaiman Sembiring meyakini Bawaslu Banjarmasin akan membaca bukti-bukti dengan cermat, lengkap dan komprehensif serta mendengar keterangan saksi-saksi dan akan melihat kaitannya antara satu sama lain. “Kami berharap pemeriksaan berjalan obyektif dan profesional,” tukasnya.

Menurutnya, momentum seperti ini akan sangat penting. Pasalnya, Bawaslu Banjarmasin memiliki peran signifikan untuk mencatatkan dalam sejarah, karena mampu menunjukkan institusinya dapat berdiri kukuh sebagai penjaga demokrasi dan pemilihan yang jujur dan adil.

“Kami percayakan sepenuhnya kepada para Komisioner Bawaslu Banjarmasin,” tandasnya.
Terkait dipanggilnya Ibnu Sina dan beberapa saksi oleh Bawaslu, yang bersangkutan hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PILKADA BANJARMASIN

Sengketa Pilkada, Tim Hukum Ibnu-Arifin Siapkan Bukti dan Sanggahan di MK!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim hukum Ibnu-Arifin siap hadapi gugatan Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Tim hukum Ibnu-Arifin menggelar jumpa pers di Best Western Hotel Banjarmasin, Kamis (14/1/2021) sore. Jumpa pers ini berkaitan dengan laporan yang dilayangkan tim hukum AnandaMu, terkait adanya dugaan pelanggaran serius yang dilakukan Ibnu-Arifin pada Pilkada kota Banjarmasin tahun 2020 lalu.

“Pihak kami siap mematuhi proses hukum yang ada di Bawaslu. Kami akan kooperatif, dan kami menunggu undangan klarifikasi terhadap laporan yang disampaikan oleh tim kuasa hukum AnandaMu,” kata ketua tim hukum Ibnu-Arifin, Imam Satria Jati.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga mengungkapkan keberatannya atas pernyataan salah satu tim hukum AnandaMu, Bambang Widjojanto, yang menyebut Ibnu Sina melakukan pelanggaran serius. Pernyataan Bambang Widjojanto tersebut, menurut Imam, berpotensi mengancam kondusifitas suasana politik di kota Banjarmasin.

“Kami rasa ini tidak perlu diucapkan. Ini tidak etis dan tidak elok karena kebenaran belum terungkap. Saya mengimbau dan menyarankan bapak Bambang Widjojanto untuk tidak berkata seperti itu demi menjaga kondusifitas suasana politik di kota Banjarmasin. Kita ikuti proses hukum sesuai koridornya. Jangan sampai ada opini-opini publik yang kemudian beredar dan kita tidak tahu kebenarannya,” jelas Imam.



“Kita semua menghormati proses hukum karena kita disini negara hukum. Silahkan melapor ke Bawaslu, tapi jangan membuat opini publik yang kita sendiri belum tahu kebenarannya,” tambahnya.

Terkait pernyataan Bawaslu Kalsel yang menyatakan laporan AnandaMu memenuhi syarat formil dan materiil, Imam menyebut itu hanya kajian awal. Menurutnya proses yang dilalui masih panjang bagi Bawaslu untuk memutuskan.

“Ada waktu sekitar 5 hari bagi Bawaslu untuk meminta klarifikasi, baik pihak terlapor atau saksi-saksi lainnya. Baru nanti diputuskan apakah laporan dapat ditindaklanjuti atau tidak. Terkait dugaan pidana pemilu, laporan itu akan masuk sentra Gakkumdu. Kalau pelanggaran administrasi, akan diperiksa kembali oleh Bawaslu,” tandasnya.

Terakhir, Imam menyebut pihaknya masih belum menerima draft laporan yang dilayangkan tim hukum AnandaMu. Meski, dirinya mengaku siap memberikan jawaban saat dimintai keterangan oleh Bawaslu nantinya.

“Sejauh ini kami belum mendapat draft laporannya, jadi kami belum bisa menjawab. Kami tidak tahu apa yang dilaporkan. Tapi kami siap hadir dan menjawab apapun pertanyaan dari pihak Bawaslu,” pungkasnya.

Terkait laporan AnandaMu yang masih terus diproses di Mahkamah Konstitusi (MK), Imam menyebut pihaknya juga telah menyiapkan alat bukti dan sanggahan.

“Kami sudah siapkan semua jawaban yang dituduhkan pada kami, terkait gugatan di mahkamah konstitusi (MK). Bahkan segala alat bukti dan sanggahan sudah kami siapkan,” beber Imam.

Sementara itu, ketua tim pemenangan Ibnu-Arifin, Bambang Yanto Pernomo mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berita dan isu-isu yang beredar.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga Kota Banjarmasin jangan termakan isu-isu hoax yang kebenarannya masih belum terbukti. Ini hanya tahap awal, prosesnya masih panjang. Harapan kami masyarakat arif dan bijaksana dalam hal menyikapi berita-berita yang beredar,” kata Bambang.

Sebelumnya, Tim Hukum AnandaMu Dr Bambang Widjojanto (BW) melaporkan pasangan Ibnu Sina-Arifin Noor ke Bawaslu Kalsel karena adanya dugaan pelanggaran serius dalam pesta demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Selasa (12/1/2020) lalu.

Tim hukum AnandaMu membawa 56 alat bukti terkait dengan dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ibnu-Arifin di Pilwali Banjarmasin. Menurut tim hukum AnandaMu, pelanggaran tersebut dilakukan pada dua tahap yang sangat krusial, dan dianggap memberikan dampak signifikan pada Pilkada Kota Banjarmasin 9 Desember 2020 lalu.(Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->