Connect with us

Jawa Timur

Anggota DPRD Ini Terjaring Polisi saat Razia Balap Liar

Diterbitkan

pada

Pemuda yang terjaring dalam razia balap liar di Jalan Ring Road Kota Madiun meminta maaf kepada orang tua mereka di halaman Mapolres Madiun Kota, Kamis (7/5/2020) malam. Foto: Madiunpos.com via suara.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Razia balap liar di Kota Madiun yang dilakukan aparat Polres Madiun berhasil menjaring belasan pemuda dalam peristiwa tersebut. Salah satu yang terjaring dalam razia tersebut adalah anggota DPRD Kota Madiun.

Aksi anggota dewan yang masih aktif tersebut dianggap tak elok, karena perilaku tersebut dilakukan saat pemerintah sedang berusaha memutus penyebaran Covid-19.

Menanggapi aksi yang dilakukan anggota DPRD yang diketahui bernama Ikhsan Abdurrahman Siddiq, Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra mengaku belum menerima laporan.

“Saya menunggu rilis dari Polres. Saya belum mendapat info apa pun [terkait dugaan anggota DPRD Kota Madiun yang terlibat dalam aksi balap liar],” katanya seperti dilansir Solopos.com-jaringan Suara.com pada Jumat (8/5/2020).

Andi mengemukakan, pihaknya belum mengetahui secara detail keterlibatan Ikhsan dalam aksi balap liar yang ditertibkan Polres.

“Belum tahu sampai mana keterlibatan yang bersangkutan dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Untuk diketahui, Polres Madiun Kota melakukan operasi aksi balap liar di Ring Road Kota Madiun pada Kamis (7/5/2020) dini hari. Dalam operasi tersebut terjaring 14 pemuda, yang seorang di antaranya adalah Ikhsan Abdurrahman Siddiq.

Polisi sempat menduga ada perjudian dalam aksi balap liar tersebut. Sehingga seluruh pelaku balap liar tersebut digelandang ke kantor polisi untuk diperiksa.

Dalam waktu 1 x 24 jam pemeriksaan di kantor polisi, petugas mengaku tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus itu. Namun, kepolisian hanya menilang 14 pemuda tersebut dan mengenakan wajib lapor dalam beberapa waktu.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota Iptu Fatah Meliana mengatakan, pemuda yang terjaring dalam razia balap liar telah dibebaskan dan diperbolehkan pulang.

“Terkait oknum anggota dewan yang diamankan. Kita sudah melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam terkait tentang indikasi dugaan tindak pidana perjudian,” katanya kepada wartawan pada Kamis (7/5/2020) malam.

Meski begitu, dia mengemukakan, status anggota dewan tersebut masih saksi.

“Untuk oknum anggota dewan statusnya masih saksi. Kami masih mendalami kasus ini,” ujar Fatah.

“Kita belum menemukan unsur pidana dalam kasus dugaan perjudian ini. Alat bukti juga belum lengkap. Ini masih kami dalami.” (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Jawa Timur

Narkoba Jenis Baru, Peredaran Sabu Hijau dari Belgia Terbongkar di Jatim

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Barang bukti sabu warna hijau merupakan pengungkapan pertama yang dilakukan Satnarkoba Polresta Mojokerto, bahkan di Jawa Timur. Lima pelaku diamankan dalam pengungkapan sabu jenis baru asal Belgia tersebut, sementara satu pelaku melarikan diri.

Kasat Narkoba Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto mengatakan, penangkapan pelaku pertama disita barang bukti sabu warna putih dan dikembangkan ke pemakai dengan barang bukti sabu warna hijau.

“Masih di laboratorium. Mojokerto kota baru ini ungkap sabu hijau,” ujar Hari, sebagaimana dilansir Beritajatim.com, Selasa (16/6/2020).

Menurut dia, di Mojokerto Kota hanya transit dari barang bukti sabu jenis baru tersebut. Sabu warna hijau tersebut berasal dari Belgia, namun terkait perbedaan antara sabu warna putih dan hijau, pihaknya masih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.

“Para pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari OXI, namun saat petugas melakukan pengrebekan ke rumahnya, pelaku berhasil melarikan. Dari rumah pelaku diamankan barang bukti berupa sabu seberat 70 gram dan pil doubel L sebanyak 1.000 butir,” ungkapnya.

Sabu seberat 70 gram tersebut disita di dalam tas di atas meja ruang tamu. Sedangkan pil doubel L sebanyak 1.000 butir diamankan di kardus sebelah bufet di ruang tamu.

Kelima pelaku tersebut yakni, Zanuar Ega Nanda warga Dusun Segawe, Desa Mojowarno, Muhtadun Yoffi Ardiansyah warga Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Abdul Kholil Anwar, Dian Sulistiono dan Rudiyanto merupakan warga Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, sabu seberat 85,564 gram warna hijau dan putih, satu bungkus bekas rokok Track, dua unit Handphone (HP) merk OPPO.

Satu unit HP merk VIVO, satu pak plastik klip kosong, satu timbangan elektrik, uang tunai sebesar Rp 300 ribu, satu perangkat alat isap sabu dan pil doubel L sebanyak 1.000 butir.

Kelima pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Jawa Timur

Yayasan Manarul Ilmi ITS, Kembali Lanjutkan Program Bedah Rumah Keluarga Tidak Mampu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Program Bedah Rumah YMI ITS Surabaya di Tanggulangin Sidoarjo. Foto: YMI ITS for Kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SIDOARJO – Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS terus melanjutkan aksi-aksi sosial kemanusiaan yang fokus pada penanggulangan dampak covid 19 sejak April lalu. Kali ini program yang diresmikan adalah bedah rumah keluarga tidak mampu di Desa Kalitengah Kec Tanggulangin, Sidoarjo.

Bu Kuni selaku pemilik rumah sangat bersyukur atas bantuan bedah rumah miliknya di Perum Puri Kalitengah Blok V/ 4 RT 07 RW 05 Tanggulangin Sidoarjo.

“Alhamdulillah kami sangat senang sekali atas bantuan dari YMI ITS ini, rumah kami bisa ditempati secara layak. Sebelumnya kalau hujan bocor dan banjir dari bawah.” ujar buruh laundry ini dengan mata berbinar.

Program bedah rumah ini sudah dilakukan YMI ITS sejak tahun lalu, Ini rumah ke 4 yang dibedah dengan harapan bisa menyelesaikan salah satu problem pokok dhuafa, yaitu tempat tinggal.

“Dalam waktu dekat ini akan ada dua rumah lagi yang dibedah, dan YMI akan berupaya terus untuk melanjutkan program ini, untuk bisa membantu dhuafa yang rumahnya tidak layak huni, “. Tegas Triyanto selaku ketua pengurus YMI ITS.

“Program Bedah Rumah dari YMI ITS untuk Jatim ini merupakan bentuk kepedulian sosial Alumni ITS selaku donatur dibantu puluhan relawan Mahasiswa ITS kepada warga Jatim, kedepan YMI ITS akan bergerak ke skala Nasional untuk memberi manfaat yang lebih luas lagi,” imbuh Adi Dharma selaku Ketua 1 YMI ITS. (kanalkalimantan.com/rossi)

 

Reporter : Rossi
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Jawa Timur

Diduga Ada Masalah Asmara, Siswi di Gresik Ditemukan Bunuh Diri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jasad korban saat dievakuasi petugas. Foto: Suara.com/Amin Alamsyah
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Warga Kecamatan/Kabupaten Gresik digegerkan temuan mayat remaja putri berusia 17 tahun yang tergantung di pintu kamarnya pada Jumat (5/6/2020). ABG berinisial UN tersebut ditemukan tetangganya tergantung di lantai dua rumahnya.

Meski begitu, tidak ada yang tahu persis penyebab kematian gadis kelas 2 SMK itu. Namun dugaan sementara, gadis ABG tersebut mengakhiri hidupnya karena persoalan asmara dengan pacarnya.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian menggegerkan itu bermula pertama kali diketahui seorang warga Abdurohman yang kebetulan memperbaiki atap rumah, sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, korban sudah terlihat tergantung di pintu kamar rumah korban.

Saat itu juga, ia langsung melaporkannya ke petugas. Namun nahas, nyawa gadis itu tidak terselamatkan. Tubuhnya kaku dan hidungnya sudah mengeluarkan cairan. Ketika terjadi peristiwa tersebut, rumah korban diketahui dalam keadaan sepi.

Orang tua korban diketahui tidak ada di rumah, namun melihat anaknya sudah tidak bernyawa membuatnya sempat melakukan percobaan bunuh diri. Ia sudah memegang pisau, beruntung beberapa warga yang melihat berhasil membujuknya.

Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prastiyanto mengatakan sesuai hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Pukul 16.50 WIB, petugas dari puskesmas kota Gresik tiba di rumah korban dan dilaksanakan penurunan jasad korban,” katanya di lokasi kejadian.

Ditanya soal dugaan penyebab bunuh diri yang disebabkan karena asmara, Inggit belum bisa menjawab. Pihaknya masih mencari tahu dari data yang diperoleh anak buahnya. Sebab di tempat kejadian, tidak ditemukan wasiat ataupun tanda-tanda lain yang memberikan petunjuk ke sana.

“Untuk dugaan penyebab kematian kami masih mendalami. Tetapi ketika saya tanya keluarga kakak korban hanya menjawab ada masalah. Tidak dijelaskan masalah apa,” tuturnya.

Dari pantauan, saat jasad korban berhasil dievakuasi, petugas langsung membawa menuju mobil ambulans yang sudah menunggu di depan gang. Korban langsung dibawa menuju RSUD Ibnu Sina untuk diotopsi. (suara.com)

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->