Connect with us

HEADLINE

Antar Formulir ke Nasdem dengan Berjalan Kaki, Nadjmi-Jaya Diikuti Ratusan Relawan

Diterbitkan

pada

Nadjmi-Jaya bersama relawan mendaftar ke Partai Nasdem Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Duet pertahanan Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan secara langsung mengantarkan formulir perdaftaran ke DPD Partai Nasdem Banjarbaru, Rabu (9/10) siang.

Uniknya, Nadjmi – Jaya kali ini turut didampingi ratusan relawan yang siap mendukung duet petahana dalam Pilwali Banjarbaru 2020 nanti. Moment ini juga menjadi spesial sebab duet pertahana bersama rombongan mendatangi DPD Nasdem Banjarbaru dengan berjalan kaki menempuh jarak ratusan meter untuk tiba di lokasi.

Kedatangan Nadjmi-Jaya berserta para relawan disambut langsung oleh para pengurus DPD Partai Nasdem Banjarbaru.  Nadjmi mengatakan dirinya sangat bersyukur dapat disambut dan menjadi bagian dari Nasdem. Bahkan dirinya meyakini Nasdem dapat mengusung duet pertahana dalam Pilkada 2020.

“Besar harapan kami, Partai Nasdem menjadi bagian kemenangan kami. Tadi kita sudah serahkam dokumen formulir dan dinyatakan sudah lengkap. Selanjutnya kami menunggu,” kata Nadjmi.



Selain itu, Nadjmi juga memberikan gimmick bahwa warna seragam yang dikenakannya mengacu pada partai-partai yang akan mengusungnya. Terlihat seragam yang dikenakan Nadjmi-Jaya berserta para relawan memiliki corak warna yang berbeda-beda, salah satunya warna biru yang tak lain adalah warna partai Nasdem. Selain itu, di baju tersebut juga tertulis jargon duet pertahana yakni “Bersama Nadjmi-Jaya Banjarbaru Lebih Baik”.

“Ini ada warna biru, jadi kami sudah yakin Partai Nasdem akan mengusung kami. Ada warna  orange juga yang kami yakini Partai Gerindra akan mengusung kami. Kami percaya partai-partai ini akan memenangkan kami dalam Pilkada 2020,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Nasdem Banjarbaru, Baskoro mengatakan pihaknya tetap berkerja sesuai aturan organisasi. Dirinya juga menegaskan, komitmen partai Nasdem untuk tidak menerima mahar dari Balon Walikota atau Walikota Banjarbaru. “Hari ini kita nyatakan persyaratan pasangan Nadjmi-Jaya sudah lengkap. Kita tinggal menunggu keputusan dari DPP Nasdem. Kita tidak mengharapkan mahar dari siapapun, hanya saja jika Balon yang diusung Nasdem berhasil, kita harapkan dapat mendorong Nasdem dikedepannya,” tandasnya.

Hingga kini tercatat sudah ada tiga Bacalon yang mendaftarkan diri ke partai Nasdem. Salah satunya ialah Dr Abdul Halim sebagai Bacalon Wali Kota Banjarbaru. Sedangkan sisanya, yakni duet pertahana Nadjmi-Jaya.

Lantas bagaimana dengan pasangan penantang, Aditya Mufti Ariffin- AR Iwansyah?

Baskoro mengatakan pihaknya telah ada komunikasi dan rencananya dalam beberapa waktu terakhir akan mendaftar. “Sudah ada komunikasi ke kita, rencananya Aditya dan Pak Iwan akan mendaftar dalam minggu-minggu ini,” pungkasnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Wali Kota Nadjmi Wafat, Begini Kondisi Terakhir Menurut RSUD Ulin Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt. Direktur RSUD Ulin Banjarmasin MS Jehan menyampaikan kondisi terakhir Wali Kota Nadjmi saat perawatan di RS. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani meninggal dunia pada Senin (10/8/2020), setelah dua pekan berjuang melawan Covid-19. Nadjmi sempat menjalani perawatan di RSD Idaman Banjarbaru, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin hingga menghembuskan nafas terakhir.

Lalu, bagaimana kondisi terakhir Nadjmi sebelum wafat? Kepada awak media usai salat jenazah di Gedung Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Plt. Direktur RSUD Ulin Banjarmasin MS Jehan mengatakan, pihaknya telah maksimal dalam memberikan perawatan kepada Nadjmi selama di rumah sakit. “Kami juga berikan ventilator kepada beliau,” kata Jehan.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Ulin Banjarmasin dr. Among Wibowo, Mkes, SpS menambahkan,  Nadjmi telah mendapatkan perawatan standar Covid-19. Salah satunya, menjalani perawatan di ruang ICU Covid-19 di rumah sakit terbesar di Kalsel ini.

“Beliau sudah mendapatkan terapi plasma konvalesen, kemudian terapi-terapi lainnya untuk menaikkan hemoglobin,” kata Among.



Ditambahkannya, sehari sebelum wafat, kondisi Nadjmi mengalami penurunan atau desaturasi. Bahkan, saturasi Nadjmi sempat menyentuh angka 40 persen.

“Normalnya saturasi itu 95 hingga 100 persen. Sedangkan ini saturasi turun jauh sampai 40 persen. Sehingga diberikan tindakan-tindakan khusus,” imbuh Among.

Lantas, setelah diketahui mengalami desaturasi, dilakukan penatalaksanaan oleh tim dokter yang merawat. Pada Minggu (9/8/2020) pukul 09:00 Wita, Nadjmi pun diberikan ventilator.

“Kondisi beliau sempat mengalami penurunan, hingga pukul 21:00 Wita, dilakukan pemantauan terus. Pukul 00:00 Wita (Senin, 10/8/2020) kondisinya kurang membaik dan beliau meninggal dinihari tadi sekitar pukul 02:30 Wita,” bebernya.

Diakui dokter spesialis saraf ini, selama dirawat, kondisi Nadjmi sempat membaik. Namun, seiring bejalannya waktu, kondisi mantan Camat Landasan Ulin ini kembali memburuk. “Hingga saat kemarin pagi itu, kondisinya perlu penanganan dengan ventilator,” tandasnya.

Among mengatakan, Nadjmi juga memiliki penyakit komorbid, atau penyakit penyerta. Salah satunya, obesitas. “Serta faktor-faktor lainnya,” pungkas Among. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter: Fikri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Nadjmi Adhani, Wali Kota Pertama di Indonesia yang Meninggal karena Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berpulangnya Wali Kota Nadjmi Adhani menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Banjarbaru. Nadjmi tercatat sebagai wali kota pertama di Indonesia yang meninggal karena Covid-19.

Kabar meninggalnya Nadjmi Adhani disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie. Nadjmi Adhani menghembuskan nafas terakhir, Senin (10/8/2020) tepat pada pukul 02.30 waktu Indonesia Bagian Tengah (Wita).

“Innalillahiwainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia bapak Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, pukul 02:30 Wita di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin,” singkat Zaini Syahranie.

Senin (27/9/2020), Nadjmi mengumumkan dirinya terpapar Covid-19. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melalui bidang Humas dan Protokol merilis video rekaman Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani yang memberitahukan kepada masyarakat bahwa dirinya terkonfirmasi positif.



Sahabat dunia akhirat ungkap wakil walikota Banjarbaru Darmawan Jaya, mengenang Walikota Nadjmi Adhani

Dalam video berdurasi kurang lebih satu menit itu, Wali Kota menyatakan selain dirinya, sang istri Ririn Nadjmi Adhani juga ikut terpapar virus tersebut. Di video itu juga melihatkan bahwa saat Nadjmi tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.

“Berdasarkan hasil swab, hari ini saya dan istri dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Untuk itu saya minta doa untuk kesembuhan kami, agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam berobat bisa melewati ini dengan baik,” katanya ketika itu.

Sempat di RS Idaman, akhirnya Wali Kota Nadjmi dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk perawatan lebih intensif selama dua minggu. Dalam perawatan tersebut, kondisi Nadjmi sempat turun. Sehingga sempat mengirimkan perwakilan pemkot Banjarbaru ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) mengambil plasma darah untuk mempercepat penyembuhan wali kota dan istri.

Namun, kemarin kondisi Nadjmi drop kembali. Hingga akhirnya pria kelahiran Banjarmasin tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan infeksi Covid-19 selama lebih dari dua pekan.

Nadjmi Adhani  menjabat Wali Kota Banjarbaru sejak 2016 lalu dan akan mengakhiri masa periode pada 2021 mendatang. Memimpin roda pemerintahan bersama Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, sosok Nadjmi begitu dikenal masyarakat, khusus program inovasi yang digalakkannya selama beberapa tahun terakhir.

Covid-19 di Kalsel

Kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Minggu (9/8/2020) sore mencatat, sudah ada 6.715 kasus positif Covid-19 secara keseluruhan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.354 kasus atau 35,06 persen masih menjalani perawatan. “Panambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 98 orang. Berasal dari Kabupaten Banjar 1 orang, Kabupaten Barito Kuala 22 orang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 3 orang. Disusul Kabupaten Hulu Sungai Utara 1 orang, Kabupaten Tanah Bumbu 2 orang dan Kota Banjarmasin 69 orang,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel M. Muslim.

Sedangkan kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 33 orang. Kini total ada 4.054 atau 60,37 persen kasus positif Covid-19 yang sembuh.

“Pasien Covid-19 sembuh sebanyak 33 orang. Yang berasal dari karantina Kabupaten Banjar 13 orang, karantina Kabupaten Barito Kuala 9 orang, karantina Kabupaten Hulu Sungai Selatan 1 orang dan Karantina Kota Banjarmasin 10 orang,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga dilaporkan bertambah satu orang yang berasal dari Kota Banjarmasin. Total sudah ada 307 kasus atau 4,57 persen kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico

Editor: Cell/Andy


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->