Connect with us

Kota Banjarbaru

Antisipasi Libur Panjang, Tempat Wisata Jadi Sasaran Utama Protokol Kesehatan Pemko Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dalam mengantisipasi terjadinya penyebaran dan lonjakan kasus Covid-19, saat berlangsungnya libur panjang hingga beberapa hari ke depan.

Antispasi itu mencangkup seluruh tempat wisata, tempat hiburan, serta fasilitas publik yang ada di wilayah Banjarbaru. Tak hanya itu saja, bahkan, rekayasa arus lalu lintas juga telah dipersiapkan demi mengurai kepadatan di beberapa ruas jalan.

Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu, menuturkan bahwa antisipasi utama selama berlangsung libur panjang ialah tempat-tempat wisata yang ada di Banjarbaru. Ia menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan Covid-19 menjadi harga mati di seluruh lokasi tersebut.

“Sasaran utama protokol kesehatan yakni di Danau Seran, Danau Cermin, Amanah Borneo Park, dan tempat wisata lainnya. Untuk tempat hiburan seperti cafe dan karaoke itu menjadi sasaran Satpol PP dan Dinas Pariwisata,” tegasnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie, mengungkapkan bahwa untuk pihaknya sendiri bertugas memantau lokasi, khususnya area parkir di kawasan fasilitas publik yang biasanya dijadikan tempat berkumpulnya berbagai komunitas motor.

Lokasi yang menjadi sasaran yakni di bundaran Simpang Empat, Lapangan Murjani, kasawan Minggu Raya, hingga Jalan Pangeran Hidayatullah yang berada di Kecamatan Banjarbaru Utara.

“Atas perintah Pjs Wali Kota Banjarbaru, kami diminta membantu memantau lokasi keramaian khususnya agar menegur bagi komunitas-komunitas sepeda motor yang biasanya parkir di area-area tersebut. Hal ini bertujuan untuk memecah kerumunan,” terangnya, Rabu (28/10/2020).

Khusus untuk rekayasa arus lalu lintas, kata Yani, pihaknya belum ada rencana menerapkannya sementara waktu ini. Sebab, berdasarkan keputusan rapat beberapa waktu lalu, pihak Dishub dan Polres Banjarbaru lebih dulu melihat perkembangan situasi di lapangan.

“Untuk rekayasa lalu lintas, sementara ini belum ada rencana diterapkan. Itu tergantung situasi di lapangan. Saat ini kita fokus memberikan himbauan kepada komunitas yang parkir berkerumun di titik-titik tertentu agar menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Pemko Banjarbaru juga memfokuskan pemantauan di pusat perbelanjaan Q-Mall Banjarbaru. Rencananya, tim terpadu yang melibatkan sejumlah stakeholder di lingkungan pemerintah akan melakukan pemeriksaan protokol kesehatan secara rutin saat aktifivitas perberlanjaan tengah berlangsung. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Terima DIPA 2021 Sebesar Rp 680 M, Turun Dibanding Tahun 2020

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan serahkan DIPA tahun anggaran 2021 kepada Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, di gedung KH Idham Chalid Banjarbaru. Foto: humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemetintah Kota (Pemko) Banjarbaru menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2021 sebesar Rp 680 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (1/12/2020) pagi.

DIPA tersebut diserahkan Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan kepada Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, di gedung KH Idham Chalid Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, DIPA merupakan dasar dalam penggunaan anggaran yang telah disetujui pemerintah pusat.

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyampaikan arahan Presiden RI Joko Widodo, yakni agar DIPA bisa digunakan untuk meningkatkan aspek belanja dan konsumsi masyarakat. Sehingga hal itu nantinya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat hingga di lapisan bawah.



Sementara itu, Pjs Wali Kota Banjarbaru melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru Jainuddin menerangkan, terjadi penyusutan atas DIPA tahun anggaran 2021, dibanding tahun sebelumnya. Hal itu katanya tidak lepas akibat pandemi Covid-19.

“Memang kalau dibandingkan tahun kemarin, ada penurunan. DIPA yang kita terima di tahun 2020 itu sekitar Rp 755 miliar. Mungkin ada kaitannya dengan Covid-19, sehingga negara butuh penyesuaian,” terangnya.

Atas penyusutan DIPA, kata Jai -akrab disapa-, tentu ada dampaknya bagi Banjarbaru. Hal ini juga yang membuat Pemko perlu menata ulang struktur belanja APBD dengan menyesuaikan kebutuhan.

“Soal dampak, ya secara langsung memang ada. Intinya Pemko harus memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan-kebutuhannyang mendesak. Terkhusus upaya dan penanganan pemulihan ekonomi atas dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Masih di kesempatan yang sama, Banjarbaru juga turut mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laoran keuangan Pemerintah Daerah tahun 2015 – 2018.

Dijelaskan Kepala BPKAD Banjarbaru, penghargaan ini merupkan yang ke lima kalinya diterima oleh Pemko Banjarbaru. Melalui penghargaan ini katanya Banjarbaru, berperluang mendapatkan dana insentif daerah di tahun mendatang.

“Ini adalah perhargaan yang kelima kalinya diterima Pemko Banjarbaru secara berturut-turut. Penghargaan opini WTP ini adalah pintu agar Banjarbaru bisa mendapatkan dana instentif daerah dari pemerintah pusat,” lugasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Bandara Internasional Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Operasi Katarak dan Sulur Gratis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Operasi katarak gratis yang digelar Bandara Syamsudin Noor Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor menggalang bantuan bina lingkungan berupa pengadaan operasi katarak dan sulur gratis di RS AU Sjamsudin Noor, Sabtu (28/11/2020) pagi.

Sebanyak total 31 orang peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 21 orang peserta operasi katarak dan 10 orang peserta operasi sulur. Para peserta merupakan masyarakat di sekitar area bandara.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya manajemen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar bandara. Kami berharap penyaluran bina lingkungan melalui program ini bermanfaat bagi para peserta agar memiliki penglihatan yang lebih jelas dan lebih produktif nantinya,” terang Amiruddin Florensius, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Para peserta telah menjalani sejumlah pemeriksaan pada screening yang diselenggarakan pada pekan lalu RS AU Sjamsudin Noor. Tercatat lebih dari 80 orang pendaftar telah menjalani proses tersebut.



Salah seorang peserta mengungkapkan kebahagiaannya usai menjalani operasi, “Saya berharap setelah ini saya dapat melihat lebih jelas lagi. Saya sangat bahagia mendapatkan kesempatan ini,” ujar Abdul Hafiz.

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan penerapan prosedur protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Masing-masing peserta maupun panitia yang terlibat wajib menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan hari ini.

Selain itu, penggunaan masker juga diwajibkan untuk semua pihak yang terlibat. Penyediaan handsanitizer, tempat cuci tangan, dan jaga jarak juga diperhatikan. Selama kegiatan berlangsung pun diinformasikan himbauan menerapkan protokol kesehatan secara berkala.

“Kami sangat bahagia melihat para peserta antusias mengikuti kegiatan ini dan patuh mengikuti protokol kesehatan. Semoga kita semua sehat selalu,” pungkas Amir. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->