Connect with us

Kota Banjarbaru

Api Muncul di Kelurahan Mentaos, Rumah Tak Berpenghuni Ludes Terbakar

Diterbitkan

pada

api melahan rumah tak berpenghuni. foto : Banjarbaru Rescue
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Warga Komplek Sumber Indah, Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, dibuat geger dengan munculnya api di salah satu rumah tak berpenghuni, Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 10.30 wita.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com, asap putih yang membumbung tinggi begitu nampak dari kejauhan. Api begitu cepat membesar dan dikhawatirkan merembet ke rumah warga. Apalagi, di kawasan tersebut begitu padat penduduk.

Belasan mobil pemadam kebakaran berbondong-bondong mendatangi lokasi terjadinya kebakaran. Rekanan Banjarbaru Rescue, Muhammad Zaini mengakui meski petugas sempat terkendala akses air, namun api berhasil dipadamkan.



“Sekitar pukul 10.45 Wita, api sudah berhasil dipadamkan. Bangunan rumah yang terbakar mencapai 100 persen. Kita juga tidak masuk ke dalam rumah karena memang sama sekali tidak ada penghuninya,” kata Zaini kepada kanalkalimantan.com

Hingga kini pihak kepolisan masil menyelidiki terkait penyebab munculnya api. (Kanalkalimantan.com/rico)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Mulai Bertugas Pjs Wali Kota Banjarbaru Diperkenalkan, Plt Gubenur Kalsel: Jangan Sampai Ada Klaster Baru Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawa (kiri) bersama Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu (kanan). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubenur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan menyematkan tanda jabatan Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Banjarbaru kepada Bernhard E Rondonuwu, Senin (28/9/2020) pagi.

Dalam momentum bersejarah ini, Bernhard langsung diperkenalkan ke seluruh pimpinan unit SKPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Dalam arahannya, Rudy Resnawan meminta kepada Bernhard untuk melaksanakan urusan pemerintahan umum berdasarkan perundang- undangan yang berlaku. Lalu, Bernhard juga diharapkan dapat berkerjasama dalam menggerakan roda organisasi, baik menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah admistrasi Kota Banjarbaru.

“Koordinasi yang baik akan menjamin rasa nyaman dan aman bagi masyarakat. Apalagi, beberapa bulan ke depan kita menghadapi pesta demokrasi yang mungkin saja rawan terjadi konflik di kalangan masyarakat,” ujar Plt Gubenur Kalsel.



Tak hanya itu saja, Rudy juga menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan akan berlangsung selama perjalanan Pilkada 2020 beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, ia Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru tetap tegas dalam mendisplinkan protokol kesehatan Covid-19, agar tidak menimbulkan klaster-klaster baru.

“Walupun di Kalsel kasus Covid-18 sudah turun 0,48 persen, tapi protokol kesehatan kita jangan sampai melemah. Saya ingin semua membantu Pjs Walikota Banjarbaru dari saat ini hingga selesai. Buat laporan langkah-langkah strategi supaya jalannya pemerintahan di Kota Banjarbaru baik, tertib dan aman. Intinya, kerja tetap enjoy serius tapi santai,” katanya.

Atas arahan itu, Bernhard E Rondonuwu menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan Pilkada 2020, netralitas ASN adalag harga mati. Ia meminta kepada seluruh ASN di lingkungan Pemko Banjarbaru untuk tak terlibat atau berpihak terhadap salah satu pasangan calon (paslon).

“Dalam Undang-Undang sudah mengatur bahwa ASN harus netral. Tali sebagai warga negara yang baik tentu akan mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 karena itu hak kita. Tapi cukup dalam hati saja,” jelas Bernhard. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Abai Protokol Kesehatan, 9 Cafe dan Tempat Usaha di Banjarbaru Kena Teguran Tertulis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cafe dan tempat tongkrongan di kota Banjarbaru mendapat teguran tertulis dari tim gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan Kota Banjarbaru. Foto: humas polres Banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sedikitnya 9 cafe dan tempat usaha makan minuman di wilayah Banjarbaru mendapat teguran aparat. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 para pengelola cafe dan tempat makan minum di kota berjuluk Idaman kedapatan melanggar protokol kesehatan.

Teguran itu disampaikan jajaran Polres Banjarbaru saat melaksanakan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di Kota Banjarbaru pada Sabtu (26/9/2020) malam.

Upaya pendisiplinan protokol kesehatan dilakukan petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kota Banjarbaru dengan memberikan tindakan tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan sebagaimana Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 27 tahun 2020.



Tim gabungan secara masif terus melakukan peninjauan kepada para pemilik usaha kuliner, cafe dan tempat hiburan apakah sudah sesuai standar dalam menjalankan protokol kesehatan di tempat usaha.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah mengatakan dari hasil pelaksanaan operasi yustisi dengan sasaran para pemilik usaha kuliner, cafe dan tempat hiburan masih banyak yang abai dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami telah memberikan edukasi dan meminta para pelaku usaha bertanggung jawab dan peduli dengan kesehatan pengunjungnya,” tegasnya.

Ada 9 tempat usaha yang mendapat teguran tertulis dari Tim Penegak Kesehatan Protokol Kesehatan Kota Banjarbaru

Adapun 9 tempat usaha yang mendapat teguran tertulis dari tim yakni Cafe Karindangan di jalan Trikora, Indomaret Bundaran Palam, usaha Angkringan di jalan Trikora, Cafe Tuska di ialan Panglima Batur Timur Kota Banjarbaru., Cafe D’Tonz di Sungai Ulin Kota Banjarbaru, Karaoke Viera di jalan Panglima Batur Timur Kota Banjarbaru, Kopi Besi di Al Azhar Kota Banjarbaru, pedagang makanan yang ada di sekitar lapangan Murjani Kota Banjarbaru.

“Jika pelaku usaha tidak mengevaluasi dan tidak peduli dengan pengunjung atau tidak mengutamakan langkah-langkah protokol kesehatan di tempat usahanya, maka dengan koordinasi bersama dinas terkait akan ada sanksi penghentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan izin usaha bisa dilakukan, sebagaimana yang tertuang dalam Perwali Nomor 27 Tahun 2020 , Pasal (7) ayat (2) huruf (b) mengenai sanksi pelanggaran penerapan protokol kesehatan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum,” beber Kasat Reskrim Polres Banjarbaru.

“Kami berharap para pelaku usaha dan para pengunjung dapat benar-benar disiplin protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, menjaga jarak dan tidak berkerumun dengan tujuan menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->