Connect with us

Bisnis

Ayo Jelajahi Empat Negara di Asia Tenggara melalui Program ‘Redzolusi’

Diterbitkan

pada

IDN Times
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Awal tahun merupakan saat ketika banyak orang memiliki banyak harapan dan keinginan. Berbagai harapan tersebut biasanya terucap dalam bentuk resolusi yang mana salah satu yang paling banyak diimpikan adalah berkesempatan bepergian dan berlibur ke suatu negara. Hanya saja seiring berjalannya waktu, seringkali resolusi tersebut terhenti hanya sebatas wacana yang jarang terealisasi karena banyak faktor.

Berangkat dari fenomena tersebut, RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel terbesar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, menghadirkan program ‘Redzolusi’.

Redzolusi merupakan sebuah  kompetisi yang memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menjelajahi berbagai daerah di empat negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Program ini digagas untuk membantu mewujudkan resolusi awal tahun generasi muda untuk bepergian dan mendapatkan pengalaman seumur hidup yang berkesan untuk diceritakan.

“Melalui program ‘Redzolusi’, kami ingin generasi muda dapat mewujudkan resolusi awal tahun dengan bepergian ke berbagai daerah pilihan mereka di empat negara Asia Tenggara,” jelas Marketing  Director RedDoorz Indonesia, Sandy Maulana.

Kata Sandy, RedDoorz ingin menjadi bagian penting dalam berbagai kisah berkesan yang dialami generasi muda ketika bepergian dan berusaha mewujudkannya.  “Kami berharap Redzolusi dapat menjadi solusi atas resolusi keinginan berwisata dan menjelajah generasi muda ke berbagai daerah yang mereka impikan, baik di Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam,” tambahnya.

Redzolusi juga merupakan bentuk dari dukungan RedDoorz dalam menggerakkan geliat turisme di Indonesia dan kawasan dengan memperkenalkan destinasi-destinasi wisata di Asia Tenggara. Program ini akan memberangkatkan empat orang pemenang untuk berwisata dengan masing-masing teman atau pasangan mereka ke berbagai daerah di keempat negara impian mereka.

Untuk berpartisipasi dalam program ‘Redzolusi’, masyarakat disyaratkan untuk membuat ringkasan perjalanan wisata atau itinerary impian mereka di salah satu negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Itinerary tersebut kemudian diunggah pada akun Instagram dengan caption yang menjelaskan alasan ingin berwisata ke negara tersebut, bersama tagar #RedzolusiSquad, serta mem-follow dan tag akun @redddoorzid. Pendaftaran terbuka sampai dengan 24 Februari 2020. Informasi lengkap cara ikut serta, dapat dilihat di akun resmi Instagram @reddoorzid.

Cara Ikut Redzolusi dari RedDoorz

Empat peserta yang beruntung akan berkesempatan untuk berwisata ke berbagai destinasi wisata di Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam mewujudkan resolusi awal tahun mereka. Setiap pemenang akan dibekali uang perjalanan senilai Rp 10 juta untuk mewujudkan impian mereka tersebut.

“Melalui Redzolusi, RedDoorz mendorong generasi muda untuk memanfaatkan media sosial dengan baik dan dipergunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Redzolusi merupakan program yang RedDoorz rancang untuk memfasilitasi hal tersebut dengan konten yang bermanfaat yang menginspirasi orang lain dalam mempromosikan wisata Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara,” tutup Sandy.

Dengan lebih dari 1.500 properti hotel, RedDoorz saat ini beroperasi di lebih dari 120 kota yang tersebar di Indonesia.  Selain di Indonesia, RedDoorz telah menjadi pilihan tempat menginap ketika bepergian bagi banyak wisatawan di negara-negara Asia Tenggara, yaitu di Singapura, Filipina, dan Vietnam.

 

RedDoorz

 

RedDoorz adalah perusahaan manajemen hotel berbasis teknologi terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara yang menawarkan akomodasi yang terjangkau untuk semua orang. Dengan visi untuk memungkinkan orang bepergian lebih banyak dan memberikan penginapan yang terjangkau dan dapat diandalkan di semua kota besar dan tujuan di seluruh wilayah, RedDoorz berinovasi di industri perhotelan dengan mengubah inventaris persediaan yang terfragmentasi menjadi akomodasi bermerek, terstandar dan memanfaatkan aplikasi seluler dan saluran digitalnya untuk mendorong permintaan konsumen yang kuat.

Perusahaan ini didirikan pada 2015 oleh tim eksekutif senior yang berpengalaman dalam industri perjalanan dan perhotelan online dan telah tumbuh menjadi pusat kekuatan regional dengan operasi di Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Perusahaan telah tumbuh lima kali tahun-ke-tahun.

Sebagai bagian dari jaringan merek RedDoorz, pemilik hotel dapat menumbuhkan bisnis mereka dan meningkatkan pendapatan sambil mengembangkan operasi mereka

Solusi RedDoorz membantu mitra mengelola distribusi, harga, pemasaran, pengalaman pelanggan, dan  teknologi – menawarkan platform canggih yang didukung oleh infrastruktur teknologi memadai. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.reddoorz.com. (Kanalkalimantan.com/andy)

 

 

Reporter : Andy
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Bisnis

Ini Pendapat Pengamat soal RUU Cipta Kerja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pasundan Eki Baihaki menilai pembahasan RUU Cipta Kerja yang masih dilakukan DPR mampu memunculkan peluang dan norma baru bagi pekerja dan pengusaha di Indonesia. Peluang dan norma ini harusnya bisa dimanfaatkan pada masa pemulihan ekonomi setelah badai pandemi.

Hal tersebut seperti dikemukakannya dalam diskusi virtual bertajuk RUU Cipta Kerja Kepastian Kerja dan Investasi, Jumat (10/7/2020).

Lebih Jauh, Eki Baihaki menilai dari sisi pekerja, ia melihat justru banyak peluang yang tercipta dari adanya RUU Cipta kerja khususnya bagi para wirausahawan pemula.

“Banyak sekali stimulus untuk siapapun yang ingin memulai wirausaha. Peluang ini penting bagi para pekerja kalau memang ingin mencari solusi jika menilai keberlangsungan perusahaan terancam di tengah pandemi ini,” kata Eki.

 

Menurutnya, pekerja harusnya memang melihat peluang dan opsi lain di tengah ketidakpastian iklim ekonomi yang terjadi. RUU Cipta Kerja yang jelas memiliki fokus untuk pemberdayaan, perlindungan UMKM, dan kemudahan berusaha, harusnya bisa menjadi jalan keluar supaya pekerja juga bisa lepas dari ketergantungan terhadap perusahaan.

“Kalau hanya menggantungkan diri pada perusahaan, ini contoh pekerja yang menurut saya tidak merdeka. RUU Cipta Kerja ini memberikan opportunity yang luas kok, jadi pekerja memang perlu melihat peluang yang muncul dan memanfaatkannya,” ujar Eki.

diskusi virtual bertajuk RUU Cipta Kerja Kepastian Kerja dan Investasi, Jumat (10/7/2020). foto: dew

Ekosistem ketenagakerjaan yang diatur dalam RUU Cipta Kerja, juga menjamin fleksibilitas untuk investor lebih mudah masuk dan membuka lapangan kerja lebih masif. Hal ini sangat krusial untuk dilakukan karena Indonesia saat ini menghadapi tantangan bonus demografi pekerja.

“RUU Cipta Kerja jika nantinya disahkan punya fleksibilitas untuk mempertahankan, memperbaiki, dan bahkan menghapus norma lama serta menciptakan norma baru yang lebih ramah investasi. Ini sangat penting untuk segera dilakukan di Indonesia,” ujar pengamat administrasi publik Universitas Padjadjaran Muhammad Rizal.

Menurut Rizal, Indonesia saat ini sudah cukup ketinggalan dari berbagai negara tujuan investasi. Upaya menarik kembali investor ini bahkan akan semakin sulit setelah adanya Covid-19. “Kalau kita tidak mampu memberikan regulasi yang kompetitif dan menarik buat investor, sangat mungkin terjadi relokasi bisnis besar-besaran ke wilayah yang lebih kompetitif. Kalau masih di Indonesia ya mungkin masih oke, tapi kalau ke luar dari Indonesia kan tidak bagus juga,” pungkas Rizal. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Terimbas Pandemi, Banyak Perusahaan Digital Hanya Bertahan Setahun

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Survei KIC memaparkan sekitar 50 persen perusahaan digital hanya mampu bertahan hingga satu tahun. Foto: goodnews
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pandemi Covid-19 membuat pelaku ekonomi digital mencari strategi yang lebih fleksibel untuk tetap bertahan. Meski demikian, berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC), sekitar 50 persen perusahaan digital hanya mampu bertahan hingga satu tahun.

“Kalau kita lihat ada faktor kestabilan. Nah berapa lama bisnis itu bisa bertahan ada beberapa faktor,” ujar Direktur Riset KIC Mulya Amri saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pelaku Ekonomi Digital di Indonesia’ pada Kamis (9/7/2020).

Dalam survei yang dilakukan pada Mei-Juni 2020 dengan melibatkan 139 responden ini, sebanyak 10,1 persen perusahaan digital mengaku tak mampu bertahan hingga akhir Juni 2020. Terhitung sejak pandemi merebak pada Maret 2020.

Sementara sebanyak 20,1 persen mengaku hanya bisa hidup hingga Juli-September 2020 dan 20,9 persen mampu bertahan sampai kuartal I 2021. Sedangkan sebanyak 48,9 persen optimistis bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun.

 

Mulya mengungkapkan, salah satu faktor yang membuat perusahaan mampu bertahan karena mereka bisa menemukan bisnis model yang lebih baik di kala pandemi. Selain itu, ada perusahaan yang mempunyai tabungan besar sejak sebelum pandemi sehingga bisa bertahan pada masa sulit ini. “Jadi dari dua faktor itu. Yang satu dari segi bisnisnya sendiri, maupun dari reserve (tabungan),” katanya.

Menurut hasil survei, perusahaan digital yang mengaku bisa bernafas lebih dari satu tahun banyak berasal dari sektor pertanian. Dari jumlah perusahaan yang ada pada sektor ini, sebesar 75 persennya mengakui hal tersebut. Posisi kedua ditempati sektor teknologi informasi (73,3 persen), sistem pembayaran (72,7 persen), kesehatan (71,4 persen), logistik (50 persen), maritim (50 persen), ekosistem pendukung digitalisasi (48,4 persen), dan pendidikan (36,3 persen).

Sektor pariwisata menempati posisi paling buncit (25 persen). Strategi Bertahan Berkaca dari kondisi yang ada, para pelaku ekonomi digital melakukan beragam cara untuk bertahan. Dalam survei KIC disebutkan, cara yang ditempuh antara lain dengan melakukan efisiensi, mengubah jam kerja, merevisi anggaran, melakukan penyesuaian bisnis, mengganti strategi promosi, hingga mencari investasi baru.

Terkait efisiensi, sebanyak 83,5 persen perusahaan mengaku menerapkan sistem bekerja dari rumah. Kemudian sebanyak 60,4 persen mengurangi biaya operasional, sebesar 29,5 persen mengurangi jumlah karyawan, dan sebesar 28,1 persen melakukan opsi menunda atau tidak membayarkan tunjangan hari raya (THR).

Perusahaan juga melakukan penyesuaian jam kerja dan merevisi anggaran. Biaya produksi merupakan anggaran yang paling banyak dipangkas. Adapun terkait penyesuaian bisnis, perusahaan menjalankan strategi melalui perubahan jumlah dan jenis produk atau layanan.

Anggota Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional Ashwin Sasongko membagi perusahaan rintisan (startup) ke dalam dua kelompok besar. Antara lain perusahaan yang menggunakan teknologi informatika sebagai alat bisnis dan yang menjadikannya sebagai produk usaha.

“Yang menggunakan teknologi informatika as tools, harus review proses bisnisnya. Mana lagi yang bisa ditransformasi ke digital sehingga lebih efisien. Yang memiliki produk digital, dia harus melihat peluang apa yang sedang berkembang, aplikasi yang dibutuhkan saat ini,” katanya.

Ashwin juga menekankan soal ketersediaan akses internet, baik untuk pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, pemerataan akses internet dapat jadi solusi agar perputaran ekonomi tetap berjalan.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Teknologi dan Informatika (Kominfo) Semuel A. Pangerapan mengungkapkan, pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan internet. Sambungan internet yang merata di seluruh nusantara menjadi program prioritas untuk mempercepat konektivitas. Setelah mempercepat konektivitas, Kominfo juga menggalakkan literasi digital melalui program bernama Siberkreasi. “Dengan program ini, kita bisa ajak seluruh komponen masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut membangun literasi digital,” tuturnya.(katadata)

 

Editor : Katadata


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Naik Rp 6.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 940.000 per Gram

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Emas Antam batangan di salah satu gerai Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Harga emas Antam pada Kamis (9/7/2020) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 940.000. Harga emas hari ini terpantau naik Rp 6.000 dibandingkan dengan harga jual Rabu (8/7/2020) kemarin.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 838.000 per gram. Harga buyback tersebut juga naik Rp 6.000 dibandingkan dengan harga buyback Rabu kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga jual emas batangan pada hari ini:

emas 0,5 gram Rp 500.000.
emas 2 gram Rp 1.820.000.
emas 3 gram Rp 2.705.000.
emas 5 gram Rp 4.480.000.
emas 10 gram Rp 8.895.000.
emas 25 gram Rp 22.112.000.
emas 50 gram Rp 44.145.000.
emas 100 gram Rp 88.212.000.
emas 250 gram Rp 220.265.000.
emas 500 gram Rp 440.320.000.
emas 1.000 gram Rp 880.600.000.
(Suara)

 

Reporter : Suara
Editor : Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->