Connect with us

HEADLINE

Ayo, Kerek Usahamu! Kanalkalimantan.com Launching Program #GandengUMKM

Diterbitkan

pada

Kanalkalimantan.com merilis program #GandengUMKM untuk bangkit saat badai ekonomi terjadi. Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional memasuki resesi pada kuartal III-2020. Hal itu menyusul revisi proyeksi yang dilakukan Kementerian Keuangan.

Resesi yang dipicu pandemi Covid-19 ini, tentunya bakal berdampak bagi seluruh sektor ekonomi, terutama juga bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah, seperti halnya Kalimantan.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo dalam sebuah kesempatan menyampaikan, sektor usaha mikro, kecil dan menengah lebih rentan dalam menghadapi Covid-19. Secara nyata, UMKM mengalami penurunan pendapatan lebih besar ketimbang segmen korporasi.

Besarnya risiko pailit pada usaha mikro, membuat segmen usaha mikro mengalami dampak penurunan pendapatan terbesar. Survei McKensey menyebutkan, dampak Covid-19 ini terutama terkait dari sisi pasokan dan permintaan serta adanya pembatasan pergerakan.



UMKM paling merasakan dampak, sebab di awal pandemi banyak pasar maupun pusat perdagangan tutup. Walhasil ini berdampak sangat serius pada kemampuan pengusaha-pengusaha kecil dan mikro untuk berusaha dan melakukan pembayaran pokok (utang) maupun bunganya kepada perbankan.

Merujuk Katadata Insight Center (KIC), saat ini sebanyak 62,6% UMKM yakin bisnisnya dapat berjalan lebih dari satu tahun sejak pandemi Maret 2020.

Ironisnya, tetap terdapat sekitar 20% UMKM berpotensi gulung tikar pada September.

Dan memasuki kenormalan baru, ternyata UMKM tak otomatis bisa beradaptasi cepat. UMKM harus berjibaku mencoba bertahan kala badai besar ini, khusus di Kalimantan Selatan yang menjadi salah satu daerah dalam pengawasan pusat terkait tingginya angka kasus Covid-19.

Menyikapi kondisi demikian, masih terkait HUT ke-3, Kanalkalimantan.com menghadirkan sebuah program #GandengUMKM. “Melalui program ini, kami ingin hadir berjalan bersama dan bergandengan tangan dengan sektor UMKM, khususnya di Banua tercinta ini,” kata Kepala Divisi Program dan Kreatif Kanalkalimantan.com, Andy Arfian, Kamis (24/9/2020).

Ia mengatakan, sektor UMKM menjadi perhatin serius Kanalkalimantan.com, karena faktanya secara nasional, 50% dari 60 juta UMKM Indonesia menyerap 116 juta pekerja. Selain itu, UMKM memberikan sumbangan besar sebesar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Peran ini cukup signifikan untuk menopang ekonomi nasional yang jatuh dalam resesi. Caranya adalah, UMKM harus dibuat mampu kompetitif. Mereka tak hanya diajarkan untuk bertahan saat krisis tapi juga ekspansif. Karena ada yang bilang, krisis juga peluang untuk tumbuh,” tegas Andy.

Apa itu #GandengUMKM?

Program gandeng UMKM yang akan dilaunching Kanalkalimantan.com, yakni menghadirkan liputan eksklusif bagi para pelaku UMKM di Kalimantan Selatan tanpa dipungut biaya alias gratis.

Setiap UMKM yang sudah mengirimkan profil dan katalog produknya, akan dipublikasikan di web Kanalkalimantan.com dan semua akun media sosial kami.

Pada program ini, Kanalkalimantan.com juga mengajak mitra pemilik dan pengelola akun media sosial untuk bersama membantu UMKM. Seperti halnya Shalokal Grup (shalokal,com & @shalokal.com_instabaiman), Kabar Banua Kalsel (@kabar_banua_kalsel), Info Daha Negara (@infodahanegara), dan Tanah Laut Info (@tanahlautinfo).

“Adapun caranya adalah dengan ikut memposting ‘aset promo’ yang telah kami sediakan, dan aset promo ini pun nantinya akan kami sertakan/tampilkan logo dari setiap akun sosmed yang ikut mendukung,” kata Andy.

Andi berharap, melalui program ini para UMKM juga menemukan calon pembeli yang cukup signifikan untuk mendongkrak usaha. Sebab dengan bantuan media online dan medsos lainnya, otomatis pasar online akan terbuka lebih lebar.

“Melalui program ini, UMKM akan lebih dikenal. Apalagi ke depan kami juga akan melakukan pembinaan dengan menggandeng sejumlah pakar untuk bersama memberikan masukan terkait pengembangan bisnis sektor UMKM,” tegasnya.

Untuk bergabung dalam program ini, para pelaku UMKM tinggal mengirim profile dan katalog ke email: kanalkalimantancreative@gmail.com. (Selengkapnya bisa dilihat pada infografis, Red).
(Kanalkalimantan.com/cel)

Reporter : cel
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, 3 Paslon Pilkada Banjarbaru Dipanggil Bawaslu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru AR Iwansyah (kiri) bersama Calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin (kanan) memenuhi panggilan Bawaslu Banjarbaru, Sabtu (24/10/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Suhu politik Pilkada di Kota Banjarbaru kembali menghangat. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarbaru melakukan pemanggilan terhadap tiga pasangan calon (Paslon) yang berkontestasi di Pilkada 2020, Sabtu (24/10/2020) siang.

Kepada Kanalkalimantan, Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar mengungkapkan bahwa pemanggilan ketiga paslon tersebut menyusul adanya kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan pelanggaran pasal 188 jo pasal 71 ayat 3 dan ayat 5 UU No 10 tahun 2016, tentang Pilkada.

“Tanggal 22 Oktober kemarin, kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana pemilihan. Laporan itu sudah memenuhi syarat baik secara formil dan materil. Dan hari ini kita tindak lanjuti dengan melakukan klarifikasi dan meminta keterangan, dari terlapor, saksi dan penyenggara pemilu,” katanya.

Ditanya ihwal siapa paslon yang dilaporkan dalam kasus ini, Dahtiar memilih irit bicara. Ia hanya menegaskan bahwa pemanggilan ketiga paslon sekadar melakukan proses klarifikasi saja.



Calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Foto : rico

“Untuk sekarang kita belum bisa membukanya. Intinya, kasus ini sedang ditangani Sentra Gakkumdu Banjarbaru, yang beranggotakan Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan,” sebut Dahtiar.

Jika menilik pasal dan ayat yang disangkakan oleh Bawaslu Banjarbaru, maka pelanggaran dalam kasus ini diduga menyangkut penyalahgunaan wewenang, program dan kegiatan oleh salah satu paslon saat aktif menjabat sebagai Wali Kota atau Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Seperti dimuat dalam Pasal 188 jo pasal 71 ayat 3, yakni Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Pantauan di kantor Bawaslu Banjarbaru, pemanggilan ketiga paslon dilakukan pada jam yang berbeda. Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 3, Darmawan Jaya Setiawan, menjadi orang pertama yang hadir. Lalu disusul oleh Calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin dan Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 3, AR Iwansyah.

Calon Wakil Wali Kota nomor urut 3, Darmawan Jaya Setiawan saat dikonfirmasi terkait pemanggilannya, memilih menutup diri. “Konfirmasi langsung ke Bawaslu lah,” tulisnya melalui via WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin, mengungkapkan bahwa dirinya hanya diminta klarifikasi dalam kasus ini. Ia turut membenarkan bahwa memang ada salah satu paslon yang diduga telah melakukan pelanggaran tersebut.

“Memang benar jika di antara kami ada yang diduga telah menyalahgunakan wewenang program pemerintahan untuk menyukseskan kemenangan di Pilkada. Itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Kami sama sekali tidak terlibat dalam hal ini,” terangnya.

Menurut Aditya, penyalahgunaan wewenang tentu sangat merugikan, baik pihaknya maupun paslon lain. Apalagi, memanfaatkan sistem pemerintahan yang notabene berasal dari uang rakyat.

“Kita sebagai paslon, menjunjung tinggi asas pemilu yang demokratis, jujur, dan adil. Tentu kami menuntut keadilan, jika memang ada program dan kewenangan di pemerintahan kota Banjarbaru yang disalahgunakan. Tapi kita lihat dulu dari pemeriksaan Bawaslu apakah benar ada unsurnya atau tidak,” tegas Aditya.

Senada, Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 1, AR Iwansyah menyayangkan apabila dugaan penyalahgunaan tersebut memang terbukti. Ia menuturkan bahwa setiap paslon seharusnya sudah mengetahui aspek apa saja yang tidak boleh dilanggar dalam mengikuti ajang pesta demokrasi.

“Saya tadi malam diberi perintah oleh pak Gusti Iskandar, untuk memenuhi panggilan Bawaslu. Memang ada salah satu paslon yang diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Hari ini saya memberikan keterangan sebenar-benarnya terhadap Bawaslu bahwa kami memang dirugikan,” tegasnya.

Adapun sanksi yang ditegakkan apabila kasus ini terbukti, maka paslon yang dilaporkan terancam dibatalkan sebagai peserta Pilkada 2020 oleh KPU Banjarbaru. Hal itu sebagaimana tertera dalam pasal 188 jo pasal 71 ayat 5, yakni dalam hal Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati dan Walikota atau Wakil Walikota selaku petahana melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) petahana tersebut dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Buntut Camat SE Hadiri Kampanye, Cabup Banjar Diperiksa Bawaslu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

H Saidi Mansyur : Beliau Tidak Diundang, Beliau Secara Spontan Ikut Dalam Kegiatan Tersebut


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cabup Banjar H Saidi Mansyur memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2020). foto: tim
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Calon Bupati Banjar H Saidi Mansyur dipanggil Bawaslu Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2020) siang, klarifikasi kehadiran Camat Aluh-aluh SE yang nongol di kampanye tatap muka terbatas.

Calon Bupati (Cabup) Banjar H Saidi Mansyur memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Banjar, buntut pelaporan dugaan pelanggaran netralitas ASN.

H Saidi Mansyur mengakui dirinya dicecar sekitar 30 pertanyaan dari penyidik di Sentra Gakkumdu Bawaslu Banjar. Ia pun menjelaskan kronologi kehadiran Camat Aluh-aluh SE saat kampanye Paslon H Saidi Mansyur-Said Idrus Alhabsyi di Desa Pemurus Dalam pada Kamis (15/10/2020) lalu.

Setelah memberikan keterangan kepada penyidik di Sentra Gakkumdu Banjar, Cabup Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, pihaknya tidak mengundang Camat Aluh-aluh SE pada kampanye, Kamis tanggal 15 Oktober 2020 itu.



Menurut H Saidi Mansyur, Camat Aluh-aluh SE hadir secara spontan di wilayah yang dipimpinnya itu. “Beliau (SE) tidak diundang, beliau secara spontan ikut  dalam kegiatan tersebut,” jelasnya, Sabtu (24/10/2020).

Kampanye tatap muka terbatas yang diduga melibatkan ASN Pemkab Banjar di Kecamatan Aluh-aluh. Foto : ist

Camat Aluh-aluh, kata H Saidi Mansyur hadir untuk menyampaikan tentang adanya Pilkada di Kabupaten Banjar yang diikuti 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Beliau mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam menyemarakan pesta demokrasi dan pada hari H tidak golput,” pungkas Cabup Banjar nomor urut 1 H Saidi Mansyur.

Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dan pidana pemilu bermula dari laporan warga Kecamatan Aluh-aluh Kasmayuda. Camat SE dilaporkan melanggar netralitas sebagai seorang ASN yang hadir di kampanye Paslon Bupati Banjar Nomor Urut 1 H Saidi Mansyur-Habu Idrus Alhabsyi. Pelapor menyerahkan sejumlah berkas dan bukti dukung berupa foto hingga video kegiatan kampanye yang diduga melibatkan kehadiran Camat SE.

Sekadar diketahui Pemerintah Kabupaten Banjar sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : 800/458PPK.2/BKDPSDM tentang netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) yang langsung diturunkan dan diteken oleh Bupati Kabupaten Banjar H Khalilurrahman kepada seluruh SKPD di Pemkab Banjar.

*Klik disini untuk baca atau download SE Pemkab Banjar tentang netralitas ASN dalam Pilkada (red)

Jika terbukti melanggar netralitas, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjar, Camat Aluh-aluh SE bakal kena sanksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->