Connect with us

Kriminal

Bagong Dibekuk, 4 Paket Sabu Jadi Barbuk

Diterbitkan

pada

IH alias Bagong yang dibekuk karena kepemilikan sabu. Foto : Polsek Aluh-aluh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA -Anggota Polsek Aluh-aluh meringkus seorang pria yang diduga pengedar narkoba jenis sabu di Desa Tanipah RT 2, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, pada Rabu (7/10/2020).

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti 4 paket sabu.

Pria itu IH alias Bagong (44), warga Desa Tanipah, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, dibekuk di rumahnya.

Menurut Kapolsek Aluh Aluh Ipda Simon Jumadi, kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (10/10/2020) mengatakan, penangkapan satu orang tersangka dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat sering adanya transaksi barang haram di rumah tersangka Bagong.



“Alhasil saat dilakukan pengerebekan pihaknya, mengamankan satu orang tersangka berikut barang bukti berupa sabu dan uang tunai Rp 350 ribu, satu buah handphone merk samsung warna hitam, satu pak plastik klip dan satu buah dompet warna hitam,” ujarnya.

Pada saat dilakukan penggerebakan tersangka Bagong sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri ke arah belakang rumah.

“Pelaku berusaha melarikan diri ke arah belakang rumah, namun usaha pelaku melarikan tidak berhasil, karena anggota kita sudah mengepung rumah tersangka,” katanya.

Ipda Simon Jumadi menambahkan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Bagong menyebutkan satu inisial yaitu AT warga Banjarmasin yang diduga pemasok barang haram tersebut.

“Ketika kita lakukan pemeriksaan tersangka Bagong menyebutkan satu nama yaitu AT, kami menduga nama itu adalah pemasok ke Bagong,” kata Ipda Simon Jumadi.

Pemesanan barang haram tersebut, Bagong mendapatkannya dari komunikasi handphone, dan yang mengantar barang haram tersebut adalah orang suruhan (anak buah) dari AT.

Ketika pihak kepolisian menanyakan dimana rumah AT, Bagong tidak mengetahui dimana alamat persisnya.

“Kita sedang menelusuri AT,” tegas Ipda Simon Jumadi

Atas perbuatannya itu, tersangka akan dijerat dengan pasal peredaran gelap narkotika golongan sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat 1sub 112 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2008 tentang Narkotika, dengan acaman hukuman penjara 20 tahun. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kriminal

Bunuh Istri Sendiri di Margasari, Pelaku Serahkan Diri ke Polres Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Thabrani, pelaku pembunuh istri di Margasari, Kabupaten Tapin yang menyerahkan diri di Polres Banjar. Foto: reskrim polres Banjar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Polres Banjar dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang diketahui bernama Thabrani (62), Senin (10/8/2020).

Kedatangan Thabrani ternyata untuk menyerahkan diri setelah menghabisi istri sendiri di Desa Batata, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin.

Berdasarkan hasil interogasi, pria ini telah menghabisi istri ketiganya yang bernama Hs pada Senin (10/8/2020) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Rizky Fernandez membenarkan hal tersebut bahwa pelaku mendatangi Polres Banjar sekitar pukul 06.00 Wita.



“Ada laporan di Polres Banjar atas aksi yang dilakukan pelaku sendiri di warung makan milik istrinya sendiri di Desa Batata, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin,” ungkapnya.

Rizky mengatakan pelaku dengan kesadaran menyerahkan diri ke SPKT Polres Banjar setelah menjalankan aksinya.

“Informasi sementara dari hasil interogasi Thabrani mengaku cemburu karena sang istri yang telah menjalani pernikahan kurang lebih 10 tahun kedapatan selingkuh,” paparnya.

Pelaku diketahui membunuh sang istri setelah berhubungan badan dengan cara mencekik dan memukul kepala korban dengan linggis.

Setelah membunuh korban, lanjut AKP Rizky, pelaku kemudian menutup jasad korban menggunakan kasur dan menyiramnya dengan minyak tanah dan membakar jasadnya.

Thabrani meninggalkan korban yang sudah terbakar, kemudian pelaku pulang ke rumahnya di Jalan Veteran, Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

“Setelah sampai di rumah, pelaku disarankan oleh pihak keluarga untuk menyerahkan diri ke Polres Banjar,” ujar Kasat Reskrim Polres Banjar.

Sekarang ini, lanjut AKP Rizky, pelaku telah diamankan Unit Lidik, Satuan Reskrim Polres Banjar.
“Pihak dari Polres Tapin sudah menjemput pelaku, dengan dijemput langsung Kasat Reskrim Polres Tapin,” tegasnya.(kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kriminal

Ditangkap Karena Penganiayaan MI Malah Kedapatan Simpan Sabu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

MI beserta barang bukti yang sudah di amankan oleh Polres Kobar. Foto: Humas Polres Kobar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PANGKALANBUN – Polres Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial MI (36) warga jalan A Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) di kediamannya jalan Kopong, Kelurahan Baru, Minggu (2/8/2020) pukul 00.15 WIB.

Lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut, awal mulanya diamankan lantaran sebelumnya terlibat dalam tindak pidana penganiayaan.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting melalui Kasatreskrim AKP Rendra A Dhani mengatakan, bahwa saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku ditemukan satu buah gawai atau handphone pada saku celana sebelah kanan.

MI beserta barang bukti yang sudah di amankan oleh Polres Kobar. Foto: Humas Polres Kobar

“Karena dianggap mecurigakan, kemudian kami lanjutkan penggeledahan terhadap bagian lain dari rumah pelaku, yaitu kamar. Yang mana ada sebuah kotak permen dan setelah diperiksa, di dalamnya terdapat satu paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,90 gram,” terang Rendra kepada kanalkalimantan.com, Senin (3/8/2020) pukul 10.00 WIB.



Selain itu, pihaknya juga menemukan barang bukti lain berupa satu buah gunting, satu buah kotak rokok esse warna biru di dalamnya terdapat satu lembar tissue, dua buah pipet kaca dan tiga sedotan dari plastik yang diakui milik pelaku. Barang bukti dan pelaku sudah diamankan Polres Kobar guna pemeriksaan secara intensif.

“Terhadap pelaku, terkait perkara narkotika dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang – Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 Milyar,” tandas Rendra sekaligus mengakhiri. (kanalkalimantan.com/humaspolreskobar/digdo)

Reporter: humaspolreskobar/digdo
Editor: dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->