Connect with us

HEADLINE

Balai Kota Banjarbaru Klaster Perkantoran? Kadinkes: Tidak Benar Disebut Klaster

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menyusul Wali Kota Nadjmi, Sekdako dan 4 Pejabat Lainnya Positif Covid-19


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Para pejabat di lingkungan Pemko Banjarbaru pada perayaan Hari Jadi ke-21 Kota Banjarbaru pada 21 April 2020 lalu. foto: dok. kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sederet nama pejabat tinggi pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru terkonfirmasi positif Covid-19. Potensi akan munculnya klaster penyebaran di lingkungan perkantoran kini menjadi ancaman bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemko Banjarbaru.

Berawal dari Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan istri yang lebih dulu diketahui positif terpapar virus corona, pada pekan lalu, tepatnya saat Wali Kota Banjarbaru dijadwalkan hadir dalam acara kunjungan kerja Panglima TNI dan Kapolri, Kamis (23/7/2020) sore.

Saat itu, Nadjmi batal menghadiri acara dan digantikan oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan.

Belakangan, hari Kamis itu, Nadjmi rupanya menjalani rapid test dan hasilnya dinyatakan reaktif. Masih di hari yang sama, Nadjmi langsung menjalani swab beserta istri di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.



Dua hari setelahnya pada Sabtu (25/7/2020), Wali Kota Banjarbaru dan istri dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kabar ini pun langsung diumumkan dalam sebuah video yang diposting melalui akun Instagram pribadi Nadjmi Adhani pada Senin (27/7/2020) siang.

Update data kasus Covid-19 di Kota Banjarbaru per 1 Agustus 2020. grafis: gugus tugas covid-19 banjarbaru

Pemko Banjarbaru langsung menggelar konfrensi pers dipimpin oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan. Kala itu, Jaya menyatakan bahwa seluruh pejabat termasuk dirinya dan orang-orang yang berkontak erat dengan Wali Kota Banjarbaru baru saja menjalani tes swab, sebagai upaya tracing dan testing, pasca Wali Kota dinyatakan positif terpapar.

Kamis (30/7/2020), hasil swab keluar dan menyatakan 5 pejabat Pemko Banjarbaru ikut dinyatakan terpapar Covid-19. Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru H Said Abdullah, termasuk sopir dan ajudan.

Lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banjarbaru Hanafi dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Banjarbaru Jainudin

Berikutnya, Kepala Bagian Hukum Pemko Banjarbaru Gugus dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sri Lailana.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru masih irit informasi soal faktor terjadinya penularan Covid-19 terhadap para pejabat Pemko Banjarbaru tersebut. Hanya saja menurut riwayat aktivitas, antara 15 juli – 19 Juli, Wali Kota bersama 5 pejabat lainnya memang baru saja melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Baca juga: Seluruh Kantor di Pemko Banjarbaru Ditutup 2 Hari

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, terpaparnya para pejabat di lingkungan Pemko Banjarbaru diduga karena padatnya aktivitas berinteraksi dengan banyak orang. Ia juga telah meminta pihak Dinkes untuk melakukan penelusuran, terhadap orang-orang yang kontak erat dengan kelima pejabat tersebut.

“Kita ingin melihat dimana kemungkinan terpaparnya, dengan melihat riwayat aktivitas dan perjalanan dinas kelima pejabat kita,” tuturnya.

Lantas, dengan melihat kondisi ini, apakah penyebaran Covid-19 sudah dikatakan masuk dalam klaster perkantoran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru? Kepala Dinkes Banjarbaru Rizana Mirza membantah jika sebutan tersebut justru digaungkan ke publik. Sebab, menurutnya untuk dikatakan klaster merujuk pada kasus Covid-19 di lingkungan perkantoran yang jumlah terus berkembang dan menularkan ke lingkungan lain.

“Upaya tracing dan testing masih kita lakukan. Kita belum tahu berapa ASN di setiap kantor yang terpapar Covid-19. Kita belum bisa melakukan tes swab secara massal karena harus antre juga. Jadi untuk saat ini, saya tidak membenarkan bahwa sudah disebut klaster,” terangnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: rico
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Komisioner Bawaslu RI Kunjungi Gudang Logistik di Banjarbaru, Ada Apa?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Komisioner Bawaslu RI mengunjungi gudang penyimpanan logistik Pilkada Banjarbaru Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Komisioner Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar secara mendadak mengunjungi Banjarbaru, pada Sabtu (5/12/2029) malam.

Bertolak dari Jawa Timur, setibanya di Bandara Internasional Syamsudin Noor, salah satu pimpinan Bawaslu RI itu langsung meninjau gudang logistik KPU Banjarbaru di Jalan Trikora.

Faktanya, kunjungan Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu RI itu dalam rangka meninjau kesiapan kota Idaman jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, 9 Desember mendatang.

Didampingi Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar dan Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, Fritz memeriksa kesiapan logistik pemungutan suara Pilkada di Banjarbaru. Baik itu kotak suara maupun surat surat yang nantinya akan didistribusikan ke setiap TPS yang ada di wilayah Banjarbaru.



“Kabar dari Ketua KPU, seluruh logistik sudah tersedia dan telah disusun rapi. Bahkan katanya sudah siap didistribuksikan ke TPS dua hari sebelum hari pencoblosan. Nah, ini tugas KPU dan Bawaslu Banjarbaru untuk bersama-sama mengawasinya,” katanya kepada awak media.

Selain memastikan kelengkapan logistik, Fritz mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Banjarbaru juga dalam rangka penguatan SDM. Terkhusus, panitia pengawas pemilu (panwaslu) di tingkat Kecamatan yang bertugas mengawasi pemungutan hingga rekapitulasi suara nantinya.

“Termasuk juga saya ingin memberikan bimbingan teknis kepada Bawaslu Banjarbaru tentang bagaimana menindaklanjuti jika adanya pelanggaran pemilu,” imbuhnya.

Mengingat pada Minggu (6/12/2020) besok, menjadi hari pertama dimulainya masa tenang, Fritz menekankan bahwa tidak boleh ada lagi kegiatan kampanye yang dilakukan oleh para paslon. Termasuk, melepas dan menurunkan seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) milik paslon, baik banner, spanduk, maupun baleho.

“Perlu saya ingatan sesuai dengan aturan di PKPU 11, KPU dan Bawaslu harus melakukan pembersihan APK ini. Pengawasan masa tenang secara nasional sebenarnya sudah dibahas dalam rapat kerja. Masa tenang bagi paslon, namun bukan masa tenang bagi kami (Bawaslu dan KPU, -red),” akunya.

Terakhir, Komisioner Bawaslu RI itu juga mengingatkan akan rawannya potensi pelanggaran pemilu selama berlangsungnya masa tenang dari tanggal 6 – 8 Desember. Untuk itu, ia meminta Bawaslu Banjarbaru untuk lebih maksimal dalam melakukan fungsi pengawasan.

“Bawaslu Banjarbaru harus maksimal dalam melakukan fungsi pengawasan selama beberapa hari ke depan. Potensi pelanggaran yang biasanya terjadi selana masa tenang contohnya politik uang dan konten internet yang sifatnya HOAX,” pinta Fritz.

Seusai meninjau gudang logisttik KPU Banjarbaru, Fritz melanjutkan perjalanannya menyambangi kantor Bawaslu Banjarbaru. Rencananya pria asal Medan itu akan mengunjungi beberapa kabupaten kota lainnya yang ada di Kalsel. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Orasi Kampanye Penutup Haji Denny: Saatnya Wujudkan Kemakmuran Banua dengan Hadirnya Gubernur Baru!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Orasi kampanye penutup Haji Denny Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Orasi politik menutup putaran kampanye calaon Gubernur Kalsel Denny Indrayana. Bertempat di Markas Besar Tim Pemenangan H2D di Banjarbaru, Sabtu (5/12/2020) Wamenkum HAM era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, menyampaikan refleksi selama menjalani 2,5 bulan kampanye yang ditetapkan KPU Kalsel.

Haji Denny–panggilan Denny Indrayana mengatakan, banyak catatan yang dipetik dari perjalanan pencalonannya sebagai gubernur Kalsel.

“Hari ini, merupakan kampanye terakhir, pada moment ini saya ingin menyampaikan pemikiran yang bisa jadi refleksi seklaigus catatan ke depan yang bisa bawa Banua ke arah yang lebih baik, adil, dan amanah,” katanya.

Cagub kelahiran Kotabaru ini mengatakan, proses panjang telah dijalani bukan hanya selama menjalani masa kampanye, tapi sejak memutuskan untuk berikhtiar maju sebgai calon gubernur pada Oktober 2019 lalu.



“Dari perjalanan panjang ini, banyak suka duka yang dijalani, saya ucapkan terima kasih kepada semuanya. Atas sokongan dan doa yang tidak ada henti,” ungkapnya.
Ia mengatakan, semuanya menguatkan langkah perjuangan, untuk Banua ke depan. Ia mengatakan, perjungan untuk menghadirkan Kalsel yang lebih adil dan sejahtera tidak mudah.

“Kalsel dikaruniai kekayaan luar biasa, tergantung bagaimana mengelola dan mesyukuri,” ungkapnya.
Pakar Hukum Tata Negara ini mengatakan, cara mensyukuri nikmat kekayaan Kalsel akan memunculkan dua kemungkinan. Jika dikelola dengan cara anti korupsi, amanah, maka kata ayah tiga anak ini mengatakan yang muncul adalah kemanfaatan dan keberkahan.

“Sebaliknya, jika gagal memberikan tata kelola pemerintahan yang baik, dengan muncul korupsi, kolisi, maka justru akan membawa bencana alam, banjir, kebakaran dan lainnya,” tegasnya.

Bagi Haji Denny, inilah satu refleksi yang harus direnungkan, mengapa kekayaan alam tak menghadirkan kemakmuran bagi rakyat Banua. Dimana letak kesalahannya? “Sebagaimana yang sering saya katakan, ini lantaran ada dua hal yang hilang. Yakni keadilan dan amanah.

Tanpa keadilan kekayaan hanya akan menjadi tontonan tanpa dinikmati rakyat. Seribu sungai akan jadi seribu lubang tambang, Kalimantan bisa jadi mantan kali,” katanya.
Ia mengatakan, Walhi Kalsel telah mengingatkan bahwa saat ini sudah masuk darurat ruang dan ekologi bencana.

Dimana hal ini harus disikapi dengan hati-hati, tata kelola yang keliru hanya akan menghadirkan kesenjangan ekonomi.
“Lebih dari 1 tahun keliling Kalsel, bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kekyaan tak bisa menghadirkan kemakmuran. Bagaimana Kabupaten Batola hanya bisa melihat tongkang hilir mudik, tapi kesenjangan dengan Banjarmasin sangat jauh.

Di Banua Anam, jalan yang berlubang masih menjadi realitas yang tak bisa ditutupi. Ada 33 persen jalan provinsi rusak.
Kita bukan ingin menyalahkan siapa siapa, ingin hadirkan catatan kritis. Dengan data dan fakta, itulah realita debat. Agar masyarakat tahu bangaimana kompetensi calon,” ungkapnya.

Bagi Haji Denny, semua langkah yang dilakukan sebagai wujud ikhtiar menghadirkan Kalsel yang lebih adil dan amanah. Bukan kerjaan mudah, karena dihadapakan pada godaan yang tak ringan.
Terkait hal tersebut, maka meletakkan prinsip-prinsip anti korupsi adalah penting. “Maka itu kita menolak politik uang.

Itu adalah bagian yang paling haram dari pemilu kita. Seberapa berbahaya politik uang di Kalsel,
Banyak yang menyatakan maju di Kalsel adalah fengan konsekwensi politik uangnya paling tinggi. Jika seperti itu, daulat rakyat akan digantikan daulat uang. Hingga ada yang mengatakan, pilih saja calon berduit! Tidak mudah, di hari pertama saat deklarasi pencalonan, pertanyaan yang muncul adakah duitnya. Adakah dana operasional, dana mahar? Dan Alhmadulilah sampai titik darah penghabisan, kita mempertahankan menolak politik uang,” tegasnya.

Terkait politik uang, Haji Denny mengatakan sudah berupaya melaporkan ke Bawaslu. BAnyak bukti disampaikan, tapi laporan ditolak. Baginya, ini semakin menegaskan bahwa realitas hukum masih berjarak dari keadilan. “Cara kita menghadapi bukan dengan patah semangat, tapi dengan optimisme. Bahwa jalan terjal akan dihadapi. Kita bukan ingin menghadirkan ketidakharmonisan, tapi ingin menghadirkan prinsip pemilu yang jujur dan adil,” terangnya.

Haji Denny mengatakan, setalah melalui proses kampanye dan debat, saatnya rakyat menentukan pilihan dengan hati nurani. Sebab apa yang akan dipilih, bakal menentukan nasib Kalsel ke depan.”Saatnya wujudkan kemakmuran Banua dengan hadirnya Gubernur Baru!” tegasnya.

Di sisi laun, ia juga mengingatkan kepada partai pendukung, relawan, dan masyarakat untuk menjaga dan mengawasi pencoblosan dari tiap kecurangan. (Kanalkalimantan.com/ril)

 

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->