Connect with us

Hukum

Bawa Sajam Dalih Jaga Diri, Pelajar Diamankan Polisi

Diterbitkan

pada

BJ (18) masih berstatus sebagai pelajar diamankan anggota Polsek Aluh-aluh. Foto: polsek alu-aluh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – BJ (18) masih berstatus sebagai pelajar diamankan anggota Polsek Aluh-aluh, pada Senin (5/10/2020).

Cuma perkara sepele, BJ kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis badik saat petugas kepolisian melakukan patroli kerumunan masyarakat di jalan Desa Simpang Pipih, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar.

Saat petugas melakukan penggeledahan mendapati sajam yang disimpan oleh pelajar itu.

Pelajar yang diketahui merupakan warga Desa Aluh-aluh Kecil, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar tersebut, diamankan saat sedang kumpul bersama teman-temannya.



Sajam jenis badik bersama kumpangnya terbuat dari kayu berwarna coklat dengan panjang 30 Cm diselipkan pelaku di pinggang bagian kiri.

“Alasan pelaku bawa sajam untuk jaga diri. Namun alasan tersebut tetap saja menyalahi aturan karena seharusnya tidak membawa sajam karena sudah diatur dalam undang-undang darurat,” kata Kapolsek Aluh-aluh Ipda Simon Jumadi, kepada Kanalkalimantan.com, Jum’at (9/10/2020) siang.

Kini pelaku bersama barang bukti sudah diamankan Mapolsek Aluh-aluh menjalani proses lebih lanjut. “Pelaku dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 ancaman hukumannya maksimal 10 tahun,” tegasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Hukum

Gus Nur Ditangkap, Muannas: Agar Mulutnya Tidak Lagi Semburkan Kebencian  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gus Nur. foto: dok pribadi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mengapresiasi Markas Besar Polri yang sudah menangkap pendakwah Sugi Nur Rahardja atau dipanggil Gus Nur di Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020), sekitar pukul 00.00 WIB.

“Apresiasi dan penghargaan yang tinggi bagi jajaran Polri atas penangkapan SN berkaitan dengan penghinaan dan tuduhan terhadap NU,” kata Muannas Alaidid melalui video yang diunggah ke media sosial.

Muannas yang juga advokat DPP LBH Partai Solidaritas Indonesia mengatakan tidak tahu pasti sudah berapa banyak laporan mengenai Gus Nur kepada polisi. Sepengetahuan Muannas, laporan sudah dibuat, antara lain di Banten, Jember, dan Jakarta.

Muannas berharap penangkapan terhadap Gus Nur dapat menjadi efek jera terhadap kalangan yang disebutnya berupaya memecah belah peradamain.



Muannas mengatakan peradaban Indonesia akan hancur bila media sosial dibangun dengan cara seperti menghina, mencaci maki, dan adu domba lembaga negara, TNI, Polri dan sesama anak bangsa.

“SN sudah pantas ditangkap agar mulutnya tidak lagi menyembur kebencian di tengah kita,” kata Muannas. Dia juga memposting salah satu ceramah Gus Nur ke timeline Twitter.

Pengacara Gus Nur, Andry Ermawan, saat dikonfirmasi Suara.com mengonfirmasi penangkapan tersebut. Namun, Andry belum bisa menjelaskan secara detail.

“Iya benar. Ada tim dari Bareskrim membawa surat penangkapan. Ditangkap di rumahnya tadi malam,” kata Endy.

Ditanya apakah Gus Nur ditangkap dalam kasus dugaan penghinaan terhadap NU yang viral di Youtube, Andy memastikan bukan.

“Bukan mas. Ini kasus beda. Untuk itu saya bersama tim akan segera menindaklanjuti penangkapan dengan memastikan surat-surat penangkapan juga dalam kasus apa,” kata dia.

Saat ini, kata Andy, tim penasehat hukum masih membahas langkah-langkah yang akan diambil untuk menangani kasus Gus Nur.

“Hari ini akan kita rapatkan dengan tim untuk membahas penanganan kasus yang menimpa Gus Nur. Namun di Mabes sudah ada penasehat hukum dari kita yang sudah mendampingi,” kata dia.

Sementara menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Gus Nur ditangkap berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor SP.Kap/171/X/2020/Dittipidsiber.  Dalam surat penangkapan disebutkan, Gus Nur disinyalir menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu atau SARA terhadap kelompok tertentu.

Gus Nur diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2)  dan atau Pasal 45 ayat (3) Juncto 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310 dan atau 311 KUHP dan atau 207 KUHP. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Direktur Binapi ke Lapas Karang Intan, Lihat Langsung Kegiatan Produktif Warga Binaan  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Direktur Binapi Hendra Eka Putra mengunjungi Lapas Karang Intan, Rabu (21/10/2020). Foto : putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKAIMANTAN.COM, MARTAPURA – Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Dir Binapi Lakerpro) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Hendra Eka Putra, Rabu (21/10/2020), mengunjungi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Rombongan Dir Binapi Lakerpro didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel Abdul Karim, serta kepala satuan kerja Pemasyarakatan se-Banjar Raya, disambut langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas), Sugito beserta jajaran.

Direktur Binapi kemudian berkeliling melihat langsung kegiatan pembinaan yang sedang berlangsung di Lapas Karang Intan. Diantaranya perkebunan, perikanan, peternakan, pembuatan mebel dan sasirangan.

Pada tahun 2020, Lapas Karang Intan mendapat alokasi sebanyak 25 paket kegiatan pelatihan kemandirian. Hingga bulan Oktober 2020, 22 paket kegiatan telah terlaksana, dan 3 paket kegiatan sedang berlangsung.



Dari kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan, Lapas Karang Intan telah menyetorkan dana kepada kas negara sebanyak Rp 26.314.500 sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2020.

Kalapas Sugito mengatakan, Lapas Karang Intan bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pelaksanaan semua paket kegiatan pelatihan kemandirian, baik instansi pemerintah maupun perorangan yang membidangi.

“Kita bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pelaksanaan kegiatan, diantaranya Balai Latihan Kerja Kalsel, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, pengrajin sasirangan dan lain-lain, sejauh ini instruktur merasa nyaman memberikan pelatihan bagi warga binaan, karena warga binaan memiliki antusias yang tinggi dengan pelatihan yang mereka jalani, sebagai bekal kehidupan di luar Lapas nanti,” tutur Sugito.

Lebih lanjut orang nomor satu di Lapas Karang Intan ini menambahkan, pada tahun 2021 nanti, Lapas Karang Intan mendapatkan 10 paket kegiatan, dan akan lebih memanfaatkan lahan di dalam Lapas yang saat ini masih belum maksimal pemanfaatannya, agar lebih produktif dan bermanfaat bagi semua.

“Tahun depan (2021) Kita mendapatkan 10 paket kegiatan pelatihan, dan Kita akan memanfaatkan lahan yang ada di dalam Lapas, untuk dikelola agar menjadi lahan produktif, kita maksimalkan kegiatan warga binaan di dalam Lapas,” ujar Sugito.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Binapi Hendra Eka Putra berharap agar kedepannya Lapas Karang Intan dapat menjadi Lapas produktif, sesuai dengan program revitalisasi pemasyarakatan yang aktif menjalankan program pembinaan produksi.

Direktur Binapi berpesan agar Lapas Narkotika Karang Intan dapat menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan dengan baik, sesuai dengan yang telah menjadi ketetapan, jangan melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.
(kanalkalimantan.com/putra)

Reporter : Putra
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->