Connect with us

HEADLINE

Bawaslu Kalsel Prediksi Pilkada 2020 Lebih ‘Menyengat’ dari Pemilu 2019

Diterbitkan

pada

Bawaslu Kalsel meprediksi Pilkada 2020 akan lebih panas Foto: cell
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Gong Pilkada Kalsel sudah mulai menggema. Tak lama setelah berlangsung perhelatan Pemilu 2019, masyarakat kembali akan merasakan aura panasnya politik. Tapi berbeda dengan sebelumnya, pertarungan di Pilkada 2020 akan lebih terasa menyengat! Tampilnya para sosok maupun tokoh dengan basis dukungan riil di lapangan, diprediksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel akan berimbas meningkatnya eskalasi politik Banua.

Hal tersebut disampaikan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi Bawaslu Iwan Setiawan dalam acara Media Gathering di Banjarmasin, Sabtu (22/6). “Tentunya pertarungan dalam Pilkada 2020 nanti akan berlangsung sengit. Bisa dilihat saat ini saja, sudah mulai ramai bermunculan sejumlah tokoh yang akan berlaga baik untuk Pilkada Gubernur, maupun Pilkada Bupati dan Walikota,” katanya.

Iwan mengatakan, ke pada 2020 nanti akan ada tujuh Pilkada di Kabupaten/Kota dan Pemilihan Gubernur. Pilkada kabupaten berlangsung untuk Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah (HST), dan Balangan. Sementara pemilihan walikota terjadi di Banjarmasin dan Banjarbaru.

 

Bagi Iwan, sengitnya prediksi Pilkada nanti otomatis membuat Bawaslu Kalsel melakukan langkah ekstra. Terutama menyangkut pengawasan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan maupun desa. “Ini situasinya memang sedikit berbeda dengan Pemilu 2019 lalu. Karena tentunya yang bertarung adalah para tokoh yang tentunya memiliki basis pendukung riil di lapangan. Sehingga pengawasan yang dilakukan pun harus menyesuaikan,” katanya. (Baca: Bawaslu Akan Perketat Kualifikasi SDM Pengawas Adhoc di Pilkada 2020).

Terhadap kemungkinan adanya tekanan terhadap petugas, ia tak menampik akan kemungkinan seperti itu. Namun selaku pengawas pemilu, tentu saja pihaknya akan tetap memegang asas profesionalisme dalam tugas tersebut. “Kita tentunya tidak akan maksimal melakukan pengawasan. Begitu juga terhadap petahana yang maju kembali dalam Pilkada. Baik gubernur maupun bupati dan walikota,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah petahana diketahui akan maju kembali pada Pilkada 2020. Untuk Pilgub, dipastikan Sahbirin Noor akan berlaga kembali. Tentunya, dengan posisinya selaku Ketua DPD Partai Golkar Kalsel ia akan maju melalui partai berlambang beringin itu.

Walau demikian, tentu saja Golkar tidak akan berpikir egois dengan mencalonkan satu paket Cagub dan Cawagub. Hal ini, jika melihat hasil pemilu legislatif 2019 lalu, dimana suara Golkar tidak bisa mencapai signifikan sebagai imbas kekalahan Jokowi saat Pilpres di Kalsel. Jika ingin lebih memastikan kemenangan, tentunya Sahbirin akan berupaya menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah partai lain. Dan beberapa Parpol saat ini kabarnya sudah merapat memberikan dukungan seperti halnya PKB, dan PAN jika kemudian Paman Birin—sebutan Sahbirin Noor mempertimbangkan untuk mengajak H Muhidin, sebagai calon wakil gubernurnya.

Meskipun di sisi lain, PDIP dan Gerindra  juga memiliki daya tawar cukup besar untuk ajukan kadernya sebagai Calon Wakil Gubernur yang diusung Partai Golkar.

Yang jelas, untuk saat ini salah satu penantang Paman Birin yang sudah berani buka suara adalah mantan Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh yang menyatakan maju secara independen. Meski dia kini berlabuh di PAN dan terpilih sebagai calon anggota DPR RI dari partai tersebut.

Diketahui, Sultan Khairul Saleh memastikan diri bakal maju di Pilgub 2020. Agar tak salah langkah seperti Pilkada periode sebelumnya yang berujung tak diusung parpol, dia sudah menyiapkan perahu sendiri. “Karena pengalaman Pilkada sebelumnya kami tidak mendapatkan partai padahal sebelumnya sudah membina dengan beberapa partai lebih dari lima tahun,” kata Sultan Khairul Saleh kepada pers, beberapa waktu lalu.

Dengan maju sebagai Calon Independen, Sultan Khairul Saleh menyatakan hal ini dilakukan untuk menjaga peluangnya maju sebagai Calon Gubernur walaupun tanpa diusung Partai Politik. Namun ia menegaskan, bukan berarti dirinya menutup sama sekali jika ada partai politik yang ingin masuk dan meminangnya sebagai Calon Gubernur.

Di sisi lain, pengamat politik dan Kebijakan Publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Taufik Arbain M.Si mengatakan, munculnya nama Sultan Khairul Saleh, dan sejumlah nama lain sebagai penantang seperti H Sulaiman Umar, Rosehan NB, Mardhani Maming bahkan Rudy Resnawan adalah putera-putera Banua yang memiliki kans. Selain juga Habib Abdurahman, Habib Hamid, H Haris Makie, H Muhidin, Ibnu Sina, Hasnuriyadi, Hasanudin Murad, dan Aditya Mufti Arifin. “Munculnya figur-figur demikian harus kita apresiasi sebagai betapa meriahnya dinamika politik dan demokrasi di Banua saat ini,” jelasnya.

Jerat Pidana Money Politik Pilkada

Terkait sengitnya pertarungan Pilkada nanti, Komisioner Bawaslu Kalsel Bidang Pemindakan dan Pelanggaran Azhar Ridhanie mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki Bawaslu. Baik di bidang penegahan, pengawasan, maupun penindakan. Aldo—demikian ia diakrabi menyatakan, dengan kewenangan yang dimiliki Bawaslu saat ini, pihaknya lebih pede dalam melakukan seluruh aspek kerja kelembagaan.

“Harus kita akui, bahwa berbeda dengan pemilu sebelumnya, saat ini Bawaslu lebih powerfull. Maka potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal dalam dalam melakukan langkah-langkah dan tugas Bawaslu. Sebab tidak menutup kemungkinan, peran yang ada saat ini bisa berubah dengan kemunculan UU yang baru kedepannya,” terangnya.

Aldo juga menyampaikan, bahwa dalam UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada diatur bahwa baik pemberi maupun penerima ‘uang politik’ sama-sama bisa kena jerat pidana berupa hukuman penjara.  Pada Pasal 187A ayat (1), Undang-Undang tentang Pilkada diatur, setiap orang yang sengaja memberi uang atau materi sebagai imbalan untuk memengaruhi pemilih maka orang tersebut dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, plus denda paling sedikit Rp 200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar.

Sedangkan pada Pasal 187A ayat (2), diatur ketentuan pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum, menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Menurut dia, payung hukum UU Pilkada tersebut lebih optimal jika dibandingkan dengan UU Pemilu sebelumnya yang hanya bisa menjerat pada pemberi saja.”Dengan ketentuan tersebut, tentunya kita berharap agar pengawasan Pilkada nanti lebih maksimal. Terutama partisipasi masyarakat dalam membantu melakukan pengawasan,” terangnya.

Berdasar rekap pihaknya, partisipasi masayarakat dalam melaporkan pelanggaran pemilu 2019 lalu meningkat pesat jika dibandingkan sebelumnya. Terbukti saat ini 60 persen dari kasus money politik dalam pemilu lalu merupakan laporan masyarakat. Meskipun, dari beberapa laporan tersebut tidak semua ditindaklanjuti Bawaslu karena tidak memenuhi beberapa unsur yang masuk dalam pidana pemilu. (cell)

Reporter:cell
Editor:Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Hujan Kembali Bikin Jalan Sekumpul Tergenang, Drainase Banyak Tertutup Bangunan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jalan Sekumpul, Sungai Kacang, terendam air setiap hujan deras, seperti pada Rabu (15/7/2020) siang. foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Hujan deras yang mengguyur kawasan Martapura pada Rabu (15/7/2020) siang, selain merendam kawasan Guntung Alaban, juga ‘menenggelamkan’ sebagian jalan Sekumpul, Sungai Kacang, Kecamatan Martapura.

Dua kawasan di kota Martapura tersebut memang kerap kali menjadi langganan banjir setelah hujan.

Imam (26), warga Sekumpul kepada Kanalkalimantan.com, kalau di sepanjang jalan Sekumpul Sungai Kacang setiap hujan deras, apalagi intensitas hujan sampai satu jam, pasti sudah merendam badan jalan.

“Yang jelas sering lah, kalau hujan tidak henti-henti dan deras, sampai satu jam lebih, kadang rumah yang berada di pinggir jalan itu terendam air dan itu sudah sering terjadi,” ujar Imam.

 

“Biarpun cuma lewat banjirnya, tapi kada nyaman aja, kawasan Sekumpul seakan tidak luput dari genangan banjir tahunan,” ujar Imam.

Gusti Marhusin, Lurah Sekumpul kepada Kanalkalimantan.com via WhatsApp mengakui, memang kawasan jalan Sekumpul terutama di Sungai Kacang banyak saluran drainase yang sudah tertutup bangunan. Kondisi itu tentu saja membuat air yang akan masuk ke saluran drainase tidak lancar, sehingga meluber ke badan jalan. Kondisi drainase dengan debit air yang datang saat hujan tidak imbang.

Jalan Sekumpul, Sungai Kacang, terendam air setiap hujan deras, seperti pada Rabu (15/7/2020) siang. foto: wahyu

“Ya kalau kondisi eksisting seperti hari ini ya, paling babarasih got (drainase), itupun banyak dibantu tim drainase PU, kondisi got jalan sekumpul itu banyak ditutupi bangunan, antara debit air dengan kondisi got kada imbang, banyak yang pampan (tertutup),  kami dari kelurahan sudah minta juga peran warga untuk sementara ini, biasanya dari kawan-kawan BPK  ikut turun tangan juga. Tapi itu hanya penanganan sementara saja sifatnya, tidak maksimal,” ujar Gusti Marhusin.

Memang diakuinya, pada tahun 2019 lalu sebenarnya Pemkab Banjar sudah melakukan kajian DED (Detail Engeneering Design) penataan drainase kawasan Sekumpul.

“Ini oleh Kemen PU kajian itu mau diperluas menjadi penataan kawasan religi Sekumpul,” kata Gusti Marhusin.

“Alhamdulillah sudah direspon oleh Pemkab, Pemprov dan juga pemerintah pusat, termasuk para wakil rakyat dapil Kalsel yang sangat mendukung rencana itu,” pungkas Gusti Marhusin. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Tim Mobile Legends AB Esport Wakil Kalsel di IES Indonesia Championship

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Divisi Mobile Legends AB Esport sudah cukup kesohor. Tak hanya di Kalimantan Selatan tetapi juga di area pulau Kalimantan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mampu meraih banyak gelar juara dalam berbagai turnamen esport, diantaranya juara di turnamen Gamefest ML Season 1 Online Tour, Esport Kalimantan Championship Tour Online, dan Tour Dunia Games Regional Kalimantan 2018.

Berkat sederet prestasinya itu, tak heran jika tim esport bagian dari LAzone Banjarmasin ini disebut sebagai salah satu tim terbaik olahraga elektronik untuk kategori mobile legends di Pulau Borneo.

Baca juga: Jambret HP di Box Motor, MS Malah Ditumbangkan Korban yang Seorang Wanita

Bukti kualitas Tim Divisi Mobile Legends AB Esport yang layak diakui adalah mereka akan mewakili Kalimantan Selatan di turnamen esport antar provinsi bertajuk Indonesia Esports Series (IES) Indonesia Championship. Turnamen ini akan diikuti 21 provinsi se-Indonesia.

 

“Kami akan menjadi wakil Kalimantan Selatan di ajang IES Indonesia Championship. Kami terpilih karena dalam kualifikasi online se-Kalimantan Selatan bulan lalu, kami berhasil menjadi juara. Di IES Indonesia Championship nanti, tim ini akan diberi nama Tim Mobile Legends Kalsel Rivers,” ujar Budiana Ansar, Manajer Tim Divisi Mobile Legends AB Esport.

Tim Mobile Legends Kalsel Rivers. foto: istimewa

Tim Mobile Legends Kalsel Rivers akan mengawali langkahnya di IES Indonesia Championship pada 18 Juli mendatang. Pada tanggal tersebut, mereka akan memainkan dua pertandingan yakni melawan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menghadapi turnamen ini, Tim Mobile Legends Kalsel Rivers akan diperkuat 6 gamers andalan AB Esport. Mereka adalah Dody Al Fayyatdh, Raz Fawwaz Al Hafizh, Ahmad Nur Wahid, Taufik Mulyana Said, Bagus Made Saputra, dan Alfiyan Noor.

Baca juga: 5 Foto Seksi Hana Hanifah Dipenuhi Komentar Nyinyir Netizen

“Kami tentu akan berusaha semaksimal mungkin. Target kami adalah bisa membanggakan nama Kalimantan Selatan. Semoga kami mampu memberikan hasil terbaik,” tutur Budi.

Sementara itu, Leader Tim Divisi Mobile Legends AB Esport yang merupakan bagian dari LAzone Banjarmasin, Dody Al Fayyatdh mengaku siap tempur. Ia dan rekan-rekannya akan berusaha keras untuk memberikan hasil terbaik bagi Kalimantan Selatan.

Baca juga: Perwali Banjarbaru tentang Protokol Kesehatan Masih Tuai Kontra

“Keinginan kami sih pengen menjadi juara satu. Tetapi kami juga menyadari lawan-lawan nanti cukup berat. Yang pasti kami akan berusaha semaksimal mungkin demi mengharumkan Kalimantan Selatan,” tandasnya.

IES Indonesia Championship akan berlangsung hingga Oktober 2020 dengan memperebutkan total hadiah Rp 500 juta. Selain Mobile Legends, game-game lain yang akan dipertandingkan di ajang ini adalah PUBG Mobile, Dota 2, dan Auto Chess. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Banjir Bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 10 Tewas, 46 Hilang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Seorang warga berjalan di antara batang-batang kayu yang terbawa air sungai yang meluap akibat banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, POSO – Hingga Selasa sore, 14 Juli 2020, tim penyelamat masih berupaya mencari korban banjir bandang yang menerjang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin malam (13/7).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari, mengatakan kepada VOA, pada hari itu tim penyelamat telah mengevakuasi 10 jenazah, sedangkan 10 korban lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Masamba.

“Hari kedua, data sementara yang kami peroleh itu, yang meninggal 10 orang yang selamat atau luka-luka itu 10 orang,” jelas Mustari.

Petugas SAR dari Basarnas Makassar bersama personil TNI, mengevakuasi 2 jenazah korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Basarnas Makassar)

Tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas Makassar, BPBD Luwu Utara bersama TNI POLRI dan para relawan juga melakukan pencarian terhadap 46 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang tersebut. Peristiwa yang dilaporkan ke Basarnas Makassar pada Senin malam (13/7) pukul 23.23 WITA itu, terjadi secara tiba-tiba saat warga umumnya sedang beristirahat di rumah.

 

Banjir bandang yang bersumber dari luapan sungai itu, menyebabkan bangunan rumah dan perkantoran serta jalan raya tertimbun lumpur. Di sejumlah tempat, ketebalan lumpur mencapai satu hingga dua meter.

Baca Juga: Diskotik Tak Boleh Buka Pub dan Karaoke Yes, Ini Penjelasan Kadisbudpar Banjarmasin

“Informasi terakhir yang kami dapat juga dari dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Luwu Utara, mudah-mudahan valid juga datanya, sekitar 200 orang KK (kepala keluarga) yang sudah mengungsi di tempat pengungsian yang ditangani oleh BPBD setempat,” jelas Mustari.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kepada wartawan di Luwu Utara menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan lokasi pengungsian warga untuk kebutuhan penyaluran bantuan. Pihaknya juga berharap agar jaringan listrik dan telekomunikasi dapat segera dipulihkan untuk memudahkan koordinasi penanggulangan dampak bencana banjir bandang itu.

Material lumpur bercampur batang-batang kayu, terbawa banjir bandang yang menerpa pemukiman masyarakat di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)

“Yang jelas teman-teman PLN kan sudah bergerak, kita lihat sendiri tadi, tapi tentu saja butuh kehati-hatian, kalau Telkom kita berharap pemerintah untuk dapat segera, karena terus terang kita mau komunikasi juga kan susah sekali,” jelas Indah Putri.

Mismayal Khaerat dari Tim SAR Universitas Hasanuddin Makassar mengatakan kebutuhan mendesak bagi korban banjir bandang adalah terpal, alas tempat tidur, bahan makanan dan pakaian.

Baca juga: Pub Disulap Diskotik? Pengelola Ngaku Mainkan Musik Progresif

“Yang ada di daerah Rada itu karena dia berada di atas gunung dan kondisinya sangat dingin jadi butuh selimut, butuh jaket untuk anak-anak yang pasti mereka itu mengungsi tidak membawa pakaian ganti, jadi mungkin sekarang ada yang kedinginan, pakaian basah dari kemarin, yang terpenting lagi popok untuk anak-anak kecil, susu dan kebutuhan air bersih. Kebutuhan perempuan pasti pembalut dan kebutuhan pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan,” jelas Maya.

Pendistribusian bantuan ke Masamba sendiri saat ini masih terkendala oleh putusnya jalan lintas trans Sulawesi yang tertimbun lumpur, sehingga alternatif yang memungkinkan untuk penyaluran bantuan adalah dari arah Poso, Sulawesi Tengah.

Sebuah alat berat digunakan untuk mengeruk material lumpur yang menutupi badan jalan akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)

Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers 14 Juli 2020 menjelaskan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak.

Baca juga: Pendaftar PPDB Online Meningkat, SMK PGRI 1 Martapura Tambah Kelas Baru

PLN melakukan perbaikan jaringan listrik sejak pagi tadi (14/7). BPBD setempat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan. Pusdalops BNPB mendapatkan informasi terkait kendala yang dihadapi pasca banjir.

Jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus menempuh jalan memutar sejauh 10 kilometer untuk bisa mengakses lokasi terdampak. Saat ini hanya provider XL yang dapat digunakan masyarakat setempat untuk berkomunikasi. (yl/ab)

 

Reporter : Yoanes
Editor : VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->