Connect with us

HEADLINE

Bawaslu: Tiga Cabup Banjar Langgar Protokol Kesehatan Covid-19 Saat Kampanye!

Diterbitkan

pada

Bawaslu menyampaikan semua paslon Bupati Banjar melanggar protokol Covid-19 saat kampanye. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Hasil pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banjar selama  tahapan kampanye para calon Bupati Banjar, menemukan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Masa kampanye yang dimulai  pada 26 September – 5 Desember, Hairul Falah selaku Divisi Pengawasan Bawaslu Banjar menyampaikan, dari tiga calon Bupati saat melakukan kampanye mulai 26 Sep-15 Oktober 2020,  melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid -19.

Dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar, pelanggaran saat kampanye tesebut terjadi di Kecamatan Paramasan, Aluh-aluh, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, dan Karang Intan.

Di antaranya pelanggaran Untuk pasangan nomor urut 1 (H Saidi Mansyur-Habib Idrus) terjadi di Kecamatan Aluh-aluh, sedangkan pasangan nomor urut 2 (Andin-Guru Oton) di Kecamatan Karang Intan.



Selanjutnya pasangan nomor urut 3 (H Rusli-Guru Fadhlan), terjadi di Kecamatan Beruntung Baru dan Kecamatan Cintapuri Darussalam.

“Pelanggaran terhadap kepatuhan standar protokol kesehatan Covid-19, masih banyak peserta tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan maker,” terangnya.

Bawaslu menyampaikan semua paslon Bupati Banjar melanggar protokol Covid-19 saat kampanye. Foto: putra

Dijelaskannya, dalam pelanggaran tersebut Bawaslu bersama jajaran di tingkat Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sudah melakukan teguran secara lisan dan tertulis.

Dalam peringatan teguran tersebut, selain mengarah ke pihak tim pemenangan Paslon, juga melakukan teguran imbauan kepada masyarakat dan sudah melakukan penerapan standar protokol Covid-19.

“Soal sanksi selain peringatan ketika pelanggaran terus dilakukan, maka sanksi pengurangan massa kampanye akan dikenakan kepada para Paslon yang melanggar protokol kesehatan, hingga pembubaran kampanye,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi jumlah kampanye yang sudah meminta izin dari 3 paslon tersbut, di antaranya nomor urut pasangan nomor urut 1 sudah melakukan 17 kali kampanye secara tatap muka.

Dan pasangan nomor urut 2 sudah melakukan kampanye sebanyak 26 kali, lalu di pasanagn nomor urut 3 sudah melakukan 81 kegiatan kampanye.

Menyikapi penemuan pelanggaran protool kesehatan tersebut, Ketua Bawaslu Banjar Fajeri Tamjidillah, menyampaikan harapannya kepada para paslon dalam kurun waktu sisa 50 hari dari kampanye 71 hari, bisa melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan.

“Agar tidak terjadinya hal-hal pelanggaran serta hal yang tidak diinginkan, maka patuhilah aturan yang sudah ditetapkan dalam tahapan Pilkada,” ujarnya.

Akan tetapi Bawaslu juga tidak melakukan  imbauan kepada Paslon saja, tetapi juga meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19, serta turut andil dalam pengawasan di tahapan Pilkada 2020.

“Kerja sama yang dibangun bersam, mampu mewujudkan saat Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Banjar tahun ini bisa berjalan dengan aman lancar sukses, dan sehat,” harapnya. (kanalkalimantan.com/putra)

Reporter : putra
Editor : cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

HEADLINE

Dua Paslon Pilkada Banjarbaru Aditya-Wartono dan Iskandar-Iwansyah Mendadak Bertemu, Ada Apa?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pertemuan dua paslon Pilkada Banjarbaru Iskanda-Iwansyah dan Aditya-Wartono Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kamis (22/10/2020) malam, menjadi momentum istimewa bagi dua pasangan calon di Pilkada Banjarbaru. Di tengah perjalanan menuju puncak pesta demokrasi Pilkada 2020, paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2 saling bertemu.

Hal itu terjadi tatkala paslon nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin – Wartono, bertandang ke kantor DPC Golkar Banjarbaru untuk menemui paslon nomor urut 1, Gusti Iskadar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah.

Pembicaraan hangat menghiasi pertemuan kedua paslon. Beragam topik menjadi pembahasan Iskandar – Iwansyah bersama Aditya – Wartono, sembari menikmati kopi malam. Kadang tertawa, kadang berbisik.

Kepada Kanalkalimantan.com, Aditya mengakui bahwa kedatangannya bersama Wartono untuk menemui paslon nomor urut 1, bukanlah sesuatu yang telah direncanakan. Namun lewat pertemuan ini, dirinya berharap tensi politik di Banjarbaru ikut mencair.



“Pertemuan ini spontanitas, tidak direncanakan. Meskipun kami saling berkontestasi di Pilkada, tapi hubungan silahturahmi harus tetap terjaga. Kami ingin membuktikan bahwa politik di Banjarbaru itu cair,” katanya.

Aditya sendiri menceritakan pertemuannya dengan paslon nomor urut 1 membahas berbagai topik baik seputar Banjarbaru maupun Pilkada. Seperti halnya, membahas berbagai kendala yang dihadapi selama sosialiasi kampanye beberapa waktu terakhir.

“Selain bertanya kabar, kami juga saling tukar pikiran. Ya obrolan-obrolan ringan. Yang jelas kami satu visi untuk membangun Banjarbaru ke depannya. Menurut saya hal seperti inilah yang sepatutnya ditunjukan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, Aditya juga menegaskan bahwa dirinya bersama duet Iskandar – Iwansyah telah berkomitmen untuk saling mendukung siapapun nantinya yang terpilih memimpin Banjarbar 4 tahun ke depan.

“Kami sepakat akan saling mendukung siapapun yang nantinya terpilih. Kami akan saling mengisi dan berkontribusi membangun Banjarbaru,” tegas Aditya.

Di sisi lain, calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 1, Gusti Iskandar menyambut hangat kedatangan duet Aditya-Wartono. Menurutnya, pertemuan ini sekaligus melepas rasa rindu sesama politikus yang telah lama malang-melintang di kancah perpolitikan.

“Semua tidak lepas dari rasa rindu. Kami semua sahabat dan kami selalu berkomunikasi. Malam ini kami berdikusi banyak hal. Kebetulan kami adalah paslon di Pilkada 2020, jadi sekaligus bertukar pikiran dalam rangka pendekatan kepada masyarakat Banjarbaru,” terangnya.

Bagi Iskandar, dalam gelaran pesta demokrasi tidaklah tabu jika muncul perbedaan. Namun dirinya menegaskan bahwa esensi sebenarnya dalam Pilkada ialah terjalinnya hubungan persahabatan yang semakin erat.

“Siapapun yang menang dan siapapun yang kalah, itu bukan jadi perbedaan dalam menekuni dunia politik. Malam ini kami menunjukan nilai silahturahmi dan sekaligus juga memberikan contoh kepada daerah lain bahwa tensi politik di Banjarbaru itu cair,” tuturnya.

Tak cukup sampai di situ, Iskandar juga mengimbau kepada seluruh kader partai politik maupun tim relawan masing-masing paslon untuk saling bersinergi. Hal itu demi menciptakan suasana Pilkada di Banjarbaru yang aman dan damai.

“Jangan sampai tercipta polarisasi. Masyarakat jangan sampai terkotak-kotak karena mendukung paslon. Di Pilkada ini yang membedakan cuma pilihan, tapi visi setiap paslon sama yakni membangun Banjarbaru,” lugasnya.

Terakhir, Iskandar juga memastikan bahwa pihaknya selalu membukakan pintu selebarnya-lebarnya kepada paslon nomor urut 3 yakni duet Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, jika ingin bertemu dan berdikusi dengannya.

Sebagaimana diketahui, baik duet Iskandar – Iwansyah maupun duet Aditya – Wartono kembali akan dipertemukan dalam babak krusial tahapan masa kampanye, yakni debat tatap muka yang diselenggarakan oleh KPU Banjarbaru, November mendatang.

Meskipun di atas podium kedua paslon akan saling beradu program dan strategi, tentu lewat pertemuan pada malam itu, publik Banjarbaru sadar bahwa kontestasi yang berlangsung nantinya tetap berjalan dengan nuansa keakraban. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghaib Borneo, Menguak Misteri Danau Galauh Cempaka

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi tim pemburu ghaib Borneo mengungkap misteri danau Galauh Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Pemburu Ghaib Borneo kembali beraksi, kali ini para tim menuju ke sebuah danau di kawasan Banjarbaru, yaitu Danau Galauh, Jln Purnawirawan, Kelurahan Palam, Cempaka, Kota Banjarbaru.

Kedatangan para Tim Pemburu Ghaib Borneo kali ini tentu saja ingin mengungkap misteri yang berada di kawasan Danau tersebut, pada Senin (19/10/2020) lalu.

Beredar certia dari masyarakat sekitar, danau tersebut sudah banyak memakan korban. Maka dari itu para Tim Pemburu Ghaib Borneo mau mengungkap misteri di danau tersebut.

Perjalanan di tempuh dari Martapura menuju ke lokasi memerlukan waktu sekitar 50 menit, melewati jalan yang gelap tanpa penerangan. Sebelum menyampai ke lokasi para tim harus melewati jembatan yang terbuat kayu dengan kondisi gelap gulita tanpa ada penerangan satu pun, sehingga membuat suasanya semakin mencekam.



Setelah sampai ke lokasi, para tim terlebih dahulu melakukan doa bersama, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diingikan.

Selesai doa bersama, Ketua Pembutu Ghaib Borneo Riza, melakukan pembukaan gerbang ghaib terlebih dahulu, lalu para tim langsung memasukan salah satu jin yang berada di kawasan tersebut ke dalam tubuh Alfin (sang mediator ).

Jin yang berada di dalam tubuh mediator, mengamuk dan marah. “Mau ngapain kalian di sini,” ungkap mediator yang tubuhnya dimasukin jin.

Para tim tidak langsung terpancing emosi, agar sang mediator bisa diajak komunikasi.

“Saya mau tanya, asal usul terbentuknya danau ini seperti apa,” tanya Riza kepada Mediator.
“Ini dulu bekas pendulangan intan,” sahut Mediator.

Jin yang masuk ke dalam tubuh mediator tersebut terNyata adalah jin penunggu danau tersebut, yang sering berkeliling menjaga danau.

Tiba-tiba saat Riza melakukan komunikasi dengan Alfi (mediator), dari arah belakang, salah satu tim, kemasukan sesosok jin ganas dan langsung menyerang para tim.

Jin tersebut marah. “Ngapain kalian disini, berani sekali kalian masuk sini,” ucap salah satu mediator yang tiba tiba dimasuki jin.

Jin tersebut bungkam berbicara, dan menantang para tim berkelahi. Para tim langsung meladeni tantang tersebut.

Tidak perlu waktu lama, Riza selaku Ketua Tim Pemburu Ghaib Borneo langsung, mengeluarkan jurus, alhasil satu jin terpental.
Satu jin lagi masih melakukan perlawanan dan akhirnya kalah juga, lantas para tim menyuruh jin tersebut untuk memanggil sang Ketua nya.

Mediator bersiap untuk dimasukan salah satu yang diduga ketua dari jin tersebut.

Setelah masuk kedalam tubuh mediator, jin tersebut mengamuk dan langsung menantang para tim berkelahi. “Kalau mau dapat informasi, kalahkan dulu aku,” ucap ketua jin tersebut.

Cuman memakan waktu 15 menit, Riza mampu melumpuhkan sang ketua jin tersebut. Dari ucapa ketua jin tersebut namanya ada Watan.

Karena sering adanya korban serta gangguan dari sosok jin yang ada di kawasan tersebut, sang ketua jin mengatakan, tempat ini kotor, karena banyak orang yang berbuat hal yang tidak sesosonoh. “Maka dari itu kami marah dan ganggui mereka,” ucap nya.

Sang jin tersebut menanyakan kepada Riza, “anak buah saya kamu apakan tadi. Tidak kami apa apakan anak buah kamu,” ucap Riza.

Perlu diketahui para Tim Pemburu Ghaib Borneo juga memilik Chaneel Youtube, yaitu Pemburu Ghaib Borneo. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->