Connect with us

Kalimantan Selatan

Begini Panduan Protokol Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Pemerintah menyiapkan panduan khusus pemotongan dan pembagian hewan kurban saat Idul adha. Foto : fikri/pemprov
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha tinggal satu bulan lagi. Namun diprediksi perayaan Idul Adha tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Lalu, apakah ada protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban? Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan drh. Suparmi memaparkan, ada panduan khusus dari Kementerian Pertanian RI dalam penerapan protokol selama pemotongan hewan kurban.

“Bahwa untuk pemotongan hewan kurban di era pandemi ini memang ada pemotongan khusus. Jadi hanya petugas saja yang boleh berhadir, itupun dengan APD (alat pelindung diri) yang lengkap,” kata Suparmi, Kamis (25/6/2020) lalu.

Bahkan saat pembagian pun, juga diatur. Dimana warga yang ingin mengambil daging kurban tidak diperbolehkan untuk berkerumun.

Suparmi mengklaim, panduan protokol pemotongan hewan kurban sudah disebar ke masyarakat, seperti melalui surat resmi ke pemerintah kabupaten dan kota. Di samping itu, Disbunnak Kalsel juga akan rutin menurunkan tim untuk pengawasan baik sebelum maupun setelah pemotongan hewan kurban.

“Baik tim dari provinsi yang biasa membackup wilayah Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Nah sisanya daerah-daerah Hulu Sungai, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru kita serahkan kepada tim yang menangani kesehatan hewan di wilayahnya masing-masing. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Berapa kebutuhan hewan kurban di Kalsel pada tahun ini? Suparmi memprediksi untuk kebutuhan hewan kurban di Kalsel itu sekitar 10.135 ekor.

Untuk wilayah Kalsel sendiri, sebanyak 7.900 ekor hewan kurban telah disediakan. Sisanya akan didatangkan dari luar Kalsel.

“Seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Itu yang biasa memasok sapi ke Kalsel,” lugas Suparmi.

Kendati di tengah pandemi Covid-19, ia optimis permintaan hewan kurban tetap tinggi. Suparmi berharap tidak ada penurunan permintaan hewan kurban di tahun 2020 ini.

“Tahun 2019 kan di atas 9 ribuan. Untuk tahun ini hitungan kami tetap, semoga ada peningkatan. Minimal sama di tahun 2019,” tandas Suparmi. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement
Komentar

Kalimantan Selatan

Temuan Kasus Covid-19 di Kalsel Masih Tinggi, Disumbang dari Hasil Tracing

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

: Kondisi terkini Covid-19 di Kalsel Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Jumat (3/7/2020) sore mencatat, total kasus positif Covid-19 mencapai 3.447 kasus, atau ada 110 kasus baru.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim membeberkan, dari 110 kasus baru ini, dua diantaranya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu masing-masing satu kasus dari RSUD H. Boejasin Pelaihari asal Kabupaten Tanah Laut dan RSUD Ratu Zalecha Martapura asal Kabupaten Banjar. “Selebihnya, sebanya 108 kasus merupakan hasil tracing kontak oleh tim Surveilans di lapangan,” kata Muslim di Banjarbaru, Jumat (3/7/2020) petang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini, hasil tracing kontak terbanyak tercatat berasal dari Kabupaten Banjar, yaitu sebanyak 26 kasus. Disusul dari Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 24 kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 21 kasus. Serta masing-masing 9 kasus dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Kemudian, 8 kasus tercatat dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Terakhir, masing-masing satu kasus dari Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin. “Saat ini, jumlah kasus keseluruhan sebanyak 3.447 kasus, dan 2.361 kasus menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun dalam karantina khusus,” beber Muslim.

Dari 2.361 kasus tersebut, 339 kasus menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 2.022 kasus lainnya menjalani karantina khusus maupun isolasi mandiri.

Sementara itu, kasus sembuh dari Covid-19 juga terus bertambah. Hari ini, tercatat ada 29 kasus positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Sehingga kasus kesembuhan merangkak menjadi 890 kasus. “29 orang ini diantaranya, 8 orang dari karantina khusus di Tanah Laut, 4 orang dari karantina khusus di Hulu Sungai Utara, satu dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kalsel asal Balangan,” ucap Muslim.

Kasus sembuh lainnya tercatat berasal dari RSUD Ansari Saleh sebanyak 16 orang. Terdiri dari masing-masing satu orang warga Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar, serta 14 orang warga Kota Banjarmasin.

Namun demikian, kasus kematian akibat Covid-19 juga merangkak sebanyak kasus kasus. Yaitu berasal dari PDP yang beberapa waktu lalu meninggal dunia dan belakangan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil PCR (polymerase chain reaction). Sehingga kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 196 kasus.

Empat kasus kematian akibat Covid-19 sendiri, didominasi dari Kota Banjarmasin sebanyak dua kasus. Disusul masing-masing satu kasus dari Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Wakapolda Kalsel Berganti, Kini Dijabat Brigjen Pol Budjiono

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sertijab di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel, Jumat (3/7/2020). Wakapolda Kalsel kini dijabat Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono (kiri). Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta (tengah) dan Irjen Pol Aneka Pristafuddin (kanan). Foto: Humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Posisi Wakapolda Kalimantan Selatan pada Jumat (3/7/2020) secara resmi berganti. Wakapolda Kalsel yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Aneka Pristafuddin kini dijabat Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, sebelumnya menjabat sebagai Dir Tipidter Bareskrim Polri. Sedangkan Irjen Pol Aneka kini menjabat Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.  Serah terima jabatan (sertijab) di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel pukul 08:00 Wita. Pergantian Wakapolda Kalsel itu berdasarkan Telegram Kapolri Nomor ST/1603/VI/KEP./2020 tertanggal 5 Juni 2020 yang di tandatangani AS SDM Polri Irjen Pol. Sutrisno Yudi Hermawan.

“Serah terima jabatan di lingkungan Polri mengandung arti yang sangat strategis, ditinjau dari upaya Polri untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi. Agar tetap mampu menampilkan performance yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan tugas dan memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat,” ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta.

Nico menyampaikan ucapan terima kasih kepada Irjen Aneka, atas pelaksanaan tugas, dedikasi dan loyalitas selama pengabdian di Polda Kalsel. Sehingga beberapa agenda besar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan relatif aman.

“Selamat melaksanakan tugas di tempat yang baru, kami mendoakan semoga sukses yang telah diraih dapat terus menghiasi lembaran karir pengabdian saudara,” ujar Nico.

Kapolda Kalsel menyampaikan selamat kepada Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono atas kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri untuk mengemban tugas baru menjadi Wakapolda Kalsel. Ia berharap, pejabat baru ini segera menyesuaikan diri serta segera merumuskan ide dalam menghadapi tantangan tugas saat ini.

“Saat ini tantangan tugas yang di hadapi ada tiga yaitu, pandemi Covid-19, karhutla dan Pilkada serentak tahun 2020,” ujarnya.

Menurutnya, mutasi di lingkungan Polri adalah hal yang rutin dan biasa terjadi. Karena merupakan bentuk tour of duty dan tour of area.

“Serta sebagai upaya Polri untuk memberikan peningkatan karier dan motivasi bagi personelnya. Selamat bertugas di Polda Kalsel kepada Brigjen Budijono,” tukas Nico. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

75 Kasus Baru Positif Covid-19 di Kalsel, Masih Didominasi Hasil Tracing

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kondisi terkini Covid-19 di kalsel Foto : gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren temuan kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus terjadi. Kendati tidak sesignifikan pada Selasa (30/6/2020) kemarin, data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Rabu (1/7/2020) sore, tercatat ada 75 kasus baru positif Covid-19 di Kalsel.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim mengatakan, dengan adanya 75 kasus baru positif Covid-19 ini, total kasus Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat sebanyak 3.223 kasus. Muslim merincikan dari 75 kasus baru ini, satu kasus berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang belakangan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kemudian 74 kasus lainnya berdasarkan hasil tracing kontak yang dilakukan surveilans di beberapa tempat,” kata Muslim di Banjarbaru, Rabu (1/7/2020) sore.

Temuan kasus hasil tracing sendiri, didominasi dari Kabupaten Balangan sebanyak 29 kasus. Disusul masing-masing sebanyak 16 kasus dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tabalong, 6 kasus dari Kota Banjarbaru, 4 kasus dari Kabupaten Tanah Laut, serta masing-masing satu kasus dari Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Barito Kuala.

Saat ini, dari total kasus positif Covid-19 keseluruhan, sebanyak 2.208 kasus menjalani perawatan. Di mana, 531 kasus menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 1.677 kasus menjalani karantina khusus maupun isolasi mandiri.

Kasus positif Covid-19 yang sembuh juga mengalami penambahan. Tercatat secara keseluruhan ada 825 kasus yang dinyatakan sembuh. “Pada hari ini, kasus positif Covid-19 yang smebuh bertambah sebanyak 59 orang. Sehingga kasus kesembuhan menjadi 825 kasus,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Kasus sembuh sendiri berasal dari karantina khusus di Kabupaten Tabalong sebanyak 22 orang, 3 orang dari karantina khusus Bapelkes Kalsel di Banjarbaru asal Kota Banjarmasin, satu orang dari RSUD Ulin Banjarmasin.

Kemudian, ada 9 orang sembuh dari karantina khusus di Kota Banjarmasin, 5 orang dari karantina khusus di eks RSUD H Boejasin Pelaihari, satu orang dari RSUD H Boejasin Pelaihari. Terakhir, ada 18 orang positif Covid-19 yang sembuh, berasal dari perawatan di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin. “Ini terdiri dari 14 warga Kota Banjarmasin dan 4 warga Kabupaten Barito Kuala,” lugas Muslim.

Kasus meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah satu orang, yang berasal dari Kota Banjarmasin. Total saat ini ada 190 kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia. “Saat itu masih berstatus PDP, yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin pada 10 Juni 2020 lalu,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->