Connect with us

Sepak Bola

Bek Asing Barito Putera Tak Masalah Aturan PSSI Tanpa Degradasi  

Diterbitkan

pada

Cassio de Jesus. foto: baritoputera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Bek Asing  Barito Putera, Cassio de Jesus menyambut positif rencana bergulirnya Liga 1 2020 yang sempat terhenti sejak Maret lalu.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan secara resmi telah merilis keputusan soal kelanjutan kompetisi Liga 1.

Pada Rabu, 17 Juni 2020, PSSI memutuskan untuk akan tetap melanjutkan kompetisi seusai rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar secara virtual.

Diperkirakan kompetisi akan kembali dimulai pada September atau Oktober mendatang.

Menanggapi keputusan itu, bek Barito Putera Cassio de Jesus mengaku senang dan lega sekaligus.

Pasalnya, keputusan kelanjutan Liga 1 telah ia nantikan cukup lama.

“Saya sangat bahagia karena bisa kembali bermain bola. Kita tunggu keputusan final kalau liga dimulai di bulan September atau Oktober,” ucapnya dikutip dari laman resmi klub.

“Saya sangat siap memberikan yang terbaik untuk Barito Putera,” imbuhnya.

Kabar bahagia itu pun membuat pemain asal Brasil itu semakin giat dan semangat berlatih mandiri.

Selama libur kompetisi, Cassio banyak menghabiskan waktu dengan latihan ditemani asisten pelatih Barito Putera.

“Dia buat progam latihan bagus karena pemain perlu untuk jaga kondisi. Ada latihan fisik, latihan dengan bola, isometri, training, dan gym training juga,” ucapnya.

“Bagi saya itu tidak mengubah apa pun jika saya memiliki degradasi atau tidak. Tapi untuk suporter pasti kalau ada degradasi lebih enak nonton karena tambah emosional,” tutup eks pemain Kelantan FA itu. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement
Komentar

Sepak Bola

Lionel Messi Sudah Bikin 700 Gol

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lionel Messi saat mencetak gol ke gawang Atletico Madrid dengan tendangan penalti gaya Panenka. Foto: lluis gene/AFP
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Lionel Messi mengukir rekor usai laga Barcelona vs Atletico Madrid, Rabu (1/7/2020) dini hari WIB. Penyerang asal Argentina itu kini sudah mencetak 700 gol sepanjang kariernya sebagai pesepak bola.

Messi melengkapi koleksi golnya tersebut dengan cara istimewa. La Pulga mencetak gol dari titik putih dengan gaya Panenka sehingga mengecoh kiper tangguh Atletico Madrid, Jan Oblak.

Menurut catatan Opta, Messi membutuhkan 862 pertandingan untuk bisa mengumpulkan 700 gol. Dengan rincian 630 gol dari 724 laga bersama Barcelona dan 70 gol dari 138 penampilan bersama Timnas Argentina.

Messi pun mencetak gol-golnya tersebut mayoritas dengan kaki terkuatnya. Rinciannya 582 gol dari kaki kiri, 92 gol dari kaki kanan, 24 gol dari kepala, 1 gol dari dada, serta yang cukup menarik ada 1 gol yang dicetak menggunakan tangannya.

Torehan ini tentu menjadi sangat spesial buat Messi. Pasalnya hanya ada enam pemain yang mampu mencetak 700 gol atau lebih dalam sejarah sepak bola, yakni Josef Bican (805 gol), Romario Faria (772 gol), Pele (767 gol), Ferenc Puskas (746 gol), Gerd Mueller (735 gol) dan rival abadinya Cristiano Ronaldo (728 gol).

Sementara Messi kini menjadi top skorer sementara La Liga Spanyol dengan mengemas 22 gol. Ia sudah unggul lima gol dari penyerang Real Madrid, Karim Benzema.

Namun sayang, catatan apik Messi tak dibarengi dengan hasil akhir yang manis buat Barcelona. Blaugrana harus puas bermain imbang 2-2 lawan Atletico Madrid.

Akibatnya, Barcelona gagal menyalip Real Madrid dari puncak klasemen La Liga Spanyol. Pasukan Quique Setien pun berpotensi terlempar dari perburuan gelar juara, mengingat Los Blancos hanya akan melawan Getafe pada Jumat dini hari. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Bak Sebuah Pepatah “Roma Tidak Dibangun Dalam Sehari”, Jurgen Klopp Adalah Sebuah Determinasi Semangat dan Prestasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sebuah determinasi semangat dan kesabaran diberikan Jurgen Klopp untuk Liverpool berbuah manis banyak prestasi. Foto: grafis ilustrasi kanalkalimantan/andy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Walau masih menyisakan tujuh pertandingan lagi, Liverpool dipastikan jawara baru liga Inggris. Kepastian ini didapat setelah Liverpool menang dengan skor telak 4-0 atas Crystal Palace di Anfield Stadium dan setelah Manchester City tumbang 2-1 kala bersua Chelsea di Stamford Bridge. Penantian yang teramat panjang selama 30 tahun akhirnya terwujud.

Torehan keberhasilan The Reds ini tidak lepas dari sang maestro pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp. Bukan sebuah hal yang mudah bagi Klopp membangun sebuah tim solid seperti Liverpool saat ini.

Di tengah kepungan klub-klub pesaing di liga Inggris, Klopp hadir layaknya air hujan di tengah kemarau panjang. Nyaris tak memiliki prestasi saat sebelum Klopp hadir adalah kondisi Liverpool kala itu. Liverpool adalah sebuah museum, punya banyak prestasi dan trofi namun semua berasal dari masa lalu.

Klopp adalah jawaban atas miskinnya prestasi Liverpool di kancah liga Inggris maupun liga Eropa. Pada 8 Oktober 2015, Klopp resmi menjadi pelatih Liverpool dengan kontrak tiga tahun.

The Boss atau Boss Man adalah julukan yang disematkan padanya, Klopp telah mempersembahkan banyak prestasi bagi klub, prestasi yang bukan hanya berbentuk trofi juara.

Dikutip dari laman tribalfootball.com, Klop mengatakan “Saya adalah Bos, Saya yang menentukan siapa yang bermain, saya menentukan kapan berlatih, saya yang menentukan menu latihan, saya lah yang menentukan semua hal”.

Walau dikenal sebagai figur yang keras kepala dan bertangan besi, Klopp adalah seorang yang berjiwa besar. Ia juga adalah seorang pemberi motivasi yang baik.

Publik tentu masih ingat kala Liverpool menjadi juara liga Eropa (Champions League). Sebuah drama bersejarah terjadi dalam kampanye liverpool di Liga Champions musim 2018-2019.

Di babak semifinal, Liverpool kalah telak 0-3 dari Barcelona di leg pertama. Kemudian Liverpool tampil beringas di Anfield Stadium pada leg kedua,  empat gol tuan rumah pada laga Liverpool vs Barcelona kala itu dicetak Divock Origi (7′, 79′) dan Georginio Wijnaldum (54′, 56′). Di final Liverpool bertemu dengan sesama wakil Inggris, Tottenham Hotspur dan berhasil keluar sebagai juara.

Sebuah prestasi yang disambut dengan suka cita oleh para The Reds di seluruh dunia, maklum terakhir kali mereka menjadi juara adalah di musim 2004-2005 kala mampu menundukan AC Milan melalui adu penalti di stadion Olimpiade Ataturk-Turki.

Di kancah liga Inggris musim 2018-2019 Liverpool finis sebagai runner-up terpaut hanya satu poin dari sang kampiun Manchester City yang berhasil menjadi juara dengan torehan poin akhir 98.

Memasuki musim 2019-2020, tidak banyak pergerakan yang dilakukan Klopp sebagai manajer tim. Tidak ada pembelian pemain yang fantastis baik dari segi harga maupun popularitas pemain. The Boss – Jurgen Klopp lebih berkonsentrasi pada skuad yang telah ada dengan terus menyuntikkan motivasi kepada setiap pemain.

“Dari mana kamu berasal? Apakah kamu ingin mencari uang, itu tidak masalah, atau kah kamu berada disini untuk membuat keluarga mu bangga, atau kamu ingin membuat negara bangga? Ada perbedaan besar dari semua itu,” ujar Klopp, ucapannya ini mampu menjadi cambuk bagi para pemain.

Jurgen Klopp menjadi manajer asal Jerman pertama yang memenangi trofi bersama tim Inggris. Klopp juga merupakan manajer keempat Liverpool yang mampu mempersembahkan trofi Piala/Liga Champions. Klopp mengikuti jejak Bob Paisley, Joe Fagan dan Rafael Benitez.

Adalah proses panjang yang diberikan dan atau yang dijalani Klopp bersama Liverpool. Tidak sia-sia perjuangan penuh semangat itu telah berbuah manis.

Ketika diperkenalkan sebagai manajer baru Liverpool pada awal Oktober 2015, Klopp sempat menyatakan, “saya tak mau mengatakan kami harus menunggu 20 tahun lagi. Ketika saya di sini 4 tahun, saya cukup yakin sudah akan meraih satu titel pada periode ini.”

Empat tahun setelah itu, di tahun 2019 Liverpool berhasil menjadi juara Liga Champions, juara Piala Super Eropa dan juara Dunia Antar-klub untuk yang pertama kali sepanjang sejarah Liverpool.

Pribadi Jurgen Klopp tergambar pada gaya strategi kepelatihannya yang disebut media sebagai ‘Geggenpressing’. Lebih dari itu Klopp adalah sebuah determinasi semangat, sebuah proses dan perjalanan panjang dalam mewujudkan cita-cita.

Akan kah PSSI dan pelaku sepak bola Indonesia bersedia belajar dari proses keberhasilan ini? (kanalkalimantan.com/andy)

 

Reporter : Andy
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Liga Inggris

Liverpool Akhiri Penantian 30 Tahun, Berikut Daftar Juara Liga Inggris Tiga Dasawarsa Terakhir  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Di tengah pandemi COVID-19, sekelompok fans Liverpool melakukan perayaan di luar Stadion Anfield, Liverpool, Jumat (26/6/2020) dini hari WIB. Liverpool dipastikan menjuarai Liga Inggris 2019/2020 usai kekalahan 1-2 Manchester City di markas Chelsea. Foto: OLI SCARFF/AFP
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Liverpool menyudahi penantian gelar juara Liga Inggris selama tiga dasawarsa alias 30 tahun, usai dipastikan menjadi kampiun musim 2019/2020 berkat hasil laga pekan ke-31 antara Chelsea vs Manchester City, Jumat (26/6/2020) dini hari WIB.

Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, yang berarti keunggulan 23 poin Liverpool di puncak klasemen tak mungkin lagi bisa dikejar mengingat  EPL musim ini hanya tinggal menyisakan tujuh matchweek.

Lewat trofi Liga Inggris perdananya di era Premier League, Liverpool sendiri kini sudah mengoleksi 19 gelar juara di kompetisi top-flight Inggris.

Hanya saja, bicara tim dengan gelar juara terbanyak di Liga Inggris sepanjang masa, Liverpool masih terpaut satu gelar dari sang rival abadi, Manchester United

Baca juga: Liverpool Sang Kampiun, Pecahkan Rekor Juara Liga Inggris Tercepat  

Berikut daftar juara Liga Inggris tiga dasawarsa terakhir:

Era Premier League

2019/2020 – Liverpool

2018/2019 – Manchester City

2017/2018 – Manchester City

2016/2017 – Chelsea

2015/2016 – Leicester City

2014/2015 – Chelsea

2013/2014 – Manchester City

2012/2013 – Manchester United

2011/2012 – Manchester City

2010/2011 – Manchester United

2009/2010 – Chelsea

2008/2009 – Manchester United

2007/2008 – Manchester United

2006/2007 – Manchester United

2005/2006 – Chelsea

2004/2005 – Chelsea

2003/2004 – Arsenal

2002/2003 – Manchester United

2001/2002 – Arsenal

2000/2001 – Manchester United

1999/2000 – Manchester United

1998/1999 – Manchester United

1997/1998 – Arsenal

1996/1997 – Manchester United

1995/1996 – Manchester United

1994/1995 – Blackburn Rovers

1993/1994 – Manchester United

1992/1993 – Manchester United

Era Divisi Utama

1991/1992 – Leeds United

1990/1991- Arsenal

1989/1990 – Liverpool

Berikut daftar juara terbanyak Liga Inggris sepanjang masa:

20 – Manchester United

19 – Liverpool

13 – Arsenal

9 – Everton

7 – Aston Villa

6 – Sunderland, Chelsea, Manchester City

4 – Newcastle United, Sheffield Wednesday

3 – Huddersfield Town, Wolves, Leeds United, Blackburn Rovers

2 – Preston North End, Portsmouth, Burnley, Tottenham Hotspur, Derby County

1 – Sheffield United, West Bromwich Albion, Ipswich Town, Nottingham Forest, Leicester City. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->