Connect with us

Kota Banjarmasin

Belajar Bahasa Isyarat Bersama Gerkatin Kalsel, Dirintis Awal Tahun Bisa Diikuti Semua Orang

Diterbitkan

pada

Aktivis Gerkatin Kalsel memberikan pelatihan komunikasi dengan penyandang tuli. Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Menjadi penyandang difabel tuli bisa menjadi penghambat bagi sebagian kalangan. Terutama adanya distorsi dalam berkomunikasi. Maka diperlukanbahasa isyarat sebagai satu-satunya media berkomunikasi.

Hal inilah yang mendorong relawan dari Gerkatin (Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kalsel untuk membuka sesi pelatihan bahasa isyarat Indonesia, di Rumah Anno Kawasan Siring Tendean Banjarmasin, Minggu (27/10) sore.

Saat Kanalkalimantan menyambangi dan melihat secara langsung, puluhan teman tuli dan dengar ini tampak antusias mengikuti pelatihan. Apalagi, saat relawan memperagakan bahasa isyarat secara perlahan, agar mudah dimengerti oleh penyandang tuli, yang sebagian besar berusia 15-20 tahun.

Rosidah, salah satu juru bahasa isyarat yang mengisi pelatihan bahasa isyarat mengatakan, dalam pelatihan bahasa isyarat, penyandang tuli harus dilibatkan langsung. “Harapannya, agar mereka dengan mudah memahami aba-aba yang diperagakan oleh sesama penyandang tuli yang lebih fasih berbahasa isyarat.”

“Iya, harus (dilibatkan). Karena juru bahasa isyarat tidak boleh mengajarkan bahasa isyarat kepada temannya yang lain, dan harus teman tuli itu yang mengajarkan langsung” ucap Rosidah, Minggu (27/10). Rosidah menggarisbawahi, juru bahasa isyarat hanyalah sebagai penghubung dan pendampingan saja.

Rosidah memaparkan, pelatihan bahasa isyarat Indonesia ini sudah dirintis sejak Februari 2019 lalu. “Diadakan dalam satu bulan ada dua kali pertemuan,” tambahnya.

Menariknya, kegiatan ini tak hanya diikuti oleh penyandang tuli, orang non disabilitas pun juga ada yang ikut serta dalam pelatihan bahasa isyarat ini. Apalagi, kesempatan bagi masyarakat umum untuk belajar bahasa isyarat ini sangat terbuka luas.

“Kegiatan ini sangat terbuka untuk umum dan sangat luas untuk mengenalkan bahasa isyarat. Mereka harus belajar bahasa isyarat mungkin di lingkungan masyarakat ketemu orang tuli, sehingga harus belajar dari dasarnya,” jelasnya.

Sementara, salah seorang peserta latihan yang merupakan non disabilitas, Muhammad Fahmi Reza mengaku cukup senang dapat ikut serta dalam pelatihan bahasa isyarat ini. Dirinya menyebut, latihan ini sangat bermanfaat jika dirinya berinteraksi dengan orang tuli.

“Supaya jika berkomunikasi dengan orang lain yang tuli menjadi mudah, dan tidak terbata-bata lagi,” kata Reza yang mengaku telah beberapa kali ikut pelatihan bahasa isyarat ini.

Sebelum mengikuti latihan ini, Reza mengaku kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang tuli. “Sebelum-sebelumnya hanya melalui tulisan atau ditulis di handphone,” pungkas mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin ini. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kota Banjarmasin

Sempat Bagikan Alat Pembelajaran, Satu Ruang PAUD Muhammadiyah Aisyah II Terbakar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala PAUD Terpadu Muhammadiyah Aisyah II Banjarmasin, Muslimah menengok ruang belajar yang terbakar. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Si jago merah kembali gegerkan masyarakat kota Banjarmasin, kali ini kobaran api terjadi di jalan Cempaka II Banjarmasin. Tepatnya di bangunan PAUD Terpadu Muhammadiyah Aisyah II Banjarmasin.

Kejadian tersebut mengakibatkan satu ruang belajar dari bangunan PAUD berlantai dua itu hangus terbakar.

Kepala PAUD Terpadu Muhammadiyah Aisyah II Banjarmasin, Muslimah menceritakan, kebakaran terjadi pada Selasa (14/7/2020) dini hari, sekitar pukul 03.45 Wita.

Saat ia mengetahui adanya kebakaran, api membakar ruangan Kelompok Belajar (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) di bangunan sekolah PAUD itu sudah membumbung tinggi.

 

“Ruangan yang terbakar ini biasanya dipakai anak-anak untuk tidur dan istirahat,” kata Muslimah, Selasa (14/7/2020) siang.

Ia mengaku dengan terbakarnya ruang KB dan TPA ini membuat pihak sekolah bingung mencari tempat pengganti, lantaran saat ini bangunan sekolah yang terbakar tidak bisa digunakan.  “Musibah ini tentu sangat mengejutkan kami, terutama para guru yang mengajar di sini,” ujarnya.

Ruang PAUD Terpadu Muhammadiyah Aisyah II Banjarmasin yang terbakar. foto: fikri

Kendati demikian, ia menyebut saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Cabang Terpadu Muhammadiyah Aisyah kota Banjarmasin melaporkan bahwa telah terjadi musibah kebakaran di sekolah ini. Selain menghanguskan ruangan, ternyata api juga melahap peralatan belajar dan bermain anak yang berada di ruangan tersebut.

“Sebelum kejadian ini kami sempat membagikan alat tulis dan buku kepada siswa untuk belajar selama masa pendemi wabah Covid-19. Tapi masih ada yang belum dibagikan yang juga ikut hangus terbakar,” bebernya.

Hingga saat ini, pihak sekolah masih belum mengetahi penyebab pasti musibah kebakaran, namun ia menduga terjadi adanya hubungan arus pendek listrik di dalam ruangan yang memicu terjadinya kebakaran.

“Untuk total kerugian akibat kebakaran ini sendiri ditaksir hampir Rp 250 juta,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Kalsel Tingkatkan Kolaborasi dan Sinergisitas untuk Memutus Mata Rantai Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polda Kalsel melakukan kolaborasi untuk penganan Covid-19 dengan Pemprov dan PT PAMA Foto : humas polda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polda Kalsel, Pemprov, dan PT PAMA Persada Nusantara menandatangani kesepakatan kerjasama penanganan Covid-19 di Rupatama Polda Kalsel, Senin (13/7/2020) pagi.

Penandatangan kerjasama dalam pelayanan sarana dan prasarana Covid-19 dilakukan oleh Gubernur Sahbirin Noor, Kapolda Irjen Nico Afinta, dan Direktur PT PAMA Persada Nusantara diwakili BBSO Head PT Pama Persada Sefourdinan Pandiangan.

Irjen Nico mengatakan, banyak langkah yang sudah dilakukan dalam menangani penyebaran Covid-19. Di antara melakukan 3T yakni tracking, test, kemudian treatment. “Kami Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dan stakeholder terkait mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh pemerintah,” tegas Nico.

Lebih lanjut, perkembangan pengadaan alat sudah mulai dilakukan di bagian kiri dan kanan daerah Kalsel. Nico juga mengimbau kepada Forkopimda Kalsel khususnya para personel Polda Kalsel untuk tetap menggelorakan Protokol Kesehatan dan senantiasa mengingatkan serta memberi contoh hidup sehat kepada masyarakat guna memutus mata rantai Covid-19.

Sementara Sahbirin Noor mengucapkan terimakasih kepada Polda dan PT. PAMA karena sudah banyak berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Terlebih dengan dilakukannya penandatanganan MoU pada hari ini. Ia menuturkan berbagai upaya-upaya sudah dilakukan untuk melakukan pencegahan Covid-19.

“Perlu peran serta seluruh stakeholder tidak hanya TNI-POLRI dan Pemerintah, namun pengusaha dan tokoh agama harus saling bersinergi dalam penanganan Covid-19,” kata Paman Birin, sapaannya.

Paman Birin menyampaikan bahwa ada tiga strategi penegakan penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan. Diantaranya menekan angka penularan Covid-19, melaksanakan program-program bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19, serta mendorong dan membangun UMKM Ekonomi Kerakyatan.

“New Normal adalah tatanan kehidupan baru dengan menerapkan Protokol Kesehatan tingkat tinggi,” ucapnya.

Sedangkan Sefourdinan mewakili PAMA mengatakan, pihaknya berinisiatif melakukan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dengan menyumbangkan 1 set alat PCR otomatis. Dalam kesempatan ini PT PAMA menyerahkan bantuan Alat PCR, Alat Ekstraksi, dan Alat Utama Pendukung lainya guna menangani Covid-19 dan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Sempat Dikira Musang, BPBD Banjarmasin Evakuasi Ular Kobra di Rumah Kosong

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

BPBD Kota Banjarmasin berhasil mengevakuasi ular kobra dari rumah warga di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin. Foto : BPBD Kota Banjarmasin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Seekor ular kobra jawa berhasil dievakuasi BPBD Kota Banjarmasin dari sebuah rumah di Jalan Sungai Andai, Komplek Perdana Mandiri Blok A No 32, RT 14, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin, pada Senin (13/7/2020) sore.

Informasi dihimpun, ular berbisa tersebut bersarang di rumah yang sempat dua pekan kosong ditinggal pemiliknya ke luar kota. Ia ditemukan berada di bawah mesin genset. Kejadian ini pun langsung dilaporkan penghuni rumah bernama Denis ke BPBD Kota Banjarmasin guna meminta bantuan evakuasi.

“Saya langsung saja melapor, karena ada ular di dalam rumah,” kata Denis.

Menariknya, saat dilakukan proses evakuasi, petugas sempat mengira itu bukanlah ular, melainkan seekor musang. “Sempat disangka Musang dan terkejut saat melihat ekor warna hitam khas ular kobra,” kata staf pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Hanafi.

Ditambahkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi, diduga ular kobra dapat masuk ke rumah akibat banyaknya barang menumpuk di dalam rumah, sehingga memudahkan ular kobra masuk ke rumah. Beruntung, proses evakuasi berjalan selama 30 menit tanpa adanya kendala. “Akibatnya meresahkan pemilik rumah,” singkat Hilmi. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->