Connect with us

Hukum

Beraksi di 11 Lokasi, Komplotan Spesialis Pencurian Rumah Kosong Dibekuk!

Diterbitkan

pada

Polisi meringkus komplotan pencuri spesialis rumah kosong di Banjarbaru. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Satuan Reskrim Polres Banjarbaru berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan spesialis rumah kosong pada Rabu (27/2) lalu sekitar pukul 03.00 Wita, di Perumahan Graha Citra, Jl Pangeran Suriansyah Ujung, Kelurahan Mentaos, Banjarbaru.

Sebanyak enam orang tersangka berhasil diamankan polisi. Mereka adalah Arba’in alias Bain, Faris Santoso alias Pesek, Hamdani alias Dani, M Nor Romdani alias Dani, Muhammad Nor Sadikin alias Ikin, dan seorang penadah bernama Gusti Arsyad.

Kasubbag Humas Polres Banjarbaru AKP Siti Rohayati mengatakan, para tersangka ditangkap oleh Unit Buser Satreskrim Polres Banjarbaru di dua tempat berbeda. Yakni di Binuang, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru. Ia menjelaskan modus operandi para pelaku saat melakukan aksinya dengan melakukan survei rumah kosong terlebih dahulu.

“Pengecekan rumah kosong tersebut dengan menggunakan sarana mobil Avanza Warna Hitam DA 8945 AZ yang mereka sewa. Dalam melakukan aksinya, peIaku membongkar rumah menggunakan alat-alat seperti Gunting Besi, Linggis, dan Tang,” ujarnya saat memimpin Pers Rilis, di Mapolres Banjarbaru, Jumat (8/3) siang.

Kasat Reskrim AKP Aryansyah menjelaskan, saat akan diringkus kedua tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat diamankan. “Tiga tersangka diamankan di Banjarbaru, saat akam diringkus pada Kamis malamnya, pelaku melakukan perlawanan sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” lanjutnya.

Dalam kurun waktu kurang lebih satu setengan bulan, para pelaku telah melakukan pencurian sebanyak 13 kali beraksi di 11 lokasi di wilayah Banjarbaru di antaranya di  Perumahan Graha Citra, Perumahan Guntung Paring Kelurahan Guntung Manggis, di jalan Amanah RO Ulin, Guntung Paring Kelurahan Guntung Manggis,  Guntung Paring (Salon) Kelurahan Guntung Manggis, di belakang SMPN 5 Banjarbaru Jalan Ambulung sebanyak tiga kali, di belakang RSUD ldaman Kota Banjatbaru, Guntung Paring dalam Pondok Durian Kelurahan Guntung Manggis dan di belakang Kantor Polres Banjarbaru.

Begitu banyaknya aksi yang sukses dilancarakan para pelaku di berbagai tempat, membuat barang bukti yang ditemukan juga tidaklah sedikit. Bisa diperkirakan total barang bukti yang diamankan mencapai ratusan juta rupa rupiah.

Tercatat barang bukti yang diamankam berupa Satu Unit Sepeda motor Honda Tiger warna Hitam Silver DA 2996 PI, enam unit kipas angin berbagai merk, dua unit mesin cuci merk LG, dua unit setrika merk philips dan merk read heart, sepuluh unit TV Led dan tabung berbagai merk dan ukuran, satu unit laptop warna putih merk Accer, satu  tabung gas 5 kg warna merah muda, satu unit AC portable merk dempo, satu unit speaker aktif merk salsa, tiga unit rice cookers berbagai merk, empat unit hambal/karpet, satu unit sepeda olahraga, enam unit remote control, dua unit kompor gas merk rinnai, dua unit kulkas berbagai merk, satu unit microovens merk cosmos, satu unit springbed warna biru, satu unit DVD merk Samsung, dua unit Playstation, dan satu buah tempat beras.

Kasubbag Humas Polres Banjarbaru mengatakan pihaknya saat ini masih mengejar satu orang pelaku lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran. “Sudah kita kantongi identitasnya dan masih dalam pengejaran oleh anggota,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskam untuk lima tersangka pencurian di sangkakan Pasal 363 Ayat (1) ke 3e, 4e, dan 5e KUHPidana tentang Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun.

“Untuk tersangka penadah atas nama Gusti Arsyad  kita sangkakan Pasal 480 ke 1, ke 2 KUHPidana tentang Tindak Pidana Pertolongan jahat atau tadah dengan ancaman hukuman maksimal empat Tahun,” pungkasnya. (Rico)

Reporter: Rico
Editor: Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Hukum

Pernah Tes Urine Narkoba di Basarnas Banjarmasin, Kepala Kantor Basarnas: Waktu Itu Tidak Ditemukan Ada Pegawai Positif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penangkapan IS (36) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Basarnas Banjarmasin atas dugaan pemakaian narkoba, mengejutkan seluruh unsur jajaran di Lembaga pemerintah non kementrian tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin Sunarto mengaku tak menyangka bahwa ASN di Basarnas Banjarmasin tersebut tersandung penyalahgunaan narkotika. Mengingat, IS dalam kesehariannya berkerja selayaknya petugas yang taat aturan.

“Kesehariannya bekerja dan aktifitasnya di sini berjalan baik. Siaga piket juga selalu masuk. Memang kita tidak memonitoring secara langsung kegiatannya di luar, tapi saya tidak menduga kejadian ini,” akunya, Selasa (2/6/2020) siang.

Baca juga: BREAKING NEWS. Oknum ASN di Basarnas Banjarmasin Ditangkap, Diduga Tersandung Kasus Narkoba

Sebenarnya antisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja, kata Sunarto, selalu dilakukan dengan melakukan tes urine. Dalam hal ini, Basarnas Banjarmasin menggandeng pihak BNN.

“Dua bulan lalu, bersama BNN kita mengadakan tes urine. Tapi saat itu hasilnya petugas kita tidak ada yang dinyatakan mengkonsumsi narkoba. Makanya, saya kaget dengan kejadian ini,” lanjut Sunarto.

Seperti yang diberitakan, IS ditangkap Satres Narkoba Polres Banjarbaru, pada Senin (1/6/2020) kemarin. Informasi yang dihimpun, IS menjabat di bidang humas Kantor Basarnas Banjarmasin, ditangkap di pinggir jalan, usai membeli serbuk kristal dari seorang pengedar. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Sejumlah Perusahaan Tambang Tak Bayar Pajak Puluhan Triliun ke Negara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di Kalimantan Ada Penambangan Dilakukan di Belakang Kantor KPU.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Foto: Tangkapan layar live streaming Youtube Penutupan Sidang Rakyat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengungkapkan sejumlah perusahaan tambang mineral dan batu bara menunggak pembayaran royalti, penerimaan negara bukan pajak/PNBP kepada negara. Tunggakan pajak perusahaan-perusahaan tambang itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang.

Hal tersebut dibeberkan Laode dalam Sidang Paripurna Pembacaan Putusan dan Penutupan Sidang Rakyat dengan topik Membatalkan Undang-undang Minerba yang baru melalui live streaming, Senin (1/6/2020).

“Waktu saya di KPK masih ada puluhan triliun pajak/PNBP yang belum mereka bayar sampai sekarang,” kata Laode.

Dia mengkritisi UU Minerba yang baru hasil produk pemerintah dan DPR tersebut. Sebab Uu tersebut merugikan rakyat dan bernuansa melanggengkan perusakan lingkungan oleh perusahaan tambang minerba di tanah air.

Banyak permasalahan yang dilahirkan dari eksploitasi pertambangan selama ini. Mulai dari masalah kerusakan lingkungan, konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat dan sebagainya.

“UU Minerba yang baru itu juga tidak menjawab masalah keadilan antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, Uu yang baru tersebut lebih menguntungkan investor pertambangan. Banyak perusahaan tambang di berbagai daerah yang izin AMDAL-nya bermasalah.

“Bahkan di Kalimantan, ada penambangan dilakukan di belakang kantor KPU. Lalu di Sulawesi lokasi tambangnya di lingkungan sekolah,” katannya.

Dia menambahkan, pada tahun lalu saat masih menjabat Wakil Ketua KPK, pihaknya menerima laporan 10 perusahaan tambang bonafit izin kontrak karyanya berakhir pada akhir 2019 dan 2020. Sementara itu Uu Minerba yang baru justru memfasilitasi dan memudahkan para perusahaan tambang tersebut untuk bebas untuk mengeksploitasi alam berikutnya.

“Jadi presiden dan DPR tidak memihak lingkungan dan kepentingan rakyat,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Bawa Sabu, Eka Diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Eka, terduga pelaku tindak pidana narkotika yang diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas. Foto: polres kapuas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KUALAKAPUAS – Satresnarkoba Polres Kapuas mengamankan terduga pelaku tindak pidana narkotika, Minggu (31/5/2020) pukul 14.00 WIB di pelabuhan speedboat.

Kasat Resnarkoba Polres Kapuas, Iptu Suherman menyampaikan, tersangka Eka (27) warga Jalan Safillah RT01 Kelurahan Bahaur Hulu, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng.

“Eka ditangkap di pelabuhan speedboat jurusan Kapuas-Pangkoh bersama beberapa barang bukti berupa sabu,” kata Kasat Resnarkoba.

Saat di geledah, polisi menemukan satu paket plastik klip kecil berisi kristal bening diduga sabu dengan berat bruto 0,21 (nol koma dua satu) gram, di dalam satu buah tas warna merah muda.

Ia menambahkan, setelah ditemukan benda haram itu Eka langsung dibawa ke Mapolres Kapuas guna penyelidikan dan mengembangkan asal narkoba yang dimiliki.

“Masih dikembangkan, dan dia (Eka) sudah ditahan sel tahanan Mapolres Kapuas dan kenakan pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/agus)

Reporter : Agus
Editor : Dhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->