Connect with us

Bisnis

Berangkat dari Hobi, Donna Sulap Limbah Kayu Bekas Bernilai Rupiah

Diterbitkan

pada

Gusti Putu Donna Mahendra menunjukan karya seni dari potongan kayu bekas di galeri miliknya. Foto : sjy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PULANG PISAU, Keberadaan aneka kayu bekas melimpah yang tidak terpakai dan teronggok begitu saja di wilayah Pulang Pisau, rupanya memantik ide kreatif dari I Gusti Putu Donna Mahendra dan kawan-kawan menghasilkan karya seni tinggi bernilai ekonomi.

Melalui tangan dingin mereka, potongan pohon kayu bekas yang mulanya tidak bernilai sama sekali dibuat jadi aneka kerajinan tangan yang indah. Mulai dari jenis kayu sumpung, durian, cempedak, rambutan, duku, hingga potongan batang kelapa dijadikan buruan untuk diangkut ke bengkel mereka.

“Karya paling kecil yang kami buat yaitu asbak rokok, cobek, hiasan natal, bingkai foto, aneka pot bunga, hingga paling besar yang banyak dipesan itu aneka kursi dan meja tamu. Khusus meja dan kursi yang kita buat tidak sama antara satu dengan yang lain, karena mengikuti dasar kayu itu sendiri. Untuk  jenis kerajinan yang dihasilkan dibanderol mulai puluhan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitannya,” tutur pria kelahiran Palangkaraya 40 tahun silam ini.

Dijelaskan ASN yang bertugas sebagai Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Pulpis ini, mengolah kayu bekas menjadi karya seni merupakan hobi sejak lama. Awalnya hanya sebatas hobi beberapa minggu terakhir baru mulai serius merintis sebagai usaha kerajinan  seni di bengkel samping rumahnya di jalan Panunjung Tarung Gang Gereja Victoria II, bernama galeri “RAWA” singkatan dari Ratik Wara.

Melalui galeri Ratik Wara, Dona dan kawan-kawan berhasil membuat aneka kerajinan bernilai rupiah. Foto : sjy

“Usia galeri Ratik Wara baru berumur dua pekan. Dengan 12 orang anggota, 7 pemburu kayu, 4 tukang pembuat karya dan yang menyusun potongan kayu. Tujuan galeri ini untuk merangkul pegawai honor yang punya hobi di bidang  seni olahan kayu. Jika kerajinan yang dibuat laku, nanti hasilnya buat pekerja itu sendiri dan juga sedikit kas pemasukan untuk membesarkan galeri,” beber pria yang memiliki ayah dari Jembarana, Bali ini.

Setelah beberapa kerajinan laku dibeli oleh rekan-rekan Donna. Kini pesanan mulai berdatangan pemesan baik dari Pulpis sampai ada tawaran dari pemilik toko souvenir di Palangkaraya untuk dipamerkan di tempatnya. Dona pun berencana, pihaknya pun akan menjadikan sentra usaha industri kreatif.

“Sementara ini kita masih bekerja dengan peralatan manual dan memanfaatkan waktu kosong saja. Tapi kedepan memang akan lebih serius. Apalagi kita banyak belajar dan selalu mencari  inspirasi dari berbagai karya di youtube. Sering juga kami berdiskusi dengan kawan-kawan pelaku seni kayu olahan, terutama meminta masukan tentang harga, cara mempertahan kualitas serta inspirasi lain dari keluarga di Bali yang juga pekerja seni,” ujar anak dari seorang ibu asli Kalteng ini. (sjy)

Reporter : Sjy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Bisnis

Lion Air Group Beroperasi Kembali, Ini Syarat untuk Calon Penumpang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana kabin pesawat Boeing 737-900ER yang dioperasikan Lion Air Group sebelum pandemi Covid-19. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Setelah sempat menghentikan sementara operasional, grup maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia Lion Air Group kembali beroperasi sejak Senin (1/6/2020). Namun demikian, calon penumpang harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan.

Menurut Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, selain harus tiba empat jam sebelum keberangkatan maupun melengkapi dokumen seperti surat tugas, calon penumpang juga harus menyertakan surat keterangan atau sertifikat bebas Covid-19. Seperti hasil rapid test, hasil Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif Covid-19 yang berlaku maksimal 7 hari dan surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun rapid test.

“Calon penumpang juga harus mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan keluar dari bandar udara, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat. Perlu diketahui, calon penumpang membawa hand sanitizer sendiri,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (2/6/2020).

Peraturan ini sendiri berlaku untuk seluruh penerbangan Lion Air Group di Indonesia. Tak terkecuali penerbangan dari dan atau menuju Banjarmasin.

Lalu, bagaimana dengan penerbangan Lion Air Group di Banjarmasin? Dihubungi pada Selasa (2/6/2020) siang, Area Manager Lion Air Group Kalselteng Agung Purnama menambahkan, setelah beroperasi normal, frekuensi penerbangan Lion Air Group ke Banjarmasin masih menyesuaikan dengan kebutuhan.

“(Untuk) frekuensi penerbangan kita sufaj menyiapkan untuk antisipasi new normal (kenormalan baru) ini. Namun tetap akan disesuaikan dengan kebutuhannya,” kata Agung.

Lanjut Agung, untuk saat ini, maskapainya akan melihat kebutuhannya. Saat ini, maskapai tengah menunggu dasar hukum protokol kesehatannya.

“Apakah SE Menhub Nomor 5 Tahun 2020 dan KM 25 tahun 2020 yanh berlaku hingga tanggal 7 Juni 2020 diperpanjang atau dicabut, kita sedang menunggu itu,” lugas Agung.

Disinggung soal keterisian itu, diakui Agung untuk periode tanggal 1 hingga 4 Juni 2020 masih di bawah 50 persen. Mengapa demikian? “Karena kemungkinan banyak calon penumpang yang belum siap terkait kelengkapan dokumen perjalannya,” pungkas Agung. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Banyak Penumpang Gagal Paham, Lion Air Group Setop Operasional Penerbangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lion Air Group hentikan sementara operasional penerbangan domestik. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menghentikan sementara operasional penerbangan domestik. Hal ini dilakukan setelah banyak penumpang yang gagal paham terkait pembukaan penerbangan domestik.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala biaya yang telah dikeluarkan, hanya karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara.

Dengan demikian, lanjutnya, Lion Air Group berkesimpulan bahwa para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif agar lebih mengetahui dan memahami secara jelas terkait dengan ketentuan-ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk rencana bepergian menggunakan pesawat udara.

“Calon penumpang belum sepenuhnya mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen perjalanan dipenuhi dan dimana calon penumpang mendapatkannya,” ujar Danang dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Danang menuturkan, berdasarkan kondisi di atas, bahwa masih dibutuhkan waktu agar para calon penumpang lebih mengetahui dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara.

Sehingga Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang serta menghentikan sementara operasional penerbangan selama lima hari, yaitu mulai 27 Mei sampai dengan 31 Mei 2020.

“Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899,” imbuh Danang. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Industri Farmasi Raup Untung Besar di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Industri yang mendapat untung besar adalah sektor industri farmasi yang menjual obat-obatan. Foto: Shutterstock
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 yang menekan banyak aktivitas ekonomi ternyata memiliki dampak positif untuk sejumlah perusahaan. Salah satu bidang industri yang mendapat untung besar adalah sektor industri farmasi yang menjual obat-obatan.

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus positif pertama virus corona di Indonesia, sejumlah obat-obatan untuk penambah daya tahan tubuh atau imun meningkat tajam penjualannya, seperti multivitamin hingga obat-obatan herbal yang mengandung rempah-rempah.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) misalnya, produk-produk lansiran mereka banyak diborong pembeli. Hal tersebut terlihat dari kinerja produsen tolak angin ini sepanjang Kuartal I 2020. Demikian dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Dari laporan keuangan perseroan yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia terlihat bahwa sepanjang periode tersebut penjualan dari segmen jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan sebesar 68,45 persen, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar 27,06 persen dan segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49 persen dari total omset.

SIDO berhasil membukukan kenaikan laba sebesar 10,85 persen menjadi Rp 231,53 miliar, dari semula Rp 208,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan dari sisi penjualan, perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp 730,72 miliar, naik 2,39 persen dibanding kuartal I/2019 yakni Rp 713,68 miliar.

Sementara itu perusahaan plat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengaku telah mengantongi pendapatan hingga Rp 1,8 triliun, pendapatan ini didorong dari meningkatnya permintaan sejumlah produk Kimia Farma saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama KAEF, Verdi Budidarmo, pasar industri farmasi masih memiliki prospek positif di kuartal I 2020. Asumsi ini berdasar pada adanya kebutuhan farmasi dari pemerintah dan meningkatnya kebutuhan obat serta produk-produk suplemen di kalangan masyarakat saat wabah virus corona melanda.

“Covid-19 telah menyebabkan permintaan dan kebutuhan produk kesehatan meningkat sehingga akhirnya turut berdampak terhadap pendapatan perseroan,” kata Verdi dalam keterangannya.

Selain itu yang mendapat untung besar adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dimana produk obat-obatan yang mereka juga juga laku dipasaran, bahkan manajemen juga mengaku tengah bersiap membuat vaksin dan obat-obatan untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan mengaku telah melakukan penjajakan kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa perusahaan multinasional dari luar negeri untuk membuat vaksin dan obat anti virus corona. “Ada beberapa calon produk yang direncanakan untuk penanganan virus Corona (Covid-19) dan virus lainnya,” tulis manajemen Kalbe Farma.

Sepanjang Kuartal I 2020 KLBF membukukan penjualan bersih hingga Rp 5,8 triliun. Jumlah ini bertumbuh 8,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,37 triliun. Adapun penopang kenaikan penjualan di kuartal I 2020 ini berasal dari segmen distribusi dan logistik yang meningkat hingga 13,21 persen year on year (YoY) menjadi Rp 1,8 triliun.

Setelahnya disusul oleh segmen nutrisi sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 5,26 persen YoY. Untuk segmen obat resep, juga mengalami persentase pertumbuhan yang sama dengan segmen nutrisi, menjadi Rp 1,4 triliun. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->