Connect with us

Ragam

Berangkat Haji dari AS Lebih Mudah dan Murah daripada Indonesia

Diterbitkan

pada

Dalam foto ini yang diambil dengan kecepatan rana lambat, para jama'ah haji mengelilingi Ka'bah di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Selasa, 13 Agustus 2019. Foto : AP/Amr Nabil
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Melaksanakan ibadah haji dari Amerika bisa dikatakan lebih mudah dan murah dibandingkan dari Indonesia. Dua pendiri biro perjalanan haji dan umrah di Amerika mengaku prihatin atas kenyataan itu dan mengatakan seharusnya situasinya terbalik.

Lebih mudah dan lebih murah. Dua itulah yang dirasakan jemaah ketika menunaikan ibadah haji dari Amerika. Lebih mudah karena calon jemaah tidak perlu menunggu lama untuk berangkat ke tanah suci, seringkali hanya beberapa pekan sebelum jadwal keberangkatan. Jadi, begitu berniat, tahun itu juga bisa berangkat.

“Sangat jauh lebih gampang,” cetus Shamsi Ali, yang sejak tahun lalu membentuk divisi perjalanan haji dan umrah dalam Nusantara Foundation USA di New York. Tahun ini Nusantara Foundation mulai memberangkatkan jemaah haji untuk pertama kalinya dengan mengutip biaya sampai AS$ 9.000. Ketiadaan birokrasi, menurut Shamsi Ali, membuat proses perjalanan haji sangat mudah.

“Kita tidak punya kuota jadi masing-masing travel agent punya hak untuk merekrut,” kata Shamsi Ali.



Malahan dulu, menurut Mohamad Joban, siapa saja yang berencana naik haji, bisa mendaftarkan diri ke Kedubes Arab Saudi untuk mendapat visa, dan langsung berangkat. Kini, jemaah harus dikoordinir imam dan biro perjalanan yang akan membimbing dan memastikan semua sesuai peraturan. Joban adalah yang mendirikan Ar Rahman Hajj & Umrah pada tahun 1992 di Redmond, negara bagian Washington.

“Pengurusannya singkat, kemudian semua orang bisa mendaftar mendadak selama masih ada seat-nya. Pengurusan di sana (Arab Saudi) simpel karena waktunya singkat,” ujar Joban ketika menggambarkan proses haji di Amerika.

Di Indonesia, kini tidak ada kemudahan itu. Secara umum calon jemaah harus menunggu. Masa tunggu bervariasi, mulai dari 11 sampai 39 tahun, bergantung pada provinsi tempat tinggal calon jemaah.

Menurut Joban, di Amerika tidak perlu menunggu karena jumlah yang pergi haji sangat kecil dibandingkan jumlah dari Indonesia. Ia memperkirakan sekitar 10 ribu jemaah, dengan kenaikan sampai 30 persen dibandingkan jumlah pada 25 tahun lalu. Kenaikan itu, menurutnya, akibat kemudahan transportasi, komunikasi dan bertambahnya jumlah muslim di Amerika.

Selain mudah, pergi haji dari Amerika lebih murah dibandingkan dari Indonesia.

Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) di Amerika lebih tepat dibandingkan dengan program ONH Plus di Indonesia, terutama dari segi waktu dan fasilitas. Tahun ini, BPIH dari Amerika paling tinggi AS$13 ribu. Dengan fasilitas dan layanan yang sama ONH Plus di Indonesia bisa mencapai AS$20 ribu.

Perbedaan harga itu cukup mencolok dan sulit diterima. Memang aneh, cetus Mohamad Joban.

“Indonesia, mestinya lebih murah karena tiketnya lebih murah,” kata Joban.

Selain itu, secara jarak, Indonesia ke Arab Saudi lebih dekat dibandingkan dari Amerika.

“Dengan harga, misalnya sekarang ini sekitar AS$9.000-lah, itu sudah bisa tinggal di hotel bintang lima di Mekah maupun Madinah dengan fasilitas yang tidak kalah-kalah dari mereka yang terkadang bayar sampai AS$20 ribu dari Indonesia,” kata Shamsi Ali.

Joban menunjuk banyaknya kutipan, dari tingkat bawah sampai ke Kementeriaan Agama, sebagai penyebab tingginya ONH. Pengutipan terjadi karena jalur pengurusan pemberangkatan haji yang berlapis.

Hal senada disampaikan Shamsi Ali yang pernah aktif sebagai tenaga musim haji.

“Kemungkinan besar ada bayar sini, bayar situ…di Indonesia terbiasa untuk memudahkan urusan, biasanya ngasih…ya saya tidak ingin memakai kata negatif, tetapi biasanya ngasih nyuap lah. Nah itu masih terjadi,” kata Shamsi Ali.

Di Amerika, urusan pemberangkatan haji dilakukan biro perjalanan haji yang jumlahnya kini antara 300 dan 500, termasuk Ar Rahman, yang tahun ini menetapkan ONH AS$ 9.500. ONH dibayarkan langsung ke agen, mencakup visa, konsultasi dan bimbingan, akomodasi dan transportasi, sampai pendampingan saat pelaksanaan ibadah.

Walaupun masih lebih murah dibandingkan ONH di Indonesia, menurut Joban, ONH di Amerika dua tahun ini naik. Untuk mengatasinya, masa pelaksanaan ibadah haji dikurangi. Kalau dulu Ar Rahman Hajj menyelenggarakan ibadah haji sampai 21 hari, kini hanya 15 hari.

Lonjakan biaya paling besar pada akomodasi akibat menyusutnya jumlah hotel dengan dibongkarnya 500 hotel yang dinyatakan tidak aman atau tidak layak. Tetapi bagi Shamsi Ali, itu tidak masalah.

“Yang penting tidak terlalu banyak urusan-urusan birokrasi,” kata Shamsi Ali. (ka/ew/kk/voa)

Reporter : Ka/ew/kk/voa
Editor : Kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ragam

Kali Pertama, Polwan Arab Saudi Ikut Amankan Ibadah Haji Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka'bah. Foto: Saudi Ministry of Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Polisi wanita (Polwan) Arab Saudi untuk pertama kalinya bertugas mengamankan ibadah haji tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19. Menyusul kebijakan Arab Saudi yang memperbolehkan wanita bergabung dengan dinas militer dan kepolisian.

“Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal.” ujar Afnan Abu Hussein, seorang anggota polwan kepada Al-Ekbriya TV .

Haji dimulai pada hari Rabu (29/7) ketika para jemaah memulai perjalanan mereka dari Masjidil Haram di Mekah di tengah aturan keamanan yang ketat.

“Setiap kelompok jemaah memiliki pemimpin untuk memfasilitasi dan mengendalikan gerakan mereka untuk memastikan jaga jarak sosial,” kata Sari Asiri, direktur jenderal urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan disadur dari Arab News.



 

“Selain itu, setiap kelompok juga didampingi oleh seorang profesional kesehatan untuk memantau status kesehatan dan membantu mereka ketika dibutuhkan,” tambahnya.

Pejabat kementerian melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesejahteraan jemaah sebelum kedatangan mereka di Mekah.

“Kami mengunjungi setiap jemaah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatannya, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel,” kata Asiri.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19, dan rumah sakit dan pusat kesehatan Mekah sudah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.

Hari Tarwiyah (mengambil air), pada hari Rabu, adalah hari pertama ritual haji. Jemaah menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Saee antara bukit Safa dan Marwah.

Ratusan jemaah yang datang ke Masjidil Haram tahun ini berjalan dalam kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalur khusus mengikuti pemandu mereka.

Protokol kesehatan selama haji dirancang dan diimplementasikan oleh Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas keamanan.

Kepresidenan juga membuat pintu masuk dan keluar khusus untuk setiap kelompok jemaah haji untuk mencegah keramaian dan menginhadari antrean.

Pasukan Pertahanan Sipil meningkatkan kesiapan mereka di Mina untuk menerima para jemaah di mana mereka akan menghabiskan malam sebelum pindah ke gunung Arafat.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Sementara itu, Keamanan Publik Saudi mengumumkan bahwa mereka menangkap 244 pelanggar pedoman haji yang berusaha memasuki wilayah haji tanpa izin.

Seorang juru bicara Keamanan Publik Saudi meminta warga dan ekspatriat untuk mematuhi hukum dan instruksi haji, juga menekankan bahwa pasukan keamanan memberlakukan penjagaan ketat di sekitar Mekah dan tempat-tempat suci lainnya.

Mereka yang ditangkap di tempat-tempat suci tanpa izin berisiko terkena denda hingga 10.000 riyal (sekitar Rp 39 juta), denda dapat meningkat juga mereka mengulang kesalahan yang sama.

Setiap tahun, sekitar 2,5 juta jemaah haji datang ke Mekah, namun karena pandemi Covid-19 hanya sekitar 1.000 yang akan dapat melaksanakannya tahun ini. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Ragam

Mengintip Kualitas Speaker di Masjidil Haram Makkah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Imam Masjidil Haram. (Foto: Dok. Haramain)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagi Anda yang pernah shalat di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, mungkin akan merasa kagum pada kualitas speaker (pelantang) dan sound system (tata suara) yang digunakan. Di setiap sudut masjid, nyaris suara bacaan imam dan muadzin dapat terdengar merata dan jelas. Tidak terdengar sedikit pun gangguan suara-suara seperti storing ‘nging’, ‘kresek-kresek’ ataupun check sound ‘test… satu, dua, tiga’.

Dikutip dari laman Haramain, jumlah speaker yang digunakan di masjid terbesar di dunia ini sebanyak 6.000 buah. Pelantang-pelantang itu ditempatkan di pelataran dalam dan luar serta sepanjang jalan. Sound system di Masjidil Haram ini menjadi salah satu rangkaian tata suara terbesar di dunia.

Ruang kontrol. foto: dok.Haramain

Tata suara ini terhubung ke ruang kontrol yang dikendalikan oleh 50 teknisi khusus. Tidak hanya satu unit mesin yang digunakan untuk menjaga kualitas suara di masjid suci umat Islam ini. Ada tiga mesin sound system keluaran Sennheiser, Jerman, yang dioperasikan dengan fungsi masing-masing.

“Setiap imam dan muadzin memiliki pengaturan suara khusus disesuaikan dengan jenis suara dan nadanya untuk memastikan kejernihan dan keseimbangan suara di seluruh sudut Masjidil Haram,” jelas laman Haramain.



Microfon di tempat imam Masjidil Haram Makkah. foto: dok.Haramain

Tiga mesin yang digunakan ini terdiri dari satu mesin utama dan dua mesin sebagai cadangan (back up). Ini bisa terlihat dari mikrofon yang berada di depan imam saat shalat. Mikrofon sebelah kanan merupakan mic utama, bagian tengah adalah cadangan pertama dan bagian kiri merupakan cadangan kedua.

Ketika tata suara utama tidak berfungsi, maka cadangan pertama akan secara otomatis hidup dan berfungsi. Dan ketika cadangan pertama juga tidak berfungsi, maka cadangan kedua akan hidup secara otomatis. Inilah sistem yang menjadikan hampir tidak ada masalah tata suara di Masjidil Haram.

Teknisi khusus sound system di Masjidil Haram. foto: dok. Haramain

Kualitas tata suara ini sangat mendukung kekhusyuan dan kualitas jamaah dalam beribadah khususnya shalat berjamaah. Para jamaah mampu meresapi dan menikmati suara adzan dan bacaan imam Masjidil Haram yang terkenal memiliki kekhasan suara masing-masing.

Para imam dan muadzin di Masjidil Haram pun memiliki kriteria khusus yang telah ditentukan oleh pihak pengelola masjid.

Muadzin ditentukan oleh pengelola Masjidil Haram. foto: dok.Haramain

Di antaranya harus berkebangsaan Arab Saudi, tidak boleh berumur di bawah 30 tahun, dan minimal lulusan S2 dari salah satu perguruan tinggi Ilmu Agama Islam di Arab Saudi. Imam juga harus hafal Al-Qur’an dan memiliki kualitas suara yang bagus.

Di samping suara yang bagus, muadzin Masjidil Haram juga harus memiliki kemampuan ilmu di bidang hukum dan tata cara adzan serta shalat.

Kualitas suara imam dan muadzin masjid yang dipadu dengan kualitas tata suara ini tentu semakin menjadikan umat Islam seluruh dunia yang beribadah di dalamnya kian menikmati ibadahnya. Hal ini juga yang menjadi salah satu faktor munculnya rasa kangen setiap muslim untuk dapat datang kembali ke Masjidil Haram. (muhammad faizin/nuonline)

Reporter : muhammad faizin/nuonline
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->