Connect with us

HEADLINE

Berangkat ke Bandara Cuma Diantar Naik Motor, Pulang Disambut Pengawalan Luar Biasa

Saipul Anwar, Peraih 2 Medali Asian Para Games 2018 Tiba di Pasayangan

Diterbitkan

pada

Kedatangan Saipul Anwar di kampung halaman desa Pasayangan, Martapura, disambut suka cita keluarga dan warga. Foto : rendy

MARTAPURA, Atlet difabel Saipul Anwar (39), peraih dua medali Asian Para Games 2018 disambut meriah dan haru warga Kabupaten Banjar, Senin (15/10). Kepulangannya ke kampong halaman desa Pasayangan, Kecamatan Martapura disambut sinoman hadrah.

Meski sudah mengantongi bonus dari Presiden RI Jokowi, Pemkab Banjar masih belum memberikan bonus atlet difabel yang meraih perak dan perunggu Asian

Di hadapan awak media saat tiba di rumahnya, atlet difabel peraih perak Asian Para Games, nomor individual time trail 12 Km kelas C3 mencatatkan waktu 18:50,520, dan medali perunggu nomor individual pursuit kelas C3 3.000 meter dengan catatan waktu 04:18,383, dibuat berkaca-kaca ketika bersua keluarganya.

Ia diarak naik mobil BPK terbuka mulai dari Guest House Sultan Sulaiman kampung halamannya desa Pasayangan Selatan, Kecamatan Martapura disambut Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur bersama warga Pasayangan.

“Sebelumnya saya tidak menyangka ada acara semacam ini, meriah sekali banyak sekali sambutan dimana-mana, sebenarnya saya ingin langsung pulang bertemu keluarga selepas pertandingan berakhir waktu itu, namun pemerintah sangat mengapresiasi saya dimana-mana ada sambutan, dan saya sangat bersyukur akan hal itu,” ujarnya.

Apalagi saat berangkat menuju pemusatan latihan dan karantina atlet ke Solo, Jawa Tengah, kala itu saat hendak menuju ke Bandara Syamsudin Noor hanya diantar  menggunakan kendaraan roda dua oleh keponakannya sendiri. “Waktu itu handak tulak ke Bandara berangkat ke Solo untuk karantina dan pemusatan latihan hanya diantar pakai sepeda motor, buliknya pakai pengawalan seperti ini,” aku Saipul Anwar penuh haru.

Saipul Anwar mengaku, penghargaan yang diraihnya ini merupakan penghargaan yang tidak didapatnya dengan mudah. Mengingat keberhasilan tersebut tidak lain atas kerja keras latihan selama ini dsecara ekstra. Setiap hari saat di pemusatan latihan di Solo, sedari pagi hingga menjelang siang ia berlatih, hanya berselang satu dua jam untuk istirahat, lalu melanjutkan latihan lagi dari tengah hari hingga sore hari.

“Alhamdulillah berkat Allah SWT saya dapat memperoleh medali ini, semua itu juga karena semangat saya tinggi, walaupun dengan keadaan seperti ini, namun untuk membuktikan yang terbaik bagi negara, inilah hasilnya,” ujarnya.



Saipul Anwar menceritakan dirinya mulai menjadi paralimpian -sebutan lain atlet difabel- sejak tahun 2010. Dimana pada saat itu, ia mengikuti cabang atletik hingga pada tahun 2017, karena merasa saingan sangat banyak dan ketat, ia memutuskan pindah haluan untuk mengikuti cabang baru yaitu cycling alias balap sepeda.

Ketika ditanya Kanal Kalimantan berapa total bonus dan akan digunakan untuk apa saja, sambil tersenyum Saipul Anwar mengatakan, untuk perolehan dua medali tersebut dirinya mendapatkan bonus total senilai Rp 600 juta, sebesar Rp 500 juta dari perolehan medali perak di kategori 12 km individual time trail kelas C3, dan Rp 100 juta untuk raihan medali perunggu kategori individual pursuit kelas C3 3.000 meter.

“Bonus itu semua masih belum terpikir akan digunakan untuk apa, pastinya akan saya gunakan untuk kebutuhan keluarga dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Masih di tempat sama, Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur ketika ditanya awak media terkait bonus ayang mungkin akan diberikan Pemkab Banjar mengatakan, hingga saat ini masih belum ada. Mengingat kehadiran dirinya, hanya untuk menyambut kedatangan Saipul Anwar.

“Untuk saat ini masih belum ada, karena keadaannya mendadak, namun pertemuan ini juga merupakan penghargaan bagi saya, dimana putra daerah kita sudah meraih prestasi hingga tingkat internasional yang perlu diapresiasi,” ujarnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

HEADLINE

PDP Covid-19 RS Idaman Banjarbaru Kabur Dibantu Anaknya, Sempat Ancam Petugas Pakai Batu!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas gabungan terus mencari PDP yang kabur dari ruang isolasi RS Idaman Banjararu/ilustrasi. Foto : suara.com

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pencarian terhadap seorang pria berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melarikan diri dari Rumah Sakit Idaman Banjarbaru empat hari lalu, masih berlanjut. Informasi yang berhasil dikumpulkan, pasien sempat melarikan diri ke kawasan hutan. Namun dugaan kuat, saat ini berada di salah satu rumah kerabatnya. Terkuak, pasien sempat mengancam petugas pakai batu!.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza, menceritakan kaburnya pasien tersebut juga turut melibatkan anak dari pasien. Kala itu, pada 23 Mei 2020 sekitar pukul 13.30 Wita, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangannya.

Selang beberapa jam kemudian, petugas RS telah mendapati ruangan isolasi dalam keadaan kosong. Pihak keamanan yang berjaga saat itu, menyadari bahwa pasien kabur melewati tangga darurat. Upaya pengejaran pun dilakukan.

Namun setelah pasien menginjakan kaki di luar rumah sakit, rupanya ada sang anak yang telah menunggu dengan membawa sepeda motor. Walhasil, aksi kaburnya pasien tersebut berjalan mulus.

Tim Gugus Tugas melalui petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Banjarbaru yang mendapati informasi ini, lantas mendatangi rumah pasien yang berlokasi di Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Sayangnya, yang ditemukan hanyalah keberadaan sang anak.

“Ternyata keduanya pulang ke rumah mereka. Namun, saat kita mendatangi lokasi, ternyata cuma ada anaknya. Informasi yang kita terima dari sang anak dan petugas yang ada di lokasi lebih dulu, bahwa pasien tersebut kabur ke kawasan Hutan. Saat ini masih kita lakukan pencarian,” kata Rizana, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) sore.

Baca juga: Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung  menceritakan, pihaknya yang lebih dulu tiba di kediaman pasien dan sang anak tersebut. Awalnya, pihak kepolisian mencoba untuk melakukan mediasi. Hal ini dilakukan agar pasien mau kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tapi pasien ini melakukan perlawanan dengan mengancam melemparkan batu ke arah petugas. Melihat kami mengambil jarak, pasien tersebut lalu kabur ke kawasan hutan,” ujar Kapolsek.

Adapun pencarian terhadap pria berusia 61 tahun tersebut telah berlangsung sejak 3 hari terakhir. Tim Gugus Tugas dalam hal ini masih melakukan komunikasi terhadap pihak keluarga pasien ihwal persoalan ini.

Kapolsek mengungkapkan bahwa saat ini pihak telah memetakan beberapa lokasi yang disinyalir menjadi tempat berdiamannya pasien tersebut. Bahkan, ada kemungkinan pasien tersebut saat ini sedang berada di rumah kerabat.

“Karena yang bersangkutan juga butuh makan. Inikan sudah hampir 4 hari. Jadi ada kemungkinan yang bersangkutan ini mengunjungi rumah kerabatnya,” tutur AKP Andri.

Pasien yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Ulin Raya tersebut awalnya mengeluh sesak nafas, demam, dan batuk, hingga akhirnya harus menjalani pemeriksaan rapid test di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien tersebut reaktif. Namun, belum diketahui apakah positif terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas mengungkapkan bahwa saat ini pencarian terus dilakukan dengan melibatkan seluruh personil gabungan yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas. Dalam hal ini petugas dipaksa keluar masuk hutan untuk menelusuri jejak pasien.

“Sebenarnya kondisi pasien terakhir itu mulai stabil. Seandainya yang bersangkutan tidak kabur, tentu sudah diketahui hasil swabnya apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Ya, kita juga akan melakukan dengan pemeriksaan dengan pihak keluarga pasien,” tungkas Rizana. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Tracing dan Tracking Digenjot, Juli Diprediksi Lonjakan Covid-19 di Kalsel

Sekdaprov Kalsel: Silakan New Normal Diikuti Secara Alamiah Saja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapid test terus digalakkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mendeteksi penyebaran virus corona. foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) dalam mendeteksi sebaran kasus Covid-19 di Kalsel terus dimaksimalkan Tim Surveilans Epidemiologi di 13 kabupaten/kota.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, pada bulan Juni dan Juli 2020 mendatang upaya tracing dan tracking terus digencarkan. Di samping tracing dan tracking, upaya treatmen (pengobatan) untuk kasus positif Covid-19 juga dilakukan pada bulan yang sama.

Sehingga, Haris Makkie mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan pada bulan Juli 2020 mendatang ditargetkan terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

“Itu merupakan hasil tracing dan tracking. Tetapi kita berharap di bulan Agustus temuan kasus Covid-19 melandai dan akan ada penurunan,” kata Haris Makkie di Banjarmasin, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurut Sekdaprov Kalsel, setelah temuan kasus Covid-19 melandai atau flat, tahap selanjutnya adalah pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Terutama, mereka yang terkena dampak sosial maupun dampak ekonomi.

Sehingga diperlukan kerjasama yang solid baik antara pemprov dengan pemkab maupun pemko. “Jadi bukan hanya tugas Pemprov Kalsel,” tegasnya.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie. foto; dew

Disinggung soal apakah new normal juga akan diterapkan di Kalsel, Haris Makkie menegaskan untuk saat ini jajarannya belum fokus untuk itu. Saat ini, ia menegaskan, yang menjadi utama yang akan dilakukan adalah upaya tracing di bulan depan.

“Silakan new normal diikuti secara alamiah saja,” tegasnya.

Apalagi, Haris Makkie menyebut, karakteristik setiap kabupaten dan kota di Kalsel berbeda-beda. Sehingga, sangat tidak mungkin disama ratakan.

“Saya katakan bahwa target kita di bulan Juni kita akan melakukan tracking dan tracing. Nanti ujungnya akan (mengarah) ke new normal itu. (Karena) kita memulainya dari tracing dan tracking itu,” tegas Haris Makkie.

Jika lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi di bulan Juli dan mulai melandai di bulan Agustus, Haris Makkie menggarisbawahi, di bulan inilah sudah dapat memasuki fase new normal. “Saya pikir seperti itu konsepnya,” singkatnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Dandim: Tolong Kembali, Jangan Panik dan Jangan Merugikan Orang Lain

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi ruang isolasi. foto: tempo

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang pria warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) melarikan diri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

Hal itu dibenarkan Kabag Tata Usaha RS Idaman Banjarbaru Firman, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) siang. Dijelaskannya, pasien tersebut kabur saat petugas melaksanakan pergantiaan jadwal jaga.

“Benar, yang bersangkutan kabur dari ruang isolasi. Kabur melalui tangga darurat. Pasien adalah pria berusia 61 tahun,” katanya.

Meski begitu, pihak keamanan sebenarnya telah mencoba mengejar pasien tersebut. Hanya saja pasien telah melewati area Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, sehingga kewenangan petugas keamanan juga terbatas.

Informasi terkait pasien kabur ini menyebar di sosial media WhatsApp dan membuat heboh masyarakat. Terlebih lagi, informasi tersebut menyebutkan bahwa pasien tersebut telah terapar Covid-19.

Ihwal menyebutkan status pasien telah positif terpapar Covid-19, nyatanya dibantah pihak Rumah Sakit. Firman mengatakan bahwa pasien masih berstatus PDP setelah menjalani pemeriksaan rapid test.

“Yang bersangkutan cuma dinyatakan reaktif dari hasil rapid testnya. Belum dikatakan positif terpapar Covid-19. Masih menunggu hasil tes swab,” lanjut Firman.

Disisi lain, Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, mengimbau kepada seluruh  masyarakat khususnya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, agar tidak perlu panik. Ia juga mengimbau agar pasien yang kabur bisa secepatnya kembali.

“Rumah Sakit adalah tempat untuk menjadi lebih baik. Anda akan diperhatikan dan diobati. Jangan mengambil langkah-langkah yang merugikan diri sendiri dan masyarakat lain. Bagi pasien yang kabur, saya minta tolong kembali. Kami akan terima dengan tangan terbuka,” pungkas Dandim. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap