Connect with us

HEADLINE

Berawal dari Tanjung Selor, Sabu 300 Kg dalam 10 Karung Berakhir di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Polda Kalsel membeber kronologis tangkapan sabu ‘jumbo’ dalam 10 karung pada press release di Mapolda Kalsel, Jumat (7/8/2020) pagi. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polda Kalsel membeber kronologis tangkapan sabu ‘jumbo’ dalam 10 karung pada press release di Mapolda Kalsel, Jumat (7/8/2020) pagi.

Barang bukti yang disita Polda Kalsel sebanyak 150 sabu dibungkus teh china warna hijau dan 150 sabu dibungkus plastik transparan. Berat satu paket besar masing-masing 1 Kg, sehingga total tangkapan seberat 300 Kg.

Semula taksiran berat narkoba yang dibungkus dalam 10 karung ini memiliki berat 200 kilogram. Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta mengungkapkan, setelah dilakukan penghitungan, maka berat narkoba yang diedarkan dari Kalimantan Utara ini memiliki berat 300 kilogram.

“Setelah ditimbang, barang bukti yang berhasil disita total 300 kilogram,” kata Irjen Nico kepada awak media, Jumat (7/8/2020) pagi.



 

Barang bukti yang disita Polda Kalsel sebanyak 150 sabu dibungkus teh china warna hijau dan 150 sabu dibungkus plastik transparan. foto: fikri

Diakui jenderal bintang tiga ini, penangkapan narkoba ini merupakan yang terbesar selama ini. Sebelumnya, jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap tangkapan narkoba jenis sabu-sabu seberat 208 Kg di Juai, Tabalong pada Maret 2020 lalu.

Terdapat empat tersangka yang berhasil diamankan. Dimana, dua tersangka berinisial AY dan S berhasil diringkus tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Kalsel saat hendak mengirimkan 10 karung paket sabu tersebut ke Kalimatan Selatan dari Kalimantan Utara.

“Dari dua tersangka tersebut, mereka mengaku akan mengirimkan barang ke Kalimantan Selatan. Selanjutnya barang bukti berupa 10 karung dengan tersangka AY dan S menuju Banjarmasin, dan akhirnya diketahui dua penerima berinisial A dan R di Hotel Sienna Inn,” jelas Irjen Nico.

Pada Selasa (4/8/2020) dini hari, Ditresnarkoba Polda Kalsel  bergabung dengan Satgas Merah Putih Mabes Polri di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Berhasil mengamankan Toyota Kijang Innova  KT 1668 GC  dibawa AY dan S menuju Banjarmasin, Kalsel.

Dari keterangan AY dan S, paket sabu dalam 10 karung plastik putih itu akan diterima kurir –belakangan tertangkap A dan R di Banjarmasin-. Semula Toyota Kijang Innova itu disuruh parkir di Hotel Aston dalam pengawasan tim gabungan.

Nah, pada Kamis (6/8/2020) sekitar pukul 09.30 Wita, AY dan S diminta meletakkan mobil jenis MPV itu di parkiran Sienna Hotel Banjarmasin. Sekitar pukul 10.30 Wita, A dan R mengambil paket 10 karung dalam mobil Innova tersebut. Pada saat A dan R membawa mobil Innova itulah, keduanya dibekuk tim gabungan yang sudah diintai.

Polda Kalsel membeber kronologis tangkapan sabu ‘jumbo’ dalam 10 karung pada press release di Mapolda Kalsel, Jumat (7/8/2020) pagi. foto: fikri

Dari keempat tersangka, selain barang bukti seberat 300 kilogram sabu-sabu, aparat kepolisian juga menyita satu buah mobil Kijang Innova KT 1668 GC, beberapa buah handphone dan uang tunai sebesar Rp5 juta.  “(Uang ini) dibawa oleh pelaku,” kata Kapolda Kalsel.

Empat tersangka bakal dikenakan pasal 112 dan pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, juga hasil pendalaman pemeriksaan, tambah Nico, akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Sementara itu, keempat pelaku berinisial AY, S, A dan R tidak memberikan keterangan apapun kepada awak media. Dengan menggunakan topeng dan rompi tahanan, keempatnya langsung diamankan kembali oleh aparat kepolisian, usai digelarnya press release. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: fikri
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghoib Borneo Ungkap Sosok Misteri di Salah Satu Kantor Pemkab Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi tim Ghoib Borneo melakukan komunikasi dengan makhluk astral di salah satu kantor pemerintah di Pemkab Banjar. Foto: Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kabar adanya sosok mahkluk astral di salah satu perkantoran Pemkab Banjar, menarik minat para tim Pemburu Ghoib Borneo untuk mengungkap lebih lanjut. Beredar cerita, bahwa di lokasi tersebut banyak makhluk ghaib.

Tim Pemburu Ghoib Borneo pun ingin menguak misteri yang ada di salah satu kantor pemerintah yang berada di sebuah desa, Selasa (29/9/2020) pukul 23:00 Wita.

Kanalkalimantan.com, diajak untuk menyaksikan bagaimana ritual untuk mengungkap sosok astral tersebut.

Sebelum memulai kegiatan, para Tim Pemburu Ghoib Borneo terlebih dahulu melakukan doa bersama agar kegiatan ini berjalan dengan lancar.



Riza, selaku Ketua Tim Pemburu Ghoib Borneo mengatakan, persiapan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Maka pada waktu yang ditentukan, tim Pemburu Ghoib Borneo mendatangi lokasi kantor tersebut. Dari pintu gerbang, tim harus berjalan kaki sekitar 200 meter lebih menuju titik yang dirasa energi mistis yang kuat.

Sesampainya di titik lokasi suasananya begitu mencekam ditambah tempat yang gelap dan banyak semak-semak belukar.

Setelah mencapai di lokasi, para mediator bersiap untuk dimasuki mahkluk astral ke dalam tubuhnya. Sebelumnya sempat beredar cerita, di lokasi tersebut ada salah satu warga yang memetik tanaman janar, setelah warga tersebut memetik tanaman janar, selang seminggu kemudian meninggal dunia.

Menurit penuturan Agus (bukan nama sebenarnya, red) selaku pejaga malam di kantor itu, dulunnya sekitar 8 tahun yang lalu, kantor tersebut adalah sebuah hutan. ” Ya, namanya dulu hutan, pasti banyak mahkluk halusnya,” ucapnya.

 

Tidak hanya malam hari, pada saat siang hari pun para karyawan di kantor tersebut sering diganggu sama makhluk tak kasat kata.

“Siang hari bolong pun makhluk tersebut sering menampakan diri, tidak cuman satu orang karyawan kantor saja yang sering diganggu, hampir semua karyawan diganggu dan dibercadaain, menandakan kalau mereka (makhluk tak kasat mata) ada berada di tempat itu,” ungkapnya.

Tidak cuma satu bangunan kantor saja yang ada makhluk halusnya, hampir setiap bangunan kantor ada makhluk astral yang menunggui. “Hampir semua bangunan kantor di sini ada penunggunya, kalau saya selama 7 tahun kerja jaga malam di sini, baru satu kali diganggu sama makhluk halus. Setelah magrib dengan cuaca hujan gerimis, ada yang manggil saya “woy” suara tersebut terdengar sangat jelas di samping telinga,” kisahnya.

Terkait misteri yang beredar, ada warga mencabut tanaman janar yang diduga punya makhluk halus itu. Namun janar tersebut setelah dicabut bersih tidak ada bekas tanah sama sekali, padahal tanaman tersebut ditanam di atas tanah.

Maka dari itu Tim Ghoib Borneo ingin memecahkan misteri tersebut, dengan cara memasukan makhluk halus tersebut di badan mediator kemudian ditanyai.

Namun dari pantauan Kanalkalimantan.com di lokasi, Tim Ghoib Borneo mengalami kesulitan dikarenakan makhluk astral yang memasuki tubuh sang mediator tidak mau bercerita. Mereka pun tidak mau pergi meninggalkan kawasan tersebut.

Sementara itu, Riza, Ketua Tim Ghoib Borneo mengatakan, tidak ada belajar khusus mengenai ilmu komunikasi dengan makluk astral.

“Tujuan membentuk tim ini biar memberika ruang yang positif kepada yang lain. Dari pada keluyuran tidak karuan lebih baik belajar seperti ini agar bisa bermanfaat nantinya bagi orang lain,” papar Riza

Selain memberikan ruang yang positif tambah Riza, mereka juga ada tempat berkumpul di salah satu majelis pengajian di Banjarbaru.

“Di situ kita bisa dapat pengetahuan juga, menambah keimanan, biar kenal sama Allah SWT dan Rasullullah SAW,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

APK ‘Tak Resmi’ Paslon Pilkada Masih Marak, KPU Banjarbaru Ancam Lakukan Pencopotan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sejumlah APK tak resmi milik paslon di Pilkada Banjarbaru masih banyak ditemukan di beberapa lokasi Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masa kampanye ketiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru pada ajang Pilkada 2020, masih meninggalkan jejak-jejak ilegal di udara.

Dari pantauan Kanalkalimantan, Rabu (30/9/2020) sore, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) tidak resmi masih terpampang jelas di wajah Kota Banjarbaru. Baik berupa banner, spanduk, dan baliho di beberapa ruas jalan.

APK tidak resmi tersebut telah lama terpasang, sebelum tiga pasangan kandidat yakni duet Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah, duet Aditya Mufti Ariffin – Wartono, dan Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, ditetapkan sebagai paslon di Pilkada Banjarbaru.

Kendati demikian, berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, media promosi tersebut seharusnya sudah dilepas tepat saat dimulainya masa kampanye pada 26 September lalu. Lalu, diganti dengan APK baru yang dicetak secara langsung oleh pihak KPU Banjarbaru.



Atas kondisi ini, Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar, turut angka bicara. Ia mengakui bahwa jika saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi dan mendata APK yang disinyalir tidak resmi tersebut.

“Saat ini kita identifikasi apakah APK itu resmi atau tidak. Kita juga akan lakukan validasi ke KPU Banjarbaru. Apabila APK tersebut memang dinyatakan tidak resmi, maka kita rekomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh KPU,” ujarnya.

Adapun setelah menerima rekomendasi dari Bawaslu nantinya, KPU Banjarbaru akan meminta Tim Penertiban APK yang dibentuk oleh Kesbangpol Kota Banjarbaru untuk melakukan penindakan di lapangan.

Diakui Dahtiar bahwa dalam persoalan ini Bawaslu Banjarbaru hanya berwenang dalam memberikan rekomendasi saja. Sedangkan, untuk keputusan melakukan tindakan penertiban di lapangan nantinya merupakan wewenang KPU Banjarbaru.

“Kalau di Pilpres dan Pileg Tahun 2019 lalu, memang Bawaslu Banjarbaru yang melakukan penindakan. Tapi untuk Pilkada tahun ini menjadi wewenangnya KPU Banjarbaru,” akunya.

Di sisi lain, Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat menjelaska bahwa memang ada parameter yang membedakan APK yang resmi dan tidak.

Hal itu bisa dilihat dengan tercantumnya nomor urut di spanduk, baliho, atau banner para paslon Pilkada Banjarbaru.

“Kalau di spanduk atau baliho paslon tidak ada nomor urutnya, berarti itu bukan APK resmi yang seperti kita tetapkan. Itu harus segera diturunkan,” tuturnya.

Hegar mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Sembari itu, ia juga meminta ke tiga paslon secara inisatif sendiri untuk menurunkan media promosinnya masing-masing. “Kita meminta kepada paslon agar diturunkan. Kalau tidak, maka kita bisa memerintahkan tim penertiban untuk menurunkan paksa,” tegasnya.

Lantas, bagaimana dengan APK resmi para paslon yang seharusnya dicetak oleh KPU Banjarbaru? Untuk hal ini, Hegar menyatakan bahwa APK resmi tersebut belum bisa dicetak, lantaran para paslon belum menyetor desain APK masing-masing.

“Kita masih menunggu desain APK dan BK (Bahan Kampanye) dari tiap-tiap paslon. Seharusnya tanggal 29 sudah disetor. Tapi sekarang belum ada,” ucapnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->