Connect with us

Jelang Haul Ke-15 Guru Sekumpul

Berbagai Karomah Guru Sekumpul, Ulama Besar dari Banjar yang Dicintai Seluruh Umat

Diterbitkan

pada

Guru Sekumpul Foto: net/bangkitmedia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA– Al alim al allamah al arif billah Syaikh Maulana Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang dikenal dengan Guru Sekumpul, adalah sosok kharismatik dan dikagumi banyak orang. Beliau sosok Waliyullah asal Kalimantan yang menyatukan syari’at, tarekat, dan hakikat dalam dirinya.

Meski memiliki karomah, ia selalu berpesan agar jangan tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Ketawadhuan dan kesederhanaannya telah membuatnya mencapai maqom yang tinggi.

Lahir 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Kampung Tunggul Irang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan. Guru Sekumpul wafat dalam usia 63 tahun di Martapura pada 10 Agustus 2005 silam.

Masa kecil Guru Sekumpul memiliki keistimewaan yakni tak pernah mengalami “mimpi basah” (ihtilam). Sejak kecil dididik orangtuanya Haji Abdul Ghani dan Hajjah Masliah binti Haji Mulya dan neneknya bernama Salbiyah. Mereka menanamkan akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid serta belajar membaca Al Qur’an.



Pada usia tujuh tahun ia menimba ilmu di madrasah di Kampung Keraton, Martapura. Sejak usia 10 tahun telah dikaruniai kassyaf hissi, yakni mampu melihat dan mendengar apa-apa yang tersembunyi atau hal-hal ghaib. Pada usia 14 tahun ia dikaruniai futuh (pencerahan spiritual) saat membaca sebuah tafsir Qur’an.

Pada masa remajanya, Guru Sekumpul menghabiskan waktu menimba ilmu hingga ke Pesantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur. Selain itu berguru kepada Syekh Falah di Bogor.

Ia juga mendalami syariat dan tarekat kepada Syekh Muhammad Yasin Padang di Mekah, Syekh Hasan Masysyath, Syekh Isma’il Yamani, Syekh Abdul Qadir al-Baar, Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutby, Allamah Ali Junaidi (Berau) ibn Jamaluddin ibn Muhammad Arsyad.

Atas petunjuk Syekh Ali Junaidi, beliau kemudian belajar kepada Syekh Fadhil Muhammad (Guru Gadung). Kepada Guru Gadung ini Guru Ijai belajar tentang ajaran Nur Muhammad. Beliau juga mendapat ijazah Maulid Simthud Durar dari sahabat karibnya, Habib Anis ibn Alwi ibn Ali al-Habsyi dari Solo, Jawa Tengah.

Ia sempat mengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun. Kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, didampingi kyai terkenal yakni Guru Salman Bujang (Guru Salman Mulya). Pada 1988 pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol.

Sejak itulah kewibawaan dan kharismanya memancar luas dan banyak tamu berdatangan, bahkan dari Malaysia, Singapura dan Brunei. Sebagian datang untuk berguru, sebagian mencari berkahnya, dan sebagian ingin berbaiat Tarekat Samaniyyah. Beberapa tokoh nasional juga pernah mengunjungi Guru Sekumpul.

Sejak kecil, Guru Sekumpul sudah memperlihatkan sifat mulia. Penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan ayahnya telah membuatnya berhati lembut, penyayang dan pemurah kepada semua orang.

Sebagai ulama, Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai orang yang lembut, kasih sayang, sabar, dermawan dan tekun. Apapun yang terjadi terhadap dirinya, beliau tak pernah mengeluh. Bahkan pernah beliau dipukuli oleh orang-orang yang dengki kepadanya, namun beliau tidak mengeluh atau menaruh dendam sama sekali.

Beliau juga mengajarkan agar orang senantiasa mencintai dan hormat kepada ulama yang baik dan saleh. Tak heran apabila saat pengajian, tidak kurang dari 3.000 orang datang ke pengajiannya dan selalu diberi jamuan makan. Kedermawanan Guru Sekumpul ini tampak bukan hanya kepada lingkungan sekitar, tetapi juga ke setiap tempat yang disinggahinya.

Salah satu pesannya adalah “jangan bakhil” karena itu adalah sifat tercela. Salah satu keunikannya dalam berdakwah adalah perhatiannya kepada kesehatan umat. Pada waktu tertentu beliau mendatangkan dokter spesialis (jantung, ginjal, paru, mata, dan sebagainya) untuk memberikan penyuluhan kesehatan sebelum pengajian dimulai.

Beberapa kisah karomahnya di antaranya saat masih di Kampung Keraton, Guru Sekumpul biasanya duduk dengan beberapa orang sambil bercerita tentang orang-orang terdahulu untuk mengambil pelajaran dari kisah itu. Suatu saat beliau bercerita tentang buah rambutan, yang saat itu belum musimnya.

Tiba-tiba beliau mengacungkan tangannya ke belakang, seolah-olah mengambil sesuatu, dan mendadak di tangan beliau sudah memegang buah rambutan matang, yang kemudian beliau makan. Beliau juga bisa memperbanyak makanan setelah makan sepiring sampai habis, tiba-tiba makanan di piring itu penuh lagi, seakan-akan tak dimakan olehnya.

 

 

Kisah lain, suatu ketika terjadi musim kemarau panjang, dan sumur-sumur mengering. Masyarakat pun meminta Guru Sekumpul agar berdoa meminta hujan. Beliau lalu mendekati sebatang pohon pisang, menggoyang-goyangkan pohon itu dan tak lama kemudian hujan pun turun.

Beliau juga dikenal bisa menyembuhkan banyak orang dengan kekuatan spiritualnya. Kelebihan lain yang dimiliki Guru Sekumpul adalah hafal Al-Qur’an sejak berusia 7 tahun. Kemudian hafal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun.

Dalam usia kurang lebih 10 tahun, sudah mendapat khususiat (anugerah) berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa yang ada di dalam atau yang terdinding. Pada usia 9 tahun pas malam Jumat, Guru Sekumpul pernah bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit.

Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Pada malam Jum’at berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa.

Pada malam Jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini ia dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang Syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang kosong.

Saat Guru Sekumpul merantau ke Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi gurunya adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut.

Adapun sebagian karomah Abah Guru Sekumpul diambil dari Manakib Risalah Riwayat KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni Albanjari yang disusun Guru H Muhammad Hudhari. Guru Hudhari menceritakan bahwa Abah Guru Sekumpul sewaktu kecil pernah bermimpi bertemu Sayidina Hasan dan Sayidina Husin, cucunya Rasulullah SAW yang keduanya membawakan pakaian jubah dan memasangkan kepadanya lengkap dengan surban.

Kemudian keduanya memberikan nama Zainal Abidin. Setelah bangun, beliau menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Kemudian ayahnya menganti nama beliau yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini.

Kisah lain, suatu hari Abah Guru Sekumpul berburu burung. Ketika sampai di Padang Karang ia mendengar suara dzikir “Laa ilaha illallah”. Spontan ia pun berjalan naik ke Kampung Karang Tengah mencari asal suara itu. Ternyata dzikir itu berasal dari makom tuan Guru Haji Abdullah Khotib. Beliau langsung berjiarah dan setiap tengah malam bulan terang Guru Sekumpul melakukan ziarah ke makam itu.

Di akhir hayat Guru Sekumpul sebelum meninggal dunia, sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Namun, pada Selasa malam beliau pulang dan tiba di Banjarmasin. Keesokannya, Rabu 10 Agustus 2005, pukul 5.10 waktu setempat, beliau berpulang ke Rahmat Allah.

Ribuan orang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazah beliau hingga ke pemakaman. Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.

Semasa hidupnya, Guru Sekumpul pernah berpesan tentang karomah. Dia mengatakan, jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Sebab, karomah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karomah tapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan karomah.

Adapun beberapa kitab yang pernah ditulisnya antara lain Risalah Mubarakah; Manaqib as-Syaikh as-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim al-Qadiri al-Hasani as-Saman al-Madani; Risalah Nuraniyah fi Syarhit Tawassualtis Sammaniyah; dan Nubdzatun fi Manaqib al-Imam al-Masyhur bil-Ustadz al-A’zham Muhammad bin Ali Ba’Alawy.(aswajaonline/wikipedia/sindonews.com)

 

 

Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jelang Haul Ke-15 Guru Sekumpul

PERHATIAN. Mobil 8 Ton Keatas Dilarang Melintas saat Haul Sekumpul Mulai 29 Februari-3 Maret!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dishub terus menggelar koordinasi menjelang pelaksanaan Haul Sekumpul. foto: Dihub Banjar for kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sehubungan pelaksanaan Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul yang akan dilaksanakan 29 Februari hingga 1 Maret 2020, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan edaran. Diantaranya mengatur pembatasan lintasan angkutan barang dimulai pada Sabtu (29/2020) pukul 00.01 Wita sampai dengan Selasa (3/3/2020) pukul 24.00 Wita.

Kemudian, dalam surat edaran itu disebutkan pula arah Ialu lintas dari Banjarmasin dimulai dari ruas Jalan Nasional Ahmad Yani Km 21 (bundaran Liang Anggang, Kota Banjarbaru).

Arah lalu lintas dari Kabupaten Tabalong dimulal dari Ruas Jalan Ahmad Yani Km 112 (terminal By Pass, Kabupaten Tapin).

Adapun kendaraan yang dilarang untuk melintas adalah kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan, kereta gandengan, container, kendaraan pengangkut barang dengan jumlah sumbu lebih dari 2 (dua) sumbu atau memiliki Jumlah Berat yang duperbolehkan (JBB) > 8 (delapan) Ton, kecuali kendaraan angkutan barang pengangkut BBM, BEG, Temak, bahan pokok, pupuk, susu murnl, barang antaran pos, serta barang bahan baku ekspor Impor dan home Industry dan/atau ke Pelabuhan.



Dishub Banjar menggelar koordinasi menjelang pelaksanaan Haul Sekumpul. foto: Dihub Banjar for kanal

Kepala Dishub Kabupaten Banjar, Drs. Aspihani, MM, melalui Kabid LLPD, Faisal ST, MM membenarkan adanya edaran tersebut.  Menindaklanjuti edaran tersebut sudah dilakukan rapat di aula BPPTD XV reg kal-Sel dipimpin kepala balai Iman Sukandar MT dan dihadiri Dishub Provinsi Kalsel, Dishub Kabupaten/Kota, Satlantas Polresta Banjarmasin, Satlantas Polres Banjar, Banjarbaru, Barito Kuala,Tapin, Ketua DPD Organda Provinsi Kalimantan Selatan, DPU Organda Trisakti dan lain-lain.

“Dengan ini kami mengharapkan kepada seluruh pelaku usaha angkutan untuk mematuhi apa yang sudah disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub supaya dalam pelaksanaan Haul kali ini dapat berjalan dengan baik dan berkeselamatan,” ujar dia.

Pihaknya mengharapkan kendaraan angkutan barang yang digunakan oleh pengusaha angkutan menggunakan jenis mobil tonase dibawah 8 ton, agar usaha perekonomian dapat tetap berjalan karena untuk mobil tersebut disiapkan beberapa jalur alternatif. (kanalkalimantan.com/dhani)

Reporter : dhani
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Jelang Haul Ke-15 Guru Sekumpul

Daftar Penginapan Gratis Beredar, Sebagian Sudah Penuh Terisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aula BKDPSDM Kabupaten Banjar itu dalam tiga tahun terakhir sudah menjadi langganan jemaah Haul Sekumpul. foto: dhani
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Puncak Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul sudah makin dekat. Tinggal sekitar 10 hari lagi pelaksanaan haul yang bakal didatangi lebih dari sejuta umat dari segala penjuru itu digelar.

Persiapan demi persiapan terus dilakukan, baik dari panitia di Sekumpul maupun warga dan relawan yang berpartisipasi guna menyukseskan kegiatan.

Seluruh sudut kota Martapura pada khususnya ramai melakukan persiapan mulai dari pemasangan umbul-umbul, lampu hias, hingga perbaikan jalan guna memberi kenyamanan kepada pengguna jalan atau jemaah haul.

Dari sisi penginapan, dari penelusuran Kanalkalimantan.com sudah seluruh penginapan berbayar milik swasta penuh terisi. Tidak ada kamar yang tersisa untuk disewa sebelum puncak haul digelar.



Demikian pula dengan penginapan tidak berbayar atau gratis yang disiapkan oleh warga, relawan dan  pemerintah daerah. Hampir dipastikan penuh terisi.

Seperti halnya aula Badan Kepegawaian Daerah dan PSDM Kabupaten Banjar yang berlokasi di jalan Mentri Empat, Martapura. Aula yang berkapasitas atau bisa menampung sebanyak 350 orang itu sudah penuh terisi

Aula BKDPSDM Kabupaten Banjar itu dalam tiga tahun terakhir sudah menjadi langganan jemaah haul dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan lainnya. Mereka selalu menempati aula tersebut. Mereka sudah berpesan kepada pengelola aula guna bisa kembali menempati aula tersebut guna menghadiri haul Guru Sekumpul.

Koordinator penginapan gratis di aula BKDPSDM Kabupaten Banjar Muhlis membenarkan jika aula tersebut sudah dipesan oleh jemaah haul dari sejumlah daerah di luar Kalsel.

“Mereka yang memastikan menginap di aula ini sudah jauh-jauh hari istilahnya memesan. Karena mereka setiap tahunnya memang sudah biasa di aula ini,” jelas dia.

Aula BKDPSDM Kabupaten Banjar itu berjarak sekitar 1 kilometer dari Sekumpul. Dilengkapi dengan 10 AC, 10 kamar mandi dan WC.

“Selain menyiapkan aula yang bisa menampung jemaah, kami juga menyiapkan konsumsi untuk jemaah,” jelas dia.

Bagaimana jika masih ada jemaah yang datang dan ingin menginap di sana, Muhlis mengatakan, ada sebuah ruangan berukuran sekitar 6 x 8 meter lagi yang bisa digunakan untuk menginap.

Sejauh ini sudah ada sejumlah penginapan gratis yang bisa digunakan oleh jemaaah haul yang tidak ada tempat untuk menginap. Berikut daftar penginapan gratis yang ada di Kota Martapura. (kanalkalimantan.com/dhani)

Reporter : dhani
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->