Connect with us

Musik

Beri Semangat Pada Koban “Bully” Elvatra Jonea Rilis Single ‘Just Found You’

Diterbitkan

pada

Elvatra Jonea dengan single terbarunya beri dukungan untuk korban 'bully'. Foto: Evo Music Factory for Kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Elvatra Jonea atau biasa dipanggil Kaila adalah seorang solois yang mempunyai karakter musik unik, dengan karakter vokal yang sangat lembut. Elvatra Jonea sudah menulis banyak lagu, di album pertama dengan single berjudul ‘Just Found You’ telah memberikan warna tersendiri untuk Elvatra Jonea dan mencoba memberikan sesuatu yang baru di musik Indonesia.

Gadis kelahiran 23 Juni 2003 ini adalah seorang penyanyi dan juga Composer. Elvatra Jonea sudah mulai mengenal musik sejak dibangku sekolah dasar, dengan banyak referensi dari musisi dalam negeri dan luar negeri akhirnya Elvatra Jonea lebih memilih mengusung genre pop di semua karya – karyanya. Tidak hanya di dunia musik saja, Elvatra Jonea telah membintangi beberapa film, juga sebagai bintang iklan untuk beberapa produk top dan juga beberapa kali menjadi model untuk cover majalah terkenal di Indonesia. Sudah banyak berkecimpung didunia Entertaint sejak kecil membuat Elvatra Jonea mempunyai banyak teman, rekan musisi dan seniman yang memberikan dukungan untuk musik dan karya – karyanya.

Gitar akustik adalah andalan Elvatra Jonea untuk membuat lagu dan musik EDM memberikan warna di karya-karyanya serta menjadikan Elvatra Jonea menjadi seorang solois muda yang diperhitungkan di era sekarang. Meski sedikit berat untuk bersaing dengan musisi genre yang sama tidak membuat Elvatra Jonea patah semangat, hingga detik ini masih terus berkarya dan selalu menuangkan curahan hatinya kedalam karyanya dengan mengusung tema tentang cinta, sosial dan kehidupan.

Dengarkan single terbaru Elvatra Jonea ‘Just Found You”

 

Lagu ‘Just Found You’ yang ditulis Elvatra Jonea bercerita tentang seorang anak gadis yang sempat mengalami trauma dan sangat tidak percaya diri akibat “bully” oleh teman-temannya dan lingkungan sekitar. Ia sempat kehilangan arah dan tidak tahu harus berbuat apa, sampai pada akhirnya dia menemukan seseorang yang membantunya dan mendukung anak gadis tersebut untuk membuka halaman baru dan melupakan masa lalunya.

Besar harapan Elvatra Jonea dengan single terbarunya dapat diterima dan dinikmati semua orang dan support dari rekan – rekan media adalah salah satu harapan Elvatra Jonea untuk mendongkrak single terbarunya.(kanalkalimantan.com/andy)

 

Reporter : Andy
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Musik

Kangen Band Kembali Melambung Usai Beredarnya Artikel di Jurnal Internasional 7 Tahun Silam

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kangen Band yang saat ini masih memiliki penggemar fanatik di blantika musik Indonesia/FOTO: Warner Music Indonesia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebuah artikel dari International Journal of Culture Studies mendadak menjadi trending setelah bertahun-tahun masa penerbitannya pada 2013. Artikel yang ditulis oleh Emma Baulch, periset dan associate professor/profesor madya/lektor kepala Monash University, Malaysia, muncul ke permukaan setelah tweet “Tell Me Something I Don’t Know” diunggah pengguna Twitter.

Tweet ini menyatakan bahwa Kangen Band pernah menjadi subjek penelitian akademisi Emma Baulch, seorang periset dan associate professor/profesor madya/lektor kepala Monash University, Malaysia. Saat rilis pers ini disusun, tweet tersebut sudah mendapat 4,2 ribu retweets dan 6,7 ribu likes.

Dalam artikel berjudul “Longing Band Play at Beautiful Hope” tersebut, Emma menuliskan soal bagaimana masyarakat mengonsumsi lagu dan panggung Kangen Band, serta bagaimana Kangen Band mendapatkan label ‘pop Melayu’ yang dianggap sebagai pembeda kelas musik pop Indonesia di awal 2000-an.

Pada awal karir Kangen Band, dalam artikel Emma, disebut bahwa lagu-lagu mereka sudah hadir di ruang publik seperti mal, siaran radio, dan dijual di emperan. Kontrak dengan Warner Music Indonesia, disebut Emma, terbukti sukses melambungkan Kangen Band dari “band yang bukan siapa-siapa” menjadi bintang pop pada pertengahan 2000-an.

Album Tentang Aku, Kau, dan Dia (Warner Music Indonesia, 2007) sebelumnya sudah beredar luas dalam format tak resmi/bajakan.

Di artikel itu, Kangen Band disebut tak memiliki ‘image’ yang bisa ditelusuri di awal karirnya. Video-video tak resmi mereka tidak menggambarkan siapa itu Kangen Band. Kontrak dengan Warner Music Indonesia berhasil menguak siapa saja personil Kangen Band, lewat video-video klip yang diproduksi.

Emma Baulch memang sudah melakukan banyak studi terhadap berbagai fenomena budaya di Indonesia, khususnya musik.

Di halaman Academia-nya, riset dalam bentuk artikel soal musik Indonesia mendominasi daftar. Di tahun 2016, Emma pernah menulis soal majalah musik legendaris asal Indonesia, Aktuil, dengan judul “Genre publics: Aktuil magazine and its role in shaping critical middle class youth in 1970s Indonesia”.

Di tahun 2014, Emma juga pernah mengangkat soal musik pop Melayu di Indonesia, dengan judul “Pop Melayu vs. Pop Indonesia: Marketeers, producers and new interpretations of a genre into the 2000s”. Dia juga pernah menuliskan soal Krisdayanti pada tulisannya yang berjudul, “Cosmopatriots”. Selain itu, dia pernah menulis buku soal skena punk dan metal di Bali tahun ’90-an dengan judul Making Scenes: Reggae, Punk, and Death Metal in 1990s Bali.

Emma Baulch, periset dan associate professor/profesor madya/lektor kepala Monash University, Malaysia/ Foto: monash.edu

Emma juga sedang menyusun kumpulan tulisannya soal musik pop, teknologi, dan kelas di Indonesia, berjudul Genre Publics.

Menanggapi munculnya artikel akademis ini, Managing Director Warner Music Indonesia, Toto Widjojo memberikan komentar bahwa dari fenomena Kangen Band, maka kita akan mengetahui betapa luasnya penggemar musik di Tanah Air. Toto menambahkan, “Betapa banyaknya talenta di negeri ini, dan seiring dengan berjalannya waktu, karya-karya Kangen Band tetap banyak dinikmati oleh penggemar musik. Bahkan membuat Dr. Emma Baulch, PhD dari Monash University, membuat sebuah tulisan yang sangat menarik tentang Kangen Band.”

Toto juga berpesan, “Jika kalian benar-benar ‘Doy’ sejati, maka saya yakin kalian akan tertarik untuk membaca tulisan ini. Salam ‘Doy’ dan selamat bernostalgia bersama Tentang Aku, Kau dan Dia!”

Kangen Band di Youtube

Berdasarkan data dari Youtube, video-video Kangen Band punya angka konsumsi yang terbilang besar. Kangen Band memberikan berkontribusi sebanyak 209 juta views di kanal resmi Youtube Warner Music Indonesia sampai detik ini.

Angka tersebut seakan mendukung tesis Emma bahwa sosok Kangen Band yang dulu ‘tak terlihat’, hanya terdengar di ruang publik, akhirnya dapat muncul ke permukaan lewat ‘image’ khusus yang dikemas menarik

Kangen Band di Spotify, 5 negara mendengar 

Di Spotify, Kangen Band mendapat posisi khusus; didengar oleh lima negara Asia Tenggara dengan komunitas Indonesia yang solid. Selain Indonesia, top 5 pendengar Kangen Band tercatat berasal dari Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong. Setahun ke belakang, konsumsi Kangen Band secara keseluruhan berjumlah 21 juta streams. (kanalkalimantan.com/andy)

Reporter : andy
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Musik

Dibalut Lantunan Melodi Bernuansa EDM Lagu “Membiru” Menjadi Persembahan Teranyar Duo The Finest Tree

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Artwork Foto Single Membiru. Foto: The Finest Tree for Kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA – Duo asal Yogyakarta, The Finest Tree merilis single terbaru berjudul “Membiru”. Single tersebut dapat dinikmati di berbagai gerai musik digital sejak kemarin Jumat (26/6/2020). Single terbaru ini juga sekaligus menandai usia The Finest Tree yang baru saja genap berusia delapan tahun pada Maret 2020 lalu.

Lagu “Membiru” merupakan karya terbaru setelah EP Album “Tertujuh” yang telah dirilis pada November 2019 lalu. Lagu ini akan menjadi pembuka album The Finest Tree selanjutnya. Tomo Widayat yang juga additional guitar atau synth Sheila on 7 masih dipercaya memproduseri single terbaru ini.

Di balik setiap baris lirik-liriknya, lagu “Membiru” memiliki makna yang cukup mendalam bagi perjalanan Cakka dan Elang sebagai musisi. Kakak beradik ini tak memungkiri, semasa berjalan sendiri-sendiri di masa hiatus, berbagai pengalaman asam dan pahit sempat datang secara bertubi-tubi ke kehidupan mereka. Meski demikian, mereka memandang pengalaman tersebut sebagai cobaan dalam hidup yang memang harus dilewati.

“Lagu ‘Membiru’ kami ciptakan sebagai bentuk refleksi diri atau lebih tepatnya sebagai alarm atau pengingat apabila rasa kecewa itu datang kembali, saya sudah mengerti cara untuk melewatinya,” ujar Elang.

Menurut Cakka, bukan orang lain, melainkan diri sendiri lah yang dapat mengubah segala kesedihan dan pengalaman pahit masa lalu tersebut untuk menjadi sesuatu yang positif di masa depan. Kurang lebih, pesan itulah yang hendak mereka sampaikan kepada para pendengar lewat lagu “Membiru”.

Dengarkan lagu baru The Finest Tree “Membiru”

 

“Setiap orang mempunyai luka dan sedih di masa lalu. Yang bisa mengubah semua itu ya kita sendiri,” kata musisi muda jebolan Idola Cilik 2 itu.

“Intinya dihantam berapa kali pun semampunya sejatinya manusia diberi gift kuat oleh Tuhan sehingga semua pengalaman akan menjadi pelajaran berarti untuk langkah selanjutnya,” tambah Elang.(kanalkalimantan.com/andy)

Reporter : Andy
Editor : KK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Musik

Single Terbaru KOTAK “HOAX”, Mengajak Masyarakat untuk Stop HOAX!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Melalui single "HOAX" Kotak mengajak masyarakat Stop HOAX! Foto: Warner Music Indonesia for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Trio alternative rock KOTAK kembali ke kancah musik Tanah Air dengan single “Hoax”, pada Jumat, 26 Juni 2020. Lagu “Hoax” merupakan bentuk kegelisahan sekaligus cara nyata KOTAK melawan proses disinformasi yang kerap berlangsung di masyarakat. Mengutip Tantri Syalindri (Tantri, vokalis), “Hoax” adalah alarm serta kontrol pengingat untuk semua. “Virus hoaks menjadi tren dengan sengaja atau tanpa sengaja dinaikkan, disanggah lalu minta maaf. Masyarakat banyak yang sudah muak.” Sebagai solusi, Tantri menambahkan, “Vaksin virus ini (hoaks) ada di laboratorium ‘pemikiran yang jernih dan hati yang luas.’”

Aroma rock yang kental sudah terasa sejak intro “Hoax”, menunjukkan identitas musik KOTAK yang kuat dengan sound modern.

Pemilihan waktu rilis pada akhir Juni dilakukan atas pertimbangan persiapan Tantri yang sebelumnya memutuskan untuk mengambil cuti dari KOTAK karena sedang hamil anak kedua.Tantri akan kembali ke KOTAK pada bulan Juli 2020 ini.

Lagu “Hoax” ini merupakan rangkaian paling awal untuk album penuh mereka yang akan diberi judul Identitas. Album Identitas sendiri akan hadir pada bulan September 2020, yang juga bertepatan dengan ulang tahun ke-16 grup tersebut.

Produksi “Hoax” dilakukan serba do-it-yourself (DIY)

“Hoax” adalah single yang dibikin serba ‘sendiri’. Mereka tidak melibatkan pihak lain terkait teknis produksi single yang dikerjakan di Yogyakarta ini. Bukan hanya secara teknis musik, tapi juga penulisan lagunya.

Tak cuma lagu, KOTAK mengakali kreativitas mereka di masa pandemi dengan produksi video klip lewat cara DIY. Situasi pandemi COVID-19 yang berdampak pada keterbatasan sosial—tak bisa bertemu langsung—justru memancing kreativitas lebih unik di antara mereka.

Tangkapan layar launching single terbaru KOTAK “HOAX” (26/6/2020). Courtesy Photo

KOTAK mengadaptasi pass the phone challenge untuk video “Hoax”, yang menampilkan beberapa figur publik seperti Gisella dan Gempi, Adib Hidayat (Billboard Indonesia), Triawan Munaf, Armand Maulana, Lukman Sardi, dan beberapa lainnya.

Berbagai footage dari para seleb dan figur publik tersebut kemudian dijahit menjadi satu kesatuan utuh bertema surat kabar. Hasilnya menjadi video klip yang bernuansa dinamis dan tepat sasaran demi menyampaikan pesan yang terkandung dalam lirik “Hoax”; Mengajak masyarakat untuk berhenti menyebarkan berita bohong.(kanalkalimantan.com/rls/andy)

 

Reporter : Andy
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->