Harjad ke-69 Banjar
Berikut 4 Penghargaan Kabupaten Banjar, Bupati: Misi Mengembalikan Citra Kota Serambi Mekkah

MARTAPURA, Berbagai pencapaian dan penghargaan telah diraih Kabupaten Banjar menapaki usia ke 69 tahun. Sejumlah upaya dilakukan untuk mengembalikan citra ibukota Kabupaten Banjar yang dikenal selama ini sebagai kota Serambi Mekkah.
Bupati Banjar KH Khalilurrahman mengatakan, prestasi yang telah diraih Kabupaten Banjar di bawah kepemimpinannya bersama Wabup Banjar H Saidi Mansyur, merupakan perhatian, kerja sama, dan kerja keras seluruh pihak.
Dikatakannya semua keberhasilan itu merupakan pencapaian bersama yang tidak mungkin terwujud tanpa komitmen, program kerja, upaya, dan peningkatan berkelanjutan.
“Semua yang telah diraih merupakan hasil kerja keras serta kerja sama dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah,†katanya.
Berikut 4 penghargaan Kabupaten Banjar :
- Penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) memperoleh predikat B dengan nilai 68,61, diharapkan pada tahun 2019 ini dapat memperoleh dengan predikat BB.
- Mempertahankan penghargaan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) 5 tahun berturut-turut dari BPK RI.
- Penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se Kalimantan tahun 2017 yang termasuk dalam 5 TPID terbaik di Indonesia.
- Penghargaan Adipura tahun 2018 untuk ke tujuh kalinya.
Selain itu, Kabupaten Banjar juga terus mengalami perbaikan secara makro indikator perekonomian. Contohnya, pada tahun 2018 perekonomian Kabupaten Banjar tumbuh sebesar 5,28 persen. Begitu pula, dengan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir yaitu sejak tahun 2013 telah mencapai 68,32 persen.
Dikatakatan Bupati Banjar, salah satu faktor meningkatnya IPM Kabupaten Banjar adalah dengan berhasilnya Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Banjar yang naik menempati posisi ke-7 dari sebelumnya tahun 2017 berada pada posisi 13.
“Sedangkan, persentase penduduk miskin Kabupaten Banjar pada tahun 2018 sebesar 2,70 persen. Angka persentase penduduk miskin ini merupakan angka yang paling rendah di Provinsi Kalimantan Selatan,†kata Khalilurrahman.
Meski sudah banyak penghargaan dan pencapaian yang diraih, Kabupaten Banjar terus berusaha menunjukan eksistensi sebagai wilayah yang paling kental dengan nuansa Islami-nya. Hal ini dilakukan, mengingat julukan Kota Martapura sebagai Kota Serambi Mekkah di Provinsi Kalsel beberapa waktu belakangan mulai pudar seiring perkembangan dan kemajuan zaman akibat pengaruh modernisasi dan globalisasi.
Untuk itu, kata Bupati Banjar, pihaknya melakukan usaha untuk mengembalikan citra sebagai Kota Serambi Mekkah, upaya yang telah dilakukan.
Seperti halnya meningkatkan kesejahteraan guru-guru mengaji di Kabupaten Banjar, menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Santri, dan memfasilitasi peringatan Haul Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan umat dari penjuru Kalimantan dan luar Kalimantan hingga manca negara.
“Tidak hanya itu, kita juga turut mengisi perayaan tahun baru dengan dilaksanakannya kegiatan Tahun Baru Bersholawat, memfasilitasi kegiatan Baznas serta melaksanakan festival–festival budaya yang bernuansa religi, seperti festival bedug, festival sinoman hadrah, festival maulid habsy, festival rebana dan festival rudat,†pungkasnya. (rico)
Editor : Bie

-
HEADLINE2 hari yang lalu
Alat Bukti Mobil yang Digunakan untuk Eksekusi Juwita Terparkir di Denpom Lanal Banjarmasin
-
HEADLINE1 hari yang lalu
Selain Dibunuh, Juwita Diduga Dirudapaksa J
-
HEADLINE2 hari yang lalu
Anggota TNI AL J Ditahan Resmi Tersangka, Kasus Pembunuhan Jurnalis Juwita Terus Berjalan
-
Hukum1 hari yang lalu
Aksi Solidaritas untuk Juwita, Kawal Pengadilan Terbuka Terhadap Tersangka J
-
Kota Banjarbaru7 jam yang lalu
DPRD Banjarbaru Beri Atensi pada Proses Hukum yang Adil bagi Tersangka Jumran
-
Kota Banjarbaru7 jam yang lalu
Aksi Solidaritas untuk Juwita Gaungkan Dukungan Keadilan bagi Korban Femisida