Connect with us

kriminal banjarbaru

Berjualan di Rumah, Ibu Rumah Tangga Penyedia Miras Ditangkap Polisi

Diterbitkan

pada

Barang bukti miras yang disita Polres Banjarbaru. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sedikitnya 160 botol minuman keras (miras) diamankan Polres Banjarbaru melalui Unit Satuan Sabhara di jalan Karang Anyar, Banjarbaru, Minggu (27/9/2020) malam. Mirisnya, pemilik miras siap jual tersebut adalah seorang ibu rumah tangga berinisal JH.

Kasat Sabhara Polres Banjarbaru Iptu Suko mengungkapkan, operasi penyitaan miras ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Namun sebelum melalui penindakan, personel lebih dulu melakukan penyelidikan tatkala ada dua orang warga yang hendak membeli miras di dalam rumah JH.

“Jadi awalnya kita memantau dulu. Saat kita melihat ada dua warga yang ingin membeli, baru kita tangkap dengan cepat. Ya, hasilnya kita dapati ratusan miras ini,” katanya, Senin (28/9/2020).

Pun, pemilik miras JH tak mampu mengelak usai tertangkap tangan petugas ketika berjual beli. Ibu rumah tangga berusia 32 tahun itu pun digiring petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



Iptu Suko mengungkapkan, kasus ini akan dilanjutkan ke ranah sidang tindak pidana ringan (tipiring). Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang sudah membantu upaya kepolisian dalam menegakan hukum terutama dalam memberantas miras di Kota Banjarbaru.

“Penertiban miras yang beroperasi di Banjarbaru menjadi fokus karena akhir-akhir ini akibat miras efeknya menyebabkan adanya tindakan-tindakan kriminal dan mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

kriminal banjarbaru

Penjual Miras di Landasan Ulin Barat Diciduk

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Miras diamankan anggota Polsek Banjarbaru Barat. Foto : Polsek Banjarbaru Barat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polsek Banjarbaru Barat mengamankan pria berinisial RI dalam giat pekat di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kamis (22/10/2020) malam.

RI diamankan lantaran diduga sebagai penjual minuman keras di wilayah tersebut. Pengamanan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat, yang mana hal itu kemudian ditindak lanjuti petugas kepolisian.

Terbukti dari hasil operasi pada malam itu, petugas menemukan belasan botol miras berbagai merek di tempat tinggal tersangka.

“Benar, kami menyita sedikitnya 19 botol miras. Di antaranya merk mansion house 1 botol, anggur merah 12 botol dan anggur putih 6 botol,” ungkap Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung, Jumat (23/10/2020).



RI beserta barang bukti miras tersebut diamankan ke Mapolsek Banjarbaru Barat guna di data dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Dalam kasua ini, tersangka akan dijerat Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarbaru tentang pengedaran miras.

“Kita sudah memastikan bahwa tersangka menjual miras berbagai merk itu tanpa adanya izin. Saya imbau juga kepada masyarakat untuk menjauhi minuman beralkohol ini. Karena selain merugikan diri sendiri, juga dapat merugikan orang lain,” tungkas Kapolsek. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kriminal banjarbaru

Mantan Wagub Kalsel Hilang Hp di Bandara, Pelaku Dibekuk Polisi, Ngaku Dapat di Kursi Pesawat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polres Banjarbaru mengungkap pencurian handphone di Bandara Syamsudin Noor. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru mengungkap dua kasus pencurian yang terjadi selama beberapa pekan terakhir di wilayah Banjarbaru. Bahkan, salah satu korban dari maraknya aksi pencurian itu ialah Wakil Gubenur Kalimantan Selatan periode 2005-2010 HM Rosehan Noor Bahri.

Dalam konfensi pers, Kamis (22/10/2020) sore, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso mengungkapkan, kasus pencurian yang menimpa Rosehan itu terjadi pada Sabtu 17 Oktober 2020. Dalam kasus ini, handphone milik elit politikus PDI Perjuangan tersebut raib dibawa seseorang saat dirinya tiba di Bandara Syamsudin Noor.

“Bapak Rosehan baru sadar handphone miliknya hilang saat sudah turun dari pesawat. Beliau kemudian mencoba menanyakannya kepada pihak maskapai penerbangan. Namun, setelah diperiksa kembali di kursi yang diduduki Rosehan, pihak maskapai tak menemukan handphone yang dimaksud,” cerita Kapolres.

Sebenarnya, Rosehan juga mencoba menghubungi nomor handphone miliknya tersebut. Hanya saja, usaha itu sia-sia lantaran telepon tersebut tidak tersambung dan diduga hanphone tersebut telah dimatikan. Atas kejadian ini, Rosehan mengalami kerugian yang ditafsir mencapai Rp 12 juta.



Tak berselang lama pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan mencocokan data penumpang yang ada di dalam pesawat yang ditumpagi Rosehan. Hasilnya, seorang penumpang berinisial BA (48), warga Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, diduga telah melakukan pencurian handphone tersebut.

Dugaan itu terbukti, tatkala pihak kepolisian mengamankan BA di tempat tinggalnya pada Selasa (20/10/2020), dan menemukan handphone milik Rosehan tersebut. Atas hal ini, BA kemudian digiring ke Mapolres Banjarbaru guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, Kapolres Banjarbaru menjelaskan bahwa BA mengakui telah mengambil handphone milik Rosehan yang sebenarnya tertinggal di pesawat. Tersangka berdalih telah melaporkan handphone Rosehan yang tertinggal itu kepada pramugari pesawat.

“Hanya saja saat disuruh pihak pramugari untuk menyerahkan handphone tersebut ke petugas AVSEC Bandara Syamsudin Noor, tersangka tidak melakukannya. Tersangka membawa handphone Rosehan keluar dari bandara menggunakan tas ransel. Lalu, setelah keluar, tersangka melanjutkan perjalannya ke Kabupaten Tanah Bumbu,” jelas AKPB Doni.

Selain itu, Kapolres Banjarbaru juga mengungkapkan, tersangka juga dengan sengaja mencabut SIM Card yang tertanam di handphone milik Rosehan, guna mengganti nomor baru handphone tersebut. Setelah itu, BA kemudian mengaktifkan mode ulang handphone tersebut, untuk dipakai sehari-hari.

“Tapi sebelum handphone itu digunakan, kami dari pihak kepolisian berhasil mengamankan tersangka. Handphone ini menjadi barang bukti, termasuk juga manifest pesawat, SIM Card, boardingpass, serta tas ransel yang digunakam tersangka,” lugas AKBP Doni.

Atas perbuatannya tersebut, BA disangkakan pasal 362 ayat 1 tentang tindak tindak pidana pencurian, dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->